Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Melahirkan


__ADS_3

Mereka makan dengan lahap hingga tidak terasa daging ular habis hanya menyisakan tulang.


" Ternyata enak juga." Ucap Putri


" Iya betul." Ucap Elisabeth dan Dona serempak.


" Kita cuci tangan yuk?" Ajak Putri


" Ok." Jawab Elisabeth dan Dona serempak lagi.


Mereka pun pergi di pinggir pantai untuk mencuci tangan setelah selesai mereka berjalan kembali ke tempat semula.


" Kita bikin rumah yuk." Ajak Dona


" Ayo." Jawab Elisabeth dan Putri.


Dona naik kelapa lagi untuk mengambil buah kelapa dan daun kelapa untuk digunakan sebagai atap rumah sedangkan Elisabeth dan Putri mencari daun-daun ukuran lebar dan juga ranting-ranting kayu. Selain untuk di buat sebagai dinding juga untuk di buat api unggun.


Hampir tiga jam lamanya akhirnya mereka menyelesaikan membuat rumah-rumahan dari ranting kayu dan daun kelapa.



" Akhirnya selesai juga." Ucap Dona sambil memperhatikan bentuk rumah.


" Ya betul, aku ingin istirahat dulu." Ucap Putri


" Kalian berdua istirahat lah aku yang akan berjaga." Ucap Elisabeth sambil memegang kayu.


" Ok." Jawab ke duanya dengan serempak.


Putri dan Dona masuk ke dalam kemudian berbaring dan tidak membutuhkan waktu lama ke duanya sudah tertidur pulas sedangkan Elisabeth duduk di tengah pintu sambil melihat ke sekelilingnya untuk berjaga-jaga jika ada serangan dari hewan buas.


Tiga Bulan Kemudian


Tidak terasa sudah dua bulan mereka bertiga terdampar, mereka hanya bisa berdoa agar mereka ditemukan oleh orang.


" Putri, wajahmu pucat kamu sakit?" Tanya Elisabeth


" Tidak, hanya badanku terasa tidak enak rasanya ingin mu..." Ucapan Putri terpotong karena Putri berlari agak menjauh dari ke dua sahabatnya.


Hoek


Hoek


Putri mengeluarkan apa yang tadi dimakannya, tubuhnya terasa lemas membuat Dona dan Elisabeth cemas mereka mendekati Putri dan membawanya ke dalam rumah. Dona yang mengambil jurusan dokter kandungan mengecek tubuh Putri setelah selesai mengecek Dona menghembuskan nafasnya dengan perlahan.

__ADS_1


" Sepertinya kamu hamil Put dan kalau tidak salah usia kandunganmu menginjak dua bulan." Ucap Dona


" Aku hamil?" Tanya Putri mengulangi perkataan Dona


" Iya Put." Jawab Dona.


" Hiks... hiks ... aku bingung apa yang mesti aku lakukan?" Tanya Putri sambil terisak.


" Ssttt sudah jangan menangis kalau kamu nangis bayimu akan ikut menangis. Kamu tidak ingat apa yang aku katakan? aku akan selalu ada untukmu." Ucap Elisabeth sambil memeluk sahabatnya.


" Benar kata kak Elisabeth, masih ada aku dan kak Elisabeth yang selalu menemani dirimu. Jadi jangan menangis lagi ya?" Mohon Dona sambil memeluk Putri.


" Terima kasih kalian berdua memang sahabat sejati." Ucap Putri terharu sambil membalas pelukan ke dua sahabatnya.


" Sesama sahabat harus saling membantu." Ucap Elisabeth


" Susah dan senang itulah inti dari persahabatan." Sambung Dona.


Setelah lama berpelukan mereka melepaskan pelukannya masing-masing sambil tersenyum.


" Kamu pengen apa Put?" Tanya Elisabeth


" Hmmm... aku ingin makan sup ular." Jawab Putri.


" Ok. Aku yang akan mencarinya." Ucap Dona


" Ok." Jawab Dona singkat.


Dona berjalan mencari ular sedangkan Elisabeth mencari bahan-bahannya sambil melihat ke arah sekelilingnya jika ada binatang buas yang menyerang dirinya.


Stelah lima belas menit mencari akhirnya Dona mendapatkan ular ukuran sedang begitu pula dengan Elisabeth sudah menyiapkan bahan untuk dibuatkan sup ular.


Stelah lima belas menit lamanya akhirnya sup sudah matang dan dimasukkan ke dalam batok kelapa sedangkan sendoknya menggunakan daun kelapa. Mereka bertiga makan bersama selesai makan dan minum Elisabeth dan Dona istirahat karena Putri merasa tidak enak terhadap ke dua sahabatnya kalau dirinya tidur terlebih melihat ke dua sahabatnya sangat lelah.


Tujuh Bulan Kemudian


Tidak terasa waktu berlalu perut Putri semakin membuncit hanya tinggal menghitung waktu Putri melahirkan. Putri dan Elisabeth sedang tertidur pulas sedangkan Dona berjaga-jaga melihat sekelilingnya. Tanpa sengaja dirinya melihat seekor harimau lapar berjalan dengan perlahan menuju ke arah dirinya membuat mata Dona membulat sempurna.


" Alamak kenapa ada 🐅 harimau." Gerutu Dona sambil dirinya bersiap-siap untuk melawan harimau tersebut.


" Elisabeth, Putri ada harimau." Ucap Dona dengan nada keras sambil melawan harimau yang ingin memakan dagingnya.


Suara harimau dan Dona membuat Elisabeth dan Putri terbangun. Mereka berdua mengambil kayu yang sengaja di simpannya di samping mereka untuk berjaga-jaga seperti saat ini.


" Putri kamu di sini saja biar aku bantu Dona." Ucap Elisabeth sambil berjalan dengan langkah cepat

__ADS_1


Putri yang tidak tega dan takut terjadi apa-apa dengan ke dua sahabatnya membuat Putri nekat keluar dari rumah tersebut.


Putri yang melihat Elisabeth dan Dona kewalahan menghadapi harimau tersebut membuat Putri ikut membantu Elisabeth dan Dona. Ke tiga gadis tersebut melawan harimau tersebut karena pukulan yang bertubi-tubi membuat harimau itu pergi meninggalkan mereka bertiga dan mencari mangsa lain.


" Perutku... sakit.." Ucap Putri sambil memegangi perutnya dengan ke dua tangannya.


" Sepertinya mau melahirkan kita bawa ke rumah saja." Ucap Elisabeth.


Dona dan Elisabeth memapah tubuh Putri untuk kembali ke dalam rumah.


" Aku akan mengambil bahan-bahan yang dibutuhkan." Ucap Dona sambil keluar dari rumah itu meninggalkan ke dua sahabatnya.


Dona mencari bahan-bahan yang dibutuhkan hingga tanpa sengaja dirinya mendengar suara kapal. Dona langsung berlari ke arah laut dan melihat kapal feri sedang melewati pantai yang ditempati oleh ke tiga gadis itu.


" Tolong!!!! Tolong!!!!! Tolong!!!" Teriak Dona sambil melambaikan ke dua tangannya.


Sepasang suami istri tidak mendengar ataupun melihat keberadaan Dona karena mereka asyik mengobrol namun putra mereka yang berumur sepuluh tahun melihat Dona.


" Mommy, daddy... Lihat." Panggil putra sulungnya.


Sepasang suami istri itu pun langsung menengok ke arah yang di tunjuk oleh putra sulungnya.


" Mommy, lihat ada wanita yang melambaikan ke arah kita." Ucap suaminya.


" Kita ke sana dad, sepertinya mereka terdampar." Ucap istrinya


Suaminya memerintahkan juru kemudi kapal untuk berbelok ke arah samping membuat Dona tersenyum bahagia.


" Terima kasih Tuhan, Engkau telah mengabulkan doa kami." Ucap Dona


Kapal feri itu pun berhenti dan sepasang suami istri dan putra sulungnya turun dari kapal.


" Tuan dan nyonya syukurlah lewat sini kami terdampar di pulau ini." Ucap Dona


" Kami, memang ada yang lainnya?" Tanya wanita cantik itu.


" Ada nyonya, oh iya ampun aku baru ingat temanku mau melahirkan." Ucap Dona


" Apa melahirkan? Daddy tolong mereka." Ucap istrinya


" Baik mom tapi daddy ambil perlengkapan dokter dulu." Jawab suaminya.


" Baik dad." Jawab istrinya.


Pria itu naik ke atas kapal kembali untuk mengambil perlengkapan dokter setelah selesai pria itu turun kembali.

__ADS_1


" Ikuti aku nyonya, tuan." Ucap Dona


__ADS_2