
Tidak berapa lama Dennis sudah sampai di rumah sakit. Dennis keluar sambil menggendong Elisabeth ala bridal style.
" Suster... suster tolong temanku." pinta Dennis
Dua orang suster langsung mengambil brankar dan Dennis perlahan membaringkan Elisabeth ke brankar. Dua suster tersebut mendorong brankar menuju ke ruang ugd untuk melakukan pertolongan pertama.
Dennis duduk di ruang tunggu dan tidak berapa lama Aldo duduk di samping Dennis.
" Bagaimana keadaannya?" tanya Aldo
" Belum tahu baru saja masuk ke dalam." ucap Dennis
" Apakah kamu mencintai Elisabeth?" tanya Aldo penasaran
" Tidak." Jawab Dennis singkat
" Kenapa begitu perduli dengan Elisabeth? bukankah waktu itu meninggalkan Elisabeth sendiri di jalan raya!" tanya Aldo
" Aku tidak bisa menjawabnya. Kenapa sekarang perduli bukankah waktu itu dirimu menyiksa Elisabeth?" tanya Dennis
" Aku juga tidak bisa menjawabnya yang pasti aku ingin menanyakan foto - foto itu." Ucap Aldo
" Boleh aku lihat foto - foto itu?" tanya Dennis penasaran
" Silahkan." Jawab Aldo sambil membuka ponselnya dan mencari foto Elisabeth bersama beberapa pria di galeri ponselnya.
" Ini foto - fotonya." Ucap Aldo sambil memberikan ponselnya.
Dennis mengambil ponsel milik Aldo dan melihat foto - foto itu. Dennis mengambil iPad miliknya kemudian mengirim foto - foto tersebut ke iPad.
" Ini ponselmu, aku akan mencari tahu foto - foto ini asli apa palsu." ucap Dennis sambil mengutak atik ponselnya.
Aldo menerima ponsel miliknya kemudian menunggu Dennis yang sedang mengutak atik ponselnya. Setelah hampir setengah jam barulah Dennis selesai.
" Inilah foto aslinya." Ucap Dennis sambil memperlihatkan iPad miliknya.
Aldo menerima iPad milik Dennis dan matanya membulat sempurna karena melihat foto yang diberikan Dennis adalah foto sahabat Elisabeth dengan seorang pria.
" Apakah bisa dipercaya?" tanya Aldo penasaran
" Kalau tidak percaya geser foto ke sebelah kanan sebanyak lima kali di situ ada rekaman cctv." Ucap Dennis.
__ADS_1
Aldo menggeser foto ke arah kanan ada lagi foto sahabatnya dengan pria lain, Aldo menggeser ke arah kanan kembali ternyata juga sama berisi sahabatnya Elisabeth dengan seorang pria yang berbeda hingga yang ke lima baru ada rekaman cctv yang berisi sahabat Elisabeth bersama seorang pria yang tadi berada di foto sampai mereka masuk ke dalam kamar hotel.
" Itu baru satu masih ada lagi kalau buktinya masih kurang." Ucap Dennis
Aldo hanya memberikan iPad milik Dennis tanpa bicara sedikitpun. Hatinya sangat sakit ketika mengetahui fakta yang sebenarnya kalau kekasih nya tidak bersalah tidak berapa lama air matanya keluar. Air mata penyesalan teramat dalam karena menyakiti orang yang mencintainya dengan tulus.
" Kamu pergilah aku akan menunggu kekasihku." ucap Aldo
" Baiklah aku akan pergi tapi berjanjilah untuk tidak menyiksa Elisabeth lagi." pinta Dennis
" Baik aku berjanji." ucap Aldo tegas
" Baiklah aku akan pergi." Ucap Dennis meninggalkan Aldo sendirian.
Baru beberapa langkah pintu ruang ugd terbuka membuat Dennis menghentikan langkahnya.
" Bagaimana keadaan kekasihku dok?" tanya Aldo
" Syukurlah di bawa cepat ke sini kalau tidak nyawanya tidak akan tertolong." Ucap dokter tersebut
" Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan." Sambung dokter tersebut.
" Terima kasih banyak dokter." Ucap Aldo sambil tersenyum bahagia.
" Baik dok, sekali lagi terima kasih." ucap Aldo
Dokter itupun menganggukkan kepalanya dan meninggalkan Aldo. Tidak berapa lama dua perawat mendorong brankar di mana Elisabeth sedang berbaring dan akan dipindahkan ke ruang perawatan.
" Kamu belum pergi." Tanya Aldo yang melihat Dennis menatap Elisabeth yang masih memejamkan matanya di brangkar.
" Aku hanya ingin bicara sebentar dengan Elisabeth setelah itu aku akan pergi." ucap Dennis.
( " Aku tidak tahu kenapa hatiku sepertinya tidak rela jika Elisabeth dekat dengan Aldo apakah aku mulai mencintainya? tidak - tidak untuk saat ini aku tidak ingin mencintai seseorang karena hatiku masih sakit." ucap Dennis dalam hati ).
Aldo hanya diam dan berjalan ke arah ruang perawatan VVIP dengan diikuti oleh Dennis dari belakang. Aldo duduk di samping brankar di mana Elisabeth masih setia memejamkan matanya sedangkan Dennis berdiri tidak jauh dari Elisabeth.
Tidak berapa lama Elisabeth membuka matanya dan melihat Aldo sedang menatapnya sambil menggenggam tangannya.
" Kak Aldo." panggil Elisabeth lirih
" Kamu sudah sadar sayang." ucap Aldo sambil tersenyum
__ADS_1
" Aku haus kak." Ucap Elisabeth
" Sebentar aku akan ambilkan minumannya." ucap Aldo dengan nada lembut
Aldo mengambil minuman yang sudah ada sedotannya dan diberikan ke Elisabeth sedangkan Dennis menatap mereka berdua dan tidak tahu kenapa hatinya terasa sakit dan ada rasa cemburu di hatinya ketika Aldo memanggilnya dengan sebutan sayang. Dennis hanya memalingkan wajahnya sambil menggenggam erat tangannya untuk menahan amarahnya.
" Oh ya sayang ada yang ingin menemuimu." ucap Aldo setelah Elisabeth selesai meminum dan meletakkan kembali gelasnya ke meja dekat ranjang.
" Siapa kak?" tanya Elisabeth sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.
" Kak Dennis " Panggil Elisabeth
Dennis mendekati Elisabeth sambil tersenyum.
" Maafkan aku tadi meninggalkan dirimu di tengah jalan." Ucap Dennis
" Tidak apa-apa kak, lupakanlah. Bagaimana kabarnya kak Dennis?" tanya Elisabeth
" Seperti yang kamu lihat. Oh iya kakak sudah melihatmu baik - baik saja maka kakak akan pergi melanjutkan perjalanan kakak ke kota Magelang." Ucap Dennis
" Hati - hati kak." Ucap Elisabeth sambil tersenyum
Dennis hanya menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Sebenarnya Dennis tidak rela meninggalkan Elisabeth bersama Aldo tapi egonya yang ingin meninggalkan Elisabeth.
( " Seandainya kak Dennis tahu aku ingin kak Dennis tinggal di sini bersamaku dari pada bersama kak Aldo." ucap Elisabeth dalam hati ).
" Elisabeth aku meminta maaf selama ini aku salah padamu. Maukah kamu memaafkan aku?" tanya Aldo
" Aku sudah memaafkan kakak dan lupakanlah apa yang telah terjadi." ucap Elisabeth
" Terima kasih kamu memang gadis yang sangat baik. Maukah kita memulai dari awal lagi? eh bukan maukah kamu menikah denganku?" tanya Aldo
Elisabeth hanya diam dirinya bingung mau menjawab apa karena di hatinya sudah tidak ada cinta untuk kak Aldo dan entah kenapa dirinya merasa nyaman dengan kak Dennis.
" Tenang saja aku akan menemui ke dua orang tuamu dan kita langsung menikah saat itu juga." sambung kak Aldo karena melihat Elisabeth tidak menjawab ucapan kak Aldo.
" Maafkan aku kak Aldo, saat ini aku ingin kuliah kedokteran dan belum ada rencana untuk menikah. Jika memang kita ditakdirkan untuk bersatu pasti kita akan menikah." ucap Elisabeth
Kak Aldo hanya diam sambil menatap mata indah Elisabeth dan tidak ada kebohongan di sana.
__ADS_1
" Kak Aldo dari dulu aku ingin menjadi dokter jari aku mohon agar kak Aldo mau menerima keputusanku ini." ucap Elisabeth