Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Melindungi kami secara diam-diam


__ADS_3

ceklek


Elisabeth membuka pintu dan di di dekat ranjang sudah ada koper miliknya.


" Itu koperku, coba kalian ke kamar yang tadi di tunjuk siapa tahu ada koper kalian." Ucap Elisabeth sambil berjalan mendekati koper tersebut.


" Ok." Jawab Putri dan Dona singkat


Ke dua gadis itupun membalikkan badannya dan berjalan keluar kamar untuk mencari koper mereka sedangkan Elisabeth membuka kopernya dan mengambil pakaian ganti kemudian berjalan ke arah kamar mandi.


ceklek


Putri membuka pintu sambil membawa koper dan masuk ke dalam diikuti oleh Dona yang juga membawa koper.


" Kamarnya luas juga." Ucap Dona


" Iya sangat luas tidak seperti kamarku, kamarku kecil tidak seperti kamar adikku luas." Ucap Putri


" Sabar ya Put, kamu sekarang pikirkan masa yang sekarang. Kamu lihat perlakuan kak Dennis padamu sangat perhatian sedangkan dengan gadis lain kak Dennis bersikap dingin dan datar, keluarga besarnya sangat baik padamu memeperlakukan dirimu seperti putri kandungnya." Ucap Dona


" Iya benar aku belajar melupakan masa lalu yang sangat pahit. Keluarga besar kak Dennis sangat baik padaku dan aku sangat bahagia bisa menjadi salah satu bagian dari keluarganya." Ucap Putri


ceklek


Elisabeth keluar dari kamar mandi dengan kondisi segar dan berjalan ke arah ranjang.


" Kalian mandilah setelah itu kita istirahat." Ucap Elisabeth


" Ok." Jawab Putri dan Dona serempak.


" Kita mandi bareng yuk, biar cepat." Ucap Putri


" Ok." Jawab Dona singkat.


Putri dan Dona mengambil pakaian ganti kemudian masuk ke kamar mandi sedangkan Elisabeth berbaring di ranjang karena tubuhnya sangat lelah dan tidak membutuhkan waktu lama Elisabeth tertidur pulas.


Lima belas menit kemudian Putri dan Dona sudah selesai mandi merekapun berjalan ke arah ranjang dan berbaring. Putri dan Dona yang juga lelah akhirnya tertidur pulas.


xxxxxxx


Di mansion yang sama tapi di ruangan yang berbeda sudah berkumpul Daddy Alvonso, mommy Laras, Dennis, Rocky dan Doddy di ruang kerja milik daddy Alvonso.


" Mommy tahu kalian pasti lelah tapi ada hal penting yang ingin mommy sampaikan." Ucap mommy Laras


Semua terdiam dan menunggu lanjutannya kecuali daddy Alvonso karena dirinya sudah tahu.


" Ini mengenai ibunya Putri dan ibunya Dona." Ucap mommy Laras dengan nada serius.

__ADS_1


" Memangnya kenapa mom?" Tanya Rocky dan Doddy serempak dengan nada penasaran.


" Rocky, kamu pasti sudah tahu sifat ibunya Putri yang sangat menyayangi Petra. Petra kini di penjara dan ibunya sedang berusaha untuk membebaskannya. Kamu jagalah Putri dan kamu jangan sampai percaya kalau ibunya Putri ataupun orang lain yang memfitnah Putri. Karena sebuah hubungan harus saling percaya satu dengan yang lainnya." Ucap mommy Laras


" Untuk Doddy, mommy curiga dengan ibunya Dona dan mommy sedang menyelidikinya. Sama seperti nasehat Rocky itu juga berlaku untukmu." Sambung mommy Laras


" Untuk Dennis, keluarga dari pihak Elisabeth tidak ada masalah tapi kamu juga lengah. Kamu harus percaya dengan Elisabeth karena Elisabeth gadis setia dan tulus mencintaimu sama seperti Putri yang tulus mencintai dan setia dengan Rocky begitu pula dengan Dona yang setia dan tulus mencintai Doddy." Ucap mommy Laras


" Selama ini kegiatan sehari-hari Elisabeth, Putri dan Dona selalu di awasi oleh mommy dan kakak-kakak kalian dan tidak ada yang dicurigakan mereka gadis yang baik dan tidak berbuat yang aneh-aneh." Sambung mommy Laras.


" Kalian bertiga jangan kuatir di saat kalian bekerja anak buah Arlan dan Aldo secara bergantian selalu mengawasi Putri, Elisabeth dan Dona" Ucap daddy Alvonso


" Aldo?" Tanya ke tiganya serempak dengan nada terkejut yang mengenal Aldo


" Iya Aldo mantan kekasih Elisabeth, kamu masih ingat kan?" Tanya daddy Alvonso


" Masih ingat dad, kenapa daddy dan mommy bisa kenal dengan Aldo?" Tanya Dennis penasaran


Daddy Alvonso menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutup-tutupi sedangkan ke tiga pria tampan hanya mendengarkan.


" Begitulah ceritanya." Ucap daddy Alvonso mengakhiri ceritanya.


" Sekarang Aldo sudah berubah dan sebentar lagi akan menikah." Ucap daddy Alvonso.


" Setelah mommy selidiki ternyata mereka bukan saudara kembar hanya kebetulan saja wajahnya sama dengan wajah Elisabeth." Ucap mommy Laras


" Dia ingin datang tapi merasa dirinya tidak pantas karena itulah dirinya dan kekasihnya pergi ke rumah yang sebentar lagi akan mereka tempati setelah mereka resmi menikah karena selama ini mereka tinggal di sini." Ucap mommy Laras menjelaskan


" Kamu dan Elisabeth datanglah ke rumahnya di jalan xxxx lupakan dendam ataupun kebencian kalian karena tidak baik untuk kalian." sambung mommy Laras.


" Baik mom, setelah kami istirahat beberapa jam kami akan pergi ke sana." Ucap Dennis


" Sekarang kalian pergi dan istirahat karena mommy tahu badan kalian lelah." Ucap mommy Laras.


" Baik mom." Jawab ke tiganya dengan kompak


Ke tiga pria tampan keluar dari ruangan tersebut begitu pula dengan daddy Alvonso dan mommy Laras. Mereka masing-masing masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.


xxxxxxx


Tiga Jam Kemudian


Dennis dan Elisabeth sudah memakai pakaian santai begitu pula dengan semua penghuni mansion.


" Elisabeth kamu pergilah dengan Dennis temuilah Aldo dan kekasihnya." Ucap mommy Laras.


" Kak Aldo?" Tanya Elisabeth mengulangi perkataan mommy Laras

__ADS_1


" Kamu bisa bertanya dengan Dennis ketika dalam perjalanan ke sana." Ucap mommy Laras.


" Baik mom, Elisabeth berangkat dulu." Pamit Elisabeth sambil mencium punggung tangan mommy Laras.


" Ok. Hati-hati." Jawab mommy Laras


Elisabeth dan Dennis bergantian mencium punggung tangan mommy Laras dan daddy Alvonso beserta saudara lainnya kemudian mereka pergi meninggalkan mansion menemui Aldo dan Ellie.


Lima belas menit mereka sudah sampai di rumah milik Aldo. Elisabeth mengetuk pintu dan Aldo membuka pintu utama.


" Elisabeth, Dennis." Panggil Aldo dengan nada terkejut.


" Apa kabar kak Aldo." Ucap Elisabeth bersikap biasa saja.


" Baik, silahkan masuk." Jawab Aldo


Dennis dan Elisabeth masuk ke dalam dan duduk di ruang keluarga bersama Aldo dan tidak berapa lama datang Ellie.


" Wajah kalian kembar?" Tanya Dennis dengan nada terkejut.


" Jangankan kamu, awalnya aku juga terkejut tapi setelah berkenalan aku tahu perbedaan mereka." Ucap Aldo


" Mommyku cerita katanya kalian bukan saudara kembar." Ucap Dennis


" Iya mommy juga cerita." Ucap Aldo


" Oh ya kenapa kak Aldo tidak datang di acara pertunangan kami?" Tanya Elisabeth sambil matanya tidak berkedip menatap wajah Ellie yang sangat mirip dengan dirinya begitu pula sebaliknya.


" Maaf, aku tidak pantas datang." Ucap Aldo


" Tidak pantas kenapa?" Tanya Elisabeth


" Karena aku sudah terlalu banyak melukai hatimu karena itulah aku tidak datang." Ucap Aldo


" Sudahlah lupakan masa lalu dan tataplah masa depan. Bagaimana kalau sekarang kita jadi bersaudara?" Tanya Elisabeth


" Dengan senang hati." Ucap Aldo


" Oh ya kata mommy, kamu dan kak Arlan saling bergantian menjaga Elisabeth, Putri dan Dona?" Tanya Dennis


" Iya benar." Jawab Aldo


" Pantas saja setiap ada penjahat tiba-tiba ada segerombolan pria menolongku ternyata kamu dan kak Arlan." Ucap Elisabeth


" Iya benar aku dan kak Arlan." Ucap Aldo


" Terima kasih banyak telah melindungi kami secara diam-diam." Ucap Elisabeth dengan mata berkaca-kaca karena dirinya terharu Aldo melindungi dirinya.

__ADS_1


__ADS_2