Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Mimpi Alex


__ADS_3

Alex dan Leo menarik tangannya dan meletakkan senjatanya di meja kemudian memeluk istrinya masing-masing.


" Tidak sayang, aku tidak ingin mimpi itu menjadi kenyataan." ucap Alex dan Leo bersamaan.


" Memangnya kak Alex dan Leo mimpi apa?" tanya Louis dengan nada penasaran.


Alex dan Leo saling menatap karena bicaranya sama yaitu sama - sama mimpi.


" Coba kak Alex cerita dulu tentang mimpinya nanti baru aku." ucap Leo


" Baiklah, dalam mimpi kak Alex..." ucap Alex menceritakan mimpinya.


Mimpi Alex.


Alex dan istrinya sedang berada di sebuah hotel untuk menikmati bulan madu mereka. Mereka sudah selesai melakukan kegiatan panasnya di siang hari kemudian Inge dan Alex masuk ke kamar mandi untuk mandi bersama.


Selesai mandi dan memakai pakaian santa Inge dan Alex sedang mengobrol di balkon sambil menikmati pemandangan dari atas balkon yang kebetulan tidak terlalu panas. Tiba - tiba ponsel Alex berdering dan Alex mengambil ponselnya di meja dekat ranjang.


" Siapa honey?" tanya Inge


" Pamanku telepon, ada apa ya?" tanya Alex dengan nada bingung.


" Angkat saja honey." Jawab Inge.


" Ok." Jawab Alex sambil menggeser tombol berwarna hijau.


Alex yang sudah berjanji untuk berubah dan tidak mau menutupi sesuatu ke istrinya me loud speaker ponselnya sehingga Inge bisa mendengar percakapan mereka.


" Hallo paman." panggil Alex.


" Alex, apakah kamu tahu kalau istrimu sebenarnya musuh keluargamu?" tanya pamannya tanpa basa basi


" Tidak paman, maksud paman apa?" tanya Alex dengan nada penasaran.


" Sebenarnya istrimu adalah mata - mata dari keluarga besar Alvonso dan istrimu ada niat untuk menguras habis hartamu." ucap pamannya.


Alex yang tadi memeluk istrinya dengan mesra langsung melepaskan pelukannya dan menatap tajam ke arah istrinya.


" Benar begitu sayang?" tanya Alex


" Honey lebih percaya aku atau paman honey?" tanya Inge menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.


" Jawab saja iya atau tidak?" bentak Alex hingga memenuhi ruangan kamar mereka.


" Mana ada maling yang akan mengaku Alex? kalau kamu tidak percaya sama paman silahkan tapi jangan menyesal jika suatu saat istrimu sama seperti mantanmu yang gila akan harta." ucap pamannya.

__ADS_1


Tut Tut Tut Tut Tut


Paman Alex langsung mematikan secara sepihak membuat Alex menyimpan kembali ponselnya di saku kemejanya.


" Inge!!! jawab!!!" bentak Alex lagi mengubah panggilan sayang menjadi nama.


Inge hanya menatap suaminya dengan tatapan sendu.


" Aku hanya bisa mengatakan kalau keluarga besar Alvonso sudah mengetahui kalau honey, Louis dan Leo adalah psycopath. Kami juga tahu kalau honey ingin membunuh Max, Baron dan Louis karena itulah aku, Debby dan Angelina mempunyai misi." ucap Inge samb menatap mata suaminya yang sudah mulai memerah menahan amarah.


Tangan kiri Alex mengarah ke leher Inge dan Inge hanya diam tanpa melawan sedikitpun membiarkan suaminya melakukan sesuka hatinya.


" Apa misi kalian bertiga!!!" bentak Alex kembali.


" Membuat honey, Louis dan Leo menghilangkan rasa dendam walau taruhannya adalah nyawa kami." ucap Inge sambil memejamkan karena dirinya mulai kehabisan nafas.


tes


tes


Air mata Inge jatuh di tangan kiri Alex, Inge membuka matanya perlahan. Inge memegang tangan kanan Alex kemudian di arahkan ke leher Inge.


" Bunuhlah jika itu bisa membuat honey bahagia. Hanya satu yang harus honey ketahui kalau aku sangat tulus mencintaimu." ucap Inge yang wajahnya masih memerah.


Alex pun melepaskan ke dua tangannya yang tadi melingkar di leher Inge.


bruk


Inge terjatuh di lantai sambil terbatuk-batuk sambil berusaha berdiri. Inge melihat ada sinar merah berada di perut suaminya membuat Inge membalikkan badannya untuk mencari asal sinar merah tersebut.


" Inge apa yang sebenarnya kamu rencanakan hahhhh!!! bentak Alex


" Kenapa kamu membalikkan badanmu? apakah kamu ingin melakukan sesuatu padaku?" tanya Alex curiga sambil tangan kanannya mengambil pisau lipat di saku celana panjangnya dan di arahkan ke Inge.


Inge tidak mengetahui bahaya yang akan menimpa dirinya di belakangnya karena Inge sangat serius mencari asal sinar merah tersebut hingga matanya menangkap seorang pria mengarahkan pistol ke arah Inge karena Inge menghalangi tubuh Alex yang membuat orang itu berpindah posisi.


Inge melirik sekilas ternyata sinar merah itu kini berpindah ke arah jantung Alex dan Inge menatap kembali ke arah pria itu yang siap menembak Alex.


dor


akhhhhh


jleb


akhhhhh

__ADS_1


Orang itu menembak Alex tapi Inge menggunakan tubuhnya sebagai tameng suaminya hingga dirinya lah yang tertembak sehingga darah segar keluar dari dada Inge karena Inge berdiri sambil berjinjit agar tembakkan tidak mengenai dada Alex tapi ke dada Inge namun ketika Inge berjalan mundur Inge tertusuk pisau lipat suaminya hingga keluar kembali darah segar dari punggung belakang dan juga dari mulutnya.


bruk


" Honey, aku sangat mencintaimu." ucap Inge sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya dan tidak berapa lama dirinya ambruk tidak sadarkan diri.


Alex mendengar suara tembakan dan mata elangnya mengarah ke atas balkon seorang pria sedang bersiap kembali menembakkan ke Alex tapi gerakan Alex lebih cepat. Pisau lipat yang sudah berlumuran darah Inge langsung di lempar ke pria tersebut.


jleb


akhhhh


bruk


Pria itupun jatuh dari lantai 8 menuju ke lantai dasar membuat pria tersebut mati seketika. Alex duduk di lantai sambil memeluk istrinya yang sudah mulai dingin.


" Sayang bangunlah." mohon Alex sambil menangis.


Perlahan Inge membuka matanya dan memaksakan dirinya untuk tersenyum karena tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa. Inge membelai wajah tampan suaminya.


" Aku sangat mencintaimu honey sampai kapanpun aku selalu mencintaimu." lirih Inge


" Kenapa kamu menjadikan tubuhmu sebagai tameng hah!!" ucap Alex dengan nada kesal dan frustrasi.


" Aku tidak bisa melihat orang yang kucintai terluka, selamat tinggal honey jaga dirimu baik-baik dan aku mohon lupakan dendammu." ucap Inge sambil tersenyum dan tidak berapa lama tangan Inge terkulai lemah bersamaan matanya menutup.


Alex meraba tangan Inge untuk mencari nadi Inge tapi tidak ada kemudian melalui hidung mancung Inge tetap tidak ada hingga terakhir ke leher Inge dan tidak ada tanda kehidupan Inge meninggal dengan wajah tersenyum.


" Inge tidak!!!!!!" teriak Alex sambil memeluk istrinya.


" Honey, bangun." ucap Inge dengan nada lembut sambil membelai pipi suaminya.


Alex membuka matanya dan melihat istrinya sedang duduk di samping ranjang sambil membelai pipinya. Alex langsung memeluk istrinya seakan takut kehilangan untuk yang ke dua kalinya.


" Honey, mimpi apa? sampai berteriak seperti itu?" tanya Inge sambil membalas pelukan suaminya.


Alex mendorong perlahan tubuh istrinya kemudian menatap wajah cantik istrinya. Alex pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi nya.


" Honey itu hanya bunga tidur, aku tidak apa-apa kan." ucap Inge


" Tapi ini seperti nyata." ucap Alex.


" Walau suatu saat itu menjadi kenyataan berarti sudah takdirku mati di tangan suamiku." ucap Inge


" Apa maksudmu Inge?" tanya Alex tidak percaya dengan omongan istrinya yang seakan pasrah jika istrinya di bunuh oleh dirinya.

__ADS_1


" Sudah lupakan sekarang mandi karena sebentar lagi kita akan pergi ke tempat Leo dan Debby." ucap Inge


Akhirnya mereka pun mandi bersama selesai mandi dan berpakaian mereka pergi ke tempat Leo dan Debby menginap.


__ADS_2