Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Acara Pernikahan Dennis


__ADS_3

" Bagus, kalau begitu besok pagi kita pergi ke Indonesia." ucap pria paruh baya itu sambil melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian memeluk wanita itu.


Wanita itupun terpaksa menuruti hasrat pria paruh baya itu demi dendam pada keluarga besar Alvonso dan terlebih Alviana.


" Punyamu sungguh sudah tidak enak!! adakah wanita lain untuk menggantikanmu?" tanya pria paruh baya itu sambil menarik kerisnya kemudian berbaring di sebelah wanita itu dengan nada menghina setelah puas menikmati tubuh wanita itu sampai berulang kali hingga wanita itu tumbang.


" Sudah ada, setelah dua hari kamu bisa melakukannya." ucap wanita itu sambil menahan amarahnya.


" Ck.. kenapa lama sekali?" tanya pria paruh baya itu dengan nada kesal.


" Baiklah, besok setelah kita sampai di Indonesia, paman bisa melakukannya sampai sepuasnya." ucap wanita itu


" Baguslah, karena besok siang ada barang baru maka untuk hadiah perpisahan kita kamu harus puaskan sampai besok pagi kita beristirahat kalau aku lelah dan lapar." ucap pria paruh baya itu sambil tersenyum menyeringai.


" Apa?? tidak aku sangat lelah." tolak wanita itu dengan tegas.


" Tidak ada penolakan, toh kamu hanya diam dan aku yang bekerja apalagi besok siang kita tidak melakukan lagi karena aku sudah ada penggantimu" ucap pria paruh baya itu sambil menin**h wanita itu.


Merekapun melakukan lagi - lagi dan lagi hingga pagi hari menjelang karena lelah mereka pun tidur saling membelakangi.


( " Tunggulah pembalasanku pria tua dua hari lagi akan mendapatkan hadiah yang tidak pernah kamu bayangkan. Keluarga besar Alvonso bersiaplah kalian akan aku buat malu dengan kegagalan pernikahan kalian terlebih kamu Alviana kamu harus membayar mahal atas apa yang terjadi dengan orang tuaku dan untuk Max tunggulah sebentar lagi kita bertemu lagi." ucap wanita dalam hati sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya akibat ulah paruh baya itu yang sudah selesai melakukannya secara berulang-ulang ).


Tidak membutuhkan waktu lama wanita itu tertidur begitu pula dengan pria paruh baya tersebut.


xxxxxxx


Di Tempat Yang Berbeda


Setelah menerima telepon dari Elisabeth, membuat Dennis tidak konsentrasi bekerja hingga terdengar suara pintu terbuka membuat Dennis menatap pintu itu.


ceklek


Pintu terbuka tampak mommy Laras dan daddy Alvonso masuk ke dalam kemudian berjalan ke arah sofa dengan di ikuti oleh Dennis.


" Lho mommy dan daddy ada di sini?" tanya Dennisa dengan nada terkejut.


" Kami hanya berkeliling ke semua perusahaan karena ingin melihat anak-anak Daddy bekerja atau tidak." ucap daddy Alvonso dengan nada menyindir.

__ADS_1


" Mommy dan Daddy, Dennis bingung?" ucap Dennis sambil mengusap wajahnya dengan kasar tanpa menjawab sindiran daddynya.


" Bingung kenapa sayang?" tanya mommy Laras


Dennis pun menceritakan semuanya yang telah terjadi sedangkan mommy Laras dan daddy Alvonso hanya mendengarkan ucapan Dennis.


" Apakah kamu yakin akan menikah dengan wanita itu?" tanya mommy Laras


" Dennis yakin mom." Jawab Dennis.


" Dennis, mommy dan daddy selalu menjodohkan anaknya teman - teman mommy dan daddy tapi kamu selalu menolakhnya dan tidak satupun dari mereka yang membuatmu menarik." ucap mommy Laras.


" Dennis tidak merasa cocok mom." ucap Dennis


" Baiklah jika kamu menikah dengan Elisabeth tapi dengan satu syarat." ucap mommy Laras


" Apa itu mom?" tanya Dennis sambil tersenyum senang karena mommynya setuju dirinya akan menikah dengan Elisabeth wanita yang sangat dicintainya.


" Mommy hanya minta satu syarat saja apapun yang terjadi kamu harus menuruti permintaan mommy." ucap mommy Laras.


" Baik, mommy pegang janjimu." ucap mommy Laras.


" Elisabeth kapan datang ke Indonesia!" tanya mommy Laras.


" Besok Elisabeth datang ke Indonesia dan nanti Dennis jemput di bandara" ucap Dennis


" Elisabeth tinggal di hotel milik kita saja." printah mommy Laras


" Baik mom." Jawab Dennis menuruti keinginan mommy Laras karena Dennis tipe orang yang penurut.


Mommy Laras dan daddy Alvonso tahu sifat masing-masing anaknya. Seperti contohnya sifat Dennis, Dennis type anak yang sangat penurut hanya saja jika mengenai seorang wanita Dennis agak memberontak dan cenderung memihak pada calon istrinya kecuali calon istrinya melakukan kesalahan-kesalahan yang sangat fatal barulah Dennis akan meninggalkan wanita itu walau dirinya masih sangat mencintainya.


" Ingat Dennis, jika Elisabeth memintamu untuk tinggal di mansion kami, kamu harus menolaknya karena kalian berdua belum menikah." perintah mommy Laras.


Dennis hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju sedangkan mommy Laras menghubungi seseorang untuk mengurus acara pernikahan anaknya Dennis dengan Elisabeth. Setelah selesai menghubungi ponsel milik mommy Laras dimasukkan kembali ke dalam tas.


" Setelah Elisabeth datang kalian datang ke butik milik bunda Clarissa nanti mommy akan menghubungi sahabat mommy." ucap mommy Laras

__ADS_1


" Baik mom, terima kasih." ucap Dennis.


" Dennis karena ini pernikahan sangat mendadak maka acara pernikahannya sederhana nanti acara resepsi pernikahan kalian baru diadakan meriah. Acara pernikahan sederhana hanya dari keluarga inti dan juga sahabat mommy dan daddy." ucap mommy Laras dengan tenaga tegas.


" Tapi mom, pernikahan itu sekali seumur hidup dan Dennis mengundang teman - teman Dennis." pinta Dennis.


" Menikah dengan disaksikan keluarga inti dan sahabat mommy dan daddy atau pernikahannya batal." ancam mommy Laras.


" Tapi kenapa mom?" protes Dennis tidak terima


" Mommy kan bilang karena mendadak dan apalagi kan mommy juga bilang kalau acara resepsi pernikahan kalian akan digelar dengan sangat meriah." ucap mommy Laras mencari alasan.


" Dennis mempunyai teman yang bisa mencetak undangan kilat dan juga tempat pesta serta catering." ucap Dennis


Mommy Laras menghembuskan nafasnya perlahan menghadapi sikap keras kepala anaknya. Mommy Laras terdiam memikirkan agar anaknya menuruti keinginannya sedangkan daddy Alvonso hanya menjadi pendengar yang baik.


" Dennis, tadi mommy bilang kalau mommy minta satu syarat saja apapun yang terjadi kamu harus menuruti permintaan mommy." ucap mommy Laras mengingat perkataan barusan.


" Iya mom, Dennis ingat." ucap Dennis mulai merasakan ada sesuatu yang tidak enak untuk di dengar.


" Kalau begitu mommy mintanya sekarang saja dan tidak ada penolakan." ucap mommy Laras.


" Tapi mom.." ucapan Dennis terpotong oleh daddy Alvonso.


Daddy Alvonso yang juga kesal mendengar keberatan perkataan Dennis yang sangat keras kepala, membuat daddy Alvonso memotong perkataan putra bungsunya yang bernama Dennis.


" Dennis yang penting pernikahan kalian sah tidak perduli pesta pernikahan kalian megah atau sederhana." ucap daddy Alvonso dengan nada tegas dan menatap tajam ke arah anaknya.


" Baiklah terserah Daddy dan mommy." ucap Dennis dengan nada pasrah.


" Bagus, kalau begitu kami akan keliling lagi ke perusahaan milik anak daddy lainnya." jawab Daddy Alvonso.


xxxxxxx


Ayo donk vote, like, komentarnya dan hadiahnya agar author semangat menulisnya.


Terima kasih atas vote, like, komentarnya dan hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2