Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Jalan Jalan


__ADS_3

Elisabeth memakai dress kemudian mulai mengepak pakaiannya dan juga barang - barangnya sebenarnya perutnya terasa perih tapi tidak diperdulikan yang terpenting dirinya harus pergi hari ini.


ceklek


Dennis membuka pintu sambil membawa nampan yang berisi dua piring dan dua gelas. Matanya membulat sempurna melihat Elisabeth sedang mengepak pakaian ke dalam koper. Dennis berjalan dan meletakkan nampan tersebut di meja dekat sofa.


Elisabeth yang sedang sedih dan air matanya tidak berhenti keluar tidak menyadari kedatangan Dennis.


" Kamu mau kemana sayang?" Tanya Dennis sambil menggenggam tangan Elisabeth.


Elisabeth terkejut melihat kedatangan Dennis dan berusaha menarik tangannya tapi di tahan oleh Dennis.


" Maaf tadi aku terbawa oleh suasana. Aku melakukan itu bukan karena aku merendahkan mu tapi karena aku mencintaimu dengan tulus." Ucap Dennis sambil memeluk Elisabeth


" Hiks... hiks... hiks..." isak Elisabeth sambil membalas pelukan Dennis.


" Sstt... maaf... maaf... maaf..." ucap Dennis mengulangi perkataannya.


" Kak Dennis tadi kenapa setelah kita melakukan itu kak Dennis pergi? Apakah kakak marah padaku?" tanya Elisabeth sambil mendorong perlahan tubuh Dennis dan menatap mata Dennis.


" Karena jujur kakak sedang menahan hasrat makanya kakak langsung mandi dengan menggunakan air dingin dari shower agar hasrat kakak hilang. Kakak pergi meninggalkan dirimu bukan karena marah tapi jika kakak terlalu dekat denganmu yang ada kakak tidak bisa menahan hasrat kakak." Ucap Dennis menjelaskan ke Elisabeth agar dirinya mengerti.


Elisabeth terdiam mendengarkan ucapan Dennis hanya memandangi matanya dan tidak ada kebohongan di matanya.


" Sayang tidak marah sama kakak kan?" tanya Dennis


" Tidak kak." Jawab Elisabeth


" Lalu kenapa kamu mau meninggalkan kakak?" tanya Dennis


" Karena aku pikir kakak marah padaku dan aku ingin melupakan kakak dengan cara pergi dari tempat ini." Ucap Elisabeth


cup


" Berjanjilah pada kakak untuk selalu setia sama kakak dan jangan pernah berfikir sedikitpun untuk mengkhianati kakak. Jika itu terjadi kakak akan benar - benar membencimu. Akupun juga sama akan selalu setia dan tidak ada niat untuk mencari penggantimu ataupun mengkhianatimu." Ucap Dennis


" Baik kak, aku menyetujui permintaan kakak." Ucap Elisabeth sambil tersenyum.


" Sekarang kita makan dulu setelah itu masukkan kembali pakaianmu." Ucap Dennis sambil tersenyum membalad senyuman Elisabeth.


" Baik kak." Jawab Elisabeth


Merekapun makan bersama dalam diam tanpa bicara sedikitpun. Selesai makan dan minum Elisabeth merapikan kembali pakaiannya ke dalam lemari.


" Kita jalan - jalan yuk?" Ajak Dennis


Dennis melakukan itu karena dirinya tidak mau terus - terusan di kamar bersama Elisabeth karena pikirannya selalu mesum terlebih dirinya sudah tahu bentuk tubuh Elisabeth yang membuat adik kecilnya sering menegang.

__ADS_1


Bagaimana pun Dennis adalah pria normal, dirinya juga tidak tahu setiap melihat Elisabeth pikirannya selalu mesum sedangkan jika dirinya melihat gadis atau wanita memakai pakaian kurang bahan Dennis biasa saja dan adik kecilnya juga tidak terpengaruh berbeda dengan Elisabeth padahal Elisabeth bersikap biasa dan tidak memakai pakaian minim juga tidak pernah menggodanya.


" Ayo " Jawab Elisabeth


Mereka berdua keluar dari kamarnya sambil berpelukan dari arah samping dan melihat Rocky, Putri dan Doddy sedang mengobrol di ruang tamu.


" Tumben nih pengantin baru keluar dari kamar." ledek Doddy


Elisabeth menyembunyikan wajahnya yang memerah menahan malu ke dada bidang Dennis sedangkan Dennis hanya tersenyum.


" Iya donk, memang kamu jomblo." Ledek Dennis


" Kamu tega Den, mentang - mentang kalian sudah ada pasangan." Ucap Doddy sambil tersenyum kecut


" Makanya cari Dod." Ucap Rocky


" Banyak cewek menolakku, kamu sendiri lihat aku gendut, item dan jelek." Ucap Doddy sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


" Kak Doddy tidak begitu gendut kok sudah mulai langsing mungkin karena selama pendidikan militer jadi kak Doddy berat badannya turun terus." Ucap Putri


" Benar kata Putri kak, kalau masalah wajah ada kok sekarang produk yang bisa memutihkan kulit pasti kak Doddy tambah tampan dan banyak wanita yang suka." Ucap Elisabeth memberikan semangat


" Terima kasih Elisabeth dan Putri kalian membuatku tidak sedih lagi." ucap Doddy sambil tersenyum.


" Sayang kalian berdua sudah ada yang punya." ucap Doddy


" Aku tidak tampan ya?" tanya Dennis cemberut.


" Kalau kak Dennis sangat tampan tidak ada duanya." ucap Elisabeth sambil tersenyum dan membelai rahang Dennis.


" Kalau aku bagaimana sayang?" tanya Rocky yang tidak mau kalah dengan Dennis.


" Tentu tunanganku yang paling tampan." Puji Putri sambil mengusap pipi Rocky.


" Aish sudah jangan pamer kemesraan kalian." Ucap Doddy dengan nada kesal.


" Kak Dennis katanya mau ngajak ku jalan-jalan?" tanya Elisabeth berusaha mengalihkan perhatian karena tidak enak dengan Doddy.


" Ayo kita pergi." Ajak Dennis


" Aku ikut donk." Ucap Rocky, Putri dan Doddy serempak


" Ok." Jawab Dennis


Kini mereka berada di dalam mobil Dennis duduk di kursi pengemudi sedangkan Elisabeth berada di samping pengemudi, untuk Rocky duduk di tengah-tengah antara Putri dan Doddy.


" Sampai di mall kita pisah ya?" pinta Dennis

__ADS_1


" Ok." Jawab Rocky


" Kalian enak bersama pasangan sedangkan aku sendirian." Gerutu Doddy


" Dod, kalau kamu ikuti kami terus bagaimana kamu dapat jodoh." ucap Dennis


" Benar kata Dennis, siapa tahu pas di mall kamu bertemu dengan jodohmu." Ucap Rocky


" Amin, aku harap bisa bertemu dengan gadis cantik dan baik hati." Ucap Doddy penuh harap


" Amin." Jawab mereka serempak


Akhirnya mereka sudah sampai di mall dan sesuai permintaan Dennis mereka berpisah Dennis bersama Elisabeth, Rocky bersama Putri sedangkan Doddy berjalan sendirian.


Dennis dan Elisabeth


Dennis dan Elisabeth berjalan - jalan ke mall sambil bergandengan tangan.


" Kamu mau beli apa sayang?" Tanya Dennis


" Belum tahu kak." Ucap Elisabeth sambil melihat - lihat tanpa ada niat untuk masuk ke dalam toko.


" Biasanya kalau gadis itu suka belanja beli pakaian branded, perhiasan mahal, sepatu branded atau tas branded." Ucap Dennis


" Tapi aku bukan seperti mereka apalagi aku sudah punya semuanya." Ucap Elisabeth sambil melihat - lihat hingga mata Elisabeth melihat toko jam terkenal mahal.


( " Dia memang gadis yang berbeda aku bersyukur menjadi kekasihnya." Ucap Dennis dalam hati ).


" Kak kita ke toko jam yuk?" Ajak Elisabeth


" Ok." Jawab Dennis


Mereka berdua berjalan ke arah toko jam dan masuk ke dalam. Elisabeth melihat - lihat merk dan bentuk aneka jam hingga melihat sepasang jam tangan .


" Mba coba lihat yang ini." Pinta Elisabeth


" Baik nona." Jawab pelayan toko sambil mengambil jam yang di tunjuk oleh Elisabeth.


" Ini nona jam tangannya." Ucap pelayan toko memberikan sepasang jam tangan.


" Itu jam couple kamu mau beliin buat siapa?" tanya Dennis penasaran


" Buatku sendiri, cakep tidak?" tanya Elisabeth sambil mencoba jam yang berukuran kecil ke tangannya dan memperlihatkan ke Dennis.


deg


deg----------

__ADS_1


__ADS_2