
Putri membalas pelukannya setelah agak lama Putri dan Clarissa melepaskan pelukannya kemudian menggendong cucunya begitu pula dengan Ronald menggendong cucu satunya.
" Mirip dengan putra kita waktu bayi." Ucap Carissa
Ronald dan Putri hanya tersenyum kemudian Putri meminta ijin ingin menemui Rocky. Clarissa menunjukkan kamarnya dan Putri langsung berjalan ke arah kamar Rocky.
ceklek
Putri membuka pintu kamar Rocky dan matanya membulat sempurna melihat Rocky duduk di kursi roda sambil menundukkan wajahnya dengan wajah cacat tapi Putri berusaha bersikap biasa saja.
" Pergi!!!" Usir Rocky sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah pintu tanpa melihat siapa yang datang.
" Sayang, apakah sayangku tidak merindukan diriku?" Tanya Putri.
Tidak berapa lama air matanya keluar menatap sendu kekasihnya yang terpuruk karena kekasihnya cacat dan lumpuh.
deg
deg
Jantung Rocky berdetak kencang mendengar suara orang yang sangat dicintainya. Rocky mengangkat kepalanya dan menatap Putri dengan tatapan sendu.
" Aku cacat dan lumpuh Put, lupakanlah aku." Ucap Rocky
" Apakah sayangku tidak mencintaiku lagi dan juga ke dua putra kita?" Tanya Putri sambil menatap wajah Rocky dan berjalan ke arah Rocky dengan tatapan sendu.
" Ke dua putra kita? Apa maksudmu?" Tanya Rocky dengan nada bingung.
" Sayangku ingat waktu kita di Magelang dan kita melakukan hubungan suami istri? Aku hamil anak kembar sangat tampan seperti daddynya." Ucap Putri sambil berlutut dan menggenggam ke dua tangan Rocky.
" Kamu jangan membohongiku Put?" Ucap Rocky
" Kapan aku pernah berbohong? Bolehkah aku memelukmu? Aku sangat merindukanmu." Mohon Putri
" Apakah kamu tidak malu bahkan jijik melihatku?" Tanya Rocky
" Aku sangat mencintaimu apapun keadaanmu aku tetap mencintaimu." Ucap Putri sambil memeluk Rocky.
" Hiks... hiks... aku sangat merindukanmu.. setiap hari aku selalu berdoa agar kita dipertemukan kembali." Ucap Putri sambil terisak.
" Aku juga sangat merindukanmu Put, aku hampir gila ketika mengetahui kapal yang kamu tumpangi meledak." Ucap Rocky sambil membalas pelukan Putri.
" Aku, Elisabeth dan Dona bersyukur selamat dari ledakan kapal." Ucap Putri
" Kenapa kalian tidak menghubungi kami?" Tanya Rocky sambil mendorong perlahan tubuh Putri.
" Bagaimana kami bisa menghubungi? kami terdampar di pesisir pantai dan alat komunikasi kami tidak ada." Ucap Putri
" Lalu kenapa kalian bisa sampai di sini?" Tanya Rocky
__ADS_1
" Ada sepasang keluarga naik kapal feri dan Dona melambaikan tangan agar kapalnya berhenti. Untunglah putra mereka melihat kami jadi kami selamat dan di bawa ke kota." Ucap Putri.
" Syukurlah aku senang kamu dan ke dua sahabatmu selamat, aku ingin melihat putraku." Ucap Rocky
ceklek
Ronald membuka pintu kemudian berjalan ke arah Rocky dan Putri diikuti oleh Clarissa sambil membawa dua bayi kembar.
" Sayang, ini putra kalian." Ucap Clarissa sambil menyerahkan ke Rocky.
Rocky dengan tangan gemetar menggendong putranya kemudian menatap putranya yang sedang tertidur pulas.
" Rocky, jika kamu ingin menikah kamu harus operasi wajah dulu. Kamu maukan sayang operasi wajah?" Tanya Clarissa.
" Mau bun asalkan Putri mau menungguku selesai " Jawab Rocky
" Tentu saja aku mau menunggu kak Rocky." Ucap Putri sambil tersenyum malu.
" Yang pertama yang mana?" Tanya Rocky
" Yang pertama di gendong sama ayah dan yang ke dua sama kak Rocky." Ucap Putri.
Rocky hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti sambil matanya tidak berhenti menatap putra bungsunya yang sangat mirip dengannya.
" Oh ya siapa nama putramu?" Tanya Clarissa.
Rocky terdiam beberapa saat untuk mencari nama yang tepat.
" Namanya bagus." Ucap Clarissa
" Ayah, boleh aku menggendong putraku?" Tanya Rocky
" Boleh." Ucap Ronald sambil menyerahkan cucunya.
Rocky menggendong ke dua putranya kanan dan kiri sambil tersenyum bahagia karena melihat ke dua putranya yang sangat mirip dengan dirinya.
" Oh iya di luar ada keluarga besar Alvonso, apakah kamu mau menemui mereka?" Tanya Clarissa
" Tapi wajahku?" Ucap Rocky
" Sayang, kamu sudah tahu bagaimana keluarga besar Alvonso, mereka tidak mungkin menghinamu ataupun mengasihanimu." Ucap Clarissa
Rocky menatap ke arah Putri dan Putripun menganggukkan kepalanya membuat Rocky menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukan kepalanya tanda setuju. Merekapun keluar dari kamar Rocky dan bertemu dengan keluarga besar Alvonso.
" Hei bro, enak ya sudah nanam saham duluan." Ucap Dennis
" Auch mommy, kenapa menjewerku?" Tanya Dennis
" Pikir saja sendiri." Ucap mommy Laras
__ADS_1
" Pffftttt hahahaha..." Tawa mereka serempak
" Mommy... lihat mereka menertawakan aku." Ucap Dennis manja.
" Biarin." Jawab mommy Laras
" Mommy cantik seperti bidadari." Puji Dennis sambil memeluk mommy Laras.
" Eits tidak bisa, mommy kalian hanya untuk daddy, kamu peluk Elisabeth." Ucap daddy Alvonso sambil menarik istrinya kemudian memeluknya secara posesif.
" Aish daddy, kan mommy milik kita semua." ucap Dennis
" Biarin." Jawab daddy Alvonso
" Sudah... sudah... kapan kamu menikah Den?" Tanya mommy Laras
" Minggu depan mom." Jawab Dennis
" Syukurlah lebih cepat lebih baik." Jawab mommy Laras.
" Kalau Rocky kapan menikah?" Tanya daddy Alvonso
" Secepatnya setelah selesai operasi wajahku dan kembali seperti dulu kami akan menikah." Ucap Rocky.
" Kalau kamu kapan Dod?" Tanya Dennis
" Tiga hari lagi kami akan menikah, aku keluar dari tentara dan meneruskan usaha orang tuaku." Ucap Doddy
" Baiklah, kami pulang dulu karena sepertinya Elisabeth, Putri dan Dona sangat lelah habis berpergian jauh." Ucap mommy Laras
" Ok, terima kasih sekali lagi terima kasih banyak." Ucap Clarissa sambil memeluk sahabat sejatinya mommy Laras.
Mommy Laras membalas pelukan sahabat sejatinya. Merekapun berpelukan dan berpamitan meninggalkan mansion milik Ronald.
Satu Bulan Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya, tiga hari kemudian Doddy sudah menikah dengan Dona. Seminggu kemudian Dennis juga menikah dengan Elisabeth sedangkan Rocky dengan penuh semangat belajar jalan dan melakukan operasi pada wajahnya.
Sebulan kemudian Rocky sudah bisa berjalan dan wajahnya semakin bertambah tampan. Rocky menikah dengan Putri banyak tamu undangan hadir memberikan ucapan selamat pada sepasang pengantin.
Kebahagiaan keluarga besar Alvonso, Ronald dan dokter Kennath sekaligus merayakan persahabatan mereka yang tidak pernah dinodai pengkhianatan karena mereka sangat tulus dalam bersahabat.
" Aku bahagia persahabatan kita awet sampai sekarang." Ucap daddy Alvonso sambil memegang gelas yang berisi anggur 🍷.
" Semoga saja anak-anak kita mengikuti jejak kita bersahabat." Ucap Ronald sambil memegang gelas yang berisi anggur 🍷.
" Iya benar kita berharap saja anak-anak kita tulus bersahabat dan tidak mengkhianati satu sama lainnya ataupun egois hanya mementingkan diri sendiri." Ucap dokter Kennath sambil memegang gelas yang berisi anggur 🍷.
" Cheers." Ucap mereka bertiga serempak
__ADS_1
Mereka bertiga meminum anggur merah kemudian melanjutkan dengan bertemu para tamu undangan. Kini mereka hidup bahagia dan sudah tidak ada musuh lagi untuk saat ini.
Tamat