Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Trauma


__ADS_3

cup


Dennis mengecup bibir Elisabeth kemudian membelai rambut Elisabeth.


" Jaga dirimu baik - baik dan jangan nakal." Ucap Dennis


" Iya kak, kakak tenang saja aku sangat mencintai kak Dennis dan hatiku sepenuhnya untuk kakak." Ucap Elisabeth


" Kakak juga sama. Tunggu kakak sampai kakak meraih apa yang kakak cita - citakan." Ucap Dennis


" Iya kak, Elisabeth akan setia menunggu kakak." Ucap Elisabeth


cup


Dennis mengecup bibir Elisabeth lagi dan turun dari mobil menyusul Rocky yang sudah turun dari tadi.


cup


" Selama kakak latihan militer jaga hatimu untuk kakak dan jangan menyakiti perasaan kakak." Ucap Rocky


" Kakak tenang saja, hatiku sudah dipenuhi untuk kak Rocky jadi tidak ada tempat untuk nama pria lain. Aku sangat mencintaimu kak dan aku harap kakak begitu juga." Pinta Putri


" Tentu saja kakak akan selalu setia dan tidak akan mengkhianati kepercayaan yang telah kamu berikan pada kakak." Ucap Rocky


cup


" Tunggu kakak sampai empat tahun lagi kita akan menikah." Ucap Rocky sambil mengecup bibir Putri.


" Iya kak, aku akan tunggu kakak karena hanya kak Rocky yang selalu melindungi Putri, menyayangi Putri dengan sangat tulus dan juga mencintai Putri dengan tulus." ucap Putri sambil menahan air matanya.


" Sstt sudah jangan menangis kakak turun dari mobil. Jaga dirimu baik - baik dan kalian berdua saling tolong menolong dan jaga persahabatan kalian." Pinta Rocky sambil membuka pintu mobil.


" Iya kak." Jawab Elisabeth dan Putri bersamaan.


Rocky melambaikan tangannya kemudian berjalan ke arah gerbang akademi militer Magelang dan di balas oleh Putri dan Elisabeth.


" Putri lihat itu." tunjuk Elisabeth



" Tampan dan gagah - gagah ya tapi lebih tampan dan gagah kekasihku." Ucap Putri


" Kekasihku juga tampan dan gagah." Ucap Elisabeth tidak mau kalah.


" Kalau melihat mereka pakai seragam sama susah mencari kekasihku." Ucap Putri


" Iya benar aku saja tidak tahu mana kak Dennis." Ucap Elisabeth


" Iya sama." ucap Putri.

__ADS_1


" Kita pulang yuk takut kemalaman." ucap Elisabeth.


" Ya benar, bikin ingat dulu." Ucap Putri


Elisabeth yang duduk di samping pengemudi memindahkan tubuhnya ke arah pengemudi karena dirinya yang akan mengendarai mobil sedangkan Putri keluar dari mobil dan duduk di samping pengemudi. Elisabeth mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


Tanpa sepengetahuan mereka berdua sadari tadi ada dua mobil mengikuti mobil mereka dari awal berangkat hingga mereka dalam berjalan pulang.


Di tempat yang sepi Elisabeth menghentikan mobilnya karena melihat mobil yang berada di depannya.


" Aduh siapa lagi mereka." keluh Elisabeth dan Putri bersamaan ketika melihat sebuah mobil berhenti kemudian keluar enam pria berwajah sangar.


" Kita keluar saja." Ucap Putri


" Mereka membawa senjata." Ucap Elisabeth dengan panik dirinya masih trauma dengan kejadian kemarin.


" Kamu di dalam saja biar aku menghadapi mereka." Ucap Putri ketika melirik sekilas wajah pucat Elisabeth


" Tapi apakah kamu mampu melawannya?" tanya Elisabeth


" Mau bagaimana lagi tidak ada orang lain yang akan membantu kita semua orang hanya melihat tanpa ada niat untuk membantu." Ucap Putri


" Memang benar, ayo kita turun bersama." Ajak Elisabeth sambil berusaha menahan rasa traumanya.


" Kamu yakin El?" tanya Putri


" Baiklah mereka sebentar lagi sampai di depan mobil kita." Ucap Putri


Ke dua gadis itupun membuka sealbeltnya kemudian hendak membuka pintu mobil tapi tiba - tiba lima belas orang berpakaian serba hitam keluar dari mobil yang berbeda.


" Aduh gawat tambah banyak, kita dosa apa sih El?" tanya Putri ikutan panik sambil menutup pintu mobilnya dan menguncinya.


" Ngga tahu Put, mau menelephon kak Dennis atau kak Rocky tidak mungkin mereka kan lagi ikut pendidikan." Ucap Elisabeth sambil menutup pintu mobilnya dan menguncinya.


Ke lima belas pria berpakaian serba hitam langsung menyerang ke enam pria tersebut dan salah satu dari lima belas pria berpakaian serba hitam memberikan kode ke arah Elisabeth untuk pergi dari tempat itu. Elisabeth yang mengerti kode tersebut langsung menganggukkan kepalanya dan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


" Mereka siapa ya?" tanya Elisabeth


" Ngga tahu yang penting kita selamat." ucap Putri


" Iya benar." Jawab Elisabeth


Setengah jam kemudian mereka sudah sampai, Elisabeth memasukkan mobilnya ke garasi kemudian masuk ke dalam rumah milik orang tua Rocky. Mereka masing - masing masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya kemudian istirahat karena besok mereka berkerja.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda ke lima belas pria serba hitam berhasil membuat ke enam pria itu babak belur dan langsung di bawa ke markas.


" Siapa yang menyuruh kalian?" tanya salah dari mereka

__ADS_1


" Kami tidak akan mengatakannya." ucap mereka serempak


" Baiklah." Jawab salah satu dari mereka


dor


akhhhhh


Salah satu dari ke enam pria itu mati di tembak pas di keningnya membuat ke lima pria itu terkejut.


" Masih tidak mau mengaku?" tanya pria itu


" Tidak." Jawab mereka serempak lagi


dor


akhhhhh


Salah satu dari ke lima pria itu mati di tembak pas di keningnya membuat ke empat pria itu terkejut.


" Masih belum juga mengaku?" tanya pria itu lagi


" Tidak." Jawab mereka serempak lagi


dor


akhhhhh


Salah satu dari ke empat pria itu mati di tembak pas di keningnya membuat ke tiga pria itu terkejut dan wajahnya semakin pucat karena sebentar lagi gilirannya mati di tembak.


" Sepertinya kalian lebih suka mati dari pada mengatakan siapa yang menyuruh kalian." ucap pria tersebut


Tiba - tiba ponselnya berdering membuat pria itu keluar dari ruangan tersebut. Setelah agak jauh pria itu menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya ke telinganya.


" Hallo bos." Panggil anak buahnya


" Mereka tidak akan mengaku karena keluarga mereka di sandera dan kami sudah membebaskan mereka semua dan sekarang keluarganya ada di tangan kita. Aku sudah mengirimkan foto keluarga mereka ke ponselmu dan gunakan itu untuk menekan agar mereka mengaku siapa yang menyuruhnya." Ucap pria itu dari sebrang.


" Baik tuan, saya akan lakukan." Ucap pria itu.


tut tut tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan, pria itupun kembali lagi ke tempat gudang luas di mana masih tersisa tiga pria bersamaan ponselnya berdering tiga kali tanda ada pesan masuk sebanyak tiga kali. Pria itu membuka ponselnya dan tersenyum devil sambil melangkahkan kakinya ke arah tiga pria tersebut.


" Masih tidak mau mengakuinya?" tanya pria itu lagi


" Kami tidak akan mengatakannya." Ucap mereka bertiga serempak.


" Aku tahu kalau keluarga kalian di sandera dan kini keluarga kalian kini sudah berada di tangan kami. Apakah kalian tetap tidak mengaku?" tanya pria itu.

__ADS_1


__ADS_2