Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Rocky dan Dennis


__ADS_3

" Bagaimana kak? benar bukan kataku." Ucap Petra sambil tersenyum menyeringai.


Hatinya sangat puas melihat kesedihan kakaknya tanpa mempunyai rasa bersalah sedikitpun.


" Kakak ingin keluar dulu." Ucap Putri sambil berjalan meninggalkan Petra dan Elisabeth.


Elisabeth yang sejak dari tadi melihat wajah Petra penuh rasa kebencian, dendam dan iri hati hanya diam saja karena dirinya tidak berhak ikut campur urusan keluarga. Elisabeth pun berjalan mengikuti Putri keluar dan menemani Putri di ruang tunggu perawatan.


xxxxxxx


Di kota yang sama tapi berbeda tempat Rocky menutup wajahnya di barak membuat Dennis yang tadi berbaring membuatnya langsung duduk dan menatap Rocky.


" Ada apa Rocky?" Tanya Dennis penasaran.


Rocky pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi dari awal bertemu Putri hingga hubungan mereka saat ini.


" Aku akan meretas cctv di restoran itu apakah benar yang dikatakan Petra karena dari ceritamu Petra itu sangat licik seperti ibunya." Ucap Dennis sambil mengutak atik ponselnya.


Sudah satu jam lamanya Dennis mengutak atik ponselnya dan akhirnya dirinya berhasil.


" Dapat, coba kita lihat apa yang dilakukan oleh Petra." Ucap Dennis sambil memperlihatkan ponselnya ke Rocky.


Mereka berdua menonton rekaman cctv dengan serius dari awal Petra memesan makanan sampai Rocky pergi meninggalkan restoran tersebut.


Rocky dan Dennis melihat Petra memanggil seorang pelayan cafe dan membisikkan sesuatu kemudian pelayan itu pergi dan tidak berapa lama pelayan itu datang membawa bungkusan. Petra memberikan beberapa lembar uang warna merah kemudian menerima bungkusan itu.


Petra membuka bungkusan itu dan menaruh ke semua makanan dan minuman. Setelah setengah jam Petra makan dan minum hingga semua yang di meja habis tanpa sisa membuat Rocky dan Dennis membulat sempurna melihat betapa rakusnya Petra.


" Itu makanan masuk ke mana ya?" ceplos Dennis merasa jijik dan eiffel melihat Petra makan sebanyak itu.


" Tidak tahu, aku pikir dia memesan makanan sebanyak itu tidak bakalan habis tapi ternyata... " ucap Rocky menggantungkan kalimatnya karena tidak percaya apa yang dilihatnya.


" Ckckck.. bisa bangkrut punya pacar seperti dia.. " ucap Dennis


" Betul bisa bangkrut dan.." ucap Rocky menggantungkan kalimatnya.


" Malu - maluin kalau di ajak acara karena makannya banyak." Ucap mereka serempak kemudian tertawa bersama.


" Eh lihat itu bertengkar dengan pelayan karena tidak bisa membayar." ucap Dennis


Mereka berdua pun menonton kembali rekaman cctv hingga seorang pria membayar makanan Petra dan mereka masuk ke dalam sebuah kamar.


" Kemungkinan bungkusan itu obat perangsang karena di lihat gerak gerik Petra terlihat seperti cacing kepanasan." tebak Dennis


" Bisa jadi Den." Ucap Rocky.


" Sekarang apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Dennis


" Aku ingin hubunganku dengan Putri baik lagi." Ucap Rocky lesu

__ADS_1


" Kasih tahu saja yang sebenarnya." Ucap Dennis


" Waktu itu aku pernah menceritakan tentang adik kembarnya dan juga ibunya mungkin dia lupa." Ucap Rocky menjelaskan.


" Coba kamu telepon Putri." Pinta Dennis


Rocky menghubungi Putri tapi tidak di angkat sampai berkali - kali membuat Rocky frustasi. Dennis yang melihatnya tidak tega.


" Coba aku yang menghubungi." Ucap Dennis


" Aku telepon saja tidak di angkat." Ucap Rocky


" Pakai ponselku." Ucap Dennis


" Tapi aku yang ngomong nanti kamu rebut lagi tunanganku." ucap Rocky


" Aish... sudah dibantuin malah curiga.. ya sudah deh terserah padamu aku mau tidur." Ucap Dennis dengan nada kesal.


" Eh... jangan... gitu aja marah.. ayo donk tolongin aku please." Mohon Rocky


" Ini ponselku hubungi saja sendiri." Ucap Dennis sambil memberikan ponselnya ke Rocky


Rocky langsung menghubungi Putri lewat ponsel Dennis tapi sayang ponsel Putri tidak aktif.


" Ponselnya tidak aktif." keluh Rocky sambil mengembalikan ponsel milik Dennis


Dennis melihat Rocky lesu tidak tega akhirnya dirinya berfikir untuk membantu Rocky.


" Memang kamu tahu nomer ponsel Elisabeth?" tanya Rocky


" Ngga." Jawab Dennis polos


" Terus kamu menghubungi Elisabeth bagaimana?" tanya Rocky dengan nada sebal.


" Meretas data Elisabeth lah, bagiku mencari data orang itu tidak masalah buatku asalkan orang itu berkata jujur. " ucap Dennis dengan nada santai.


Dulu dirinya dan keluarga besarnya mencari identitas mantan kekasihnya yang bernama Elisabeth tidak bisa karena Elisabeth menggunakan nama palsu karena itu mereka sulit menemukannya.


Dennis mulai mengutak atik ponselnya tidak membutuhkan waktu lama muncul sederetan nama - nama Elisabeth. Dennis dengan teliti mencari nama Elisabeth lewat fotonya dan tidak beberapa lama Dennis melihat foto Elisabeth.


" Nah ini orangnya." Ucap Dennis sambil mengklik nama Elisabeth Aquire


Begitu banyak foto - foto Elisabeth dari kecil hingga sekarang dan ada juga foto keluarganya.


" Itu ada foto Elisabeth dengan Putri." Ucap Rocky


" Oh ini tunanganmu." Ucap Dennis


" Iya, kamu jangan naksir ya." pinta Rocky

__ADS_1


" Ck.. sial*n aku bukan tipe cowo suka ngerebut ya." omel Dennis sambil memperhatikan serius wajah cantik Elisabeth.


" Aish.... aku kan bercanda, Elisabeth cantik juga ya." Ucap Rocky usil karena melihat Dennis tidak berhenti menatap foto Elisabeth.


" Biasa saja." Ucap Dennis


" Kamu suka tidak?" tanya Rocky kepo


" Tidak." Jawab Dennis bertentangan dengan kata hatinya.


" Ya sudah nanti aku jodohkan dengan Doddy." Ucap Rocky


" Aish tidak bisa enak aja." Ucap Dennis kesal.


Pffftttt hahaha... ternyata kamu sukakan? pakai pura - pura bilang tidak suka." Ledek Rocky


" Mau aku bantuin ngga?" kesal Dennis


" Iya... iya gitu aja ngambek." Ucap Rocky


Dennis mulai meretas data Elisabeth setelah setengah jam mengutak atik ponselnya akhirnya Dennis mengetahui ponsel Elisabeth.


" Ini sudah dapat nomer ponsel Elisabeth, kamu telepon Elisabeth gih." Perintah Dennis


" Bilangnya apa ya? tolongin donk." mohon Rocky


" Huh... dasar bucin akut dah di tolongin cariin nomer Elisabeth eh aku suruh mikir." Omel Dennis


" Kamu kan sahabatku yang baik hati dan tidak sombong tolongin donk." mohon Rocky tidak memperdulikan Omelan Dennis.


Dennis hanya mendengus sebal dengan tingkah sahabatnya. Dennis berfikir apa yang akan dikatakan oleh Elisabeth setelah setengah jam berfikir akhirnya Dennis menghubungi Elisabeth. Deringan pertama langsung di angkat oleh Elisabeth.


" Hallo, dengan siapa ya?" tanya Elisabeth dengan nada merdu.


deg


Jantung Dennis berdetak kencang mendengar suara merdu Elisabeth tapi berusaha ditepisnya .


" Dennis, kamu masih ingatkan?" tanya Dennis


hening


hening


" Hallo Elisabeth masih ada di situ?" tanya Dennis


" Iya hallo, maaf kak Dennis tadi aku berfikir. Iya kak aku ingat dengan kak Dennis, ada apa ya kak telepon aku?" tanya Elisabeth dengan nada masih merdu membuat jantung Dennis berdetak kencang lagi.


" Tidak ada apa - apa, kamu lagi apa?" tanya Dennis basa basi padahal dirinya sudah tahu.

__ADS_1


" Oh ini lagi nemenin Putri di rumah sakit kak." Ucap Elisabeth


__ADS_2