Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Enam Anak Remaja Kembar


__ADS_3

" Ayo mom." jawab daddy Alvonso


Daddy Alvonso duduk di kursi pengemudi sedangkan mommy Laras duduk di samping pengemudi menuju ke mansion utama untuk menangkap kepala pelayan.


" Debby dan Dennisa, kakak nyusul mommy dan daddy nanti kakak kemari lagi. Debby kamu bertugas meretas pergerakan di mansion milik Clara dan Dennisa kamu meretas pergerakan Clara ke rumah sakit." Perintah Alviana.


" Baik kak." Jawab Debby dan Dennisa serempak.


Alviana melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke garasi. Untuk mempersingkat waktu Alviana menaiki motor sport agar lekas sampai ke mansion utama.


xxxxxxx


Mommy Laras dan Daddy Alvonso kini sudah sampai di mansion. Sepasang suami istri tersebut berjalan memasuki pintu utama dan langsung di sambut oleh kepala pelayan.


" Selamat siang nyonya besar dan tuan besar." Sapa kepala pelayan dengan nada sopan.


" Siapa kamu sebenarnya?" tanya daddy Alvonso tanpa basa basi.


" Maaf saya tidak mengerti maksud tuan besar." ucap kepala pelayan dengan nada masih sopan.


Daddy Alvonso langsung mencengkram leher kepala pelayan dengan erat. Mommy Laras hanya diam sambil memperhatikan kepala pelayan tersebut.


" Apa hubunganmu dengan Clara?" Tanya daddy Alvonso


" Hahahaha... akhirnya aku ketahuan juga." Ucap kepala pelayan sambil tertawa jahat.


prok


prok


Kepala pelayan itupun menepuk tangannya dua kali dan beberapa pelayan dan beberapa bodyguard datang sambil menyandera anak - anak dewasa hingga yang terkecil.


" Lepaskan tanganmu jika tidak maka semua cucu - cucumu akan mati di tembak oleh anak buahku." Ucap kepala pelayan.


Daddy Alvonso dan mommy Laras membulatkan matanya dengan sempurna karena semua cucunya di sandera. Daddy Alvonso terpaksa melepaskan tangannya yang tadi mencengkram leher kepala pelayan itu.


" Lepaskan cucu - cucuku mereka tidak bersalah." Ucap daddy Alvonso


bugh


duag


" Daddy!!!" Teriak mommy Laras


Kepala pelayan itu memukul dan menendang daddy Alvonso hingga terjatuh membuat mommy Laras berteriak sedangkan daddy Alvonso hanya bisa menahan rasa sakit karena wajahnya di pukul dan tubuhnya di tendang.


" Opa!!!" Teriak para cucunya dengan serentak.


plak


plak


Kepala pelayan itupun menampar ke dua pipi mommy Laras.


" Mommy!!! teriak daddy Alvonso sambil menahan amarahnya.


Daddy Alvonso ingin sekali membunuh kepala pelayan itu karena telah berani menampar ke dua pipi istri yang sangat dicintainya tapi dirinya tidak bisa melawan karena semua cucu yang disayangi di sandera.

__ADS_1


" Oma!!! teriak para cucunya serempak.


" Lepaskan mommy dan daddy ku!!!" Bentak Alviana tiba - tiba datang


" Oh ternyata putrimu ikut menyusul." Ucap kepala pelayan.


" Siapa kamu sebenarnya? apa hubungannya dengan Clara?" Tanya mommy Laras tanpa memperdulikan ucapan kepala pelayan.


" Baiklah, karena sebentar lagi kalian semua akan mati maka aku akan ceritakan semuanya." Ucap kepala pelayan sambil duduk di sofa.


" Tapi sebelum aku bercerita kalian bertiga berlutut." Perintah kepala pelayan


Daddy Alvonso, mommy Laras dan Alviana tidak mau berlutut membuat kepala pelayan menatap tajam.


" Baiklah, pengawal tembak salah satu mereka." Perintah kepala pelayan


bruk


bruk


bruk


Daddy Alvonso, mommy Laras dan Alviana terpaksa berlutut karena tidak ingin kehilangan salah satu anggota keluarganya sambil menahan amarahnya.


" Bagus, sepertinya perlu di ancam dulu baru melakukan itu." Ucap kepala pelayan sambil tersenyum menyeringai


" Baiklah, aku akan cerita aku adalah Alana sepupunya Jessica ibunya Clara dan mereka semua adalah saudara - saudaraku dan temanku yang menyamar menjadi bodyguard dan pelayan." Ucap kepala pelayan.


" Jessica?" Tanya daddy Alvonso, mommy Laras dan Alviana serempak.


" Ya Jessica, kalian pasti sudah tahu cerita tentang Jessica yang menyukai Arlan tapi sayang Arlan malah mencintai Alviana anak kalian." Ucap kepala pelayan


" Tapi jika seandainya Arlan tidak bertemu Alviana pasti mereka hidup bahagia jadi semua ini salah Alviana." Ucap kepala pelayan.


" Bukan itu saja ponakanku Clara sangat mencintai Max tapi lagi - lagi putrimu yang satunya lagi bernama Dennisa merebut Max dan membuat Clara menderita. Di tambah kematian Jessica sepupuku membuat aku semakin membenci keluarga besar Alvonso." Sambung kepala pelayan.


" Kematian Jessica itu karena kesalahannya sendiri. Terlebih cinta itu tidak bisa dipaksakan jadi bagaimana pun ke dua putriku tidak bersalah dan tidak ada hubungan dengan Jessica maupun Clara." Ucap mommy Laras


" Tetap saja ada hubungan, jadi kalian semua keluarga besar Alvonso harus mati semua. Pertama - tama aku akan membunuhmu nyonya besar Laras. Apa permintaan terakhirmu?" tanya kepala pelayan sambil meletakkan pistolnya ke kening mommy Laras.


" Jangan bunuh istriku, jika kamu ingin membunuh.... bunuhlah aku." Ucap Daddy Alvonso


" Saat ini aku ingin membunuh istrimu dulu baru putrimu Alviana setelah itu kamu tuan besar Alvonso sedangkan untuk cucu - cucunya adalah terakhir." Ucap kepala pelayan sambil tersenyum iblis.


Tanpa sepengetahuan mereka enam anak kembar dari Alviana dan Arlan yang sudah beranjak remaja memberikan kode ke saudara - saudaranya.


Ke enam anak remaja kembar menginjak kaki para penjahat dan merebut pistolnya.


dor


akhhhhh


dor


akhhhhh


dor

__ADS_1


akhhhhh


dor


akhhhhh


dor


akhhhhh


dor


akhhhhh


Ke enam remaja kembar itu menembak kening para penjahat hingga mati di tempat. Membuat kepala pelayan terkejut dan itu tidak disia - siakan oleh mommy Laras untuk merebut pistol tersebut.


dor


akhhhhh


bruk


Kepala pelayan itupun tertembak diperutnya dan langsung ambruk seketika. Daddy Alvonso, Mommy Laras, Alviana dan ke enam remaja kembar bertarung hingga tidak berapa lama semua musuh mati tertembak.


" Mommy tidak apa-apa?" Tanya daddy Alvonso dengan nada kuatir


" Tidak apa - apa daddy." Jawab mommy Laras.


" Syukurlah daddy tenang, cucu - cucuku yang lainnya bagaimana?" Tanya daddy Alvonso


" Baik opa." Jawab semuanya dengan kompak.


" Albert di mana bodyguard lainnya?" Tanya daddy Alvonso


" Mereka di sekap di gudang opa." Jawab Albert putra pertama Arlan dengan Alviana


" Antar opa ke sana." Ucap Daddy Alvonso


" Baik opa." Jawab Albert


" Kalau begitu Alviana ikut mommy ke ruang kerja daddy untuk meretas cctv." Ucap mommy Laras.


" Baik mommy." Jawab Alviana.


" Bella, Charli, Della, Ellie dan Fellix kalian temani sepupu kalian di kamar." perintah Alviana


" Baik mam." Jawab ke lima anaknya sambil menggandeng tangan para sepupunya.


Daddy Alvonso melihat pintu ruang bawah tanah terkunci dari luar dan kebetulan kuncinya masih menempel di gagang pintu.


ceklek


Daddy Alvonso membuka pintu tersebut dan melihat para bodyguardnya dan para pelayan sedang duduk di lantai. Mereka serentak berdiri sambil menundukkan kepalanya.


" Maaf tuan, kami tidak berani melawan karena mereka mengancam akan membunuh para tuan muda dan para nona muda." Ucap salah satu bodyguard.


" Tidak apa - apa hanya saja aku minta pertolongan kalian untuk membuat lubang besar untuk kuburan mereka." Ucap daddy Alvonso

__ADS_1


" Baik tuan." Jawab mereka serempak.


__ADS_2