
" Maksudmu ada orang yang menjebaknya?" Tanya mommy Laras
" Sepertinya begitu mom." Jawab Ellie dengan nada yakin.
Aldo yang penasaran apa yang dikatakan Ellie mengambil ponsel miliknya yang di pegang oleh mommy Laras dan melihatnya dengan seksama.
" Aldo, apakah kamu tahu tempat di mana foto dan video itu di ambil?" Tanya mommy Laras penasaran.
" Hotel Rodriguez." Ucap Aldo
" Untuk lebih memastikan mana ponselnya biar mommy bisa mengetahui siapa yang mengirim foto tersebut dan bisa melihat tanggal berapa foto itu bisa di ambil agar mommy bisa meretas rekaman cctv." Ucap mommy Laras
Aldo memberikan ponselnya ke mommy Laras dan mommy Laras menerima ponsel milik Aldo. Mommy Laras mulai meretas data setelah setengah jam lamanya akhirnya ditemukan siapa pelakunya.
" Wanita yang mengambil gambar tersebut ternyata adalah orang yang sama." ucap mommy Laras
" Ternyata pelakunya Wida sahabatku dan juga sahabat Elisabeth. Jahat sekali menuduh Elisabeth berselingkuh." Ucap Aldo dengan nada penuh amarah sayang Wida sudah mati di tangannya sehingga tidak bisa menyiksanya.
" Dan foto Wida bersama pria lain wajahnya langsung di edit agar menyerupai wajah Elisabeth." Ucap mommy Laras
" Benar bukan yang aku katakan." Ucap Ellie
" Sama seperti waktu Dennis katakan." Ucap Aldo
" Kamu sudah pernah bertemu dengan putraku?" Tanya mommy Laras
" Dennis anak mommy?" Tanya Aldo dengan nada terkejut tanpa menjawab ucapan mommy Laras.
" Tentu saja Dennis putraku, mommy dan semua anak mommy bisa meretas cctv." Ucap mommy Laras.
" Berarti aku pria yang sangat bodoh mempercayai dua wanita ular." Ucap Aldo menyesali perbuatannya.
" Bisa kamu ceritakan?" Tanya mommy Laras
Aldo mulai mengingat masa lalunya awal bertemu dengan Clara.
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
Sepeninggal Aldo dari rumah sakit mengunjungi Elisabeth ( episode 60 ).
Aldo keluar dari rumah sakit menuju ke parkiran mobil. Aldo menghubungi seseorang yang tadi menghubungi dirinya. Deringan pertama langsung di angkat oleh seseorang.
" Bagaimana?" Tanya Aldo dengan nada dingin
" Maaf tuan, segerombolan gangster menyerang markas kita dan banyak anak buah kita tertembak." Ucap seseorang
" Baik aku akan ke sana." Ucap Aldo
Aldo langsung mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke markas miliknya yang sudah di bangun bertahun - tahun.
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di markas dan masih terdengar suara tembakan yang saling bersahutan. Aldo langsung mengeluarkan pistolnya dan menembaki para musuhnya.
__ADS_1
Tanpa sepengetahuan Aldo ada seseorang yang ingin menembak Aldo tapi seorang wanita muda menghalanginya dengan menjadi tubuhnya sebagai tamengnya.
dor
" Akhhhhh..." Teriak wanita muda itu
bruk
Aldo yang terkejut langsung menahan tubuh wanita muda itu agar tidak terjatuh.
dor
akhhhhh
Aldo menembak kening pria itu hingga mati di tempat.
" Mundur!!!" Teriak salah satu dari mereka
Para gangster langsung pergi meninggalkan markas musuhnya.
" Panggil dokter." Teriak Aldo
" Baik tuan." Jawab salah satu orang kepercayaannya.
Aldo mengendong wanita muda itu ala bridal style menuju ke kamar tamu dan membaringkan tubuh wanita muda itu dengan perlahan karena Aldo merasa hutang budi karena nyawanya di tolong oleh wanita muda tersebut.
" Kenapa kamu menolongku?" Tanya Aldo
" Aku tahanan mereka dan aku berhasil melarikan diri." Ucap wanita muda itu dengan nada lirih.
" Ketua Mafia Gagak Hitam mereka bekerja sama dengan keluarga besar Alvonso." Ucap wanita muda itu.
" Siapa namamu?" Tanya Aldo
" Namaku Clara." Ucap Clara
" Kenapa mereka menahanmu?" Tanya Aldo
" Dulu aku bersahabat dengan Dennis dan ketika aku mengetahui kalau Dennis berpacaran dengan Elisabeth membuatku marah karena Elisabeth bukanlah gadis baik - baik." Ucap Clara
" Apa maksudmu?" Tanya Aldo penasaran
" Aku kenal dengan Elisabeth, Elisabeth selingkuh dengan tunanganku setelah bosan Elisabeth mendekati seorang pria kaya yaitu tuan Aldo dan sekarang mendekati Dennis karena itulah aku ingin membongkar kebusukan Elisabeth tapi Dennis dan keluarga besarnya tidak percaya karena Elisabeth pura - pura melukai dirinya dan mengatakan kalau aku berbohong." Ucap Clara
" Acting nya sangat bagus membuat persahabatan ku dengan Dennis jadi putus dan dengan keji Elisabeth memohon pada Dennis untuk menawanku. Ketika secara tidak sengaja aku mendengar kalau Elisabeth meminta Dennis untuk menghancurkan markas tuan Aldo membuatku semakin membencinya dan berusaha kabur dan menyelamatkan tuan." Sambung Clara sambil meringis menahan rasa sakit di punggungnya.
" Bagaimana kamu kenal aku?" Tanya Aldo menahan amarahnya.
" Aku..." Ucap Clara terpotong karena tidak sadarkan diri.
" Clara .... Clara..." Panggil Aldo
__ADS_1
Hening
Hening
tok
tok
tok
" Masuk." Ucap Aldo
ceklek
Pintu terbuka dan seorang dokter masuk ke dalam.
" Siapa yang sakit tuan?" Tanya dokter tersebut
" Wanita ini tertembak, terluka di punggungnya." Ucap Aldo menjelaskan ke dokter tersebut.
" Baik, silahkan tuan menunggunya." Pinta dokter tersebut
" Baik dok." Jawab Aldo
Aldo pun meninggalkan mereka berdua tanpa curiga sedikitpun. Setengah jam lebih Aldo menunggu di luar dan tidak berapa lama pintu kamarnya terbuka.
" Bagaimana dok keadaannya?" Tanya Aldo
" Pelurunya sudah di ambil dan sekarang sudah tertidur karena masih ada pengaruh obat biusnya." Ucap dokter tersebut.
" Baiklah dok." Jawab Aldo
Dokter itu hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan Aldo sedangkan Aldo berjalan ke arah kamar pribadinya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket terkena debu.
Kini Aldo sudah mandi dan berpakaian, Aldo duduk bersandar di kepala ranjang sambil pikirannya melayang jauh.
" Dulu sahabatku dan juga sahabat Elisabeth mengatakan kalau Elisabeth selingkuh dengan pria lain membuatku tidak datang ke acara pesta pernikahan kami. Berarti apa yang dikatakan Dennis waktu itu adalah bohong belaka kalau Elisabeth tidak selingkuh. Awas kamu Elisabeth akan aku balas kamu karena telah berani membohongiku." Ucap Aldo
Aldo menghubungi anggota mafia yang berada di kota M untuk mencelakai Elisabeth entah di siksa ataupun di bunuh terserah anak buahnya karena Elisabeth pantas mendapatkannya. Selesai menghubungi Aldo menyimpan kembali ponselnya ke atas meja kemudian berbaring di ranjang karena tubuhnya sangat lelah.
xxxxxxx
Tidak terasa malam berganti pagi, Aldo seperti biasa sudah bangun pagi dan juga sudah mendi serta sudah memakai pakaian santai. Aldo keluar dari kamarnya dan berjalan ke kamar Clara.
ceklek
Tanpa mengetuk pintu Aldo langsung membuka pintu kamar tamu dan melihat Clara masih berbaring di ranjang. Clara yang mendengar pintu kamarnya ada yang membukanya membuat Clara membuka ke dua matanya dan menoleh ke arah samping.
" Kak Aldo." Panggil Clara
Aldo hanya diam saja hanya menatap wajah Clara dengan datar dan dingin.
__ADS_1
" Maaf kalau aku memanggil kak Aldo, ada apa tuan?" Tanya Clara
" Panggil saja aku kak Aldo ." Ucap Aldo