Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Bantuan Datang


__ADS_3

" Alvonso dan Alvian mereka semakin dekat bersembunyi di sebelah kanan setelah itu serang mereka." Ucap mommy Laras.


" Kennath dan Ronald datang ke mansion milik Clara, anak - anakku dalam bahaya." Ucap daddy Alvonso menghubungi ke dua sahabatnya yang tidak begitu jauh dari tempat kejadian.


" Bukankah itu para menantu kita?" Ucap daddy Alvonso dengan nada terkejut begitu pula dengan yang berada di tempat itu.


" Kak Kelly, kak Amel, Kak Liani dan Amora kenapa ada di sana?" tanya Debby


xxxxxxx


Istri Alvonso yang bernama Kelly, Istri Alvian yang bernama dokter Amel, Istri Harlan yang bernama Liani dan istri Alan sekretaris pribadi Dennisa yang bernama Amora saudara kembarnya yang menikah dengan Baron.


xxxxxxx


" Iya kenapa mereka bisa tahu?" Tanya Alviana dengan nada terkejut.


" Maaf waktu itu mereka bertanya padaku aku cerita saja dan tidak tahunya mereka datang." Ucap Dennisa.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda Kelly, Amel, Liani dan Amora berjalan mengendap - ngendap mereka di bagi dua kelompok Kelly dan Amel berjalan di depan sedangkan Liani dan Amora bersembunyi dari arah kejauhan untuk berjaga - jasa jika ada serangan mendadak.


Kelly dan Amel melihat suami dan iparnya saling tembak dan membutuhkan bantuan karena mereka terdesak.


Alvonso, Alvian, Arlan, Harlan, Max dan Alan serta para anak buahnya menembaki para musuh yang tidak pernah ada habis - habisnya hingga peluru mereka habis.


Beberapa anak buahnya ada yang terluka dan ada juga yang sudah meninggal begitu pula dengan para musuhnya tapi paling banyak yang mati dari musuh - musuhnya tapi anehnya walau musuhnya banyak yang mati tapi musuhnya masih tetap sangat banyak.


" Kalian menyerahlah." Ucap salah satu dari mereka.


dor


akhhhhh


dor


akhhhhh


dor


akhhhhh


dor


akhhhhh


Kelly dan Amel menembak kening masing - masing dua orang hingga merekapun mati di tempat. Amel mendekati suaminya dan memberikan sebuah tas.


" Ambillah isinya senjata." Bisik Amel pada suaminya Alvian.


" Wawww.. dua wanita datang membantu.. apakah para lelaki tidak malu meminta bantuan dua wanita." ucap salah satu dari mereka.


" Pffftttt hahahaha..."Tawa anak buah lainnya.

__ADS_1


Alvonso, Alvian, Arlan, Harlan, Max dan Alan mengambil pistol yang berada di dalam tas yang tadi diberikan oleh Amel


Ke enam pria itupun langsung menembak para penjahat yang berjumlah dua puluh orang.


" Kak Alvonso arah jam sembilan." Ucap Alviana


dor


akhhhhh


Alvonso mengarahkan pistolnya ke arah jam sembilan dan orang itupun langsung mati di tempat.


" Liani dan Amora di sebelah selatan ada dua penembak jitu yang akan menembak Kak Alvonso." Ucap Dennisa.


Dennisa menggunakan dua laptop, laptop pertama untuk meretas cctv untuk melihat pergerakan saudara - saudaranya yang akan menyerang Clara yang berada di dalam mobil menuju ke rumah sakit sedangkan laptop ke dua meretas cctv mansion milik Clara.


dor


akhhhhh


dor


akhhhhh


Liani dan Amora langsung membalikkan badan dan menembak dua penembak jitu dan tepat mengenai dahinya. Setelah selesai Liani dan Amora membantu suami dan para ipar.


" Liani di be...." ucapan Dennisa terputus karena alat komunikasi mereka berdengung membuat semuanya melepaskan alat komunikasi mereka yang berada di telinganya.


" Si*l siapa mereka sebenarnya? Kenapa mereka bisa melakukan ini?" Tanya daddy Alvonso sambil mengusap telinganya karena suara dengungan alat komunikasi.


" Aduh Liani dalam bahaya." Ucap Dennisa


Mereka serempak menatap layar laptop milik Dennisa.


Di tempat yang berbeda


" Jangan bergerak, buang senjata kalian kalau tidak wanita ini akan aku tembak." Ucap seorang pria sambil menodongkan pistolnya ke kening Liani.


Semuanya terkejut tapi Liani memberikan kode ke saudara - saudara iparnya.


" Aku tahu yang kamu lakukan jadi jangan - jangan berbuat macam - macam kalau tidak peluru ini menembus otakmu." Ucap pria itu.


" Tiga wanita itu lakukan secara bergiliran di depan suami dan ipar - ipar lainnya." perintah pria itu tanpa punya perasaan.


deg


deg


deg


Jantung mereka berdetak kencang terlebih Kelly, Amel dan Amora dan juga ke tiga suaminya.


" Jika kalian menyentuh istriku akan aku bunuh kalian." ucap Alvonso

__ADS_1


" Aku juga akan membunuhmu." Ucap Alvian dan Arlan serempak


" Hahahaha silahkan saja jika kalian tidak mau wanita ini mati aku tembak." Ucap pria itu tertawa jahat.


Kelly, Amel dan Amora yang didekati para pria yang menatapnya dengan tatapan lapar langsung mendekati ke tiga wanita yang sangat cantik dan seksi walau sudah mempunyai anak tapi tubuh mereka di rawat dengan baik.


Kelly, Amel dan Amora melawan para pria yang ingin menyentuh tubuhnya. Liani yang melihat ike tiga iparnya dalam bahaya langsung menginjak sepatu pria itu dan tangan kanannya menahan pistol itu agar tidak menembak keningnya. Pria itupun berusaha mempertahankan senjatanya agar tidak di rebut oleh Liani.


dor


akhhhhh


bruk


Liani tertembak di perutnya membuat Liani berteriak kesakitan dan langsung ambruk seketika. Ke enam pria itu menatapnya dengan tajam dan ingin menembak pria itu.


" Jika kalian menembak bosku maka ke tiga wanita ini akan kami tembak." Ancam ke tiga pria tersebut sambil mengarahkan pistolnya ke arah kening Kelly, Amel dan Amora.


Ke enam pria itu lagi - lagi tidak berdaya hingga terdengar suara tembakan dari luar.


dor


akhhhhh


dor


akhhhhh


dor


akhhhhh


Ke tiga pria itupun langsung mati di tempat karena tembakan itu tepat mengenai dahinya.


" Paman Kenneth, paman Ronald." Panggil mereka serempak


Di saat kritis bantuan datang dari dokter Kennath dan paman Ronald beserta anak buahnya. Dokter Kennath dan Ronald adalah mantan mafia dan bertahun - tahun menggeluti dunia hitam sehingga dengan mudah menembak para musuhnya tanpa sisa.


xxxxxxx


" Syukurlah Kennath dan Ronald datang tepat waktu." Ucap daddy Alvonso dengan nafas lega.


" Iya dad untunglah paman Kennath dan paman Ronald datang." Ucap Alviana, Debby dan Dennisa serempak dengan nafas lega


Mommy Laras hanya diam tidak menjawab ucapan suami dan ke tiga putrinya karena dirinya sedang konsentrasi pada layar laptopnya.


" Ada apa mom?" Tanya mereka serempak


" Mommy lagi mencari kenapa alat komunikasi kita berdengung." Ucap mommy Laras sambil mengutak atik laptopnya.


Setelah setengah jam lamanya akhirnya mommy Laras mengetahui siapa dalang dari semua ini.


" Breng**k, kepala pelayan yang selama ini bekerja di tempat kita ternyata adalah seorang mata - mata yang berada di mansion utama, pantas saja mommy merasa curiga kenapa sulit sekali menemukan pelakunya dan apa yang kita lakukan diketahui oleh Clara." Ucap mommy Laras dengan nada geram.

__ADS_1


" Alviana , Debby dan Dennisa kalian bertiga tetap di sini. Perhatian dan laporkan pada kami lewat alat komunikasi dan daddy ayo kita pergi ke mansion kita tangkap kepala pelayan itu." Ajak mommy Laras sambil menarik tangan suaminya.


" Baik mom." Jawab ke tiga anaknya serempak


__ADS_2