
" Kembar dua." ulang Louis sambil menerima ponsel mommy Laras
" Iya kembar dua, kamu lihat ada dua bulatan itu adalah anak kembar. Kamu sudah mendengarkan ucapan Angelina? kalau Angelina sangat tulus mencintaimu." ucap mommy Laras.
" Kalau Angelina mencintaiku kenapa dia menginginkan aku operasi wajah? apakah Angelina malu mempunyai pasangan sepertiku?" tanya Louis sendu
" Angelina menerima kamu apa adanya tapi apakah kamu tidak menginginkan bisa jalan - jalan keluar bersama istri dan ke dua anak kembar kalian? apakah kamu tidak mau bekerja di perusahaan dan pulang kerja kamu di sambut oleh istri dan ke dua anak kembar kalian?" tanya mommy Laras
" Baiklah mommy, Louis akan operasi wajah." ucap Louis akhirnya karena dirinya juga menginginkan apa yang mommy Laras katakan.
" Bagus. Mommy ada ide." ucap mommy Laras
" Ide apa mom?" tanya Louis penasaran
" Kamu kenal dengan Elisabeth?" tanya mommy Laras
" Elisabeth? tidak kenal mom. Memangnya kenapa?" tanya Louis bingung.
" Elisabeth adalah kekasih anakku Dennis tapi dia adalah wanita ular dan mommy yakin sebentar lagi dia akan menginap di sini jadi mommy mempunyai ide untuk menjebak dirinya. Mommy minta bantuanmu untuk pura - pura akan menembak putriku Debby dan membawanya keluar dari mansion setelah itu kalian berdua pergilah ke klinik xxxx tempat yang ditujukan oleh Angelina setelah operasi nya berhasil pergilah ke negara S dan ini alamatnya." ucap mommy Laras sambil memberikan kartu nama yang diambilnya dari dalam tasnya.
" Jika seandainya rencana ini gagal, kamu tetap harus pergi dari mansion ini dan pergi ke klinik untuk operasi. Mommy sudah menghubungi klinik tersebut jadi kamu tinggal datang saja ke klinik." sambung mommy Laras
" Kamu jangan bertanya lakukan apa yang mommy katakan. Kamu juga merindukan Angelina bukan?" tanya mommy Laras ketika mengetahui Louis ingin mengatakan sesuatu
" Baik mommy, Louis akan lakukan apa yang mommy katakan." Ucap Louis pasrah.
" Baik, kalau begitu mommy tinggal dulu. Satu lagi ini rahasia kita berdua, jangan katakan kepada siapapun. Suatu saat nanti kamu akan mengerti yang pasti kami tidak mungkin melukaimu, Alex dan Leo karena kalian bertiga sudah kami anggap sebagai keluarga." ucap mommy Laras sambil berjalan meninggalkan Louis.
Mommy Laras berjalan menuruni anak tangga menuju ke ruang keluarga untuk berpamitan dengan putrinya Debby, Inge, Leo dan Alex.
xxxxxxx FLASH BACK OFF xxxxxxx
" Begitulah dad ceritanya." ucap mommy Laras
" Berarti sekarang Louis sedang menjalani operasi wajahnya dan setelah selesai akan bertemu dengan Angelina." ucap daddy Alvonso memastikan.
" Benar dad, mungkin dengan begini Alex, Louis dan Alex bisa melupakan dendamnya." ucap mommy Laras.
__ADS_1
" Mudah - mudahan saja mom, daddy akan panggil dokter agar mommy dipindahkan di ruang perawatan bersama Debby dan Dennis." ucap daddy Alvonso.
Daddy Alvonso langsung memencet bel yang menempel di tembok di atas kepala ranjang mommy Laras.
" Oh iya mom, kalau mommy, Debby dan Dennis tidak tertembak bagaimana dokter itu bisa mengatakan kalau mommy koma dan ke dua anak kita terluka?" tanya Dennisa penasaran.
" Dokter yang menangani mommy, Dennis dan dan Debby adalah dokter kepercayaan paman Kennath. Kamu kan tahu kalau pemilik rumah sakit ini adalah paman Kennath." ucap mommy Laras menjelaskan.
" Mommy dan Kennath benar - benar ngerjain daddy." ucap daddy Alvonso sambil cemberut.
" Hehehehe maafkan mommy daddy, mommy terpaksa melakukan itu karena masih ada mata - mata jadi hanya beberapa orang yang mengetahui rencana mommy." ucap mommy Laras
" Setelah kita semua kumpul di mansion kita tangkap mata - matanya. Daddy tidak sabar menangkap mereka dan memberikan hukuman." ucap daddy Alvonso sambil menahan amarahnya.
" Daddy, ingat pesan mommy tahan emosi daddy, kita tanya dulu kenapa mereka melakukannya." ucap mommy Laras dengan nada lembut sambil menggenggam tangan suaminya.
Daddy Alvonso hanya menghembuskan nafasnya perlahan kemudian menatap mata istrinya.
" Baiklah, terserah mommy saja." jawab daddy Alvonso pasrah.
Dokter itupun pura - pura memeriksa mommy Laras karena berjaga - jaga kalau - kalau perawat itu orang suruhan penjahat. Setelah selesai seperti biasa perawat itu membantu dokter merapikan peralatan milik dokter.
" Nyonya sudah lebih baik, kami akan pindahkan ke ruang perawatan." ucap dokter itu
" Satukan ruang perawatan dengan anakku Debby dan Dennis." pinta mommy Laras
" Baik nyonya, suster lakukan permintaan pasien." ucap dokter itu
" Tapi dokter.." ucap perawat itupun terpotong oleh dokter itu.
" Aku seorang dokter dan kamu hanya seorang perawat lakukan apa yang aku perintahkan." ucap dokter itu sambil menatap tajam ke arah perawat.
" Baik dokter." Jawab perawat itu.
" Bagus, panggilkan temanmu untuk mendorong brankar." perintah dokter itu.
" Baik dokter." Jawab perawat itu pasrah sambil menahan kesal.
__ADS_1
Perawat itupun membalikkan badannya kemudian berjalan keluar ruang perawatan untuk memanggil temannya.
" Tuan dan nyonya sepertinya perawat itu kiriman mata - mata. Saya harap nyonya dan tuan mengingat wajah perawat itu dan kirim bodyguard untuk mematai perawat itu." perintah dokter itu.
" Baik dokter, terima kasih atas informasinya." ucap daddy Alvonso.
" Terima kasih dokter." Jawab mommy Laras bersamaan.
Dokter itupun hanya menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan mereka. Tidak berapa lama tiga perawat membuka pintu ruang perawatan kemudian mendorong brankar milik mommy Laras.
Singkat cerita kini mommy Laras, Debby dan Dennisa berada di ruang perawatan yang sama.
" Kenapa dijadikan satu mom?" tanya Leo
" Mommy kangen sama Debby dan Dennis." ucap mommy Laras bohong.
Leo hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
" Alvonso, Alvian, Dennisa, Max, Alex dan Inge kalian pulanglah." perintah daddy Alvonso
" Kenapa dad?" tanya mereka serempak
" Kalau Alvonso dan Alvian temani istri dan anak kalian nanti sore kalau mau datang ke sini silahkan datang sedangkan Dennisa dan Inge kalian sedang hamil jadi kalian istirahat dan tinggal di mansion bersama suami kalian." ucap daddy Alvonso menjelaskan ke mereka.
" Baik dad." Jawab mereka serempak dengan patuh.
Merekapun berpamitan meninggalkan daddy Alvonso, mommy Laras, Debby, Leo dan Dennis.
Tiba - tiba ponsel milik Dennis berdering, Dennis mengambil ponselnya yang berada di meja dekat ranjang kemudian melihat siapa yang menghubungi dirinya setelah mengetahui Dennis langsung menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya di telinganya. Setelah beberapa lama berbicara Dennis memutuskan komunikasi dengan sahabatnya.
" Siapa yang menghubungi Den?" tanya daddy Alvonso yang kebetulan duduk di kursi samping ranjang anaknya.
" Rocky dad. Daddy dan mommy, Dennis berencana mau mendaftar menjadi seorang prajurit TNI." Ucap Dennis
" Apa??" Teriak mommy Laras, Daddy Alvonso dan Debby serempak
" Aish... kenapa mommy dan daddy juga ikutan terkejut?" tanya Dennis sambil mengusap dadanya karena dirinya sangat terkejut.
__ADS_1