Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Acara Pertunangan


__ADS_3

" Benarkah??" Tanya Doddy dan Dona serempak dengan nada terkejut


" Iya benar, buat apa aku bohong." Jawab Rocky dengan nada santai.


" Orang tuaku dan orang tua Rocky sudah bersahabat sangat lama dan keluarga besar kami terbuka untuk siapa saja." Ucap Dennis


" Aku sangat salut dengan keluarga Dennis dan Rocky." Ucap Doddy.


" Terima kasih." Jawab Dennis dan Rocky serempak.


" Perjalanan masih jauh jika kalian ngantuk tidur saja." Ucap Dennis


" Ok." Jawab mereka serempak kecuali Elisabeth


" Kamu tidak tidur?" Tanya Dennis


" Tidak, aku akan menemani orang yang aku cintai." Ucap Elisabeth


" Terima kasih sayang." Jawab Dennis sambil menggenggam tangan kiri Elisabeth.


" Sama-sama sayang." Jawab Elisabeth.


Mereka berdua mengobrol membuat Dennis tidak mengantuk. Empat jam kemudian Dennis merasa pegal dan lapar membuat Dennis berhenti di tempat khusus pemberhentian.


" Badanku pegel dan laper." Ucap Dennis sambil meregangkan otot-otot yang tegang kemudian turun dari mobil dan di ikuti oleh Elisabeth.


Rocky, Putri, Doddy dan Dona membuka matanya dan ikut turun dari mobil.


" Kita makan dulu yuk setelah itu lanjut lagi." Ucap Dennis.


" Ok." Jawab mereka serempak.


Merekapun masuk ke dalam restoran dan memesan makanan. Setengah jam kemudian mereka sudah selesai makan dan minum, Rocky membayar semua makanan mereka. Baik Dennis, Rocky dan Doddy saling bergantian membayar makanan dan tidak pernah perhitungan hal itulah yang membuat persahabatan mereka abadi.


" Sekarang siapa yang mengendarai mobil, badanku pegel." Ucap Dennis


" Aku saja Den." Jawab Rocky


" Ok. Ini kuncinya." Ucap Dennis sambil menyerahkan kuncinya ke Rocky.


Rocky menerima kunci mobil dan merekapun melanjutkan perjalanan menuju ke kota Jakarta. Hampir empat jam mereka sudah sampai di mansion milik orang tua daddy Alvonso.


" Di rumahmu ada acara Den?" Tanya Rocky karena melihat banyak mobil di dalam garasi mansion yang sangat luas.

__ADS_1



" Setahuku hari ini reuni sahabat orang tuaku." Ucap Dennis sambil turun dari mobil dan diikuti oleh yang lainnya.


" Tapi kok sampai garasi mobil sampai penuh gini kayak di parkiran mobil mall." Ucap Doddy


" Itu orang tuaku sudah datang." Ucap Rocky menunjuk ke arah sepasang suami istri paruh baya.


" Ayah, bunda." Panggil Rocky sambil berjalan mendekati ke dua orang tuanya dan diikuti oleh yang lainnya.


" Rocky sayang apa kabar? tambah tampan saja anak bunda." Ucap Bunda Clarissa sambil memeluk putra sulungnya.


" Bunda juga tambah cantik." Puji Rocky sambil memeluk bunda Clarisa


" Auchh... ayah sakit." Teriak Rocky ketika Ronald menarik telinga putra sulungnya.


" Ayah kan sudah bilang jangan peluk bunda, bunda itu kan milik ayah." Ucap Ronald sambil menarik istrinya dan menariknya ke arah belakang agar putra sulungnya tidak memeluknya


" Aish... ayah masa cemburu dengan anak kandungnya." Omel Rocky


" Biarin." Ucap Ronald tidak perduli


" Pffftttt hahahaha..." Tawa Dennis pecah melihat sahabatnya di tarik telinganya.


" Tuh kan ayah, aku diketawain sama Dennis." Gerutu Rocky


" Bunda, ayah nakal." Adu Rocky


" Sayang, sudah malu di lihat teman-teman." Bisik bunda Clarissa.


Ronald hanya diam dan menekuk wajahnya sambil menatap tajam ke arah putra sulungnya.


" Ini kekasihmu ya Rock?" Tanya bunda Clarissa sambil berjalan mendekati Putri


" Iya bun, namanya Putri. Putri ini kenalkan bundaku dan ini ayahku yang paling tampan seperti putranya." Ucap Rocky narcis


" Tante, om." Panggil Putri sambil mengecup punggung tangan orangtuanya Rocky


" Panggil kami bunda dan ayah sama seperti putraku memanggilku." Ucap bunda Clarissa.


" Baik bunda, ayah." Jawab Putri


" Kita ke dalam acaranya sebentar lagi di mulai." Ucap Ronald sambil jam tangannya.

__ADS_1


" Memang ada acara apa ayah?" Tanya Rocky dan Dennis serempak


" Nanti kalian akan tahu." Jawab Ronald


Merekapun melanjutkan langkahnya menuju pintu utama dan dua orang bodyguard membuka pintu utama. Semua masuk ke dalam dan matanya langsung membulat sempurna karena ada tiga dekorasi seperti dekorasi pernikahan kecuali Ronald dan bunda Clarisa.


" Dennis dan Elisabeth kalian cepat ganti pakaian dan nanti duduk di sana." Ucap bunda Clarissa menunjuk dekorasi seperti dekorasi pernikahan.



" Kami.." Ucap Dennis dan Elisabeth terpotong oleh kedatangan dokter Maria.


" Kalian jangan bengong cepat pergilah ke ruang ganti di sebelah sana" Ucap dokter Maria tiba-tiba datang bersama suaminya dokter Kennath sambil menunjuk di depan pintu ada Kelly yang sedang melambaikan tangannya ke arah mereka.


" Baik." Jawab Elisabeth dan Dennis sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena tidak mengerti apa yang terjadi.


" Rocky dan Putri kalian cepat ganti pakaian dan nanti duduk di sana." Ucap bunda Clarissa menunjuk dekorasi seperti dekorasi pernikahan.



" Kami.." Ucap Rocky dan Putri terpotong oleh dokter Maria.


" Kalian jangan bengong cepat pergilah ke ruang ganti di sebelah sana" Ucap dokter Maria sambil tangan kirinya menggengam tangan suaminya dokter Kennath sambil menunjuk jari kanannya dan mereka melihat di depan pintu ada Amelia yang sedang melambaikan tangannya ke arah mereka.


" Baik." Jawab Putri dan Rocky sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena tidak mengerti apa yang terjadi.


" Doddy dan Dona kalian cepat ganti pakaian dan nanti duduk di sana." Ucap bunda Clarissa menunjuk dekorasi seperti dekorasi pernikahan.



" Kami.." Ucap Doddy dan Dona terpotong oleh dokter Maria.


" Kalian jangan bengong cepat pergilah ke ruang ganti di sebelah sana" Ucap dokter Maria sambil tangan kirinya menggengam tangan suaminya dokter Kennath sambil menunjuk jari kanannya dan mereka melihat di depan pintu ada Alviana yang sedang melambaikan tangannya ke arah mereka.


" Baik." Jawab Doddy dan Dona sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena tidak mengerti apa yang terjadi.


Ke tiga pria tampan dan ke tiga gadis cantik hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal sungguh mereka tidak mengerti terlebih mereka harus mengganti pakaian mereka dengan pakaian pesta.


Singkat cerita kini mereka telah duduk di pelaminan tempat yang tadi di tunjuk oleh bunda Maria. Daddy Alvonso dan mommy Laras bersama dengan ke dua orang tua Elisabeth berjalan ke arah pelaminan Dennis dan Elisabeth kemudian dilanjutkan dengan Ronald dan bunda Clarissa bersama ayahnya Putri berjalan ke arah pelaminan Rocky yang sedang bersanding dengan Putri.


Terakhir datang orang tua Doddy dan orang tua Dona berjalan ke arah pelaminan Doddy dan Dona.


" Hari ini kami merencanakan acara pertunangan putra kami Dennis dengan Elisabeth." Ucap daddy Alvonso.

__ADS_1


" Kami sebagai orang tua Elisabeth terima kasih atas kedatangan para tamu undangan yang bersedia hadir di acara pertunangan putri kami dengan calon menantu kami Dennis." Sambung ayahnya Elisabeth


" Hah!!! tunangan?" Ucap Dennis dan Elisabeth dengan nada terkejut seakan tidak percaya sambil saling menatap.


__ADS_2