Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Kehangatan Keluarga


__ADS_3

( " ***Sial kenapa lirikan tuan Alvonso sangat mengerikan apa dia tahu kalau aku ibu tirinya Dona padahal wajahku sudah aku operasi agar mirip dengan ibunya Dona. Suamiku dan Dona saja tidak tahu kalau ibunya Dona sudah aku bunuh jadi mana mungkin tuan Alvonso tahu kalau hatiku busuk dan tidak tulus terhadap Dona." ucap ibunya Dona dalam hati).


( " Si*l aku mengusir Dona malah dapat tentara lagi, aku harus berhati-hati jangan sampai ketahuan oleh tunangan Dona karena bisa-bisa aku di penjara." sambung ibunya Dona*** ).


" Mansion kami sangat luas, apakah semuanya bersedia tinggal di sini untuk menginap mengingat besok siang Dennis, Rocky, Doddy, Elisabeth, Putri dan Dona harus berangkat ke Magelang?" Tanya mommy Laras


" Kami mengharapkan semuanya menginap dan malamnya kita mengadakan pesta barbeque." Ucap daddy Alvonso.


" Daddy, bukankah Dennis, Rocky, Doddy, Elisabeth, Putri dan Dona harus berangkat ke Magelang? Kalau kita mengadakan acara barbeque nanti mereka mengantuk pas di jalan." Ucap mommy Laras


" Tenang saja mom, kita semua bisa mengendarai mobil jadi kita bisa gantian menyetir, bagaimana yang lainnya?" Tanya Dennis


" Setuju." Jawab Rocky, Doddy, Elisabeth, Putri dan Dona bersamaan.


" Yang lainnya bagaimana?" Tanya daddy Alvonso


" Kami ikut saja." Jawab yang lainnya.


" Ok. Berarti nanti malam kita mengadakan acara barbeque." Ucap daddy Alvonso


" Asyik." Jawab mereka serempak


" Sekarang kalian istirahat nanti kepala pelayan akan menunjukkan kamar kalian." Ucap daddy Alvonso.


Merekapun satu persatu pergi meninggalkan tempat tersebut.


" Dennis, mommy kangen." Ucap mommy Laras sambil memeluk putranya dan mengecup keningnya.


" Dennis setelah mengganti pakaian nanti ajak Rocky dan Doddy ke ruang kerja daddy, bersikap biasa saja jangan sampai ada orang yang curiga." sambung mommy Laras sambil berbisik.


Dennis membalas pelukan mommy Laras sambil menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


" Mommy Dennis juga kangen tapi nanti ada yang cemburu." Ucap Dennis sambil melepaskan pelukannya.


" Auch... mommy lihat perbuatan mommy, aku di jewer kan?" Adu Dennis seperti anak kecil


" Daddy kan sudah bilang kalau mommy milik daddy jadi kamu tidak boleh memeluknya mommy." Ucap Daddy Alvonso sambil menjewer putranya.


" Daddy, sudah lepaskan." Pinta mommy Laras


" Tapi mommy.." Ucapan daddy Alvonso terpotong oleh mommy Laras


" Nanti malam habis barbeque mommy tidak kasih jatah." Bisik mommy Laras


" Aish nyebelin." Ucap daddy Alvonso samb melepaskan tangannya.


cup

__ADS_1


" Terima kasih mommy, mommy yang terbaik." Ucap Dennis sambil mengecup pipi mommy Laras kemudian berlari ke arah kamarnya.


" Dennis!!!" Teriak daddy Alvonso


" Pffftttt hahahaha.." Tawa Dennis pecah.


" Sudahlah dad, daddy senang banget sih ribut." Ucap mommy Laras


" Daddy lelah mommy, kita istirahat dulu yuk." Ajak daddy Alvonso sambil menarik tangan mommy Laras dengan lembut ke arah kamar mereka.


" Ronald, Clarissa, Maria dan Kennath kami istirahat dulu ya." Pamit daddy Alvonso


" Ok." Jawab mereka serempak


" Elisabeth istirahatlah, di sebelah kamar orang tuamu. Kamu bisa meminta bantuan kepala pelayan atau pelayan untuk menunjukkan kamarmu." Ucap mommy Laras


" Baik tante." Jawab Elisabeth


" Panggil kami mommy dan daddy karena sebentar lagi kamu akan menikah dengan Dennis dan itu berarti mulai sekarang kamu menjadi putriku." Ucap mommy Laras.


" Terima kasih mommy." Jawab Elisabeth


" Anak pintar, kamu istirahat dulu ya El." Ucap mommy Laras.


" Baik mom, selamat beristirahat." Jawab Elisabeth


" Baik mom." Jawab Elisabeth


Mommy Laras menganggukkan kepalanya dan melanjutkan langkahnya bersama suaminya daddy Alvonso.


" Bunda ayo kita istirahat." Ucap Ronald


" Baik ayah." Jawab bunda Clarissa


" Rocky dan Putri kalian beristirahatlah." Sambung bunda Clarissa.


" Baik bunda." Jawab Rocky dan Putri serempak.


Mereka berdua berjalan ke arah kamar yang biasa mereka tempati ketika mereka menginap di mansion milik daddy Alvonso sambil berpelukan dari arah samping.


" Mama kita tidur yuk, badan papa cape banget." ucap dokter Kennath.


" Baik pa nanti mama pinjetin." Jawab dokter Maria


cup


" Terima kasih mama." Ucap dokter Kennath sambil mengecup bibir istrinya kemudian berjalan sambil berpelukan dari arah samping.

__ADS_1


Putri dan Elisabeth yang melihat keakraban keluarga Dennis dan Rocky serta sahabat calon mertuanya sangat terharu dan berharap semoga dirinya juga seperti itu.


" Aku berharap setelah aku dan kak Dennis menikah bisa seperti mereka." Ucap Elisabeth


" Aku juga berharap yang sama." Ucap Putri dengan wajah sendu.


" Kamu kenapa Put?" Tanya Elisabeth


" Seandainya orangtuaku seperti itu hatiku sangat bahagia karena rumah seperti berada di surga tidak ada pertengkaran, tidak membeda-bedakan anak-anaknya alangkah bahagianya hatiku. Sejak aku berumur enam tahun ibuku selalu menyayangi adikku daripada aku padahal aku juga anaknya. Ayahku selalu melindungiku jika ibuku memarahiku ataupun memukulku. Hal itulah yang menyebabkan orang tuaku selalu bertengkar." Ucap Putri tidak berapa lama air matanya keluar.


" Yang sabar ya Put." Ucap Elisabeth sambil memeluk sahabatnya.


" Kamu tahu El, ketika aku di peluk oleh mommy Laras hatiku merasakan nyaman seperti hangatnya pelukan seorang ibu yang mencintai putrinya. Aku berjanji untuk selalu setia dengan kak Dennis karena keluarganya dipenuhi kehangatan." Ucap Elisabeth yang merasakan kehangatan keluarga


" Kamu tahu dulu ibuku selalu menyisiri rambutku padahal aku sudah dewasa berumur tujuh belas tahun, ibuku selalu memelukku jika aku sedih, memberikan kasih sayang yang berlimpah tapi setelah tujuh belas tahun ibuku mulai berubah dingin dan tidak pernah memperdulikan diriku hingga di umur delapan belas tahun aku di suruh kuliah di Magelang." Ucap Dona mengingat masa lalu.


" Kenapa bisa berubah?" Tanya Elisabeth dan Putri bersamaan


" Aku tidak tahu, yang aku ingat ibuku pergi acara reuni sekolah. Awalnya ibuku tidak mau datang karena menginap tapi karena bujukan aku dan ayah akhirnya ibuku pergi. Aku dan ayah membujuknya agar ibuku tidak merasakan bosan di rumah terus dan besoknya setelah pulang ibuku mulai berubah." Ucap Dona


" Mungkin ibumu banyak pikiran makanya sifatnya berubah." Ucap Elisabeth


" Mungkin." Jawab Dona singkat.


" Hoam... Aku mengantuk kita tidur yuk." Ajak Elisabeth


" Ayuk." Jawab Putri dan Dona serempak.


Ketiga gadis itupun berjalan dan bertemu dengan kepala pelayan.


" Maaf pak, kamar kami mana ya?" Tanya Elisabeth


" Mari ikuti saya." Ucap kepala pelayan dengan nada sopan


Ke tiga gadis itu pun mengikuti kepala pelayan ke arah pintu lift. Sampai di depan pintu lift pelayan itupun menekan tombol lift setelah terbuka mereka berempat masuk ke dalam lift.


Kepala pelayan menekan tombol lantai tiga setelah dua menit kemudian pintu lift terbuka. Mereka keluar dari lift dan mengikuti kepala pelayan.


" Di sebelah kanan kamar nona Elisabeth dan yang tengah kamar nona Putri sedangkan sebelah kiri kamar nona Dona." Ucap kepala pelayan.


" Kami satu kamar saja pak." Ucap Elisabeth


" Terserah nona, silahkan masuk ke dalam dan selamat beristirahat." Ucap kepala pelayan dengan sopan.


" Terima kasih pak." Jawab ke tiganya dengan kompak.


" Sama-sama nona." Jawab kepala pelayan sambil menundukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga.

__ADS_1


__ADS_2