
" Maafkan aku." ucap Dennis sambil memeluk Elisabeth dari arah belakang.
Elisabeth hanya bisa menangis dan karena lelah Elisabeth tertidur begitu pula dengan Dennis mereka tidur bersama.
Elisabeth membuka matanya dan melihat Dennis sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam.
" Ckckck... sudah di obati, aku selimuti eh langsung tidur." ucap Dennis dengan nada ketus.
" Apa maksud kak Dennis? bukankah kita tadi..." ucap Elisabeth menggantungkan kalimatnya sambil menatap tajam.
" Hei... ngapain kamu menatapku seperti itu? apa maksudmu kita tadi..." tanya Dennis sambil menaikkan salah satu alis matanya.
" Kak Dennis harus tanggung jawab." ucap Elisabeth sambil menatap tajam ke arah Dennis.
" Tanggung jawab apa?" tanya Dennis dengan nada bingung.
" Bukankah kita melakukan itu? jadi kak Dennis harus tanggung jawab." ucap Elisabeth sambil menatap tajam
Dennis mendekati Elisabeth kemudian duduk di samping ranjang. Dennis mendekatkan wajahnya ke wajah Elisabeth membuat Elisabeth gugup dan langsung memejamkan matanya.
" Pffftttt hahahaha... ternyata selain habis diobati, aku selimuti dan kamu mimpi kita melakukan hubungan suami istri dan bahkan sekarang berharap aku akan menciummu." ucap Dennis sambil tertawa lepas kemudian menjauhkan wajahnya.
" Mimpi? tapi kenapa seperti kenyataan?" tanya Elisabeth dengan nada bingung sambil membuka matanya.
ctak
" Aduh sakit." ucap Elisabeth sambil mengelus keningnya akibat di sentil Dennis.
" Sekarang aku tanya bagian privasimu perih atau tidak? kalau perih berarti kita melakukannya." ucap Dennis tanpa memperdulikan Elisabeth kesakitan akibat di sentil oleh Dennis.
Elisabeth merasakan bagian privasinya tidak perih berarti dirinya memang mimpi tapi kenapa seperti nyata. Wajah Elisabeth bersemu merah menahan malu teramat sangat karena menuduh yang tidak - tidak terhadap Dennis pria yang telah menolong dirinya.
" Maaf." Ucap Elisabeth lirih tanpa menatap wajah tampan Dennis.
" Apakah kamu ingin kita melakukannya?" goda Dennis
__ADS_1
Elisabeth menatap wajah tampan Dennis dengan tajam.
" Tidak." Jawab Elisabeth tegas.
" Aku juga tidak mau karena aku sangat tidak tertarik padamu." ucap Dennis sambil berdiri kemudian membalikkan badannya.
" Sekarang bersihkan dirimu setelah itu pergilah dari kamar hotelku ini." perintah Dennis
" Tapi koper dan tasku hil..." Ucapan Elisabeth terpotong oleh Dennis
" Ada di sana, sekarang mandilah karena aku tidak ingin ada wanita lain tidur di kamarku." ucap Dennis sambil menunjuk koper milik Elisabeth menggunakan jari telunjuk kanannya kemudian Dennis berjalan ke luar kamarnya.
( " Maaf bukannya aku mengusirmu tapi jika kamu tinggal di sini terlalu lama aku tidak kuat menahan hasratku karena walau bagaimanapun aku juga pria normal." ucap Dennis dalam hati ).
Elisabeth langsung menutupi tubuhnya dengan selimut kemudian turun dari ranjang sambil membuka kopernya untuk mengambil pakaiannya.
Setelah lima belas menit Elisabeth sudah selesai mandi dan berpakaian bertepatan dengan kedatangan Dennis.
" Aku pergi, terima kasih atas semuanya jika Tuhan menakdirkan kita bertemu kembali aku harap bisa membalas kebaikan kak Dennis." Ucap Elisabeth sambil berjalan meninggalkan Dennis sendirian di kamarnya sambil membawa tas kecil dan koper miliknya.
Dennis hanya diam dan membiarkan Elisabeth pergi dari kamarnya.
" Kenapa jantungku berdetak kencang ketika berdekatan dengan gadis itu tapi ketika aku berdekatan dengan wanita ular 🐍 itu aku biasa saja." Ucap Dennis sambil mengingat kejadian beberapa saat yang lalu.
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
Dennis meninggalkan Elisabeth di bandara dengan kondisi kesal.
" Huh... sudah baik hati aku tolongin malah ngatain aku gigolo. Aku sumpahin semoga ketemu orang jahat dan gadis itu di siksa." ucap Dennis dengan nada marah sambil memukul stir kemudi.
" Aduh kok mulutku jahat banget sih... ingat Dennis kamu mempunyai saudara perempuan." omel Dennis pada dirinya sendiri.
" Kenapa perasaanku tidak enak ya? balik... tidak... balik... tidak... balik sajalah." ucap Dennis.
Dennis pun kembali ke tempat bandara dan ingin mengajak Elisabeth untuk naik ke dalam mobilnya tapi sayang Elisabeth sudah naik taksi terlebih dahulu.
__ADS_1
" Sudah naik taksi, sudahlah aku ingin melanjutkan perjalanan." Ucap Dennis
" Tapi kenapa hatiku tetap tidak tenang ya? aku ikutin saja taksi itu." ucap Dennis.
Dennis mengikuti taksi itu hingga taksi itu berhenti di jalan yang sangat sepi.
" Kenapa taksi itu berhenti di jalan yang sepi?" tanya Dennis pada dirinya sendiri.
Sopir itu keluar dan menarik tangan gadis itu dan tidak berapa lama datang empat pria. Dennis yang ingin membantu Elisabeth mengurungkan niatnya karena melihat Elisabeth bisa melawan ke lima pria tersebut hingga Dennis melihat seseorang memukul tengkuk Elisabeth hingga Elisabeth tidak sadarkan diri.
" Si*l aku harus menolong gadis itu dari ke lima preman itu." Ucap Dennis sambil membuka pintunya.
Dennis hendak turun dari mobil langsung menghentikan langkahnya karena mendengar suara tembakan hingga ke lima preman itu langsung mati di tempat. Dennis pun menutup pintu mobilnya kembali untuk menunggu apa selanjutnya yang terjadi.
Para pria keluar dari semak - semak dan salah satu dari membawa Elisabeth dan di bawa ke dalam mobil hingga mereka meledakkan mobil penjahat tersebut.
" Sepertinya yang membawa gadis itu pimpinannya karena mereka semua menghormati pria itu. Aku susulin atau tidak ya? kok aku jadi seperti ini?" tanya Dennis dengan ragu
" Akhhhhh... ikuti saja siapa tahu gadis itu dalam bahaya." Ucap Dennis
Dennis pun mengikuti mobil tersebut hingga mobil itu berhenti di sebuah hotel. Dennis mengikuti pria tersebut dan setelah tahu kamar pria tersebut Dennis menyewa kamar untuk satu hari saja karena jika urusan sudah selesai Dennis akan pergi ke Magelang.
Sampai di kamar Dennis meretas cctv yang berada di kamar hotel. Matanya membulat sempurna melihat pria itu mencambuk Elisabeth dan Elisabeth hanya bisa berteriak menahan sakit dan tubuhnya tidak bisa digerakkan.
Tidak tahu kenapa hati Dennis sangat sakit melihat Elisabeth terluka membuat Dennis keluar dari kamar dan berjalan ke arah kamar hotel dan mendobrak pintu dengan kasar.
brak
Dennis menatap tajam ke arah pria itu yang sedang mencambuk Elisabeth. Tubuh mulus Elisabeth mengeluarkan darah segar membuat Dennis marah dan melempar selimut agar menutupi tubuh polos Elisabeth kemudian memukul pria brengsek itu secara berulang-ulang tanpa jeda sehingga pria itupun pingsan tidak sadarkan diri.
Dennis mendekati Elisabeth entah kenapa jantungnya berdetak kencang dan langsung membalikkan badannya tapi karena Elisabeth tidak bisa menggerakkan tubuhnya membuat Dennis tidak tega dan membawanya ke kamar.
Setelah selesai di obati Dennis menutupi tubuh polos Elisabeth dengan menggunakan selimut karena dirinya adalah laki - laki normal.
Dennis tiba - tiba teringat sesuatu kemudian tersenyum menyeringai sambil menatap wajah cantik Elisabeth tapi sayang Elisabeth sudah tertidur pulas.
__ADS_1
" Ckckck... sudah di tolong langsung tidur, lebih baik aku mandi lagi kasihan adik kecilku yang dari tadi tegang melihat tubuh mulus gadis itu." ucap Dennis sambil berjalan ke arah kamar mandi.
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx