
Pria itupun masuk ke dalam mobil dan mengikuti mobil Putri dan Elisabeth. Elisabeth mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, Elisabeth yang tahu Putri sedang sedih berusaha menghibur Putri.
" Putri hari senin kita berangkat jam delapan pagi, menurutmu makan siang nanti mau bawa bekal atau makan siang di kantin?" tanya Elisabeth sambil sesekali menatap kaca spion yang berada di atas kepalanya.
" Sepertinya lebih enak bawa bekal sendiri, aku mau irit El karena tidak enak memakai uang kak Rocky." Ucap Putri
" Ok deh tapi bagaimana kalau besok kamu yang memasak dan besoknya aku yang memasak begitu setiap hari atau semingu sekali gantian memasak." usul Elisabeth
" Boleh juga tuh usulmu, bagaimana kalau seminggu sekali kita gantian memasak." Ucap Putri.
" Ok, eh Put perasaan mobil berwarna hitam mengikuti mobil kita." Ucap Elisabeth sambil melihat sekilas kaca spion.
Putri terkejut dan ikut melihat dari kaca spion.
" Coba kamu belok kanan." Ucap Putri
" Ok." Jawab Elisabeth sambil membelokkan mobilnya.
Mobil itupun ikut berbelok ke arah kanan membuat mereka saling menatap sekilas kemudian menatap ke arah kaca spion. Putri menatap terus kaca spion tanpa kedip sedangkan Elisabeth hanya melihat sekilas kemudian menatap ke arah depan.
" Putri coba hubungi kak Rocky." Pinta Elisabeth
" Tapi kan kak Rocky lagi pendidikan." Ucap Putri
" Sekarang kan hari sabtu siapa tahu dapat IB." ucap Elisabeth
" Apa itu IB?" tanya Putri tidak mengerti.
" IB itu adalah izin bermalam jadi seorang prajurit akan mendapatkan izin bermalam di luar yaitu hari sabtu dan hari minggu nya kembali lagi ke pendidikan." Ucap Elisabeth menjelaskan.
" Baik aku akan menghubungi kak Rocky." Ucap Putri.
Putri langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Rocky.
xxxxxxx
Rocky dan Dennis tidak bisa tidur setelah mereka mengobrol dengan Putri dan Elisabeth sehingga mereka berdua mengobrol menceritakan tentang masa lalu waktu mereka kuliah.
" Dennis kita bosan banyak teman - teman kita pada IB bagaimana kalau kita ijin keluar?" tanya Rocky.
" Boleh juga." Ucap Dennis
" Kita ajak Doddy di barak sebelah." Usul Rocky
" Ok." Jawab Dennis singkat
Singkat cerita kini Doddy duduk di kursi pengemudi sedangkan Rocky duduk di samping pengemudi. Dennis dan ke tiga temannya duduk di kursi belakang pengemudi mereka menggunakan kendaraan milik orang tua salah satu anak perwira yang ikut dengan mereka.
" Kita mau kemana nih?" tanya Rocky
" Kita jalan - jalan ke alun - alun kota Magelang." Usul William anak perwira pemilik mobil yang mereka gunakan.
" Boleh juga alun - alun kota Magelang sangat indah." Ucap Dennis
" Aku belum pernah ke sana." Ucap ke dua temannya.
Dennis mengutak atik ponselnya kemudian memperlihatkan gambar alun - alun kota Magelang ke dua temannya karena mereka dari Papua jadi belum mengetahui seluk beluk kota Magelang.
__ADS_1
" Bagus juga kalau begitu kita berangkat ke sana." ucap ke duanya serempak.
" Ok." Jawab Doddy singkat.
Doddy mengendarai mobil menuju ke alun - alun kota Magelang. Tiba - tiba ponsel Rocky berdering, Rocky mengambil ponselnya di saku celananya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.
" Putri, kok tumben telepon lagi." gumam Rocky pelan tapi masih terdengar oleh teman - temannya.
" Masih kangen kali sama yayang Rocky." Goda Doddy
Mereka semua tertawa sedangkan Rocky hanya tersenyum mendengar godaan Doddy. Rocky langsung menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya ke telinga Rocky.
" Hallo Putri, kangen ya?" goda Rocky
" Lebay." Goda Dennis
" Bucin." Goda Doddy
" Huek." Ucap ke tiga temannya.
Rocky hanya tersenyum mendengar kata - kata teman - temannya.
" Kak Rocky ada di mana?" tanya Putri
" Lagi jalan - jalan sama teman - teman, kenapa Put?" tanya Rocky
" Kamu dan Elisabeth sekarang di mana?" tanya Rocky panik
Ke lima temannya yang tadi menggoda Rocky langsung berhenti tanpa suara karena mendengar Rocky panik.
" Rocky ponselnya di loud speaker." pinta Dennis sambil mengutak atik ponselnya untuk mengetahui di mana posisi Elisabeth melalui GPS ponsel milik Elisabeth.
" Aku ada di jalan.." ucap Putri terpotong karena Elisabeth mendadak mengerem mobilnya.
cittttt
akhhhhh
akhhhhh
Putri dan Elisabeth berteriak serempak karena kepalanya nyaris terbentur. Putri nyaris terbentur dasboard mobil sedangkan Elisabeth nyaris terbentur setir mobil.
" Kenapa mendadak mengerem mobil El?" tanya Putri
" Ada mobil di depan menghalangi mobil kita." ucap Elisabeth sambil menunjuk mobil di depan
" Putri baik - baik sajakan?" Tanya Rocky
" Elisabeth baik - baik sajakan?" Tanya Dennis bersamaan
" Kami baik - baik saja kak." Ucap Putri dan Elisabeth bersamaan
" Putri, ada empat pria keluar dari mobil depan dan mobil belakang juga ada empat pria keluar dari mobil." ucap Elisabeth
__ADS_1
" Mobil ini akan rusak kalau kita bertahan di sini." Ucap Putri
" Kalau begitu kita lawan mereka saja." Ucap Elisabeth
Mereka berdua melepaskan sealbeltnya kemudian keluar dari mobil sedangkan ponsel milik Putri dan Elisabeth di tinggal di dalam mobil.
" Putri jangan keluar dari mobil kami akan ke sana." Ucap Rocky
" Elisabeth jangan keluar dari mobil kami akan ke sana, Doddy cepat." ucap Dennis lagi - lagi bicaranya bersamaan.
hening
hening
hening
" Sepertinya ke dua gadis itu sudah keluar." ucap salah satu dari mereka
" Sepertinya begitu." Jawab teman satunya lagi.
" Siapa kalian?" teriak Elisabeth dan Putri bersamaan
" Apakah kamu masih ingat denganku cantik?" tanya salah satu dari mereka.
" Kamu pria yang tidak sengaja menabrakku di rumah sakit?" tanya Elisabeth
" Iya benar." Jawab pria itu
" Kenapa mencegat mobil kami?" tanya Elisabeth dengan nada dingin.
" Aku ingin bersenang-senang dengan kalian berdua untuk menemani diriku di ranjang setelah aku merasa bosan dengan kalian berdua jangan kuatir ada banyak anak buahku yang akan memuaskan kalian berdua." ucap pria itu tanpa dosa sambil memegang ke dua dagu Elisabeth dan Putri .
plak
plak
Elisabeth menepis tangan kanan pria itu begitu juga dengan Putri menepis tangan kiri pria itu.
" Jangan mimpi bisa menyentuh tubuh kami." Ucap Putri dan Elisabeth serempak
" Oh kalian ingin secara kekerasan rupanya, kalian berdua tangkap ke dua gadis itu." Ucap pria itu memerintahkan ke dua anak buahnya.
" Baik tuan." Jawab ke dua anak buahnya serempak.
Ke dua pria sangar mendekati Putri dan Elisabeth membuat Elisabeth dan Putri melakukan persiapan kuda - kuda.
bugh
duag
bugh
duag
Elisabeth dan Putri menghindari pukulan kemudian menyerang balik memukul dan menendang secara bergantian.
" Oh ternyata kalian berdua bisa berkelahi, bantu teman kalian cepat." Perintah pria tersebut.
__ADS_1