
ceklek
Petra menatap mereka biasa saja ketika mereka melakukan hubungan suami istri bahkan dengan santai Petra berjalan ke arah lemari dan memakai pakaiannya tanpa memperdulikan mereka berdua.
" Sayang masukkan di dalam aku ingin hamil anakmu." mohon wanita itu
" Apakah kamu tidak malu jika nanti kamu hamil anakmu jelek seperti aku?" tanya Rahul sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang.
" Tidak sayang, aku mohon masukkan ke dalam karena aku ingin hamil anakmu." mohon wanita itu.
" Baiklah kalau itu maumu, akhhhhh...." Ucap Rahul melepaskan laharnya ke dalam rahim wanita itu sambil mendesah.
Rahul memeluk wanita itu dan wanita itupun membalas pelukan Rahul sambil bersandar di dada bidang Rahul.
" Hei wanita murahan kamu jangan berharap untuk menikah dengan suamiku karena aku tidak mengijinkannya." ucap Petra dengan menatap tajam ke wanita itu.
" Nyonya tenang saja aku tidak akan meminta untuk dinikahi, jika aku hamil aku akan merawat anak ini dengan penuh kasih sayang karena jujur sejak mahkotaku di ambil oleh suami nyonya dan sering melakukan hubungan suami istri aku mulai jatuh cinta dengan suami nyonya." ucap wanita itu.
" Kau berani nya mengatakan itu padaku hah!!!" bentak Petra sambil tangan kanannya siap dilayangkan ke arah wanita itu.
Wanita itu hanya memejamkan matanya seakan pasrah jika dirinya di tampar tapi tangan kekar Rahul menahan tangan Petra.
" Jangan sekali - kali kamu menyentuhnya apalagi sampai menyakitinya." ucap Rahul dengan nada dingin
" Honey, aku ini istrimu." ucap Petra dengan air matanya mulai keluar.
Air mata yang menjadi andalan Petra karena dirinya yakin suaminya akan luluh. Entah kenapa perut Petra terasa mual membuat Petra berlari ke kamar mandi. Entah kenapa biasanya dia sangat perhatian dan mencintai istrinya kini hatinya mulai membeku dan tidak memperdulikan istrinya Petra.
" Sayang, aku ingin lagi." ucap Rahul sambil menin**h tubuh wanita itu. Mereka pun melakukan kegiatan olahraga panasnya hingga Rahul benar - benar puas barulah Rahul berhenti.
" Ini cek dan isi sesuai keinginanmu karena servis mu benar - benar mempuaskan." ucap Rahul sambil memberikan selembar cek.
" Tidak tuan aku melakukan ini karena aku tulus mencintai tuan." ucap wanita itu menolak pemberian cek dan memakai kembali pakaiannya.
" Jika tuan masih menginginkan tubuhku lagi hubungi aku dan aku akan datang dengan senang hati tanpa perlu di bayar karena uang yang dulu tuan berikan masih ada." sambung wanita itu.
" Apa yang membuatmu mencintaiku? apa karena aku kaya?" tanya Rahul penasaran.
" Aku tidak tahu tapi yang pasti aku merasa nyaman jika dekat dengan tuan Rahul. Tuan Rahul orang yang pertama kali menyentuhku dan jika tuan sudah mulai bosan padaku tolong katakan padaku agar aku pergi dari kota ini." Ucap wanita itu sambil menatap wajah Rahul.
__ADS_1
" Kenapa kamu ingin pergi?" tanya Rahul dengan nada bingung
" Karena aku ingin melupakan tuan dan aku harap aku bisa hamil dan berharap agar anak kita mirip denganmu untuk mengobati kerinduanku." ucap wanita itu.
" Apakah kamu ada keinginan untuk menikah?" tanya Rahul
" Ada yaitu hanya menikah dengan tuan walau itu hanya sebuah mimpi, maaf tuan saya pergi dulu." Pamit wanita itu sambil mengecup bibir Rahul sekilas dan pergi meninggalkan Rahul
Rahul hanya menatap kepergian wanita itu dan entah kenapa jantungnya berdetak kencang. Tiba - tiba terdengar suara orang terjatuh membuat Rahul memakai celana boxernya yang berada di lantai dan berjalan ke arah kamar mandi.
" Petra." Panggil Rahul terkejut
Petra berbaring di lantai kamar mandi dan tidak sadarkan diri. Rahul langsung menggendong Petra dan membaringkannya di ranjang. Rahul menghubungi dokter pribadinya untuk datang kemudian Rahul berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Selesai mandi dan berpakaian Rahul duduk di samping ranjang di mana wajah istrinya sangat pucat.
" Kenapa sekarang perasaanku semakin lama semakin hilang dan hanya perasaan biasa saja sedangkan wanita itu kenapa sekarang memikirkannya. Apakah dia benar-benar mencintaiku atau hanya hartaku tapi jika hartaku mana mungkin dia menolak cekku." Ucap Rahul dengan bingung
Rahul menghubungi seseorang untuk mencari informasi tentang wanita itu kemudian menaruh ponselnya ke meja dekat ranjang.
tok
tok
tok
ceklek
Seorang pemuda tampan masuk ke dalam kamar Rahul, dia adalah dokter keluarga sekaligus sahabat Rahul.
" Ada apa?" tanya dokter tersebut
" Tolong cek keadaan istriku kenapa dia pingsan." Perintah Rahul
" Ok." Jawab sahabatnya singkat
Sahabat sekaligus merangkap dokter mulai memeriksa Petra setelah beberapa saat dokter itupun merapikan peralatan dokternya.
" Selamat bro istrimu hamil." ucap dokter tersebut.
__ADS_1
" Apa hamil?" tanya suaminya tidak percaya
" Iya benar istrimu hamil untuk mengetahui usia kandungan datanglah ke rumah sakit dan cek ke dokter kandungan." ucap sahabatnya.
" Baik. Terima kasih banyak." Ucap Rahul
" Ok." Jawab sahabatnya sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.
" Padahal aku berencana ingin menceraikan istriku dan wanita itu akan aku jadikan simpananku sampai aku yakin dia mencintaiku dengan tulus barulah aku akan menikahi dirinya tapi kini istriku hamil." ucap Rahul sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Dirinya frustasi karena apa yang baru saja direncanakannya terpaksa tidak dilakukan karena istrinya hamil hingga dia menemukan sebuah ide.
" Wanita itu tetap aku jadikan simpanan sampai istriku melahirkan barulah aku cerai dan jika selama menjadi simpanan wanita itu sesuai dengan apa yang aku harapkan barulah aku akan menikah dengan wanita itu." Ucap Rahul sambil tersenyum menyeringai.
Tidak berapa lama Petra membuka matanya dan menatap suaminya yang bagi dirinya sangat menyebalkan.
" Kenapa aku berbaring di ranjang karena seingatku aku berada di kamar mandi?" tanya Petra sambil memegang kepalanya yang masih terasa pusing.
" Kamu pingsan dan sekarang kita pergi ke rumah sakit." Ucap suaminya yang tidak memberi tahukan kalau istrinya sedang hamil anak mereka.
" Kenapa ke rumah sakit?" tanya Petra dengan nada bingung.
" Ck... Sudahlah jangan bertanya kita ke dokter saja." ucap suaminya.
" Baiklah." ucap Petra dengan singkat sambil menahan kesal.
Singkat cerita kini mereka berada di ruangan tempat praktek dokter kandungan.
" Kenapa kita ke dokter kandungan?" tanya Petra sambil berbaring di ranjang.
Seorang perawat memberikan gel ke perut Petra dan seorang dokter menaruh stick yang terhubung dengan layar monitor.
" Kata dokter keluarga kamu hamil dan untuk memastikan kita cek ke dokter kandungan." Jawab suaminya.
" Apa???" teriak Petra dengan nada terkejut
" Selamat tuan, anak tuan kembar." ucap dokter tersebut
" Apa dok? kembar?" tanya Rahul dengan mata berbinar
__ADS_1
" Apa??? tidak mungkin?? teriak Petra
Petra merasa sangat shock mendengar berita tersebut membuat dirinya membulatkan matanya dengan sempurna berbeda dengan suaminya yang sangat bahagia karena dirinya akan menjadi seorang ayah.