
Rocky mendorong perlahan tubuh Putri hingga terjatuh di ranjang. Rocky kini berada di atas tubuh Putri, ingatan di video membuat Rocky ingin melakukan bersama kekasihnya. Rocky pun melakukan pemanasan terlebih dahulu seperti yang dilakukan dalam adegan video tersebut.
Suara ******* Putri membuat Rocky gelap mata. Rocky berusaha menyatukan tubuhnya dengan tubuh Putri membuat Putri berteriak kesakitan membuat Rocky menutup mulut Putri dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memainkan salah satu pucuk gunung kembar milik Putri membuat Putri kembali mendesah.
jleb
Hentakan ke dua Rocky berhasil membobol goa milik Putri.
" Akh sakit.." ucap Putri sambil air matanya keluar.
" Ssttt lama-lama enak sayang." Bisik Rocky sambil memberikan titik sensitif yang di tontonnya waktu itu bersama temannya.
Setelah tidak menangis lagi Rocky mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga setengah jam Rocky mengeluarkan lahar miliknya dan dimasukkan ke dalam rahim Putri.
cup
" Aku akan bertanggung jawab, besok aku akan menghubungi orangtuaku agar kita secepatnya menikah." Ucap Rocky sambil mencium bibir Putri kemudian menarik adik kecilnya dan berbaring di ranjang.
Rocky mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke grup yang terdiri dari tiga orang dirinya, Dennis dan Doddy.
Rocky : Aku dan Putri tidak jadi ke mall, kalian ingin pergi jalan-jalan silahkan.
Dennis : Ok, aku dan Putri akan pergi ke mall
Rocky. : Aku dan Dona juga akan pergi ke mall
Dennis : Kamu jangan macam-macam ya di rumah hanya berdua.
Doddy : Apa jangan-jangan sudah
Rocky : Aku lagi ngga enak badan minta tolong Putri merawatku
Dennis : Ok deh semoga lekas sembuh
Doddy. : Mau pesan apa?
Rocky : Tidak udah aku mau tidur dulu, bye
Rocky menyimpan kembali ponselnya dan di letakkan di atas meja dekat ranjang. Rocky memeluk tubuh polos Putri.
" Apakah sayangku janji akan menikah denganku?" Tanya Putri sambil menatap wajah tampan Rocky.
" Aku janji padamu terlebih aku pria pertama yang telah mengambil mahkota berhargamu." Ucap Rocky
" Sekarang tidurlah, aku sudah bilang sama mereka kalau kita tidak ikut." Ucap Rocky sambil memejamkan matanya.
Putri membalas pelukan Rocky sambil memejamkan matanya.
( " Seandainya kak Rocky tiba-tiba berubah pikiran dan akan menikah dengan wanita lain aku akan pergi dari kehidupan kakak karena kak Rocky sudah sangat baik padaku. Aku mendapatkan sedikit kasih sayang dari ayahku karena ayahku sangat takut dengan ibuku sedangkan kak Rocky sudah sangat banyak memberikan perhatian dan juga baik padaku jadi aku tidak akan egois jika kak Rocky menikah dengan wanita lain asalkan kak Rocky bahagia aku juga ikut bahagia." Ucap Putri dalam hati ).
Tidak berapa lama Putri juga sudah tertidur pulas. Mereka berdua tidur sambil berpelukan mencari kehangatan masing-masing. Putri menyadarkan kepalanya di dada bidang Rocky sedangkan tangan kanannya memeluk pinggang Rocky. Begitu juga dengan Rocky, Rocky memeluk tubuh polos Putri.
__ADS_1
Doddy dan Dona
" Kak Doddy, ngapain ngikutin aku?" Tanya Dona sambil mendorong tubuh Doddy agar keluar dari kamarnya.
" Aku ingin lihat kamu ganti baju." Ucap Doddy
plak
Dona memukul bahu Doddy sambil menatap horor.
" Iya... iya aku keluar." Ucap Doddy sambil keluar dari kamar Dona.
Dona langsung mengunci pintu kemudian membalikkan badannya menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setengah jam Dona sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai.
Dona keluar dari kamarnya kemudian berjalan ke ruang keluarga. Dona melihat Elisabeth, Dennis dan kekasihnya Doddy.
" Putri dan kak Rocky kemana?" Tanya Dona
" Katanya Rocky sakit dan Putri yang merawatnya." Ucap Doddy menjelaskan
" Apa kita tidak usah pergi ya?" Tanya Dona
" Lebih baik seperti itu, masa kita jalan-jalan sedangkan teman kita sakit." Ucap Elisabeth
" Kata Rocky kita pergi saja." Ucap Dennis
" Iya benar. Jawab Doddy
" Baiklah, aku juga sebenarnya ada yang ingin aku beli karena lusa sudah berangkat." Ucap Elisabeth
" Aku juga." Jawab Dona
" Ya sudah ayo kita berangkat mumpung masih pagi." Ucap Dennis sambil memeluk kekasihnya dari arah samping
" Ok. Jawab Doddy sambil memeluk kekasihnya dari arah samping.
" Dod, kamu yang nyetir ya? pulangnya aku." Ucap Dennis sambil menyerahkan kunci mobil.
" Ok." Jawab Doddy singkat sambil menerima kunci mobil.
Mereka berempat pergi menuju ke arah Artos Mall Magelang hanya membutuhkan waktu dua puluh lima menit mereka sudah sampai.
Dua pasang kekasih saling berpelukan dari arah samping memasuki pintu mall masuk dan seperti biasa banyak pasang mata menatap iri Dona dan Elisabeth karena bisa berpelukan dengan pria tampan.
Dennis dan Doddy tidak perduli tatapan lapar para wanita karena tatapan Dennis dan Doddy hanya ke arah kekasihnya dan sekali-kali melirik ke arah depan agar tidak menabrak para pengunjung mall.
" Kita kemana dulu?" Tanya Dennis
" Aku mau ke toko pakaian." Jawab Elisabeth
__ADS_1
" Aku mau ke toko kosmetik." Ucap Dona
" Ok, kalau begitu kita berpisah di sini saja, nanti tiga jam lagi kita ketemu di Rumah Makan Chinese Food Grand Pringgading." Ucap Dennis
" Ok." Jawab Doddy dan Dona serempak.
Dua pasang kekasih berpisah dan berjalan ke arah yang di tuju. Elisabeth yang melihat tatapan tajam dari para wanita membuat dirinya melepaskan pelukannya.
" Ada apa?" Bisik Dennis
" Lihatlah tatapan tajam ke arahku." Ucap Elisabeth
" Biarkan saja." Ucap Dennis dengan nada cuek.
" Pegangan tangan saja." Ucap Elisabeth
" Ok." Jawab Dennis singkat.
Mereka masuk ke toko pakaian Elisabeth mencari pakaian untuk digunakan lusa. Elisabeth membeli lima stel pakaian berikut **********.
" Sayang, bagaimana kalau beli yang ini?" Goda Dennis sambil menunjuk patung manekin yang memakai lingerie.
" Nanti kalau kita sudah resmi menikah aku akan beli." Bisik Elisabeth kemudian menjilat telinga Dennis
" Kamu nakal ya." Bisik Dennis kemudian membalas dengan menjilat telinga Elisabeth
plak
" Kak Dennis." Ucap Elisabeth dengan nada kesal sambil memukul bahu Dennis
" Pffftttt... siapa yang mulai duluan." Ucap Dennis dengan nada santai.
" Sayang, ada yang ingin di beli?" Tanya Elisabeth sambil mengalihkan pembicaraan.
" Tidak ada sayang." Jawab Dennis
" Kalau begitu kita bayar dulu belanjaanku." Ucap Elisabeth sambil berjalan ke arah kasir dan diikuti oleh Dennis dari belakang.
" Semuanya dua belas juta." Ucap kasir tersebut.
Elisabeth membuka tasnya kemudian mengambil dompetnya untuk mengeluarkan kartu kredit miliknya tapi Dennis sudah terlebih dahulu mengeluarkan kartu kredit tanpa batas ke arah kasir.
" Pakai kartu ini." Ucap Dennis.
" Sayang, biar aku yang bayar." Bisik Elisabeth
" Kamu kan kekasihku jadi sebagai kekasih sudah sepantasnya membayarkan belanjaan kekasihnya." Jawab Dennis dengan nada santai
" Tapi ini kan barang yang aku pakai, aku tidak enak sayang kalau dibayarin terus. Lain kali aku tidak akan belanja lagi sama kak Dennis." ucap Elisabeth dengan wajah di tekuk.
" Baiklah nanti setelah ini kamu yang bayar." Ucap Dennis mengalah
__ADS_1
( " Kamu memang berbeda dengan wanita lain, aku sangat bersyukur bisa menjadi kekasihmu. Setelah kamu selesai koas aku akan menikah denganmu." Ucap Dennis dalam hati ).