
Jantung Dennis berdetak kencang mendengar ucapan Elisabeth dan melepaskan pelukannya.
" Terus satu lagi kamu berikan untuk siapa?" tanya Dennis dengan nada cemburu.
" Tentu saja buat calon suamiku yang sangat tampan." Ucap Elisabeth sambil tersenyum malu dan wajahnya memerah seperti kepiting rebus.
deg
deg
Jantungnya kembali berdetak kembali mendengar ucapan Elisabeth.
" Kamu ingin kembali ke Aldo?" tanya Dennis berusaha menahan amarahnya.
( " Huh ... katanya cinta padaku dan berjanji untuk selalu setia dan tidak akan mengkhianati tapi buktinya, semua wanita itu sama." Umpat Dennis dalam hati ).
" Maksud kak Dennis apa?" tanya Elisabeth tidak mengerti ucapan Dennis sambil menatap mata Dennis yang memerah menahan amarahnya.
" Kamu ingin memberikan jam tangan itu ke Aldo kan?" tanya Dennis sambil menatap tajam ke arah Elisabeth.
Elisabeth hanya diam dan mengambil jam satunya yang agak besar sedangkan tangan kirinya memegang tangan kanan Dennis dan memakaikan jam tangannya ke tangan Dennis.
" Jam tangannya bagus apalagi jika yang memakainya adalah calon suamiku semakin bertambah tampan." Bisik Elisabeth kemudian menatap kembali wajah tampan Dennis sambil tersenyum malu.
deg
deg
Jantung Dennis berdetak kencang lagi tapi kalau yang ini berbeda. Wajahnya yang awalnya memerah menahan amarahnya tapi kini menghilang entah kemana hanya ada kebahagiaan karena Elisabeth mengatakan calon suami.
" Sayangku cemburu ya?" bisik Elisabeth yang tidak marah dengan Dennis.
" Siapa yang cemburu." elak Dennis
" Benarkah?" tanya Elisabeth sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Dennis
Dennis langsung memalingkan wajahnya membuat Elisabeth tersenyum. Elisabeth membuka tasnya kemudian mengambil dompetnya tapi mata elang Dennis dapat melihatnya.
" Kamu mau apa?" tanya Dennis sambil menaikkan salah satu alisnya.
" Mau bayar jam tangan, masa kita akan pergi nanti kita di teriaki maling lagi." Ucap Elisabeth sambil mengeluarkan kartu debitnya.
" Tidak biar aku yang membayarnya." Ucap Dennis
" Tapi..." Ucapan Elisabeth terpotong oleh Dennis
" Kamu kekasihku dan sebagai kekasih aku yang akan membayarnya." Ucap Dennis
Dennis mengeluarkan dompetnya dan memberikan kartu kredit tanpa batas ke pelayan toko. Selesai membayar Dennis memeluk Elisabeth dari arah samping tanpa memperdulikan tatapan lapar para gadis dan wanita yang menatap Dennis begitu pula dengan Elisabeth membalas pelukan Dennis.
__ADS_1
" Kak Dennis aku ke toilet dulu ya?" ucap Elisabeth
" Ok." Jawab Dennis singkat sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Elisabeth.
Elisabeth berjalan ke arah toilet sedangkan Dennis menunggu sambil berdiri dengan menyandar dinding. Seorang gadis cantik dan seksi berjalan mendekati Dennis dan pura - pura menabrakkan dirinya ke tubuh Dennis.
bugh
akhhhhh
bruk
Gadis itu langsung terjatuh dan bokongnya mencium lantai membuat gadis tersebut mengelus bokongnya. Dennis yang melihatnya pura - pura tidak melihat dan langsung jalan meninggalkan gadis tersebut.
( " *Si*l itu cowok ganteng banget tapi sayang dingin dan cuek biasanya semua cowok langsung memelukku ketika aku jatuh tapi ini? tidak apa - apa semangat aku akan ikuti dia perduli amat dengan pandangan orang lain." ucap gadis itu dengan penuh percaya diri dan mempunyai muka tembok* ).
Dennis berputar - putar dan tahu gadis itu mengikuti dirinya tapi Dennis pura - pura tidak tahu. Tiba - tiba ponselnya berdering, Dennis mengambil ponselnya di saku celananya ada panggilan tidak di kenal karena penasaran Dennis menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya ke telinganya.
" Hallo." Panggil Dennis
" Hallo kak, ini aku Elisabeth. Kakak ada di mana kok aku cari kakak tidak ada?" tanya Elisabeth
" Kakak akan ke sana." Ucap Dennis
tut tut tut tut tut
" Maaf sayang, tadi aku keliling toko ingin mencari hadiah untukmu." ucap Dennis sambil memeluk Elisabeth dari arah samping.
Elisabeth hanya membalas pelukan Dennis sambil bengong dengan ucapan Dennis memanggil dirinya sayang. Dennis dan Elisabeth berjalan dengan santai sambil saling berpelukan
" Sayang, di belakangmu ada wanita yang dari tadi ngikutin aku dan pura - pura menabrakkan dirinya. Balas pelukanku agar wanita itu tidak mengikuti kita." Bisik Dennis
Elisabeth memalingkan wajahnya Dennis hal itu membuat bibir mereka saling bersentuhan.
cup
" Kalau mau ciuman nanti saja di mobil atau di kamar." goda Dennis
Elisabeth mencubit pinggang Dennis tapi Dennis tertawa geli karena cubitan Elisabeth tidak terasa malah seperti dikelitikin.
" Sayang, kamu nyebelin." Ucap Elisabeth cemberut
" Pffftttt hahahaha... lucu wajahmu sungguh menggemaskan." Ucap Dennis sambil tertawa lepas.
Gadis yang tadi ngikutin Dennis jadi kesal dan berjalan dengan cepat sambil menyenggol Elisabeth tapi Dennis bisa melihat pergerakan gadis tersebut langsung menarik tubuh Elisabeth dan memeluknya dan kaki kirinya di arahkan ke samping.
bruk
akhhhhh
__ADS_1
Alhasil gadis itupun terjatuh dan wajahnya mencium lantai membuat keningnya benjol. Hal itu membuat semua orang melihatnya.
" Kamu kenapa?" Tanya Dennis pura - pura tanpa membantu sama sekali.
" Kamu itu sebagai cowo bantu donk cewe jatuh." ucap salah satu pengunjung
" Tahu nih." Ucap salah satu pengunjung lainnya.
Dan masih banyak lagi umpatan yang ditujukan ke Dennis.
" Kenapa tidak kalian saja yang membantu." Ucap Dennis
" Nanti kekasihku cemburu kalau aku bantu." ucap seseorang
Begitu pula dengan para pria yang membawa kekasihnya tidak mau menolong dengan alasan takut dengan pasangannya.
Elisabeth yang melihat Dennis di umpat orang langsung menolong gadis tersebut untuk berdiri.
" Tidak usah di bantu aku tahu kamu sengaja kan mencelakaiku." ucap gadis tersebut dengan ketus.
" Hei! kamu itu sudah di bantu sama kekasihku malah menuduh kekasihku." ucap Dennis naik satu oktaf
" Sudahlah sayang diamkan saja, orang waras ngalah." Ucap Elisabeth sambil menarik tangan Dennis karena dirinya tidak suka akan keributan.
Dennis terpaksa mengalah dan mengikuti langkah Elisabeth.
" Hei wanita murahan jangan pergi!!" bentak gadis itu.
Dennis langsung menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya berjalan ke arah gadis itu.
plak
plak
bruk
" Jangan sekali - kali mengatakan kekasihku wanita murahan karena yang pantas dikatakan murahan adalah kamu. Sudah tahu aku sudah mempunyai kekasih tapi kamu masih saja mencari perhatian." Ucap Dennis sambil menatap tajam ke arah gadis itu.
Gadis itupun jatuh terduduk sambil memegang ke dua pipinya yang terasa perih sedangkan Dennis langsung membalikkan badannya meninggalkan gadis tersebut.
Tindakan Dennis di rekam oleh para pengunjung tapi Dennis tidak memperdulikan dan menarik tangan Elisabeth untuk meninggalkan tempat tersebut.
Setelah kepergian Dennis dan Elisabeth dua belas orang berseragam hitam - hitam tiba - tiba datang dan mendatangi para pengunjung yang tadi merekam Dennis menampar ke dua pipi kanan dan kiri gadis tersebut.
" Berikan ponselmu." ucap pria itu sambil menatap tajam seakan ingin membunuhnya.
glek
" Baik tuan." Jawab pengunjung sambil memberikan ponselnya ke pria tersebut sambil menelan salivanya dengan kasar.
__ADS_1