Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Ellie Brian


__ADS_3

" Kalau tidak kerja sama kenapa tuan membantunya?" Tanya pria itu penasaran


" Karena aku adalah menantunya karena itulah aku membantunya." Jawab Arlan dengan nada tegas.


" Apakah tuan tidak tahu keluarga Alvonso sangat jahat, hanya mementingkan dirinya sendiri dan aku heran kenapa banyak pengikutnya yang setia." Ucap pria itu


" Anda salah besar tuan, mereka bukan pengikut yang setia tapi mereka adalah para menantu dan mendapatkan kasih sayang yang tulus seperti anak kandung sendiri. Awalnya aku berpikiran seperti itu tapi setelah aku mengenalnya dan menikah dengan salah satu anaknya membuatku berubah pikiran." Ucap Arlan


" Asal tuan tahu Clara adalah anak angkat kami, kami menyayangi dirinya dengan tulus begitu pula dengan keluarga besar Alvonso tapi ternyata Clara sangat jahat dia pernah melukai istri dan keluarga istriku yang merupakan keluargaku juga." Sambung Arlan.


" Aku tidak percaya." Ucap pria itu


" Aku tidak perduli kamu boleh percaya atau tidak tapi yang pasti tuan akan saya tangkap." Ucap Arlan


" Bawa pria ini ke mobil dan juga wanita ular itu


" Perintah Arlan ke salah satu bodyguardnya.


Dua orang bodyguard membawa pria itu yang sedang terluka begitu pula dengan jenasah Clara untuk di bawa ke rumah sakit.


Singkat cerita kini mereka sudah sampai di rumah sakit milik dokter Kennath. Semua keluarga besar Alvonso sudah datang ke rumah sakit. Arlan di sambut oleh istri dan ke enam anak kembarnya yang sangat mirip dengannya.


" Sayang, apakah ada yang terluka?" Tanya Alviana dengan nada kuatir sambil memeriksa tubuh suaminya.


cup


" Aku baik - baik saja sayang." Jawab Arlan kemudian mengecup kening istrinya.


" Daddy kan hebat mom, jadi tidak mungkin terluka." Jawab Albert putra pertamanya.


" Iya betul." Jawab ke lima anak kembarnya.


" Mommy dan daddy sangat senang kamu tidak terluka." Ucap mommy Laras dengan nada tulus sambil mengusap rambut menantunya.


" Terima kasih Arlan, kamu mau membantu kami." Ucap daddy Alvonso dengan nada tulus sambil menepuk bahu menantunya.


" Kita kan satu keluarga jadi sebagai anggota keluarga saling membantu." Ucap Arlan sambil tersenyum.


" Bagaimana dengan Clara?" Tanya daddy Alvonso.


" Wanita itu meninggal bersama bayinya." Ucap Arlan


" Kasihan bayinya yang tidak berdosa." Ucap mommy Laras


" Memang benar tapi jika bayinya hidup justru daddy berpikir bisa saja sifat ke dua orang tuanya akan menurunkan ke anaknya." Ucap daddy Alvonso


" Benar juga kata daddy, dulu aku dan Alviana serta keluarga besar Alvonso merawat Clara dengan kasih sayang tapi ternyata Clara tega menyakiti keluarga kita." Ucap Arlan


" Karena ibunya Clara mengajarkan tentang berbuat jahat karena itulah sulit untuk merubahnya." Ucap mommy Laras.


Daddy Alvonso melihat sekelilingnya dan melihat dua perawat mendorong brankar di mana pria itu terluka karena tertembak menuju ke ruang UGD.

__ADS_1


" Apakah dia salah satu anak buahnya Clara?" Tanya daddy Alvonso sambil menunjuk ke arah pria itu.


" Bukan dad, pria itu kekasihnya dan pria itu adalah ketua mafia." Jawab Arlan


" Pantas saja kita sangat kesulitan menangkap Clara." Ucap daddy Alvonso.


" Benar dad." Jawab Arlan.


" Kamu istirahat bersama keluargamu." Ucap daddy Alvonso


" Baik dad." Jawab Arlan


Arlan berjalan bersama istrinya Alviana dan ke enam anak kembarnya dan istirahat di lantai paling atas khusus untuk keluarga.


" Daddy kita tunggu di ruang operasi." Ajak mommy Laras


" Ayo mom." Jawab daddy Alvonso sambil memeluk istrinya dari arah samping.


Mommy Laras juga membalas pelukan suaminya dan bersandar di dada bidang suaminya menuju ke ruang operasi. Sampai di ruang operasi mereka duduk di kursi bersama anak dan menantunya untuk menunggu anak dan menantunya yang terluka akibat terkena tembakan.


Tidak berapa lama keluar dua perawat sambil mendorong brankar Liani dan di susul oleh Charli, Alvonso, Leo dan Louis mereka di bawa langsung ke ruang perawatan VVIP. Rumah sakit besar milik dokter Kennath mempunyai sepuluh ruang perawatan VVIP dan yang dipakai lima ruangan.


" Daddy, kita melihat putra sulung kita Alvonso baru putra dan putri menantu kita." Usul mommy Laras.


" Baik mom." Jawab daddy Alvonso


Mommy Laras dan daddy Alvonso menengok satu demi satu anak dan menantunya kemudian keluar menemui sahabatnya dokter Kennath.


" Dia ada di ruang perawatan kelas dua padahal aku ingin rasanya tidak ada ruangan untuk pria seperti dirinya." Ucap dokter Kennath sambil menahan amarahnya.


" Jangan begitu Ken, aku mohon pindahkan ke ruang perawatan VVIP." Mohon mommy Laras


" Mommy, dia itu pria jahat tidak sepantasnya diperlakukan istimewa." Ucap daddy Alvonso


" Aku tahu daddy tapi kita bisa memberikan kesempatan ke dua. Siapa tahu pria itu bisa berubah." Ucap mommy Laras


" Mommy, pria itu adalah ketua mafia, apakah mommy tidak takut?" Tanya daddy Alvonso


" Tidak, daddy dulu juga ketua mafia dan mommy tidak takut." Ucap mommy Laras


Daddy Alvonso menghembuskan nafasnya perlahan.


" Baiklah, Kennath pindahkan ke ruang perawatan VVIP." Ucap daddy Alvonso.


" Baiklah." Jawab dokter Kennath pasrah


Akhirnya ketua mafia dipindahkan ke ruang perawatan VVIP sesuai keinginan mommy Laras.


" Mommy, daddy mau mengobrol sama Kennath dulu." Ucap daddy Alvonso


" Kalau begitu mommy mau keliling menengok anak - anak kita." Ucap mommy Laras

__ADS_1


cup


" Ok, hati - hati mom." Ucap daddy Alvonso sambil mengecup kening istrinya.


" Daddy juga." Jawab mommy Laras sambil tersenyum manis.


Daddy Alvonso dan dokter Kennath pergi meninggalkan mommy Laras sedangkan mommy Laras berjalan menuju ke ruang perawatan VVIP tempat Louis berada.


ceklek


Mommy Laras membuka pintu dan melihat Angelina sedang berjalan ke arah dirinya.


" Hallo mommy." Panggil Angelina


" Hallo Angelina, mau kemana?" Tanya mommy Laras


" Adik sepupuku Ellie Brian mau datang ke sini mom." Jawab Angelina.


" Kalau tidak salah adik sepupumu seorang dokter?" Tanya mommy Laras


" Benar mom." Jawab Angelina


" Mommy ingin berkenalan dengan adik sepupumu." Ucap mommy Laras


" Boleh mom." Jawab Angelina.


" Sayang, aku tinggal dulu ya." Pamit Angelina


" Baik, jangan lama - lama." Ucap Louis


" Louis, mommy tinggal sebentar ya." Pamit mommy Laras


" Baik mom." Jawab Louis sambil tersenyum


Mommy Laras dan Angelina keluar ruang perawatan VVIP dan berjalan ke arah lobby untuk bertemu dengan adik sepupu Angelina. Angelina melihat adik sepupunya berjalan masuk ke arah lobby.


" Ellie." Panggil Angelina


" Hallo kak apa kabar?" Tanya Ellie sambil berjalan mendekati kakak sepupunya.


Ellie dan Angelina cipika cipiki terlebih dahulu sedangkan mommy Laras menatapnya tidak percaya kalau di depannya adalah Ellie.


xxxxxxx


Ayo donk like, komentar, hadiah, like dan votenya biar author semangat.


Terima kasih yang sudah memberikan like, komentar, hadiah, like dan votenya.


Salam author,


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


__ADS_2