Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Debby Terluka


__ADS_3

" Ada apa kamu merayuku?" tanya Louis


" Adikmu ini ingin wajah kak Louis di operasi dan kak Louis bisa keluar dari mansion dan beraktivitas seperti dulu lagi." Pinta Leo


" Adakah alamat yang bisa mengoperasi wajahku?" tanya Louis


" Ada kak, sahabat istriku." ucap Leo


" Siapa namanya?" tanya Louis


" Sebentar aku tanyakan ke istriku." ucap Leo


" Sayang, tolong kasih tahu alamat tempat mengoperasi wajah?" pinta Leo yang masih di sambungan teleponnya yang terdengar jelas suara Leo memanggil istrinya.


" Sebentar honey, lagi tanggung sebentar lagi matang masakannya. Nanti deh aku telp kak Louis." ucap Debby dengan nada lembut.


" Ok sayang." Jawab Leo


" Istriku lagi masak kak, nanti istriku akan menelepon kakak." ucap Leo


" Ok, Leo apakah kamu bahagia menikah dengan Debby? kan mereka keluarga yang sangat kaya dan terpandang bisa saja kamu direndahkan oleh mereka." tanya Louis


" Leo sangat bahagia menikah dengan Debby dan keluarga besar mereka semua baik sama kak Alex dan Leo. Ini saja kami dan juga kak Alex sedang bulan madu bersama dengan istri selama satu bulan." ucap Leo


" Bagaimana dengan perusahaan?" tanya Louis dengan nada terkejut.


" Semuanya baik kak, salah satu keluarga besar Alvonso membantu kami mengurus perusahaan selama kami bulan madu ." ucap Leo


" Apakah kalian tidak takut jika perusahaan di ambil alih oleh mereka?" tanya Louis dengan nada terkejut.


" Tidak kak malah mereka memberikan dua perusahaan masing - masing atas namaku juga nama kak Alex hadiah pernikahan kami." ucap Leo


" Apa?? bagaimana mungkin?" ucap Louis dengan nada terkejut.


" Iya kak benar kami awalnya juga terkejut dan lebih terkejut lagi salah satu hadiah pemberian perusahaan pernikahan kami adalah gabungan perusahaan dari Max, Baron dan Charli adalah perusahaan milik mendiang orang tua kita." ucap Leo.


" Kenapa bisa setahu kakak, perusahaan milik orang tua kita mengalami kebangkrutan dan di jual kenapa ada di mereka bertiga, musuh kita?" tanya Louis


" Iya benar kak kalau perusaan milik orang tua kita mengalami kebangkrutan tapi oleh Max, Baron dan Charli perusahaan itu tidak bangkrut dan mengalami keuntungan yang sangat tinggi." ucap Leo


" Kenapa mereka semua baik pada kalian? apakah mereka ada niat jahat?" tanya Louis

__ADS_1


" Entahlah kak, kalau memang keluarga Alvonso benar - benar ada niat jahat dengan keluarga kita maka aku tidak segan - segan menyiksa istriku walau aku mencintainya." ucap Leo.


" Bagus kakak suka karena keluarga lebih penting dari istri." ucap Louis


" Iya kak benar, keluarga lebih penting dari istri." ucap Leo


prang


Terdengar suara pecahan kaca membuat mereka berhenti berbicara. Leo membalikkan badannya dan melihat mata istrinya berkaca - kaca.


" Kak Louis sudah dulu ya? nanti aku hubungi lagi." ucap Louis dengan menatap istrinya dengan tajam karena telah berani mendengar percakapan mereka.


" Ok." Jawab Louis singkat.


tut tut tut tut tut


Mereka memutuskan percakapan mereka. Leo menatap tajam ke arah istrinya. Debby berjalan ke arah Leo tanpa memperdulikan pecahan gelas yang menancap di ke dua kakinya hingga darah segar keluar dari kaki mungilnya.


" Honey ingin membunuh keluargaku juga termasuk aku?" tanya Debby sambil menahan agar air mata agar tidak keluar.


" Karena kamu sudah mendengarnya maka aku jawab jujur iya. Aku sangat membencimu dan juga keluargamu karena kamu sekeluarga juga Max, Baron dan Charli telah membunuh daddyku." ucap Leo sambil tangannya di arahkan ke belakang mengambil pisau lipat yang berada di saku belakangnya dan diarahkan ke Debby.


" Kalau begitu lakukanlah honey tapi sebelum itu bolehkah aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya?" tanya Debby sambil mendekati suaminya.


jleb


Pisau lipat itu tertusuk di perut Debby membuat darah segar keluar dari perutnya kemudian Debby memeluk suaminya dengan kencang hal itu membuat pisau semakin dalam masuk ke dalam perut Debby dan darah segar semakin banyak yang keluar.


" Honey, aku sangat sangat dan sangat mencintaimu." ucap Debby dan beberapa saat keluar darah dari mulut Debby tanpa diketahui oleh Leo karena Debby memeluk Leo.


" Semua perusahaanku sudah aku pindahkan atas nama honey tolong diurus. Jaga kesehatan honey dan semoga honey selalu bahagia" ucap Debby sambil menahan rasa sakit di perut dan kaki terlebih kepalanya akhir - akhir ini sering pusing dan perutnya sering mual.


" Satu lagi untuk kak Louis, Daddy dan mommy juga Max, Baron dan Charli telah memberikan perusahaan sebagai hadiah pernikahan kak Louis dengan kak Angelina nantinya. Dokumen tersebut aku simpan di laci lemari pakaianku. I Love You My Husband." ucap Debby bersamaan ke dua tangannya jatuh terkulai dan perlahan matanya memejam.


bruk


Debby ambruk di tubuh Leo membuat Leo merasa agak berat dan mendorong perlahan tubuh istrinya. Matanya membulat sempurna melihat wajah istrinya yang sangat pucat dan dari mulut keluar darah segar.


" Debby!!!" teriak Leo


Mata Leo tertuju pada perut Debby yang sudah tertancap pisau miliknya yang tadi digengamnya hal itu membuat darah segar keluar dari perut Debby. Leo menggendong Debby ala bridal style dan membawanya ke rumah sakit.

__ADS_1


Ketika menuruni anak tangga Leo bertemu dengan Inge dan Alex. Mereka berdua sangat terkejut melihat Debby terluka dan mengeluarkan darah segar di perutnya.


" Ada apa Leo? kenapa Debby terluka?" tanya Inge


" Antarkan aku ke rumah sakit nanti aku ceritakan." ucap Leo


Alex dan Inge berjalan cepat menuju ke arah mobil. Inge langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi samping pengemudi sedangkan Alex membuka pintu agar Leo masuk ke dalam mobil setelah Leo masuk ke dalam Alex menutup pintu mobil dan memutar tubuhnya ke arah kemudi dan duduk di kursi pengemudi.


" Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Inge kembali.


Leo pun menceritakan semuanya dan tidak ada yang ditutupi nya membuat Inge menatap wajah tampan suaminya.


" Honey, apakah kamu juga akan membunuh keluarga besar daddy Alvonso?" tanya Inge dengan nada sendu.


" Tentu saja aku, Louis dan Leo akan membunuh semuanya, mereka terlalu bodoh menyerahkan hartanya pada kami." ucap Alex sambil tersenyum menyeringai.


" Jika aku membela keluarga besar Alvonso apakah honey akan membunuhku juga?" tanya Inge sambil menatap wajah Alex yang sedang serius mengendarai mobil.


" Tentu saja aku akan membunuhmu walau aku sangat mencintaimu." ucap Alex dengan nada santai.


Inge berusaha agar air matanya tidak keluar hanya menatap mata suaminya dalam hatinya dirinya rela mati asalkan bisa melindungi keluar besar daddy Alvonso.


" Leo, kenapa kamu bodoh!! lebih baik buang Debby di hutan." perintah Alex.


" Aku.. aku tidak bisa melakukannya." ucap Leo dengan nada lirih.


Tiba - tiba mobil mereka di hadang oleh dua mobil depan dan belakang membuat Alex menghentikan mobilnya.


cittttt


" Siapa mereka?" tanya Alex dengan nada terkejut.


" Aku akan keluar untuk membunuh mereka karena sudah lama tidak melakukannya." ucap Alex dengan nada santai.


" Honey, katamu tidak akan membunuh kenapa sekarang honey ingin membunuh?" tanya Inge.


" Janji itu untuk di langgar sayang, sekarang diamlah aku ingin membunuh dulu." omel Alex


xxxxxxx


Ayo donk kasih vote, komentar, like dan hadiahnya agar author nya semangat dalam menulis.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mengirimkan vote, komentar, like dan hadiahnya


__ADS_2