Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Putri Bernyanyi


__ADS_3

Setelah rasa sesak berkurang Putri menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil menghapus air matanya kemudian membalikkan badannya bertepatan dengan ponselnya berdering.


Putri menatap ponselnya dan ada panggilan dari Sayangku Rocky. Putri langsung menggeser tombol berwarna hijau sambil membalikkan badannya.


" Hallo kak." Panggil Putri dengan suara bindeng khas orang menangis.


tut tut tut tut tut


Rocky langsung mematikan ponselnya secara sepihak membuat Putri menangis kembali.


" Hiks... hiks... kenapa menghubungiku lalu dimatikan?" tanya Putri pada ponselnya.


Tiba - tiba ponsel Putri berdering dari Rocky kembali hanya bedanya tadi panggilan biasa tapi kini panggilan video call. Putri langsung cepat - cepat menggeser tombol berwarna hijau.


" Sayang, maafkan aku hiks... hiks..." ucap Putri sambil terisak


" Kamu kenapa menangis Put? siapa yang berani menyakiti hatimu?" tanya Rocky dengan wajah cemas.


Rocky belum menyadari kalau Putri merubah panggilan dirinya.


" Tidak ada orang yang menyakitiku." ucap Putri


" Lalu kenapa kamu menangis?" tanya Rocky dengan nada bingung


" Apakah sayangku marah padaku?" tanya Putri menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.


" Apa Put? ulangi perkataanmu?" pinta Rocky tanpa menjawab pertanyaan Putri


" Apakah kak Rocky marah padaku?" tanya Putri mengulangi perkataannya hanya di ubah kata sayangku menjadi kak Rocky


" Bukan itu ulangi lagi." pinta Rocky


" Apakah sayangku marah padaku?" tanya Putri mengulangi perkataannya dengan menundukkan kepalanya karena malu.


" Pffftttt hahahaha... kenapa malu sayang, tatap wajahku kan wajahku bukan di lantai tapi di depanmu." goda Rocky sambil tertawa lepas.


" Kak Rocky." ucap Putri sambil cemberut karena dirinya di goda oleh Rocky


" Iya sayang, ada apa?" tanya Rocky


" Apakah kak Rocky marah padaku?" tanya Putri ulang sambil menatap wajah tampan Rocky.


" Jangan panggil kak, panggil sayang." pinta Rocky


" Tapi..." ucapan Putri terpotong oleh Rocky


" Kalau panggil kak aku marah." ucap Rocky pura - pura cemberut.


" Sayangku, cintaku dan belahan cintaku apakah sayangku marah padaku?" goda Elisabeth sambil berdiri di samping Putri dan melihat Rocky sedang duduk di barak.


" Kamu temannya Putri ya?" tanya Rocky


" Iya kak, kenalin aku Elisabeth sahabat Putri. Maaf kak aku numpang di rumah kakak." ucap Elisabeth


" Tidak apa - apa Elisabeth, tolong titip Putri kalau nakal di jewer ya." ucap Rocky


" Beres kak." Ucap Elisabeth sambil tersenyum dan pergi meninggalkan Putri karena ingin pergi ke toilet.


" Sayang memangnya aku anak kecil pakai di jewer segala." ucap Putri dengan wajah cemberut.


Rocky hanya tersenyum melihat wajah cemberut Putri.


" Sayang tidak marah padaku kan?" tanya ulang Putri.


" Rocky aku dengar suara Elisabeth?" tanya Dennis sambil nongol di layar ponsel milik Rocky.


" Elisabeth barusan pergi." ucap Putri menjawab ucapan Dennis.


" Oh." Jawab Dennis sambil berbaring kembali di barak.


" Tentu saja tidak, kenapa mesti marah?" tanya Rocky melanjutkan ucapan Putri.


" Kenapa tadi ponselku dimatikan?" tanya Putri.


" Maaf sayang ponselku lowbat." Ucap Rocky sambil menguap karena dirinya ingin istirahat.


" Sayangku ngantuk ya? istirahat ya sayang dan jaga kesehatan." Ucap Putri


" Iya nih badanku cape banget ingin istirahat." Ucap Rocky sambil berbaring di ranjang.


" Aku tutup teleponnya ya biar sayangku istirahat." Ucap Putri

__ADS_1


" Putri." Panggil Rocky


" Ya sayang." Jawab Putri


" Aku ingin sebelum aku tidur sayangku nyanyikan untukku dan nanti kalau aku sudah tidur baru sayangku matikan ponselnya." pinta Rocky


" Tapi suaraku jelek sayang." ucap Putri.


" Tidak apa - apa yang penting sayangku menyanyikan lagu untukku dengan tulus." ucap Rocky.


Putri berpikir untuk menyanyikan lagu apa setelah beberapa lama berfikir Putri mulai menyanyikan lagu pengantar tidur untuk Rocky. Tanpa sepengetahuan Putri, sebelum bernyanyi Rocky menekan tombol rekam di ponselnya.


Devoted To You.


Darlin' you can count on me


Sayang, kau bisa mengandalkanku


Till the sun dries up the sea


Hingga matahari mengering di laut


Until then I'll always be devoted to you


Sampai saat itu aku akan selalu mengabdi padamu


I'll be yours through endless time


Saya akan menjadi milik Anda melalui waktu tanpa akhir


I'll adore your charms sublime


Saya akan mengagumi pesona Anda luhur


Guess by now you know that I'm devoted to you


Tebak sekarang Anda tahu bahwa saya mengabdi kepada Anda


I'll never hurt you, I'll never lie


Aku tidak akan pernah menyakitimu, aku tidak akan pernah berbohong


I'll never be untrue


Saya tidak akan pernah salah


I'll never give you reason to cry


Aku tidak akan pernah memberimu alasan untuk menangis


Saya tidak akan senang jika Anda biru


Through the years my love will grow


Selama bertahun-tahun cintaku akan tumbuh


Like a river it will flow


Seperti sungai, ia akan mengalir


It can't die because I'm so devoted to you


Itu tidak bisa mati karena aku begitu setia padamu


I'll never hurt you, I'll never lie


Aku tidak akan pernah menyakitimu, aku tidak akan pernah berbohong


I'll never be untrue


Saya tidak akan pernah salah


I'll never give you reason to cry


Aku tidak akan pernah memberimu alasan untuk menangis


Saya tidak akan senang jika Anda biru


Through the years my love will grow


Selama bertahun-tahun cintaku akan tumbuh

__ADS_1


Like a river it will flow


Seperti sungai, ia akan mengalir


It can't die because I'm so devoted to you


Itu tidak bisa mati karena aku begitu setia padamu


Darlin' you can count on me


Sayang, kau bisa mengandalkanku


Till the sun dries up the sea


Hingga matahari mengering di laut


Until then I'll always be devoted to you


Sampai saat itu aku akan selalu mengabdi padamu


I'll be yours through endless time


Saya akan menjadi milik Anda melalui waktu tanpa akhir


I'll adore your charms sublime


Saya akan mengagumi pesona Anda luhur


Guess by now you know that I'm devoted to you


Tebak sekarang Anda tahu bahwa saya mengabdi kepada Anda


I'll never hurt you, I'll never lie


Aku tidak akan pernah menyakitimu, aku tidak akan pernah berbohong


I'll never be untrue


Saya tidak akan pernah salah


I'll never give you reason to cry


Aku tidak akan pernah memberimu alasan untuk menangis


Saya tidak akan senang jika Anda biru


Through the years my love will grow


Selama bertahun-tahun cintaku akan tumbuh


Like a river it will flow


Seperti sungai, ia akan mengalir


It can't die because I'm so devoted to you


Itu tidak bisa mati karena aku begitu setia padamu


I'll never hurt you, I'll never lie


Aku tidak akan pernah menyakitimu, aku tidak akan pernah berbohong


I'll never be untrue


Saya tidak akan pernah salah


I'll never give you reason to cry


Aku tidak akan pernah memberimu alasan untuk menangis


Saya tidak akan senang jika Anda biru


Through the years my love will grow


Selama bertahun-tahun cintaku akan tumbuh


Like a river it will flow


Seperti sungai, ia akan mengalir


It can't die because I'm so devoted to you

__ADS_1


Itu tidak bisa mati karena aku begitu setia padamu


__ADS_2