
Satu hari setelah kejadian ledakan kapal tiga gadis cantik tersadar dari pingsannya.
" Aku di mana?" Ucap gadis pertama dengan nada lirih sambil melihat sekelilingnya.
" Putri, Dona." Panggil gadis itu
" Elisabeth." Panggil Putri dan Dona bersamaan.
Mereka berusaha berdiri dan melihat ke sekelilingnya.
" Kita di sebuah pulau." Ucap Elisabeth
" Hallo... Hallo!!!" Teriak Elisabeth, Putri dan Dona bersamaan
" Hallo... Hallo!!!"
Terdengar suara mereka memantul membuat mereka berjalan masuk ke dalam hutan.
" Aku lapar." Ucap Putri
" Sama, aku juga lapar." Ucap Elisabeth dan Dona serempak.
" Hei lihat ada pohon kelapa." Tunjuk Putri
" Biar aku saja yang naik." Ucap Dona
" What?? memang kamu bisa?" Tanya Elisabeth dan Putri serempak
" Bisa donk." Ucap Dona berbangga diri.
Dona menaiki batang pohon dan belum ada dua menit Dona sudah sampai di atas pohon. Dona menarik buah kelapa kemudian langsung dijatuhkan ke bawah membuat Putri dan Elisabeth berjalan agak jauh agar kepalanya tidak terkena buah kelapa.
Satu persatu buah kelapa di tarik Dona setelah di rasa cukup Dona turun dari pohon kelapa. Elisabeth mencari benda untuk bisa membuka buah kelapa dan menemukan batu yang ujungnya agak runcing kemudian mulai membelahnya. Merekapun minum air kelapa kemudian memakan kelapanya.
" Mumpung masih sore kita mencari kayu dulu untuk membuat api unggun." Ucap Elisabeth
" Baik." Jawab ke duanya dengan serempak
Merekapun mulai mengumpulkan ranting-ranting pohon setelah lima belas menit mereka berhenti karena ranting yang dikumpulkan lumayan banyak.
" Aku baru ingat kan kita tinggal di hutan terus ranting yang dikumpulkan buat api unggun terus apinya dari mana?" Tanya Putri sambil memandangi ranting-ranting yang harus selesai di kumpulkan.
" Pakai batulah." Jawab Dona dan Elisabeth dengan nada santai sambil mereka mencari batu.
__ADS_1
" Pakai batu?" Tanya ulang Putri
" Kamu tidak pernah kemping ya?" Tanya Elisabeth
" Hehehehe ngga." Jawab Putri dengan nada polos sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Pantesan saja." Ucap Elisabeth dan Dona serempak
" Ya sudah kamu tenang saja Put, aku dan Elisabeth pernah kemping jadi tidak ada yang perlu dikuatirkan." Ucap Dona.
" Aku cari ikan dulu buat kita makan nanti, dan kalian berdua kebetulan tasku sempat aku bawa jadi tolong dikeluarkan pakaianku supaya dijemur buat besok kita ganti." Ucap Elisabeth sambil menunjuk tasnya yang basah kuyup.
" Di tasmu ada ponsel atau sesuatu yang bisa digunakan untuk komunikasi misalnya jam. Karena aku ingat waktu itu kekasihku memberikan aku jam yang ada GPS-nya dan jika kita menekan tombol keluarga besar Alvonso dan keluarga besar kak Rocky tahu keberadaan kita." Ucap Putri
" Waktu aku berangkat bawa dua koper, koper pertama ukuran besar yang kubawa ini berisi pakaian dan koper ukuran sedang isi ponsel, jam tangan dan barang-barang berhargaku lainnya tapi..." Ucap Elisabeth menggantungkan kalimatnya karena dirinya berusaha mengingat kapan terakhir melihat kopernya.
" Tapi kenapa?" Tanya Putri dan Dona bersamaan.
hening
hening
" Ohh iya aku baru ingat, waktu aku terbangun dari tidur koperku yang berukuran sedang hilang." Ucap Elisabeth
" Hehehehe kalau aku tidak perhatikan karena saat itu aku sangat terkejut mendengar suara ledakan." Ucap Dona sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Berarti waktu kita tidur pulas ada orang yang mengambil tas milik kita." Ucap Elisabeth
" Bisa juga, padahal ponsel dan jam tangannya aku simpan di dalam koper kecil." Ucap Putri
" Sudahlah tidak bisa di sesali sekarang aku mau mancing ikan kalian tolong jemurin bajuku biar kita ada baju ganti." Ucap Elisabeth sambil membuka kopernya dan mengambil plastik.
" Plastik buat apa?" Tanya Putri
" Buat tempat ikan." Ucap Elisabeth sambil membalikkan badannya dan berjalan menuju ke arah laut.
Sore menjelang malam, Elisabeth menyalakan api unggun untuk mengurangi udara dingin.
" Kok ada enam buah kayu panjang-panjang buat apa?" Tanya Elisabeth sambil memegangi kayu yang ujungnya ada ikan hasil tangkapannya begitu juga dengan ke dua temannya.
" Buat jaga-jaga kita tinggal di hutan kalau ada binatang buas." Ucap Dona
" Oh iya benar, kenapa aku lupa ya?" Ucap Elisabeth sambil tersenyum
" Untung kita bertiga bisa bela diri jadi kita bisa melawan binatang buas." Ucap Putri
__ADS_1
" Ya betul." Jawab ke duanya serempak
" Begini saja, salah satu dari kita berjaga-jaga dan yang lainnya tidur nanti dua jam lagi gantian jaganya." Usul Elisabeth
" Kenapa begitu?" Tanya Putri dengan nada bingung
" Karena kalau kita tidur semua dan ternyata ada binatang buas kita bisa di makan tapi kalau salah satu yang berjaga maka kita semua akan selamat." Ucap Dona
" Besok kita bikin tenda dari tanaman karena saat ini badan kita sangat lelah." Ucap Elisabeth
" Ok." Jawab mereka serempak
" Sudah matang ikannya kita makan yuk." Ajak Elisabeth
" Ok." Jawab mereka serempak
Merekapun makan menikmati ikan bakar walau tanpa bumbu yang penting bisa mengurangi rasa lapar. Selesai makan mereka meminum air kelapa karena di tempat itu tidak ada air tawar. Selesai makan dan minum Putri dan Dona tidur sedangkan Elisabeth memegang kayu setinggi seratus delapan puluh lima cm.
Elisabeth melihat sekeliling dengan bantuan api unggun hingga dirinya melihat segerombolan ular 🐍 warna hijau mendekati ke arah mereka. Elisabeth memanggil Dona dan Putri sambil dirinya bersiap-siap.
" Putri, Dona ada ular." ucap Elisabeth
Dona dan Putri langsung membuka matanya dan mengambil kayu yang berada di sebelahnya. Mereka memukul segerombolan ular tersebut dan Elisabeth yang melihat lumayan banyak mengambil kayu yang masih terbakar langsung di lempar ke arah segerombolan 🐍 ular berwarna hijau.
Banyaknya temannya yang mati membuat mereka pergi meninggalkan tempat tersebut.
" Sepertinya aku tidak tidur lagi takut ular itu memanggil teman-temannya." Ucap Dona
" Apa kita pindah tempat saja." Usul Putri
" Bagus juga usulmu lebih baik kita pindah karena di sini banyak ular hijau yang mati." Ucap Elisabeth
" Ok." Jawab mereka serempak.
Merekapun berpindah tempat sambil membawa barang-barang mereka sambil membawa obor yang di buat oleh Dona sedangkan api unggun yang tadi dibuat oleh Elisabeth langsung dimatikan karena tidak ingin terjadi kebakaran hutan. Setelah menemukan tempat yang cocok mereka duduk dengan santai di api unggun.
" Lebih baik dua di antara kita tidur karena kalau tidak besok pagi bisa dipastikan kita bertiga langsung tidur sedangkan kita tidak mengenal hutan ini. Ucap Elisabeth
" Aku tadi sudah tidur kalian saja yang tidur." Ucap Dona
" Baiklah." Jawab mereka serempak
Elisabeth dan Putri langsung merebahkan tubuhnya dan tidak membutuhkan waktu lama mereka tertidur sedangkan Dona melihat ke arah sekelilingnya dengan waspada hingga pagi menjelang.
" Hoam... aku ngantuk banget Elisabeth, Putri bangun." Ucap Dona sambil menguap
__ADS_1