Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Mommy Laras Koma


__ADS_3

ceklek


Alex keluar dari ruangan ugd dengan berjalan lesu.


" Bagaimana dengan kak Inge kak?" tanya Leo


" Kakak tidak tahu apa yang terjadi kenapa Inge tiba - tiba pingsan." ucap Alex sambil mengusap wajahnya.


Tidak berapa lama datanglah kak Alvonso, kak Alvonso mendekati daddy Alvonso dan adiknya Alvian yang sedang berpelukan.


" Daddy, Alvian apa yang terjadi?" tanya kak Alvonso penasaran.


" Mommy koma kak." ucap Alvian lirih sambil melepaskan pelukannya.


" Daddy." panggil kak Alvonso sambil memeluk daddynya seperti orang tidak semangat hidup.


" Al, mommy Al." ucap daddy Alvonso lirih sambil membalas pelukan anak pertamanya.


" Iya dad, mommy pasti kuat dan cepat sadar. Daddy jangan sedih kalau daddy sedih kita semua ikut sedih." ucap kak Alvonso dengan kata bijak.


" Daddy tidak sanggup Al, kalau mesti kehilangan mommy karena mommy adalah separuh nafas dan jantung daddy." ucap daddy Alvonso dengan nada lirih.


" Tidak daddy, mommy pasti sembuh daddy harus kuat." ucap kak Alvonso


Daddy Alvonso hanya diam tapi tidak melepaskan pelukan anak pertamanya agar dirinya kuat dan pelukannya membuatnya terasa menenangkan.


Tidak berapa lama datang Max, Denissa, Baron, Amora, dan Alviana.


" Honey bagaimana keadaan mommy, Debby dan Dennis?" tanya Alviana dengan mata memerah.


" Mommy, Debby dan Dennis peluru yang berada di perut sudah diambil." ucap Arlan dengan mata juga memerah.


" Apakah mommy, Debby dan Dennis baik - baik saja?" tanya Alviana karena melihat ke dua mata suaminya memerah seperti mau menangis.


" Debby dan Dennis sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan VVIP." ucap Arlan.


" Lalu mommy?" tanya Alviana penasaran.


" Mommy mengalami koma." Jawab Arlan dengan mata masih memerah sambil memeluk istrinya.

__ADS_1


Alviana terdiam hanya air mata mengalir, Alviana membalas pelukan suaminya. Alviana melihat mata sembab daddynya membuat Alviana mendorong perlahan dan melepaskan ke dua tangan Arlan kemudian berjalan ke arah Daddy Alvonso.


" Daddy." panggil Alviana dengan nada sendu sambil mendekati Daddy Alvonso.


Dennisa yang juga memeluk suaminya Max melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah Daddy Alvonso.


" Daddy." panggil Dennisa dengan nada sendu sambil mendekati Daddy Alvonso.


Daddy Alvonso dan kak Alvonso melepaskan pelukannya dan di ganti pelukan putrinya Alviana dan Dennisa.


" Daddy jangan nangis." ucap Alviana dan Dennisa kompak sambil melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Daddy Alvonso.


Alviana menghapus air mata Daddy Alvonso yang berada di sebelah kanan sedangkan Dennis menghapus air mata daddy Alvonso yang berada di sebelah kiri.


" Alviana dan Dennisa, daddy sangat takut kehilangan mommy." ucap daddy dengan nada sendu.


" Tidak daddy, mommy pasti kuat dan cepat sadar jadi daddy jangan sedih ya." ucap Alviana.


ceklek


Pintu UGD terbuka tampak seorang dokter keluar dari ruangan ugd dan semua orang berjalan ke arah dokter tersebut.


" Suami nyonya Inge?" panggil dokter tersebut.


" Istri anda hanya kelelahan saja." ucap dokter tersebut.


" Tapi kalau lelah kenapa istriku pingsan dok?" tanya Alex penasaran.


" Karena istri tuan lagi hamil, selamat ya pak dan untuk mengecek kehamilan tuan datang ke ruang SpOG." ucap dokter tersebut.


" Apa dok? istriku hamil?" tanya Alex tidak percaya.


" Iya tuan istri tuan hamil dan untuk mengetahui berapa minggu usia kandungan tuan datang saja ke SpOG." ucap dokter mengulangi perbuatannya.


" Baik dokter saya mengerti." ucap Alex sambil tersenyum bahagia karena dirinya sebentar lagi akan menjadi seorang daddy sama seperti adiknya Leo.


Tidak berapa lama pintu UGD terbuka brangkar pertama keluar mommy Laras dengan tubuh penuh selang dan langsung di pindahkan ke ruang ICU kemudian datang brangkar Debby dan langsung di pindahkan ke ruang perawatan VVIP diikuti oleh Leo.


Tidak berapa lama lagi keluar brangkar yang membawa Dennis dan di susul brangkar yang membawa Inge. Dennis dan Inge di bawa ke ruang perawatan VVIP diikuti oleh Alex untuk menemani istrinya.

__ADS_1


" Siapa yang menemani Dennis?" tanya Alviana


" Kami saja kak." ucap Alviana dan Arlan serempak sambil berdiri dan berjalan ke ruang perawatan.


" Daddy ingin melihat mommy kalian duluan." ucap daddy Alvonso sambil berdiri.


" Saya ikut dad." Jawab Dennisa sambil berdiri dan berjalan mendekati daddynya menuju ke ruang ugd.


Kini tinggallah Alvonso, Alvian, Harlan, Max, Baron dan Amora.


" Kak Alvonso, kak Alvian dan kak Harlan siapa yang menembak mommy, kak Debby dan kak Dennis?" tanya Max sambil menahan amarahnya.


" Kalau Debby di tembak oleh wanita ular itu yang bernama Elisabeth untuk mommy dan Dennis kakak tidak tahu karena kakak mengantar Debby ke rumah sakit bersama Leo." ucap kak Alvian menjelaskan.


" Kalau mommy dan Dennis kakak tidak tahu pas kami datang sudah tertembak dan pingsan. Aku dan Arlan menggendong mommy dan Dennis pas lagi keluar kamar kami di todong pistol kemudian Alex dan Inge menembak mereka hingga mati." sambung Harlan menjelaskan.


" Apakah wanita ular sudah di tangkap?" tanya Max dengan dingin.


" Ketika Elisabeth ingin mengatakan sesuatu ke mommy, ada seseorang menembaknya hingga mati lalu daddy dan kakak mengejarnya sayang dia berhasil kabur akhirnya daddy dan Kakak kembali tapi pas di jalan ketemu Arlan, Harlan, Alex dan Inge sedang menggendong mommy dan Dennis." ucap kak Alvonso menjelaskan.


" Sayang sekali mereka tidak menggunakan cctv dan orang - orang suruhan kita hanya bisa melihat dari jauh karena di sana dijaga oleh para bodyguard." Keluh Max


" Iya benar kita bisa masuk karena ada Debby." ucap kak Alvonso.


" Oh ya Louis di mana? kok aku tidak melihat?" tanya Max.


" Yang aku ingat Louis mengarahkan pistolnya ke kening Debby terus Debby berjalan ke arah Leo tanpa memperdulikan pistol Louis kemudian Elisabeth menembak Debby tapi daddy menembak tangan Elisabeth dan tembakan Elisabeth meleset ke arah Leo tapi Debby memeluknya dan Debbylah yang terkena tembakan." ucap Alvian menjelaskan.


" Waktu Debby tertembak, Leo menggendong Debby dan kakak mengendarai mobil." sambung Alvian.


" Pas Debby tertembak kita semua fokus ke Debby dan Debby di bawa oleh Leo dan Alvian, Louis menghilang entah kemana." ucap kak Alvonso.


" Waktu aku mencari mommynya Alex dan wanita itu aku sempat melihat Louis masuk ke dalam kamar. Waktu kami mengikuti Louis sampai di kamarnya Louis sudah tidak ada." ucap Harlan


" Kemungkinan kamar itu ada ruangan rahasia makanya kamu tidak bisa menemukan Louis." tebak Alvonso.


" Bisa juga." ucap Harlan


" Oh iya waktu itu Elisabeth sempat telepon dengan seorang wanita, apakah sudah tahu siapa wanita itu?" tanya Max

__ADS_1


" Aku dan Arlan mencari wanita itu dan juga mommynya Alex tapi tidak ketemu." ucap Arlan


" Padahal kita sudah buat rencana matang tapi ternyata gagal malah mommy, Debby dan Dennis tertembak." keluh Max mengingat rencana mereka.


__ADS_2