
" Seperti suara ledakkan." Ucap Putri yang belum juga tersadar.
" Apakah kapal ini ada bomnya?" Tanya Dona polos sambil menguap yang sama belum tersadar.
" Apa???" Teriak ke tiga gadis tersebut setelah tersadar dari rasa kantuknya.
" Kapal sebentar lagi akan tenggelam, selamatkan diri kalian!!!" Teriak salah satu dari petugas
Semua orang berlari dan merebut sekoci agar mereka selamat. Karena jumlah sekoci hanya sedikit membuat orang hanya berteriak histeris dan ada juga yang nekat berenang.
" Tidak ada waktu kita berenang saja." Ucap Elisabeth
" Iya ayo." Jawab Dona
" Tapi aku tidak bisa berenang." Ucap Putri dengan wajah pucat
" Aku akan membantumu." Ucap Elisabeth
" Iya aku juga akan membantumu. Ayo kita berenang kapal ini sebentar lagi tenggelam." Ucap Dona.
byur
byur
byur
Elisabeth, Putri dan Dona langsung meloncat sambil berpegangan tangan dan berenang. Ombak laut yang besar menghantam kapal besar tersebut sehingga bagian badan kapal mengenai kening Putri dan Elisabeth membuat kepala ke dua gadis itu terasa sangat pusing.
" Putri, kak Elisabeth!!!" Teriak Dona sambil menggengam tangan Elisabeth dan Putri kemudian Dona melihat papan ukuran besar. Dona meletakkan tangan Elisabeth kemudian tangan Putri.
" Bertahanlah pegang papan ini." Ucap Dona
" Iya." Jawab Elisabeth dan Dona singkat sambil memeluk papan itu dengan erat.
Setelah setengah jam lamanya akhirnya mereka bertiga tidak sadarkan diri. Tubuh mereka terombang ambing hingga mereka bertiga terdampar di sebuah pulau yang tidak berpenghuni. Hanya burung-burung, ular dan binatang buas lainnya.
xxxxxxx
Di tempat yang berbeda mommy Laras, Alviana, Debby dan Dennisa serta para menantu perempuan sedang berkumpul di ruang keluarga sambil menonton televisi dan mengemil kue buatan Alviana, Debby dan Dennisa karena mommy Laras sengaja memberi jadwal ke putri-putrinya dan menantu perempuan untuk membuat kue untuk cemilan di saat mereka sedang santai.
Untuk para pria mereka bekerja di perusahaan masing-masing sedangkan daddy Alvonso sedang bertemu dengan ke dua sahabatnya Ronald dan dokter Kennath di mansion dokter Kennath.
Sedang asyik menonton televisi tiba-tiba ada berita yang menggemparkan membuat mereka membulatkan matanya.
" Bukankah itu kapal yang dinaiki oleh Elisabeth, Putri dan Dona?" Tanya Alviana
__ADS_1
" Iya benar, kenapa bisa meledak ya?" Tanya Dennisa
" Mungkin ada yang menyabotase." Celetuk Debby
" Bisa jadi." Jawab mereka serempak
" Tapi siapa yang melakukannya?" Tanya Debby
Mommy Laras hanya diam mendengar ke tiga putrinya mengobrol karena dirinya sedang berfikir.
" Sebentar lagi makan siang, aku akan hubungi daddy dan kak Arlan dan kalian hubungi suami kalian." Perintah Alviana
" Ok." Jawab mereka serempak.
Merekapun langsung menghubungi suaminya masing-masing untuk datang ke mansion dan tidak berapa lama ponsel milik mommy Laras berdering.
" Mommy ponselnya berdering." Ucap Alviana
" Eh iya." Ucap mommy Laras tersadar dari lamunannya.
Mommy Laras mengambil ponselnya dan melihat putra bungsunya menghubungi dirinya. Mommy Laras menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkan ponselnya ke telinganya.
" Mommy, Elisabeth..." Ucap Dennis dengan nada sedih tanpa meneruskan ucapannya.
" Iya mommy tahu, mommy lagi mikir kenapa kapal itu bisa meledak." Ucap mommy Laras.
" Baik, kalian bertiga hati-hati." Ucap mommy Laras.
" Baik mom." Jawab Dennis
tut tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian mommy Laras meletakkan kembali ponselnya ke atas meja.
" Dennis, Rocky dan Doddy berangkat ke pelabuhan Tanjung Perak. Semoga Elisabeth, Putri dan Dona selamat dari ledakkan tersebut." Ucap mommy Laras
" Iya mom." Jawab mereka serempak
" Lihat mom, ada kabar berita terbaru dari ledakan kapal." Ucap Angelina sambil menunjuk ke arah televisi.
Sontak semua menatap televisi sambil mendengarkan berita apa yang akan di sampaikan oleh pembawa berita. Pembawa berita itupun mengumumkan kalau semua penumpang tidak ada yang berhasil selamat semua tenggelam di laut yang sangat terdalam jadi harapan untuk selamat tidak ada.
Sekoci yang di pakai penumpang juga terbalik karena hantaman ombak yang sangat besar sehingga mereka tidak berani untuk mencari korban sampai ombak besar berhenti. Semua yang menonton berita langsung menangis.
" Berarti kemungkinan Elisabeth, Putri dan Dona tidak sela..." Ucap mommy Laras menggantungkan kalimatnya sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
__ADS_1
Tidak berapa lama para pria datang dan duduk di samping istrinya masing-masing.
" Ada apa? kenapa semuanya menangis?" Tanya daddy Alvonso dengan nada terkejut begitu pula dengan yang lainnya.
" Daddy, kapal yang ditumpangi oleh Elisabeth, Putri dan Dona meledak." Ucap mommy Laras
" Apa???" Teriak para lelaki serempak
" Aduh daddy, anak-anak." Bikin jantung mommy mau copot." Omel mommy Laras sambil mengusap dadanya.
" Maaf mommy." Jawab mereka serempak
" Mommy lagi berfikir pasti kapalnya ada yang menyabotase." Ucap mommy Laras
" Bisa jadi mom." Jawab mereka serempak.
" Sekarang begini kita bagi tugas mommy, Alvonso, Alvian dan Alviana meretas kegiatan ibunya Putri karena ini satu tahun jadi satu tahun bagi empat orang jadi masing-masing meretas masing-masing tiga bulan sedangkan Debby, Max, Dennisa dan Louis meretas kegiatan ibunya Dona masing-masing tiga bulan." Ucap mommy Laras
" Untuk yang lainnya tolong besok handle pekerjaan Alvonso, Alvian, Max dan Louis agar mereka konsentrasi untuk menemukan siapa pelakunya karena mommy merasa curiga dengan mereka." Ucap mommy Laras
" Baik mom." Jawab mereka dengan patuh
" Terus bagaimana dengan Dennis, Rocky dan Doddy?" Tanya daddy Alvonso
" Mereka pergi ke tanjung perak untuk mencari informasi." Ucap mommy Laras
" Apakah sudah ada berita tentang para penumpang?" Tanya daddy Alvonso
" Sudah katanya kemungkinan mereka semua meninggal karena ombaknya sangat besar." Ucap mommy Laras.
" Sekarang kalian kembali ke kamar masing-masing setelah itu kita makan bersama." Ucap mommy Laras.
" Baik mom." Jawab mereka serempak.
Mereka pun berjalan ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri termasuk daddy Alvonso.
xxxxxxx
Dua Bulan Kemudian
Kelompok pertama yang terdiri dari mommy Laras, Alvonso, Alvian dan Alviana meretas kegiatan ibunya Putri selama dua bulan akhirnya membuahkan hasil menemukan pelaku pemboman kapal begitu pula dengan kelompok ke dua yang terdiri dari Debby, Max, Dennisa dan Louis meretas kegiatan ibunya Dona. Kini mereka berkumpul di ruang keluarga besar Alvonso.
" Ternyata memang benar pelakunya ibu kandungnya Putri dan adik kandungnya yang bernama Petra." Ucap Mommy Laras
" Apa?? jahat sekali mereka membunuh anak kandung dan kakak kandungnya." Ucap daddy Alvonso
__ADS_1
" Iya benar, jahat sekali." Ucap mereka serempak.
" Bukan itu saja ternyata ibunya Dona sebenarnya sudah meninggal karena di bunuh oleh sahabat ibunya Dona dan melakukan operasi agar mirip dengan ibunya Dona. Jadi wanita itu palsu yang menyamar sebagai ibunya Dona." Ucap Debby.