Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Bantuan Datang


__ADS_3

" Baik tuan." Jawab mereka serempak


Ke lima pria berwajah sangar membantu ke dua temannya. Perkelahian yang tidak seimbang membuat Putri dan Elisabeth bertahan untuk melawan mereka sambil menunggu bantuan datang sedang kan pria satunya hanya tersenyum sinis ke arah Putri dan Elisabeth.


" Kalian berdua menyerahlah tidak akan mampu melawan ke tujuh anak buahku." ucap pemuda itu sambil tersenyum menyeringai.


" Kami tidak akan menyerah lebih baik kami mati dari pada melayani ***** binatang kalian." Ucap Elisabeth sambil melawan para penjahat.


Elisabeth dan Putri berusaha bertahan tapi karena kalah jumlah membuat Elisabeth dan Putri terdesak.


bugh


akhhhhh


Salah seorang penjahat menyerang Elisabeth dari arah belakang karena tubuhnya sudah mulai melemah membuat Elisabeth tidak bisa menghindar membuat Elisabeth ambruk dan jatuh terlentang. Elisabeth berusaha bangun tapi tenaganya sangat lemah.


" Elisabeth!! teriak Putri


bugh


akhhhhh


bruk


Putri yang memikirkan Elisabeth membuatnya tidak konsentrasi membuat salah satu dari mereka memukul tengkuk Putri membuat Putri tidak sadarkan diri.


" Putri!!" teriak Elisabeth berusaha bangun tapi tenaganya benar - benar terkuras.


" Hahahaha... bawa ke dua gadis itu ke dalam mobil." Perintah pria itu sambil tertawa jahat.


" Baik tuan." Jawab anak buahnya serempak

__ADS_1


Putri yang sudah tidak sadarkan diri di gendong oleh salah satu dari mereka dan di bawa ke dalam mobil sedangkan Elisabeth berusaha memberontak tapi tenaganya kalah dari dua pria yang membawanya membuat Elisabeth hanya pasrah ketika di bawa masuk ke dalam mobil.


Mereka pergi meninggalkan lokasi kejadian, ke dua mobil tersebut melaju menuju ke mansion milik pria tersebut. Setengah jam kemudian ke dua mobil itu berhenti di mansion.


Pria itu masuk ke dalam mansion dengan diikuti oleh dua pria yang menggendong Elisabeth dan Putri yang masih belum tersadar dari pingsannya sedangkan sisanya lima pria berwajah sangar mengikutinya dari arah belakang.


Pria itu membuka kamar pribadinya yang sangat luas dan terdapat empat tempat tidur. Dua pria yang sedang menggendong Putri dan Elisabeth masuk ke dalam kamar pria itu sedangkan ke lima pria lainnya berjaga di mansion.


" Letakkan ke dua gadis itu di ranjang dan ikat ke dua tangan dan ke dua kakinya dengan tali setelah itu kalian pergilah. Aku akan panggil kalian jika aku sudah puas menikmati tubuh mereka" Perintah pria itu sambil berjalan ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


" Baik tuan." Jawab mereka berdua serempak.


Ke dua anak buahnya mengerjakan apa yang diperintahkan oleh bosnya setelah selesai mereka berdua keluar dari kamar pribadi bosnya.


ceklek


Pria itu keluar dengan tubuh yang segar dan menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya. Pria itu menatap ke dua gadis itu dengan nanar karena Elisabeth dan Putri diikat membentuk huruf X membuat adik kecilnya langsung menegang.


" Pertama - Tama aku menggunting semua pakaianmu hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian dilanjutkan dengan temanmu yang belum sadar." ucap pria itu sambil tersenyum mesum.


" Lebih baik kamu bunuh aku." pinta Elisabeth


" Biar anak buahku yang akan membunuh kalian berdua setelah aku merasa puas dan bosan dengan kalian berdua tapi sebelum kalian mati terbunuh tentu saja anak buahku juga ikut menikmati barulah kalian berdua mati." ucap pria itu tanpa merasakan bersalah sedikitpun.


Pria itupun menggunting seluruh pakaian Elisabeth hingga polos tanpa sehelai benangpun membuat adik kecilnya semakin menegang melihat tubuh seksi Elisabeth. Setelah selesai pria itu berjalan ke arah Putri kemudian sama seperti Elisabeth pakaian Putri di gunting oleh pria tersebut hingga polos tanpa sehelai benangpun.


" Kamu tahu kenapa aku suka melihat tubuh polos sekaligus karena setelah aku mendapatkan mahkota berhargamu aku langsung melakukan bersama temanmu itu tanpa perlu menggunting pakaian lagi." Ucap pria itu sambil menarik handuknya.


Elisabeth langsung memalingkan wajahnya karena baru kali ini melihat tubuh polos seorang pria membuat Elisabeth tidak berhenti mengeluarkan air matanya.


( " Kak Dennis aku mohon datanglah aku sangat membutuhkan pertolongan dirimu." Mohon Elisabeth dalam hati dengan tak henti - hentinya menangis ).

__ADS_1


" Aku lebih suka melakukan dengan orang yang masih sadar karena aku ingin melihat ekspresi kesakitan ketika pertama kali kehilangan mahkota berharganya." ucap pria itu


" Dari mana kamu tahu kalau kami masih menjaga kehormatan kami?" tanya Elisabeth tanpa menatap pria itu sambil berusaha memberontak membuat ke dua tangan dan ke dua kakinya memerah karena ikatan talinya terlalu kuat.


" Aku bisa melihat sepintas tubuh polos kalian berdua kalau kalian masih menjaga kehormatannya." Ucap pria itu dengan nada santai.


Pria itu langsung menjatuhkan tubuhnya di tubuh Elisabeth membuat Elisabeth merasa muak melihatnya. Pria itupun mengecup sekilas bibir Elisabeth kemudian dilanjutkan mencium leher Elisabeth memberikan tanda merah di lehernya sambil ke dua tangannya meremas dua gunung kembar milik Elisabeth.


Elisabeth berusaha menahan hasratnya yang mulai timbul sambil berusaha memberontak tapi semuanya sia - sia saja. Elisabeth hanya bisa menangis dan berharap ada bantuan datang walau itu kemungkinannya sangat kecil.


" Sekarang aku masukkan adik kecilku awalnya terasa sakit tapi lama kelamaan terasa enak." Bisik pria itu sambil duduk berhadapan dengan Elisabeth.


Pria itu memegang kerisnya untuk dimasukkannya ke privasi milik Elisabeth. Elisabeth berusaha bergerak terus agar adik kecil pria itu tidak bisa masuk ke dalam privasinya membuat pria itu kesal kemudian langsung menindihnya agar Elisabeth tidak bergerak terus.


Tangan kanan pria itu memegang adik kecilnya dan siap dimasukkan ke dalam privasi milik Elisabeth karena Elisabeth tidak bisa bergerak lagi membuat Elisabeth memejamkan mata sambil menangis dan berharap Dennis akan datang. Entah kenapa Elisabeth sangat berharap Dennis datang menolong dirinya dan juga menolong Putri.


brak


Dua pemuda tampan mendobrak paksa pintu itu dan langsung membulatkan matanya dengan sempurna karena melihat gadis yang dicintainya di lecehkan oleh seorang pria.


" Breng**k!!" bentak Dennis sambil berjalan dengan cepat ke arah pria itu kemudian menarik tangan pria itu kemudian memukulnya bertubi - tubi.


Rocky langsung menutup pintu kemudian mengambil selimut untuk menutupi tubuh Putri yang polos tanpa sehelai benangpun setelah itu berjalan ke arah pria itu.


" Dennis kamu tutupi tubuh Elisabeth dulu biar pria itu akan aku haj*r." Ucap Rocky menahan amarah.


Dennis menghentikan memukul pria itu kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh polos Elisabeth sedangkan Rocky memukul pria itu hingga babak belur.


Dennis yang melihat pria itu sudah babak belur tidak jadi memukul pria itu karena tidak tega melihat Elisabeth masih memejamkan matanya dan air matanya tidak berhenti keluar.


Hati Dennis sangat sakit melihat Elisabeth seperti itu. Dennis langsung membuka ikatan tali yang mengikat ke dua tangan dan ke dua kaki Elisabeth setelah selesai Dennis duduk di samping ranjang kemudian menarik perlahan tubuh Elisabeth untuk di peluk.

__ADS_1


" Maafkan aku terlambat menyelamatkan mu." Ucap Dennis dengan nada lirih dan tidak terasa air matanya keluar.


__ADS_2