Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Extra Part


__ADS_3

Lima Tahun Kemudian


Seperti biasa keluarga besar Alvonso berkumpul di mansion milik daddy Alvonso dengan ke dua sahabatnya dokter Kennath dan Ronald termasuk anak angkat daddy Alvonso dan mommy Laras.


" Tidak terasa umur kita semakin tua." Ucap Ronald


" Iya benar, tahun kemarin aku pensiun karena tenagaku tidak seperti dulu." Ucap dokter Kennath


" Kalau aku dua tahun yang lalu sekarang perusahaan sudah di kelola oleh Rocky." Jawab Ronald


" Berarti di antara kita, aku orang yang pertama pensiun." Ucap daddy Alvonso bangga.


" Terang saja orang pertama pensiun, pertama di antara kita bertiga anakmu yang paling banyak dan ke dua kamu punya anak angkat banyak jadi sudah pasti kamu lebih cepat pensiun dari pada kita." Ucap dokter Kennath.


" Benar itu apalagi istrimu dua kali melahirkan kembar 3 total enam sedangkan istri kita sekali lahir satu." Ucap Ronald.


" Hahahaha... Aku beruntung ya... Sudah tampan dan punya anak banyak." Ucap daddy Alvonso narcis sambil tertawa lepas.


" Hahahaha...Dari dulu sifat narcismu tidak pernah hilang." ucap dokter Kennath dan Ronald serempak sambil tertawa lepas.


"Aku sangat senang, persahabatan kita awet tidak pernah ada konflik." Ucap daddy Alvonso.


" Betul, kita bersahabat sejak kita masuk SMP kelas satu hingga sekarang. Aku juga senang istri-istri kita dan juga anak-anak kita bersahabat tidak ada rasa iri hati atau ada keinginan untuk menguasai harta berbeda dengan teman-temanku sibuk mengumpulkan harta dan saling menjatuhkan." Ucap dokter Kennath.


" Betul katamu Ken, aku saja tidak menyangka sampai sekarang kalau aku seorang pemilik perusahaan. Kalian tahu bukan dulu aku hanya seorang asisten tuan Alvonso dan beberapa hari setelah menikah aku diberikan oleh tuan Alvonso sebuah perusahaan, mansion, mobil, aset berharga semua atas namaku. Tapi yang paling membuatku sangat terharu adalah tuan Alvonso memintaku memanggil dengan sebutan nama tanpa menyebutkan tuan. Aku bersyukur bisa mengenalmu dan aku bisa mengabdikan diriku selama bertahun-tahun dengan setia." Ucap Ronald mengingat masa lalu.


" Itu semua berkat istriku, aku sangat bahagia bisa menikah dengan istri yang sangat hebat. Kalian berdua tahu bukan bagaimana sifatku di masa lalu. Berulang kali aku menyakiti istriku tapi istriku selalu memaafkan aku dan di masa tuaku ini aku selalu berusaha untuk menyenangkan hati istriku. Aku sangat bersyukur istriku bisa merubah sifatku yang arogan dan juga istriku yang mengajarkan aku untuk saling berbagi. Biasanya wanita sangat senang berfoya-foya bahkan tidak mau hartanya diberikan oleh orang lain bahkan anak angkat sekalipun tapi istriku sangat berbeda istriku membagi-bagikan hartaku selain untuk anak-anak kandung kami juga membagi-bagikan ke anak-anak angkat kami." Ucap daddy Alvonso.


" Aku juga bersyukur istriku juga mengajarkan untuk berbagi dan anehnya harta kami tidak habis seperti orang lain katakan malah harta kami semakin bertambah banyak." Ucap dokter Kennath.


" Betul sekali istriku juga mengajarkan untuk saling berbagi." Ucap Ronald.


" Cheers untuk istri - istri kita yang telah mengubah hidup kita." Ucap mereka bertiga serempak


Mereka bertiga meminum anggur merah kemudian melanjutkan dengan bertemu istri masing-masing mereka.


Mommy Laras, dokter Maria dan Clarissa sedang asyik mengobrol.


" Senang banget bisa kumpul - kumpul seperti ini." Ucap mommy Laras.


" Iya tidak menyangka di usia senja kita masih bisa berkumpul seperti ini." Ucap Clarissa.


" Betul - betul, aku sangat senang kita bisa berkumpul seperti ini." Ucap dokter Maria.


" Oh ya, suami kalian masih suka minta jatah?" Tanya mommy Laras kepo


" Masih tapi jarang - jarang paling tiga atau lima hari kami bermain." Ucap dokter Maria.


" Wah sama donk, tidak seperti dulu waktu masih muda hampir setiap hari." Ucap Clarissa.


" Ya iyalah kalau tiap hari yang ada pinggangku pegel banget." Gerutu dokter Maria sambil memijat pinggangnya karena semalam habis dinaiki oleh suaminya siapa lagi kalau bukan dokter Kennath.


" Semalam habis dinaiki ya?" Goda mommy Laras dan Clarissa serempak.


" Iya, padahal aku lagi ngantuk juga." Ucap dokter Maria dengan wajah di tekuk.


" Pffftttt hahahaha... Tapi enak kan." Goda mommy Laras dan Clarissa serempak lagi.


" Aish kalian nyebelin." Ucap dokter Maria


Mommy Laras dan Clarissa masih tertawa membuat wajah dokter Maria di tekuk.


" Oh ya, bagaimana denganmu Laras?" Tanya dokter Maria mengalihkan pembicaraan agar dirinya tidak ditertawakan oleh ke dua sahabatnya sekaligus dirinya juga penasaran karena mommy Laras belum bercerita.

__ADS_1


" Maksudnya?" Tanya mommy Laras pura-pura tidak tahu.


" Suami minta jatah ke kita." Tanya dokter Maria dan Clarissa serempak.


" Itu..." Ucap mommy Laras menggantungkan kalimatnya sambil jari telunjuk kanan dan kiri disatukan kemudian dilepaskan begitu terus seperti anak kecil yang sedang merajuk.


" Biar aku tebak dulu sehari bisa tiga kali tapi sekarang sehari sekali." Tebak dokter Maria dan Clarissa serempak.


Mommy Laras hanya menganggukkan kepalanya sambil wajahnya di tutup dengan ke dua tangannya.


" Pffftttt hahahaha..." Tawa dokter Maria dan Clarissa serempak.


" Maria sepertinya senang deh bisa membalasku." Ucap mommy Laras dengan wajah di tekuk.


" Hehehehe iya donk.. Tadi kamu puas banget ngetawain aku sekarang gantian donk apalagi di antara kita paling banyak melakukan hubungan suami istri hanya dirimu." Ucap dokter Maria.


" Iya... iya... tawa saja terus." Ucap mommy Laras sambil wajahnya di tekuk.


grep


" Kenapa wajahmu di tekuk seperti itu sayang?" Tanya daddy Alvonso sambil memeluk istrinya dari arah samping kemudian mengecup pucuk kepala istrinya.


" Istriku nakal ya godain Laras." Ucap dokter Kennath sambil memeluk istri tercintanya dari arah samping.


" Kamu juga pasti nakal." Ucap Ronald sambil memeluk istri tercintanya dari arah samping.


" Tidak kok, kita hanya menggoda Laras." Ucap dokter Maria


" Iya betul." Jawab Clarissa.


" Clarissa dan Maria kita tidak pernah menyangka ya? kata orang suami kita dingin dan datar tapi sama pasangannya sangat romantis." Ucap mommy Laras sambil meletakkan kepalanya di dada suaminya.


" Iya betul, kita beruntung punya suami yang sangat tampan dan setia dengan kita." Ucap dokter Maria sambil meletakkan kepalanya di dada suaminya.


Ke tiga suaminya hanya tersenyum dan membelai kepala masing-masing istrinya.


" Mommy, daddy." Panggil Dennis dan Elisabeth serempak sambil menggendong sepasang putra dan putrinya sedangkan istrinya menggendong putri bungsunya.


" Kalian datang terlambat." Ucap daddy Alvonso sambil menggendong cucu laki-laki pertamanya yang sedang di gendong oleh Dennis.


Namun baru di gendong sebentar cucunya di ambil oleh mommy Laras. Daddy Alvonso hanya tersenyum dan membelai rambut istrinya.


" Kalau begitu sayang kita pulang saja." Ucap Dennis usil.


" Kok pulang sih pi?" Tanya Elisabeth dengan nada bingung.


" Mami tidak ingat kalau kita terlambat sekolah di suruh pulang." Ucap Dennis asal.


" Auchh.. daddy sakit... Kenapa aku di jewer?" Protes Dennis sambil memegangi telinganya.


Daddy Alvonso hanya tersenyum dan melepaskan tangannya yang tadi menjewer putra bungsunya kemudian memeluknya.


" Sudah lama tidak pernah datang daddy kira kamu tidak ingat dengan daddy." Ucap daddy Alvonso.


" Maaf dad, Dennis ditugaskan ke daerah terpencil di kota xxxx jadi Dennis datang ke sini setahun sekali." Ucap Dennis sambil membalas pelukan daddynya.


Daddy Alvonso dan Dennis melepaskan pelukannya kemudian mereka mendekati ke tiga anak Dennis diikuti oleh dokter Kennath dan Ronald.


" Hebat kamu Dennis, ngikutin daddymu sekali bercocok tanam dapat tiga." Puji dokter Kennath.


" Siapa dulu daddynya." Ucap daddy Alvonso dengan rasa bangga.


" Aku juga senang putraku Rocky juga mempunyai sepasang anak kembar." Ucap Ronald.

__ADS_1


" Aku juga putriku Kelly sepasang anak kembar." Ucap dokter Kennath tidak mau kalah.


" Itu karena putraku makanya anakmu memiliki anak kembar." Ucap daddy Alvonso dengan penuh rasa bangga.


" Iya - iya." Ucap dokter Kennath.


" Anak kembar atau bukan kita syukuri saja karena anak merupakan anugrah Tuhan yang diberikan untuk kita." Ucap mommy Laras sambil tersenyum.


" Betul sekali dan yang terpenting anak-anak kita sangat patuh terhadap orang tuanya dan tidak merugikan orang lain itu merupakan hadiah yang terbesar buat kita." Ucap Clarissa sambil ikut tersenyum.


" Ya betul sekali kata istriku, temanku saja anaknya kembar tapi dua - duanya rebutan harta." Ucap Ronald.


" Sama, rekan bisnisku mempunyai sepasang anak kembar dan juga ada yang tidak ada anak kembar tapi mereka semua rebutan harta dan sering bertengkar dengan saudara-saudaranya." Ucap daddy David


" Karena itulah kita bersyukur baik anak kembar ataupun tidak yang terpenting anak-anak kita patuh, tidak rebutan harta, sayang dengan kita dan saudara-saudaranya." Ucap mommy Laras


" Ya betul sekali yang dikatakan oleh Laras." Ucap Clarissa.


" Aku jadi ingat dengan pasienku dulu di saat senja mereka sangat sedih karena anak-anak mereka sudah menanyakan warisan padahal orang tuanya masih hidup. Jadi kita seharusnya bersyukur mempunyai anak-anak, menantu dan cucu-cucu kita yang saling rukun." Ucap dokter Kennath.


Merekapun bercakap-cakap hingga merekapun makan bersama-sama. Selesai makan mereka berkumpul kembali hingga satu jam lamanya akhirnya satu persatu pulang ke mansion masing-masing.


" Kalian menginap kan?" Tanya mommy Laras


" Iya mommy kami menginap di sini selama seminggu." Ucap Dennis


" Baguslah mommy kangen dengan kalian." Ucap mommy Laras.


Karena lelah mereka istirahat ke kamar masing-masing.


Seminggu Kemudian


Tidak terasa sudah seminggu Dennis dan keluarganya menginap. Mereka berpamitan dengan mommy Laras, Daddy Alvonso dan saudara - saudaranya.


" Tidak terasa sudah satu minggu dan ketemu lagi tahun depan." Ucap mommy Laras


" Iya benar, tidak terasa." Ucap Debby


" Kak Dennis, kenapa tidak keluar dari tentara dan berkerja di perusahaan daddy?" Tanya Dennisa.


" Betul kata-kata adikku, bagaimana kalau kamu keluar bantu kakak mengurus perusahaan." Ucap Alvonso.


" Aku juga mau kamu membantu kakak." Ucap kakak-kakaknya serempak begitu pula dengan kakak-kakak iparnya.


" Terima kasih atas tawaran saudara-saudaraku tapi Dennis sangat senang menjadi tentara." Ucap Dennis.


" Baiklah kamu hati-hati di jalan kalau ada waktu kami akan ke sana." Ucap saudara-saudaranya.


" Ok." Jawab Dennis.


Dennis dan keluarganya meninggalkan mansion milik orang tuanya. Daddy Alvonso, mommy Laras, Alvonso, Alvian, Alviana, Debby dan Dennisa mengantar Dennis dan keluarganya ke bandara sedangkan yang lainnya tinggal di mansion karena hari ini perusahaannya masih libur.


Satu jam kemudian rombongan yang mengantar Dennis sudah sampai di bandara. Mereka mengucapkan salam perpisahan walau terasa berat tapi cinta tanah air membuat Dennis tetap menjadi seorang tentara.


Tamat


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Cerita tentang kehidupan Dennis dan keluarganya juga keluarga besar daddy Alvonso ada di novel terbarunya dengan judul Dendam dan Cinta.



__ADS_1


__ADS_2