Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Acara Pertunangan 2


__ADS_3

" Selain kabar gembira pertunangan ponakan kami Dennis dengan Elisabeth kami juga mengadakan acara pertunangan putra kami Rocky dengan Putri." Ucap Ronald


" Terima kasih atas kesedian para tamu undangan datang ke acara pertunangan putri kami dengan Rocky." Ucap ayahnya Putri.


" Kami tunangan?" tanya Rocky dan Putri dengan nada terkejut sambil saling menatap.


" Selain acara pertunangan Dennis dengan Elisabeth dan Rocky dengan Putri. Kami juga mengadakan acara pertunangan untuk putra kami Doddy dengan Dona." Ucapnya ayahnya Doddy


" Terima kasih atas kesedian para tamu undangan datang ke acara pertunangan putri kami dengan Doddy." Ucap ayahnya Doddy.


" Sayang, ini cincin pertunangan kalian dan pakaikan di jari manis kalian." Ucap mommy Laras sambil memberikan satu kotak berwarna merah.


" Baik mommy." Jawab Dennis


Dennis mengambil cincin pertunangan kemudian dipakaikan ke jari manis Elisabeth begitu pula sebaliknya.


prok prok prok prok


Semua orang bertepuk tangan merayakan kebahagiaan Dennis dan Elisabeth.


" Kini selanjutnya acara pertunangan antara Rocky dengan Putri." Ucap Ronald.


" Sayang, ini cincin pertunangan kalian dan pakaikan di jari manis kalian." Ucap bunda Clarissa sambil memberikan satu kotak berwarna merah.


" Baik bunda." Jawab Rocky sambil menerima kotak merah tersebut.


Rocky memasang cincin di jari manis Putri namun ketika Putri akan memasang jari manis Rocky terdengar suara teriakan yang sangat familiar.


" Tunggu." Ucap seorang wanita paruh baya.


" Ibu." Panggil Putri dengan nada terkejut


Wanita itu berjalan ke arah Putri dan tangannya di angkat ke atas hendak menampar Putri.


grep


" Maaf bu, jangan menampar kekasihku." Ucap Rocky sambil memegang tangan ibunya Putri untuk menahan agar tidak menampar Putri.


" Dasar anak tidak tahu di untung, adikmu di penjara kamu malah bersenang-senang di sini." Ucap ibunya dengan nada kesal.


" Petra di penjara? kenapa?" Tanya Putri dengan nada terkejut.


" Kamu ja..." ucapan ibunya Putri terpotong oleh bunda Clarissa.


" Sstt... jangan berisik jika tidak kami sekeluarga akan membunuh putrimu dan kamu secara sadis." Bisik bunda Clarissa


deg

__ADS_1


Ibunya Putri menatap bunda Clarissa dan Ronald secara bergantian.


( " Kenapa wajah mereka sangat mengerikan, lebih baik aku pergi dari sini dari pada nanti aku mati secara sadis." Ucap ibunya Putri dalam hati ).


Ibunya Putri langsung menarik tangannya yang di pegang oleh Rocky dan pergi meninggalkan pesta pertunangan. Bunda Clarissa dan Ronald yang tadi memasang wajah menyeramkan kini berubah menjadi tersenyum.


" Maaf ada gangguan, kita lanjutkan acara pertunangan Rocky dengan Putri." Ucap Ronald sambil tersenyum ke arah tamu undangan.


" Putri masukkan cincin ke jari manis Rocky." Pinta bunda Clarissa sambil tersenyum mendekati ke arah Rocky dan Putri.


" Tapi bunda, bagaimana dengan adik.." Ucapan Putri terpotong oleh bunda Clarissa


" Sstt... sudah nanti kami akan tolong adikmu." Ucap bunda Clarissa berbohong.


" Sekarang pasangkan ke jari manis putraku." pinta bunda Clarissa mengulangi perkataannya.


" Baik bunda." Jawab Putri


Putri pun memasang cincin ke jari manis Rocky dan semua orang bertepuk tangan.


" Selanjutnya acara pertunangan antara putra kami Doddy dengan Dona." Ucap ayahnya Doddy


Ibunya Doddy mengeluarkan kotak merah dan memberikan ke arah putra sulungnya. Doddy memasang cincin ke jari manis Dona begitu pula dengan Dona. Semua orang bertepuk tangan menyambut kebahagiaan mereka.


" Acara selanjutnya silahkan menikmati jamuan dari keluarga besar kami." Ucap daddy Alvonso.


" Daddy, mommy, kenapa tidak bilang ada acara seperti ini?" Tanya Dennis


" Biar kalian tidak bikin nambah dosa, Dennis mommy tahu kamu sering kelepasan dan hampir saja melakukan itu." Bisik mommy Laras sambil menjewer telinga putranya.


" Auch mommy sakit." Ucap Dennis sambil memegang telinganya.


" Tiga bulan lagi kalian akan menikah." Ucap mommy Laras.


" Tapi mommy.." Ucapan Dennis terpotong oleh mommy Laras


" Tidak ada penolakan." Ucap mommy Laras dengan nada tegas.


" Baik mommy tiga bulan lagi kami akan menikah." Ucap Dennis pasrah.


" Mommy malu di lihat orang." bisik Dennis


Mommy Laras langsung melepaskan tangannya sambil tersenyum menyeringai ke arah Dennis. Dennis hanya menunduk dan wajahnya di tekuk. Rocky yang melihatnya hendak tertawa tapi bunda Clarissa malah ikut menjewer telinga putranya.


" Auch bunda, kenapa ikutan menjewer seperti mommy Laras?" Protes Rocky


" Tiga bulan lagi kalian akan menikah." Ucap bunda Clarissa

__ADS_1


" Tapi bun..." Ucapan Rocky terpotong oleh bunda Clarissa


" Bunda tidak mau mendengar ada penolakan." Ucap bunda Clarissa sambil tersenyum menyeringai.


" Baik bunda." Jawab Rocky pasrah


" Bunda lepas." Rengek Rocky


Bunda Clarissa melepaskan tangannya yang tadi menjewer Rocky.


Doddy yang melihat ke dua sahabatnya di jewer sama ke dua ibunya tertawa tapi baru tertawa sebentar telinganya langsung di jewer oleh ibunya Doddy.


" Ibu sakit." Ucap Doddy sambil memegang telinganya.


" Kamu jangan menertawakan ke dua sahabatmu, bulan depan kamu dan Dona menikah." Ucap ibunya Doddy


" Tapi Bu..." Ucapan Doddy terpotong oleh ibunya Doddy


" Kalau kamu tidak mau menikah biarkan kakakmu yang akan menikah dengan Dona." Ucap ibunya Doddy.


" Tidak Bu, baik bulan depan kami akan menikah." Ucap Doddy


" Bagus anak pintar." Ucap ibunya Doddy


" Bu, sakit." Rengek Doddy


Ibunya Doddy langsung melepaskan tangannya kemudian menatap Dona.


" Dona, kalau Doddy nakal kasih tahu ibu nanti ibu akan memberikan hukuman ke Doddy." Ucap ibunya Doddy


" Baik bu." Jawab Dona sambil tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Empat jam sudah berlalu dan para tamu undangan satu persatu meninggalkan acara pertunangan mereka dan kini tinggal keluarga inti.


" Tuan Alvonso dan nyonya Alvonso terima kasih mansionnya digunakan untuk pesta pertunangan putra dan putri kami." Ucap orang tuanya Doddy dan orang tuanya Dona


" Panggil saja namaku Alvonso." Pinta daddy Alvonso


" Maaf kami tidak pantas dan tidak sopan kalau memangil nama tanpa sebutan tuan." Ucap ke dua orang tuanya Doddy dan Dona serempak.


" Anak kita bersahabat dan layaknya sebagai keluarga jadi sebagai orang tuanya tentu saja kita juga satu keluarga bukan?" Tanya daddy Alvonso


" Benar kata orang-orang kalau keluarga besar Alvonso sangat baik dan mau bersahabat atau pun menganggap sebagai keluarga dengan siapa saja. Sungguh merupakan kehormatan bagi kami jika kami di anggap sebagai keluarga." ucap ayahnya Doddy


" Iya betul, sungguh merupakan kehormatan bagi kami jika kami di anggap sebagai keluarga." Ucap ayahnya Dona


" Bagi kami lebih baik berteman dengan siapa saja asalkan tulus dari pada berpura-pura baik tapi hatinya busuk dan tidak tulus." Ucap daddy Alvonso sambil melirik sekilas ke arah ibunya Dona.

__ADS_1


" Iya betul, kami setuju itu." Ucap ke dua orang tuanya Doddy dan Dona.


__ADS_2