
" Baik." Jawab mereka serempak.
Rocky dan Doddy langsung keluar dari kamar Putri. Dennis langsung mengambil dress berikut ********** milik Elisabeth kemudian mengambil kain milik Elisabeth untuk diikat ke tangan Elisabeth agar darah berhenti keluar.
Selesai mengikat Dennis melepaskan kaos milik Dennis yang menempel di tubuh Elisabeth kemudian melepaskan selimut yang tadi menutupi tubuh polos Elisabeth.
Dennis berulang kali menelan salivanya melihat tubuh polos tanpa sehelai benangpun milik Elisabeth tapi pikiran mesum Dennis segera dienyahkan karena baginya nyawa Elisabeth yang harus dipikirkan.
Darah Dennis mendidih melihat begitu banyak tanda kepemilikan milik pemuda itu di tubuh polos Elisabeth. Dirinya ingin sekali membuat perhitungan dengan pria itu tapi tidak mungkin mengingat dirinya akan menjadi abdi negara.
" Aku buat kalian semuanya membusuk di penjara karena telah berani mengusik wanita yang sangat aku cintai." ucap Dennis dengan penuh amarah sambil memakaikan pakaian ke tubuh Elisabeth.
" Apa yang tadi aku katakan barusan? wanita yang sangat kucintai? sejak kapan Elisabeth jadi wanita yang sangat aku cintai." tanya Dennis yang telah menyadari ucapannya yang tadi dikatakannya.
" Sudahlah yang penting aku bawa ke rumah sakit." Ucap Dennis yang tidak mau pusing dengan perkataannya karena yang terpenting nyawa Elisabeth.
Dennis langsung menggendong Elisabeth ala bridal style setelah Elisabeth sudah memakai pakaian yang rapi. Rocky membuka pintu kamar Elisabeth bersama Putri.
" Kami ikut ke rumah sakit." Ucap Rocky
" Tapi Putri bagaimana? apakah baik - baik saja?" tanya Dennis sambil berjalan ke luar kamarnya.
" Aku baik - baik kak." Ucap Putri
Dennis hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berjalan ke garasi mobil di mana Doddy sedang duduk di kursi pengemudi.
" Aku duduk depan saja." ucap Rocky
" Ok." Jawab Dennis singkat
" Oh iya bagaimana dengan ke tiga teman kita?" tanya Rocky karena dari tadi tidak melihat ke tiga temannya datang.
" Mereka tidak jadi menginap karena mereka akan menginap di rumah William." Ucap Doddy
Dennis dan Rocky hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Doddy mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi karena nyawa Elisabeth dalam bahaya.
" Doddy cepatlah tubuh Elisabeth semakin dingin." Ucap Dennis dengan nada panik.
Tanpa sadar Dennis mengeluarkan air matanya dan langsung di hapus tapi Putri, Rocky dan Doddy melihatnya.
" Ini sudah cepat Dennis kalau lebih cepat lagi yang ada nanti bukannya Elisabeth yang masuk rumah sakit tapi kita semua juga." Ucap Doddy
Dennis hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil memeluk tubuh Elisabeth yang sudah mulai dingin.
" Sabarlah sayang sebentar lagi sampai rumah sakit, jangan tinggalkan aku." lirih Dennis melihat wajah pucat Elisabeth.
__ADS_1
Perkataan Dennis yang berupa lirihan nyaris tidak terdengar namun telinga tajam Putri, Rocky dan Doddy dapat mendengarnya dengan jelas.
Tidak berapa lama mereka sudah sampai di rumah sakit. Putri langsung membuka pintu mobil dengan lebar kemudian dengan cepat turun dari mobil agar Dennis dapat dengan mudah turun dari mobil sedangkan Rocky melangkahkan kakinya dengan cepat sambil memanggil perawat.
Dua orang perawat mendorong brankar menuju ke arah Dennis, Dennis dengan perlahan meletakkan tubuh Elisabeth. Dua perawat itu mendapat brankar menuju ke ruang UGD. Rocky, Doddy dan Putri duduk di ruang tunggu sedangkan Dennis berdiri menunggu kabar baik dari dokter.
" Aku mau telepon dulu." Ucap Dennis tiba - tiba sambil melangkahkan kakinya.
" Telepon di sini saja Den." ucap Rocky
" Tidak karena aku ingin bicara dengan seseorang yang sangat penting." Tolak Dennis sambil melanjutkan langkahnya.
" Baiklah." Jawab Rocky yang mengerti maksud Dennis
Dennis berjalan ke ruangan yang jarang dilewati oleh orang. Dennis langsung mengambil ponselnya kemudian menghubungi seseorang.
" Malam kak Arlan, maaf mengganggu." Ucap Dennis
" Tidak apa - apa Den? ada apa Den?" tanya Arlan sambil menguap karena dirinya baru lima menit memejamkan matanya.
Dennis pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi.
" Begitu kak ceritanya." Ucap Dennis mengakhiri ceritanya
" Benar kak, bisakah kakak mengirimkan beberapa anak buah kakak untuk melindungi temanku?" tanya Dennis
" Teman apa kekasih?" goda Arlan.
" Teman kak." Ucap Dennis
" Kalau teman kok sebegitu ya perhatian?" tanya Arlan menggoda adik iparnya.
" Sesama teman harus saling membantu kak." ucap Dennis berusaha mengelak perasaannya.
" Ok deh nanti kakak akan kirimkan beberapa anak buah kakak untuk melindungi temanmu." Ucap Arlan
" Terima kasih banyak kak." Ucap Dennis
" Ok, nanti kakak kirimkan beberapa anak buah kakak yang tampan yang bisa bela diri agar bisa menjaga temanmu siapa tahu salah satu di antara mereka jodohnya." ucap Arlan tersenyum jahil.
" Aish jangan kak yang jelek saja." Tolak Dennis
" Pffftttt hahahaha... aku tahu kamu itu suka tapi pura - pura tidak suka." ucap Arlan sambil tertawa lepas
" Aish kakak rese, nanti aku bilangin sama kak Alviana kalau kakak selingkuh." Ancam Dennis
__ADS_1
" What??? enak saja sejak kapan kakak selingkuh? jangan sembarangan kamu Dennis." Ucap Arlan dengan nada kesal
" Sejak hari ini hahahaha..." tawa Dennis membalas ucapan kakak iparnya.
" Dasar adik luknut." ucap Arlan memaki adik iparnya.
" Kakak kan tahu aku pintar IT tinggal cari foto sepasang kekasih yang sedang berciuman terus foto prianya di ganti dengan foto kakak terus kakakku marah dan otomatis kakak ipar tidur di luar hahahaha.." tawa Dennis pecah
" Dennis, kakak dengar ya? kamu mau kakak jewer?" tanya Alviana
" Eh kakak cantik, kakak cantik belum tidur?" tanya Dennis mengalihkan pembicaraan.
" Tadi kakak dan suami kakak sudah tidur tapi gara - gara kamu godain suami kakak jadi kakak bangun. Sekali lagi kamu gangguin suami kakak nanti kakak jewer telingamu sampai merah." ancam Alviana
" Maaf kak tadi Dennis hanya bercanda habis kak Arlan godain Dennis jadi Dennis gantian godain." Ucap Dennis
Arlan dan Alviana menahan tawa mendengar ucapan Dennis yang takut dengan ancaman Alviana.
" Kakak Arlan yang baik hati, tampan dan menyebalkan maafkan adikmu ini ya." ucap Dennis
" Apa menyebalkan? sejak kapan suamiku menyebalkan?" tanya Alviana dengan nada galak.
" Kakak salah dengar maksud Dennis yang baik hati, tampan dan menyenangkan." Ucap Dennis
" Aish dasar kamu Den, oh iya bagaimana keadaanmu di sana? kapan pulang?" tanya Alviana
" Keadaanku baik - baik saja kak, nanti kalau dapat libur panjang Dennis pulang. Kakak kangen ya sama Dennis?" tanya Dennis
" Iya kangen... kangen ingin menjewer telingamu." Ucap Alviana sambil menjeda kalimatnya.
" Aish kakak sama kakak ipar nyebelin." gerutu Dennis
" Pffftttt hahahaha.." tawa Arlan dan Alviana pecah
" Senangnya ngetawain orang, oh iya kak sudah dulu ya kapan - kapan aku telepon lagi." Pamit Dennis
" Ok, hati - hati kamu di sana." Ucap Alviana
" Iya kak, kakak dan semuanya juga hati - hati. Salam buat mommy, daddy dan semuanya." ucap Dennis
" Ok." Jawab Alviana dan Arlan serempak
tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus, Dennis menyimpan kembali ponselnya ke saku celananya. Dennis berjalan ke arah ruang ugd.
__ADS_1