
" Daddy kita ke tempat menantu kita yuk?" Ajak mommy Laras sambil melepaskan pelukannya.
" Ok." Jawab daddy Alvonso dengan singkat.
Sepasang suami istri yang sudah paruh baya berjalan menuju ke ruang perawatan VVIP setelah satu jam keluar lagi dan berjalan ke ruang perawatan VVIP yang berada di sebelahnya begitu terus hingga semua sudah di kunjungi.
" Daddy, kita ke tempat Aldo yuk?" Ajak mommy Laras
" Daddy masih kesal sama Aldo mom." Jawab daddy Alvonso
" Daddy, ingat pesan mommy jangan menyimpan dendam kalau kita lakukan itu lalu bedanya apa kita dengan Aldo. Aldo dulu terpengaruh dengan Clara jadi aku minta berilah kesempatan ke dua untuk Aldo agar memperbaiki kesalahannya." Ucap mommy Laras dengan nada lembut
" Tapi Aldo sangat jahat dengan keluarga kita." Ucap daddy Alvonso yang sulit memaafkan Aldo.
" Daddy, ingat dengan Arlan, Max, Alex, Leo, Louis, Baron dan Charli di masa lalunya?" Tanya mommy Laras
" Iya daddy masih ingat bagaimana masa lalu mereka, lalu apa hubungannya?" Tanya daddy Alvonso.
" Ada daddy, kita memberikan kesempatan untuk mereka untuk berubah dan daddy lihat sendiri bukan bagaimana mereka sekarang ini?" Ucap mommy Laras.
Daddy Alvonso mengingat masa lalu menantu dan anak angkat mereka.
" Daddy, rasa dendam akan memperburuk hati kita terlebih di usia kita yang semakin bertambah jangan suka membenci ataupun dendam dengan orang lain." Ucap mommy Laras sambil menggenggam tangan suaminya.
cup
" Aku bersyukur mempunyai istri seperti mommy, sangat baik sama orang walau orang itu telah berbuat jahat dengan keluarga kita." Ucap daddy Alvonso sambil mengecup bibir istrinya singkat.
" Aku juga bersyukur mempunyai suami seperi daddy." Ucap mommy Laras sambil memeluk suaminya dari arah samping.
Mereka berjalan ke ruang perawatan VVIP di mana Aldo di rawat.
ceklek
Daddy Alvonso membuka pintu dan melihat Aldo sudah selesai disuapi oleh Ellie.
" Bagaimana keadaanmu Aldo?" Tanya mommy Laras dengan nada lembut.
" Sudah baik mom eh nyonya." Jawab Aldo salah tingkah karena melihat tuan Alvonso.
__ADS_1
" Lho kok nyonya? Panggil saja mommy dan panggil suamiku dengan sebutan daddy." Ucap mommy Laras dengan nada masih lembut.
" Apakah boleh?" Tanya Aldo
" Tentu saja boleh, benarkan dad?" Tanya mommy Laras sambil menatap ke arah suaminya.
" Iya panggillah dengan sebutan daddy, mulai sekarang kamu anggota keluarga kami." Ucap daddy Alvonso.
" Terima kasih mommy dan daddy." Jawab Aldo dengan wajah terharu karena dirinya sejak kecil di asuh oleh paman dan bibinya yang tidak mencintai dirinya dengan tulus.
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
Orang tua Aldo meninggal karena di bunuh oleh saingan bisnisnya dan hanya Aldo yang selamat karena waktu itu baby sister Aldo dan Aldo bersembunyi di ranjang milik Aldo. Waktu itu Aldo masih berumur enam tahun.
Sepeninggal orang tua Aldo, paman dan bibinya mengurus Aldo dan mengambil alih warisan milik orang tua Aldo yang seharusnya jatuh ke tangan putranya yang semata wayang yaitu Aldo. Paman dan bibinya terpaksa mengurus Aldo karena peninggalan milik orang tua Aldo yang memiliki warisan yang lumayan banyak.
Aldo sering diperlakukan tidak adil hingga umur sepuluh tahun Aldo melarikan diri dari rumah milik orang tua Aldo karena tidak tahan akan siksaan paman dan bibinya. Aldo menjadi orang jalanan makan dari makanan bekas yang dibuang tong sampah walau ada rasa jijik tapi terpaksa agar bisa bertahan hidup hingga satu tahun kemudian Aldo menolong ketua mafia yang sedang terluka.
Ketua mafia sangat berterima kasih dengan Aldo dan menjadikan Aldo kaki tangannya. Ketua mafia menyekolahkan Aldo sampai lulus kuliah dan bukan itu saja Aldo diajarkan ilmu bela diri agar bisa melawan para penjahat.
Umur tujuh belas tahun ketua mafia meninggal karena di tembak musuh dan Aldo sebagai pengganti mafia. Aldo pun menggantikannya sebagai ketua mafia.
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx
" Mommy, daddy bolehkah Aldo memeluk kalian berdua.
" Boleh." Jawab mommy Laras sambil berjalan ke arah Aldo.
Mommy Laras dan daddy Alvonso memeluk Aldo begitu pula dengan Aldo membalas pelukan mommy Laras dan daddy Alvonso. Rasa hangat dan nyaman membuat Aldo mengeluarkan air matanya.
" Maafkan Aldo mom, dad." Ucap Aldo sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan mommy Laras dan daddy Alvonso.
" Ssttt sudah, yang penting kamu sudah sadar dan tidak mengulangi kembali." Jawab mommy Laras dengan nada lembut.
" Benar kata mommy, lebih baik sadar sekarang dari pada tidak sama sekali." Sambung daddy Alvonso.
" Terima kasih mommy, daddy. Apakah anak - anak mommy mau memaafkan Aldo?" Tanya Aldo
" Tentu saja mau kenapa tidak." Ucap mommy Laras
__ADS_1
" Sekali lagi terima kasih banyak mommy dan daddy mau menerima kesalahan Aldo yang sangat fatal." Ucap Aldo
" Sstt sudah lupakanlah." Ucap daddy Alvonso
" Ellie kamu sudah makan?" Tanya mommy Laras mengalihkan pembicaraan karena tidak tega melihat rasa bersalah.
" Belum mom." Jawab Ellie
" Makanlah di kantin ajak Angela, kami yang akan menemani Aldo." Ucap mommy Laras.
" Baik mom, kak Aldo maaf Ellie ke kantin dulu ya." Pamit Ellie
" Ok." Jawab Aldo singkat
Ellie keluar dari ruang perawatan VVIP meninggalkan mereka bertiga.
" Bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya daddy Alvonso
" Sudah mulai membaik dad dan nanti siang keluar dari rumah sakit." Ucap Aldo
" Bukannya ke dua kakimu belum sembuh benar?" Tanya mommy Laras
" Memang benar mom tapi Aldo tidak betah di rumah sakit mom makanya Aldo minta pulang." Ucap Aldo
" Terus siapa yang akan merawatmu nanti?" Tanya mommy Laras
" Aldo sendiri mom, apalagi Aldo sudah terbiasa hidup sendiri." Ucap Aldo
" Tidak lebih baik tinggal dengan kami kebetulan mansion kami sangat luas dan kamu juga bisa berkenalan dengan anak - anak dan menantu kami serta anak - anak angkat mommy dan daddy." Jawab mommy Laras.
" Apakah Aldo akan di terima oleh keluarga mommy dan daddy?" Tanya Aldo
" Kenapa kamu bilang begitu?" Tanya daddy Alvonso
" Karena Aldo orang jahat dan apakah keluarga daddy tidak takut jika Aldo mencelakai mommy, daddy dan keluarga besar mommy dan daddy?" Tanya Aldo
" Mommy dan daddy yakin kamu tidak jahat pada keluarga besar kami. Apalagi mati dan hidup seorang sudah ditakdirkan sama yang di Atas." Ucap mommy Laras sambil tersenyum tulus.
" Sekali lagi terima kasih mommy, daddy." Ucap Aldo dengan nada tulus.
__ADS_1