Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Serang Mereka


__ADS_3

Mereka semua membuat lubang yang sangat besar dan langsung mengubur semua jenasah. Daddy Alvonso sengaja tidak memandikan jenasah karena mereka sudah berbuat jahat.


xxxxxxx


" Harlan, gendong Liani ikut papa." Perintah dokter Kennath sambil membalikkan badannya dan berjalan dengan cepat.


" Baik pa." Jawab Harlan patuh.


Harlan menggendong istrinya ala bridal style mengikuti dokter Kennath. Sedangkan Ronald melihat semua musuh sudah mati semua.


" Alvonso, Alvian, Alan dan Max kalian berempat susul Baron, Charli, Alex, Louis dan Leo." Perintah Ronald


" Baik ayah." Jawab mereka serempak


" Arlan bantu paman pasang bom agar mansion ini meledak." Perintah Ronald.


" Baik ayah." Jawab Arlan patuh


Ronald, Arlan beserta anak buahnya memasang bom di semua sudut mansion sedangkan Alvonso, Alvian, Alan dan Max pergi menyusul saudara - saudaranya untuk menangkap Clara.


Dokter Kennath mengambil peluru di dalam perut Liani hampir setengah jam akhirnya sudah selesai.


" Harlan gendong Liani, kita bawa ke rumah sakit." Perintah dokter Kennath


" Baik pa." Jawab Harlan patuh


Dokter Kennath berjalan dengan cepat menuju ke arah mobil dan diikuti oleh Harlan yang menggendong Liani ala bridal style di susul oleh Kelly, Amel dan Amora menuju ke rumah sakit.


Setelah memasang bom Ronald dan Arlan beserta anak buahnya pergi meninggalkan mansion tersebut setelah agak menjauh Ronald menekan remote control.


duar


duar


duar


duar


Suara bom saling bersahutan mansion yang sangat megah kini hancur berkeping-keping beberapa penjahat yang masih bersembunyi ikut terkena ledakkan dan langsung tewas seketika tidak ada satupun yang selamat dari ledakan tersebut.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda Clara di bawa ke rumah sakit bersama para bodyguard dan anak buah mafia. Di tempat jalan yang sepi tepatnya di jalan xxxx mobil mereka di hadang oleh enam mobil.


Baron, Charli, Alex, Louis dan Leo bersama anak buahnya turun dari mobil sambil mengeluarkan senjatanya.


" Si*l kita di kepung." Umpat ketua mafia


" Semuanya keluar dan serang mereka saya akan menyelamatkan kekasihku." Perintah ketua mafia


" Baik tuan." Jawab anak buahnya

__ADS_1


Mereka turun dari mobil dan menyerang mereka suara pistol saling bersahutan pihak musuh banyak yang sudah tewas di tangan ke lima pria tampan Baron, Charli, Alex, Louis dan Leo.


Mobil yang membawa Clara melaju dengan kencang membuat Baron, Charli, Alex, Louis dan Leo menghindar agar mereka tidak tertabrak.


" Si*l mobil itu nekat aku akan mengejarnya." Umpat Baron


" Alex, Louis dan Leo kalian kejar mobil itu." Perintah Baron


" Ok." Jawab ke tiga pria tampan.


Alex, Louis dan Leo mengejar mobil tersebut sedangkan Baron dan Charli menembak para penjahat tanpa sisa.


" Sudah berhasil kita susul mereka." Ucap Baron


" Ok." Jawab Charli singkat


Baron, Charli dan beberapa anak buahnya menyusul mereka untuk mengejar Clara dan para anak buahnya.


Mobil Clara dan satu mobil lagi yang mengawalnya melaju dengan kencang membuat Leo yang duduk di samping pengemudi menembak ban mobil.


dor


dor


cittttt


Leo berhasil menembak ban mobil tersebut membuat mobil itu tersebut terpaksa mengerem mendadak.


" Alex, Louis dan Leo tetap kejar mobil Clara biar mobil itu akan di urus oleh Baron dan Charli." Perintah mommy Laras


Leo membiarkan mobil tersebut dan melaju dengan kecepatan tinggi mengejar mobil Clara. Mobil yang di tembak ban tersebut berusaha menghalang-halangi dan menembak mobil yang dikendarai oleh Leo tapi mobil itu tidak terpengaruh karena mobil Leo anti peluru dan anti benturan.


Tidak berapa lama muncul dua mobil di mana mobil satunya ada Baron dan Charli. Dua mobil tersebut berhenti dan mereka langsung menembaki mobil tersebut. Di dalam mobil tersebut ada enam orang anak buah Clara mereka menggunakan anti peluru.


" Mereka menggunakan pakaian anti peluru tembak kepalanya." Perintah daddy Alvonso


" Baik dad." Jawab Baron dan Charli patuh.


Baron dan Charli turun dari mobil beserta anak buahnya sambil menembak para musuhnya. Terdengar suara letusan tembakan saling bersahutan hingga peluru pistol mereka habis.


" Si*l kita kehabisan peluru." Umpat Baron dan Charli bersamaan.


" Kita serang mereka saja." Ucap Charli sambil keluar dari persembunyiannya dan berjalan mendekati mobil tersebut karena pihak musuh juga berhenti menembak.


dor


akhhhhh


dor


akhhhhh

__ADS_1


dor


akhhhhh


" Charli!!!" Teriak Baron


Peluru yang ditembakkan salah satu dari penjahat mengenai bahu Baron membuat Baron berteriak kesakitan. Pihak musuh ternyata sangat pintar mereka juga menghentikan tembakkannya sehingga Charli tertembak bersama ke dua anak buahnya. Tidak berapa lama muncul satu mobil melewati mereka dan menabrak mobil penjahat tersebut.


brak


brak


Setelah menabrak mobil itu memundurkan mobilnya kemudian menabrak lagi hingga mobil tersebut menjadi ringsek.


" Baron bawa Charli dan ke dua anak buah ke rumah sakit bersama pengawalmu ." Perintah Alvonso melalui sambungan komunikasi yang menempel di telinganya.


Ya orang di dalam mobil itu adalah Alvonso, Alvian, Alan dan Max yang berhasil menyusul mereka.


" Ok." Jawab Baron singkat


Baron menggendong Charli dengan di bantu pengawalnya dan masuk ke dalam mobil. Bodyguard yang merangkap sopir itu melajukan mobil dengan kecepatan tinggi dan diikuti oleh pengawalnya.


Setelah dua kali menabrak mobil di depannya Max yang duduk di kursi pengemudi langsung menghentikan mobilnya.


" Alvonso dan Alvian kalian berjalan mendekati mobil itu, Alan dan Max jaga ke dua kakak kalian." Perintah daddy Alvonso


" Baik dad." Jawab mereka serempak


Alvonso dan Alvian berjalan mendekati mobil tersebut sambil memegang pistol di tangannya untuk mengecek kondisi mobil tersebut.


bruk


dor


akhhhhh


dor


akhhhhh


" Kak Alvonso!!" Teriak Alvian, Alan dan Max serempak


Mereka yang sudah terluka akibat benturan mobil tidak menyerah salah satu dari mereka menembakkan ke arah Alvian tapi kakaknya yang bernama Alvonso mendorong tubuh adiknya membuat Alvian terjatuh. Alvonso berhasil menembak kening penjahat itu dan langsung mati seketika bertepatan penjahat itu juga ikut menembak dan mengenai bahu Alvonso.


" Kak Alvian bawa kak Alvonso ke rumah sakit dan Alan kamu mengendarai mobil." Perintah Max


" Biar Alan di sini membantumu Max." Ucap Alvian sambil membantu kakaknya dengan memeluknya dari arah samping.


" Tidak, aku dan anak buahku yang akan menyerang mereka." Ucap Max sambil menahan amarahnya karena keluarganya yang disayangi terluka.


" Baik, kamu dan anak buahmu hati - hati." Jawab Alvian.

__ADS_1


" Ok." Jawab Max singkat.


Mobil yang berada di belakang yang berisi anak buah mereka keluar dan Alan langsung membuka pintu belakang pengemudi kemudian membantu Alvian untuk mengangkat tubuh Alvonso. Alan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah sakit sedangkan Max berjalan perlahan mendekati mobil tersebut bersama anak buahnya sambil masing - masing membawa pistol.


__ADS_2