Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Petra dan Rahul


__ADS_3

" Honey, aku tidak mempunyai pakaian." Ucap Petra dengan nada manja.


" Tenang saja sampai di mansionku sayangku tinggal pilih mana yang kamu suka." ucap Rahul


Petra hanya tersenyum kebahagian sudah di depan matanya.


( " Biarlah gendut dan jelek yang penting pria ini bisa aku kuras hartanya setelah dia miskin aku tendang pria ini."ucap Petra dalam hati ).


Tidak berapa lama mereka sudah sampai di rumah sakit. Luka Petra diobati oleh dokter setelah selesai di obati mereka pergi lagi ke mansion milik Rahul.


" Oh iya sayang aku ingin mempunyai keturunan darimu, jika sayangku hamil jangan pernah berpikiran untuk menggugurkannya." pinta Rahul.


" Tenang saja honey, aku bukan wanita jahat yang membunuh anak kandungnya sendiri. ucap Petra sambil tersenyum palsu.


( " Ih ogah banget, begitu aku tahu kalau aku hamil aku pasti akan menggugurkannya, malas banget mengurus anak sangat merepotkan di tambah lagi anakku pasti jelek mirip bapaknya." umpat Petra dalam hati ).


( " Awas saja kalau menggugurkan anakku." ancam Rahul dalam hati ).


" Baguslah kalau begitu karena ada wanita yang aku tidu*i ternyata dia berani menggugurkan kandungannya." ucap Rahul sambil melirik sekilas ke arah Petra.


" Wanita itu jahat banget anak kandung kok digugurkan." ucap Petra dengan nada pura - pura sedih.


( " Bagaimana tidak mau menggugurkan bapaknya saja gendut dan jelek yang ada nanti anaknya ngikutin bapaknya gendut dan jelek." ucap Petra dalam hati ).


Selama dalam perjalanan Petra hanya bisa berkata - kata dengan lembut agar pria itu bersikap lembut padanya dan menjalankan rencana mulusnya.


( " Jika aku nanti sudah kaya aku akan tendang pria ini dan menikah dengan Rocky. Bagaimanapun caranya Rocky harus menjadi milikku." ucap Petra dalam hati ).


" Memang jahat banget karena itulah wanita itu aku hukum." ucap pria itu sambil tersenyum menyeringai tanpa diketahui oleh Petra.


" Di hukum apa?" tanya Petra penasaran.


" Suatu saat nanti aku kasih tahu." ucap Rahul santai.


" Apakah kamu ada niat untuk menggugurkan anak kita?" sambung Rahul sambil menatap gadis itu dari arah samping.


" Tentu saja tidak." ucap Petra sambil tersenyum dan menatap Rahul.


" Baguslah kalau begitu karena aku tidak suka." ucap Rahul sambil tersenyum.


( " Hahahaha dasar bodoh mau saja aku bohongin." ucap Petra dalam hati menertawakan Rahul ).

__ADS_1


( " Kamu pikir aku bodoh, kamu salah Petra aku tahu kalau kamu hanya memanfaatkan kekayaan ku saja tapi aku suka dengan cara licikmu. Aku akan mengikuti permainanmu sampai di mana... hahahaha... " ucap Rahul dalam hati sambil tertawa).


" Kenapa honey tertawa?" tanya Petra dengan nada lembut.


" Aku sangat senang karena kamu mau mengandung anakku." ucap Rahul sambil tersenyum


Petra hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan Rahul.


( " Akan aku buat kamu hamil anakku bagaimana pun caranya." ucap Rahul dalam hati ).


Tidak berapa lama merekapun sudah sampai di mansion yang sangat megah membuat mata Petra berbinar - binar. Mereka masuk ke dalam gerbang yang sangat tinggi ketika 2 orang bodyguard datang membuka pintu gerbang.


Rahul dan Petra keluar dari mobil ketika pintu mereka di buka oleh sopir dan bodyguard. Rahul menarik Petra ke dalam kamar pribadinya karena dirinya ingin menerkam Petra karena tubuh Petra terasa candu baginya.


" Kenapa kita masuk ke kamar?" tanya Petra


" Kita buat anak sayang lebih cepat lebih baik." bisik Rahul sambil mendorong perlahan tubuh Petra.


bruk


Tubuh Petra terlentang di ranjang dan Rahul langsung menin**h tubuh Petra.


sretttt


sretttt


" Kenapa dress nya di robek, aku kan suka dress itu." protes Petra


" Nanti aku belikan yang banyak tenang saja sayang." bisik Rahul sambil memberikan pemanasan.


Jleb


Setelah di rasa cukup Rahul memasuki tubuh Petra hingga keduanya mengeluarkan suara-suara *******. Setelah satu jam lebih bermain senjata rudal milik Rahul langsung ditembak sesuai sasarannya setelah itu Rahul menarik senjata rudalnya untuk istirahat sebentar.


Tiba - tiba ponsel milik Petra berdering mbuat Petra dengan enggan bangun dari ranjang untuk mengambil tas kecil miliknya yang tergeletak di lantai. Petra hanya menghembuskan nafasnya perlahan kemudian menggeser tombol berwarna hijau.


" Hallo kak." ucap Petra dengan nada jutek.


" Kamu kemana aja Petra, kakak mencarimu." ucap Putri dengan nada lembut.


" Kakak tahu tidak gara - gara tunangan kakak aku di tinggal di rumah makan. Lebih baik kakak putus saja sama tunangan kakak yang pelit itu." adu Petra.

__ADS_1


" Apa??? kata kak Rocky kamu pergi sama teman kamu?" tanya Putri dengan nada terkejut.


" Dia bohong kak, dia ninggalin Petra di restoran lebih baik kakak cari cowok lain." ucap Petra berusaha agar kakaknya putus dengan Rocky dan dirinya bisa memiliki Rocky.


" Kakak akan tanyakan ke kak Rocky. Sekarang kamu di mana? kakak jemput ya?" tanya Putri


" Aku tidak tahu kak karena aku..." ucap Petra terpotong oleh suara Rahul.


" Sayang lagi ya? adik kecilku sudah tegak lagi nih." ucap Rahul sambil memainkan ke dua gunung kembar milik Petra.


" Petra, itu siapa?" ucap Putri dengan nada kuatir.


" Dia yang menyelamatkan ahhh.. diriku ketika pihak restoran ahhh... meminta bayaran makanan yang aku ahhh... makan." ucap Petra sambil mendesah karena tangan kiri Rahul memainkan salah satu gunung kembar milik Petra dan tangan kanannya memasukkan jarinya ke dalam goa yang paling dalam.


" Kenapa dengan suaramu Petra?" tanya Putri dengan nada polos karena dirinya belum pernah melakukannya.


jleb


ahhhh


Rahul memasuki tubuh Petra membuat Petra merem melek dan mengeluarkan suara merdu di telinga Rahul membuat Rahul semakin bersemangat menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang.


" Petra ada apa dengan..." ucapan Putri terputus karena suara ponselnya langsung terputus secara sepihak.


brak


tut tut tut tut tut


Rahul mengambil paksa ponsel milik Petra kemudian langsung di lempar ke dinding hingga ponsel milik Petra hancur berkeping-keping.


" Kenapa ponselku di banting?" protes Petra membuat dirinya tidak menikmati lagi permainan panas dengan Rahul.


" Mengganggu saja, nanti aku belikan yang baru dengan ponsel yang lebih bagus lagi." ucap Rahul sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang.


" Baiklah." ucap Petra tersenyum bahagia membuat mood Petra kembali baik.


" Tadi kamu memanggil kakak waktu kalian mengobrol di telepon. Katamu kamu hidup sebatang kara, lalu siapa dia? apa kamu membohongiku?" tanya Rahul yang masih menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang.


" Ahhhh..." keduanya saling mendesah bersamaan ketika Rahul mengeluarkan laharnya.


Rahul menarik kerisnya kemudian memindahkan tubuhnya di samping Petra untuk melihat wajah Petra.

__ADS_1


" Dia kakak tiriku dulu sangat baik padaku tapi semenjak kakakku bertunangan sifatnya berubah menjadi jahat dan ingin membunuhku karena itulah aku tidak mau menganggapnya sebagai kakak ku." ucap Petra sambil memeluk Rahul agar dirinya tidak ketahuan kalau dirinya berbohong.


" Tenanglah ada aku yang akan menjagamu." Ucap Rahul sambil membalas pelukan Petra.


__ADS_2