Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Rencana 2


__ADS_3

" Begitulah dad yang terjadi." ucap mommy Laras mengakhiri ceritanya.


" Berarti Debby dan Dennis tidak terluka?" tanya daddy Alvonso sambil mendelikkan matanya karena dirinya sangat takut jika istrinya pergi meninggalkan dirinya


" Tidak dad, maaf ya? mommy janji lain kali jujur dengan daddy" ucap mommy Laras sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengah.


" Pffftttt hahahaha... mommy seperti itu bikin daddy gemas." ucap daddy Alvonso sambil tertawa.


" Ssstt... daddy jangan tertawa kencang nanti ketahuan. Daddy, sekarang mommy serius kemungkinan mereka akan menyerang mommy, Debby dan Dennis jadi mommy minta agar kami bertiga dijadikan satu." ucap mommy Laras


" Baiklah nanti daddy akan mengatakannya ke dokter." ucap daddy Alvonso.


" Oh iya mom, bagaimana mommy bertemu dengan kak Debby dan meminta Dennis memakai pakaian anti peluru?" tanya Dennisa penasaran.


" Iya mom, coba ceritakan daddy penasaran." ucap daddy Alvonso


" Baiklah mommy akan ceritakan." ucap mommy Laras.


xxxxxxx FLASH BACK ON xxxxxxx


Setelah sambungan berakhir mommy Laras menghubungi anaknya Debby. Sambungan pertama langsung di angkat oleh Debby.


" Hallo Debby, lagi apa?" tanya mommy Laras


" Hallo mom, Debby sama Inge lagi di balkon menikmati pemandangan." Ucap Debby


" Leo dan Alex sedang apa?" tanya mommy Laras


" Kak Alex dan kak Leo sedang keluar mom. Ada apa ya mom?" tanya Debby


" Hari ini kamu pulang ya sayang." pinta mommy Laras


" Iya mom karena dua hari lagi kan Dennis akan menikah." ucap Debby


" Iya benar, nanti kalau sudah sampai kabarin mommy ya? sekalian tolong ambilkan satu stel pakaian Louis kamu bungkus di paper bag soalnya mommy akan ke mansion untuk mengambilnya" pinta mommy Laras


" Buat apa mom?" tanya Debby dengan nada bingung


" Buat Angelina, Angelina lagi hamil dan ingin satu stel pakaian. Kamu bilang aja ke Louis kalau sahabatmu lagi ngidam dan ingin satu stel pakaian Louis." ucap mommy Laras


" Louis orangnya tertutup mom, aku dan Inge ingin berdekatan dirinya selalu menghindar." ucap Debby


" Hmm.. baiklah biar mommy yang minta dan satu lagi nanti mommy berikan kamu pakaian anti peluru, kamu jangan banyak bertanya nanti kamu akan tahu." ucap mommy Laras


" Baik mom." Jawab Debby


" Bagus, sekarang mommy tutup teleponnya kamu dan Inge hati - hati dan jaga perasaan suami kalian agar jiwa psycopath nya tidak keluar. Apa yang di minta suami turuti jangan membantah sedikitpun karena jika kalian membantah maka jiwa psycopath nya takut akan keluar." ucap mommy Laras memberikan nasehat ke putrinya.


" Baik mom." Jawab Debby

__ADS_1


" Salam buat Inge, Alex dan Leo." ucap mommy Laras


" Iya mom, salam juga buat semuanya. Oh iya itu kak Alex dan kak Leo sudah pulang. Sebentar lagi kami akan pulang ke Indonesia." ucap Debby


" Ok hati - hati." Jawab mommy Laras


" Terima kasih mom." Jawab Debby


tut tut tut tut tut


Panggilan komunikasi pun terputus bertepatan kedatangan Dennis.


" Dennis kok tumben sudah datang." ucap mommy Laras


" Dennis lagi berfikir mom." ucap Dennis


" Berfikir apa Den?" tanya mommy Laras


" Dennis berfikir tentang pernikahan Dennis dengan Elisabeth. Dennis ragu dengan pernikahan Dennis, Dennis ingin mengatakan ke Elisabeth tapi Elisabeth pasti menolaknya dan bunuh diri." ucap Dennis sambil mengusap wajahnya.


" Kamu berdoalah dan meminta petunjuk karena dengan berdoa kamu akan mendapatkan jawabannya." ucap mommy Laras


" Baik mom." Jawab Dennis


Mommy Laras hanya tersenyum dan mengusap rambut putranya dengan penuh kasih sayang.


" Mommy, apa itu?" tanya Dennis ketika melihat bungkusan berupa paket.


" Memang dari siapa mom?" tanya Dennis penasaran


" Dari sahabat mommy, mama Maria." ucap mommy Laras sambil membuka isinya.


Setelah di buka ada tiga rompi anti peluru warna hitam dengan model yang sangat menarik membuat Dennis ingin memintanya tapi tidak enak dengan mommynya karena pasalnya hanya ada tiga rompi saja.


" Kamu mau Den?" tawar mommy Laras karena Dennis menatapnya tanpa berkedip


" Memang boleh mom?" tanya Dennis


" Boleh dong, kamu kan anak kesayangan mommy." ucap mommy Laras


" Tapi hanya ada tiga, anak mommy dan daddy kan ada enam terus mommy dan daddy total ada delapan orang." ucap Dennis


" Nanti mommy minta lagi sama mama Maria, kalau kamu mau rompi ini dengan satu syarat." ucap mommy Laras


" Syarat apa mom?" tanya Dennis penasaran


" Setiap kamu pergi rompi ini harus kamu pakai. Bagaimana kamu bersedia Dennis?" tanya mommy Laras sambil memberikan rompi anti peluru.


" Bersedia mom. Terima kasih banyak ya mom." jawab Dennis sambil menerima rompi anti peluru.

__ADS_1


" Sama - sama sayang." Jawab mommy Laras sambil membelai rambut anaknya dengan lembut.


Dennis pun pergi meninggalkan mommy Laras sendirian.


" Semoga besok rencananya berhasil." ucap mommy Laras


Mommy Laras pun berdiri dan berjalan ke arah kamar pribadinya sambil membawa dua rompi. Tidak terasa sudah jam tiga siang ponsel milik mommy Laras berdering. Mommy Laras melihat siapa yang menghubungi dirinya ternyata anaknya yang bernama Debby menghubungi dirinya.


" Hallo." panggil mommy Laras


" Mommy, Debby, Inge, kak Alex dan kak Leo sudah sampai di mansion." ucap Debby melaporkan ke mommy Laras.


" Baik mommy akan pergi ke sana." ucap mommy Laras


" Sama siapa mom?" tanya Debby


" Sendiri, daddy lagi pergi ke perusahaan Max karena Max dan Dennisa masih mual - mual dan sering pusing. Semua saudara - saudaranya tidak bisa membantu karena perusahaan mereka juga lagi ada masalah." ucap mommy Laras memberitahukan.


" Perlu bantuan Debby mom?" tanya Debby menawarkan dirinya


" Saat ini belum dulu, sudah dulu ya mommy mau pergi sekarang." ucap mommy Laras


" Pergi sama siapa mom?" tanya Debby dengan nada kuatir.


" Sopir merangkap bodyguard." ucap mommy Laras


" Baik mom, hati - hati di jalan." ucap Debby.


" Ok. Bye." jawab mommy Laras


" Bye." Pamit Debby


tut tut tut tut tut


Sambungan komunikasi pun terputus, mommy Laras langsung bersiap diri untuk pergi dengan tidak lupa membawa satu jaket untuk diberikan ke Debby.


Singkat cerita mommy Laras sudah sampai di mansion milik paman Alex, Louis dan Leo. Mommy Laras di antar ke ruang keluarga oleh kepala pelayan.


" Mommy." Panggil Debby sambil memeluk mommy Laras dan mengecup punggung tangan mommy Laras kemudian bergantian dengan Inge, Alex dan Leo.


" Oh iya kemana Louis?" tanya mommy Laras


" Ada di kamarnya mom." Jawab Alex


" Mommy ingin berbicara dengan Louis boleh?" tanya mommy Laras


" Silahkan mom, Debby antarkan mommy ke kamar kak Louis." pinta Leo


" Baik honey." Jawab Debby sambil tersenyum.

__ADS_1


Mommy Laras dan Debby menaiki anak tangga sambil berbicara basa basi agar pemilik mansion tidak curiga.


__ADS_2