Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Bayi Kembar


__ADS_3

Dona berjalan dengan langkah cepat begitu pula dengan mereka. Lima menit kemudian mereka sudah sampai. Dona menunjukkan rumahnya dan pria itupun masuk ke dalam untuk memeriksa kondisi Putri.


Tidak berapa lama terdengar suara bayi menangis dan dua menit kemudian terdengar suara bayi yang saling bersahutan.


" Syukurlah sudah lahir, tapi kenapa suara tangisan bayinya ada dua ya?" Tanya Dona


" Pasti bayi kembar." Ucap wanita cantik itu.


" Syukurlah kalau kembar aku ikut senang. Oh ya hampir lupa kenalkan aku Dona." Ucap Dona memperkenalkan dirinya sambil tangan kanannya di arahkan ke arah wanita itu.


" Namaku Imel dan suamiku bernama Ramon sedangkan putra pertamaku bernama Ray dan putra ke duaku bernama Rey. Rey menginap di mansion mertuaku." Ucap Imel membalas uluran tangan Dona.


" Syukurlah tuan dan nyonya datang ke sini." Ucap Dona sambil melepaskan tangannya begitu pula sebaliknya.


" Kalau boleh tahu kenapa kamu dan temanmu bisa terdampar di pulau ini?" Tanya Imel


" Kami bertiga menaiki kapal namun di tengah jalan kapal yang kami naiki meledak." Ucap Dona menceritakan secara singkat.


" Ikutlah dengan kami ke kota nanti dari kota kalian bisa menghubungi keluarga kalian." Tawar Imel


" Terimakasih banyak nyonya." Jawab Dona


" Panggilah Imel umur kita hanya selisih beberapa tahun." Ucap Imel


" Bagaimana kalau aku memanggilmu dengan sebutan kak Imel?" Tanya Dona


" Boleh." Jawab Imel


Tidak berapa lama Ramon keluar dari rumah mungil itu dan berjalan mendekati mereka.


" Bagaimana dad?" Tanya Imel


" Semuanya sehat, sepasang laki-laki dan perempuan." Jawab Ramon


" Syukurlah mommy ikut senang. Oh iya dad mereka boleh ikut kan?" Tanya Imel


" Boleh." Jawab Ramon.


" Kalau begitu kami bersiap-siap dulu." Ucap Dona


Dona masuk ke dalam dan melihat Elisabeth dan Putri masing-masing sedang menggendong bayi mungil yang sangat menggemaskan.


" Putri, kamu kuat tidak?" Tanya Dona


" Memangnya kenapa?" Tanya Putri


" Kalau kuat kita pergi dari pulau ini ikut dengan mereka." Ucap Dona.

__ADS_1


" Aku masih kuat, ayo kita pergi dari sini." Ucap Putri bersemangat.


" Baik." Jawab Elisabeth dan Dona serempak.


Merekapun keluar dari rumah itu, tangan kiri Dona menggendong bayi sedangkan tangan kanannya membawa kayu sedangkan Elisabeth yang tidak menggendong bayi tangan kanan dan kirinya masing-masing memegang tiga kayu total enam kayu membuat mereka bingung.


" Kenapa membawa kayu?" Tanya Imel


" Jaga-jaga kak Imel, kadang di hutan ini ada binatang buas." Ucap Dona


" Apa??" Teriak Imel dengan wajah pucat karena merasa takut di serang binatang buas.


" Tenang saja kak kami bertiga bisa bela diri, kami akan melindungi kakak dan anak kakak." Jawab Dona.


" Kalau begitu bayinya aku yang gendong karena kakak tidak bisa bela diri." Jawab Imel.


" Baik kak." Jawab Dona sambil menyerahkan bayi milik Putri ke Imel.


Imelpun menerima bayi tersebut dan Dona mengambil lagi kayu satu lagi dari tangan Elisabeth jadi kanan dan kiri memegang masing-masing satu kayu.


" Apakah ada lagi kayunya?" Tanya Ramon


" Ada kak." Jawab Dona


" Ray, bawa tas daddy." Ucap Ramon sambil memberikan tasnya ke arah putranya.


" Satu atau dua kak?" Tanya Elisabeth


" Dua saja." Ucap Ramon


Elisabeth memberikan dua kayu ukuran agar besar. Kini Elisabeth memegang tiga kayu berjaga-jaga kalau kayunya patah ketika mereka melawan binatang buas.


" Dona kamu berjaga di depan, aku dari arah samping kanan dan kak Ramon dari belakang, menurut kak Ramon bagaimana?" Tanya Elisabeth


" Boleh juga." Ucap Ramon


Sesuai perkataan Elisabeth, Dona berjalan ke arah depan sambil matanya melirik ke arah kanan dan kiri begitu pula dengan mereka. Hingga mata Elisabeth melihat ular piton ukuran besar berjalan ke arah Imel.


" Ada ular piton." Ucap Elisabeth sambil ke dua kayunya di angkat untuk memukul ular piton tersebut.


" Daddy, mommy takut." Ucap Imel


" Jangan takut daddy akan melindungi kalian." Ucap Ramon sambil membantu Elisabeth memukul ular.


" Dona dan Putri waspada mata kalian lindungi kak Imel dan anaknya." Ucap Elisabeth


" El, aku minta kayunya." Ucap Putri.

__ADS_1


Elisabeth memberikan kayu yang berada di tangan kanannya yang kebetulan tangan kanannya memegang dua kayu ke arah Putri.


Putri dan Dona matanya waspada melihat ke sekelilingnya dan tanpa sengaja Dona melihat ada ular piton lainnya yang berjalan ke arah mereka.


" Ada ular piton menuju ke arah kita, kamu tetap berjaga siapa tahu ada ular lain." Ucap Dona sambil memukul ular tersebut.


Elisabeth dan Ramon memukul ular piton tersebut secara bertubi-tubi setelah mulai lemas Ramon meninggalkannya dan membantu Dona sedangkan Elisabeth masih memukulnya hingga ular itu mati.


Elisabeth berjalan mendekati Dona, Imel dan Ray sambil matanya waspada. Ramon dan Dona sudah selesai membunuh ular tersebut kemudian merekapun melanjutkan perjalanan menuju ke arah laut. Mereka naik kapal menuju ke kota tempat di mana mereka akan menghubungi keluarganya.


" Kalian bertiga istirahat di dalam kamar dan ini pakaian ganti buat kalian." Ucap Imel sambil memberikan tiga stel pakaian untuk ke tiga gadis tersebut.


" Baik kak." Jawab ke tiga gadis tersebut samb menerima pakaiannya.


Merekapun bergantian mandi karena mereka satu kamar. Selesai mandi mereka beristirahat karena perjalanan mereka masih jauh. Esok paginya mereka sudah sampai di kota dan tinggal di mansion milik Ramon.


" Ini ponselnya, silahkan menghubungi keluargamu." Ucap Imel sambil memberikan ponsel miliknya.


Putri menerima ponselnya dan menghubungi keluarganya tapi tidak di angkat kemudian mencoba menghubungi kekasihnya Rocky tetap sama tidak di angkat.


" Tidak di angkat." Ucap Putri


" Coba aku dulu." Ucap Elisabeth


Elisabeth menghubungi keluarganya juga tidak di angkat kemudian menghubungi kekasihnya Dennis sambungan ke dua baru di angkat.


" Hallo." Panggil Dennis


" Sayang." Panggil Elisabeth sambil menahan air matanya karena sangat merindukan kekasihnya.


" Elisabeth." Panggil Dennis dengan nada terkejut


" Iya sayang aku Elisabeth, bisa jemput kami?" Tanya Elisabeth


" Kalian di mana? Kamu baik-baik saja? Kenapa baru sekarang menghubungiku?" Tanya Dennis beruntun.


" Aku ada di... kota Semarang, alamatnya xxxxxxx Jl. xxxxxxx no. 5." Ucap Elisabeth


Elisabeth sempat menjeda kalimatnya karena menatap Imel dan Imel yang mengerti langsung menyebutkan alamatnya.


" Kebetulan kak Arlan dan Harlan ada di kota Semarang, aku akan menghubungi mereka." Ucap Dennis


" Baik sayang, sayang..." Panggil Elisabeth


" Ya." Jawab Dennis


" Apakah sayangku, kak Rocky dan kak Doddy sudah menikah?" Tanya Elisabeth karena Dona dan Putri berbisik menanyakan kekasihnya sambil menekan tombol loud speaker agar ke dua temannya mendengarkan.

__ADS_1


__ADS_2