
Aldo hanya menghembuskan nafasnya dengan berat sambil menatap wajah cantik Elisabeth.
" Baiklah tapi selama kamu kuliah kedokteran kamu jangan berpacaran apalagi sampai mempunyai pikiran untuk menikah." ucap Aldo.
" Baiklah tapi jika suatu saat kak Aldo menemukan seseorang yang lebih baik dariku aku merelakan kak Aldo untuk menikah karena kak Aldo tahu sendiri untuk lulus kuliah kedokteran lumayan lama." ucap Elisabeth
" Apakah di hatimu sudah tidak ada namaku?" tanya Aldo
" Masih ada tapi berubah menjadi hubungan kakak dan adik bukan hubungan kekasih." Jawab Elisabeth
" Apakah karena pria tadi?" tanya Aldo dengan nada cemburu.
" Bukan, saat ini aku ingin menggapai cita - citaku menjadi seorang dokter." ucap Elisabeth
Aldo menatap mata Elisabeth dan tidak ada kebohongan di matanya. Aldo hanya menghembuskan nafasnya dengan berat.
" Kak Aldo tampan dan baik pasti banyak wanita yang mencintai kak Aldo. Jadi aku mohon lupakanlah aku karena aku hanya menganggap kak Aldo sebagai kakak." mohon Elisabeth
" Apakah karena aku terlalu menyakiti hatimu sehingga kamu tidak mau memaafkan aku?" tanya Aldo
" Kakak aku bukan tipe wanita yang dendam ataupun membenci seseorang tapi jujur aku hanya menganggap kak Aldo sebagai kakak." Ucap Elisabeth
Lagi - lagi Aldo menghembuskan nafasnya dengan berat sambil menatap mata indah Elisabeth.
" Bukankah cinta itu tidak harus saling memiliki? kalau kak Aldo memang mencintaiku seharusnya kak Aldo menerima keputusanku ini." ucap Elisabeth
" Baiklah kalau itu keputusan mu kakak tidak bisa memaksamu. Jika suatu saat kamu membutuhkan bantuan bilang pada kakak, kakak akan membantumu sekuat tenaga." ucap Aldo
" Baik kak." Jawab Elisabeth
" Bolehkah kakak memelukmu untuk yang terakhir kalinya?" tanya Aldo
" Boleh kak." Jawab Elisabeth
Aldo berdiri dan memeluk Elisabeth, Elisabeth membalas pelukan Aldo.
" Jaga diri kakak baik - baik." pinta Elisabeth
" Kamu juga jaga dirimu baik-baik." ucap Aldo
" Iya kak." Jawab Elisabeth
Merekapun melepaskan pelukannya sambil menatap satu sama lain. Tidak berapa lama ponsel Aldo berdering dan Aldo langsung menerima panggilan tersebut setelah beberapa lama mengobrol Aldo menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.
__ADS_1
" Maaf kakak ada urusan, jaga dirimu baik - baik." Ucap Aldo
" Baik kak." Jawab Elisabeth
Aldo pergi meninggalkan Elisabeth sendirian di ruang perawatan dan tidak berapa lama datang dokter dan perawat untuk memeriksa keadaan Elisabeth.
" Keadaan nona sudah lebih baik dan tidak mengalami cidera berat." ucap dokter setelah selesai memeriksa.
" Hari ini saya bisa pulang dok?" tanya Elisabeth
" Bisa nona." Jawab dokter tersebut
" Terima kasih banyak dok." Jawab Elisabeth.
" Sama - sama nona, maaf saya akan memeriksa pasien saya yang lainnya." ucap dokter dengan nada sopan.
Perawat melepaskan infus kemudian membereskan perlengkapan dokter.
" Terima kasih suster." Ucap Elisabeth
" Sama - sama nona, permisi." Ucap perawat tersebut
Perawat itupun pergi meninggalkan Elisabeth untuk menyusul dokter. Elisabeth bangun dari brankar dan berjalan ke arah bagian administrasi untuk menyelesaikan biaya perawatan.
" Sebentar saya akan cek dulu." ucap pegawai administrasi.
Pegawai administrasi mulai mengutak atik komputer setelah beberapa lama pegawai administrasi menanyakan beberapa hal.
" Tanggal lahir nona?" tanya pegawai administrasi
" 19 Maret 19xxx." ucap Elisabeth
" Sebentar... maaf nona sudah di bayar lunas." ucap pegawai administrasi.
" Siapa yang membayarnya?" tanya Elisabeth
" Atas nama Aldo Barreto." ucap pegawai administrasi tersebut.
" Baik, terima kasih suster." ucap Elisabeth
" Sama - sama nona." Jawab pegawai administrasi tersebut.
Elisabeth pergi meninggalkan rumah sakit dan langsung naik taksi menuju terminal bus. Sampai di terminal bus Elisabeth memesan tiket jurusan Semarang ke Magelang. Elisabeth duduk sambil pikirannya melayang jauh.
__ADS_1
( " Koperku masih ada di kak Dennis, bagaimana ini? masa aku harus beli pakaian lagi." ucap Elisabeth dalam hati ).
Karena lelah Elisabeth memejamkan matanya dan tidak berapa lama Elisabeth pun sudah tertidur pulas. Hampir satu jam lebih Elisabeth terbangun dan melihat sekelilingnya lewat jendela bus sebentar lagi dirinya akan sampai di Magelang.
( " Sepertinya aku akan mampir ke Artos mall Magelang untuk membeli beberapa pakaian dan peralatan mandi setelah itu aku akan mencari tempat kos yang dekat dengan tempat kuliah." ucap Elisabeth dalam hati ).
Tidak berapa lama Elisabeth melihat artos mall Magelang dan Elisabeth pun turun dari bus dan berjalan ke arah mall. Elisabeth masuk ke dalam restoran karena dirinya lumayan lapar setelah selesai memesan Elisabeth mencari tempat kos lewat Mbah google yang dekat dengan kampus.
( " Ketemu aku akan kos di tempat ini saja karena fasilitas nya sesuai dengan keinginanku ." ucap Elisabeth dalam hati ).
Elisabeth menghubungi pemilik tempat kos kalau dirinya akan menyewa. Setelah beberapa lama berkomunikasi Elisabeth menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas. Tidak berapa lama pesanan Elisabeth datang dan Elisabeth makan dalam diam.
Setelah selesai makan Elisabeth membayar makanan dan minuman kemudian berjalan ke arah toko yang menjual berbagai kebutuhan. Elisabeth membeli beberapa pakaian, dalaman, serta perlengkapan mandi dan juga kosmetik karena semua barang - barang tersebut ada di dalam koper yang terbawa oleh Dennis. Tidak lupa Elisabeth membeli koper untuk menyimpan barang - barang yang baru dibelinya.
Selesai membeli semuanya Elisabeth membayar dan keluar dari mall dan langsung memesan taksi online. Setelah agak lama menunggu Elisabeth akhirnya taksi yang dipesannya sudah datang.
Singkat cerita kini Elisabeth sudah sampai di tempat kos dan menemui pemilik kos. Setelah selesai melakukan pembayaran Elisabeth diberikan kunci kamar.
" Kamarnya lumayan ada tempat tidur, kamar mandi dan lemari." Ucap Elisabeth
Elisabeth menyusun semua barang - barang yang tadi dibelinya. Setelah selesai Elisabeth membersihkan dirinya karena badannya terasa lengket. Selesai mandi dan berpakaian Elisabeth istirahat karena tubuhnya terasa lelah.
xxxxxxx
Pagi hari Elisabeth sudah bangun pagi - pagi dan sudah berpakaian rapi karena hari ini Elisabeth berangkat ke kampus untuk mendaftar kuliah.
Singkat cerita Elisabeth sudah sampai di kampus dan mendaftar jurusan kedokteran dan kebetulan hari ini sudah mulai masuk kuliah Elisabeth pun langsung masuk ke ruang kuliah.
Elisabeth mendengarkan apa yang dikatakan oleh dosen. Waktu berjalan dengan cepat jam pertama kuliah sudah selesai, Elisabeth, para mahasiswa dan mahasiswi keluar ruangan untuk makan siang. Elisabeth memesan makanan dan duduk di kursi yang agak pojok.
" Boleh aku duduk di sini?" tanya seorang gadis dengan ramah.
" Boleh, silahkan." Jawab Elisabeth ramah
" Terima kasih." Jawab gadis itu sambil tersenyum kemudian duduk berhadapan dengan Elisabeth.
Merekapun makan dan minum dalam diam tidak ada yang berbicara selesai makan mereka pun mulai berbicara.
" Boleh kenalan? namaku Putri kalau kamu siapa?" tanya Putri sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
" Namaku Elisabeth." Ucap Elisabeth sambil membalas uluran tangannya setelah itu mereka pun melepaskan tangannya masing - masing.
__ADS_1