
" Tapi kak...." Jawaban Dona terputus karena Elisabeth dan Putri sudah turun dari mobil.
" Aduh kak Elisabeth dan kak Putri aku bisa berkelahi kali." Ucap Dona
" Biarkan saja nanti kalau mereka terdesak baru aku turun dari mobil." Sambung Dona.
Tidak berapa lama ponsel milik Elisabeth berdering dan terpaksa Dona membuka tas milik kakak sepupunya dan melihat siapa yang menghubungi kakak sepupunya.
Sayangku Is Calling
" Kekasih kakak sepupuku." Ucap Dona sambil menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya ke telinganya.
" Hallo." Panggil Dona
" Ini siapa ya?" Tanya Dennis yang sudah hapal suara kekasihnya.
" Saya Dona kak, adik sepupunya kak Elisabeth." Jawab Dona
" Elisabeth kemana? Kenapa kamu yang angkat" Tanya Dennis dengan nada dingin
" Maaf kak, kak Elisabeth dan kak Putri dihadang oleh enam preman." Ucap Dona
tut tut tut tut
Sambungan langsung terputus secara sepihak membuat Dona menggembungkan pipinya menahan kesal.
" Dasar pria tidak sopan santun main diputuskan." Omel Dona
xxxxxxx
" Hallo nona - nona cantik." Panggil ke enam pria sangar tersebut.
" Siapa kalian?" Tanya Elisabeth dengan nada ketus
" Wow... gadis ini galak juga." Ucap salah satu dari mereka sambil mencolek dagu Elisabeth tapi langsung di tepis oleh Elisabeth.
" Galaknya tapi aku suka." Ucap salah satu pria itu
" Pergilah kalau tidak kalian akan kami buat babak belur." Ucap Putri
" Wow... temannya juga galak." Ucap yang lainnya.
" Hahahaha..." Tawa mereka serempak
bugh
duak
bruk
bugh
duak
bruk
Elisabeth dan Putri memukul dan menendang mereka berdua langsung terjatuh karena mereka belum mempersiapkan diri.
" Si*l serang mereka berdua." Perintah salah satu pria tersebut.
__ADS_1
" Baik bos." Jawab mereka serempak
Ke empat pria tersebut menyerang Elisabeth dan Putri bertubi-tubi membuat Elisabeth dan Putri mulai terdesak. Dona yang melihat mereka terdesak langsung turun dari mobil dan membantu Elisabeth dan Putri bersamaan.
Bantuan Dona sangat berarti buat Elisabeth dan Putri hingga tidak berapa lama datang enam pria berseragam hitam-hitam berjalan ke arah mereka dan ketiga gadis tersebut.
" Nona-nona kalian masuklah ke dalam mobil dan pergi dari sini." Ucap salah satu dari mereka.
" Ok." Jawab ke tiga gadis itu dengan kompak.
Ke tiga gadis itupun membalikkan badannya dan berjalan ke arah mobil untuk pergi meninggalkan tempat tersebut bertepatan kedatangan mobil yang berhenti di depan mereka dan turunlah ke tiga pria tampan berjalan ke arah mereka.
" Elisabeth, kamu tidak apa-apa?" Tanya Dennis sambil memeluk Elisabeth.
" Putri, kamu tidak apa-apa?" Tanya Rocky bersamaan memeluk Putri.
" Aku tidak apa-apa." Ucap Elisabeth
" Aku juga, untung ada mereka yang membantuku." Ucap Putri
Dennis, Rocky dan Doddy menatap ke dua belas pria yang sedang bertarung enam pria berseragam hitam-hitam dan enam pria preman. Dennis dan Rocky melihat tato pada leher ke enam pria berseragam hitam-hitam.
" Anak buahnya kak Arlan." Ucap Dennis dan Rocky bersamaan
Akhirnya ke enam pria preman babak belur dan salah satu dari pria berseragam hitam-hitam mendekati Dennis.
" Tuan, kami akan membawanya ke markas." Ucap pria tersebut sebagai ketuanya kemudian membalikkan badannya meninggalkan tempat tersebut bersama ke lima anak buahnya sambil membawa ke enam preman tersebut
Dennis hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
" Rocky, aku ikut mobil itu bersama Elisabeth." Ucap Dennis
" Ok kak." Jawab Putri
" Aku ikut siapa?" Tanya Doddy
" Terserah." Jawab Dennis dan Rocky bersamaan.
" Oh iya hampir lupa kenalkan ini adik sepupuku." Ucap Elisabeth memperkenalkan adik sepupunya
" Dona." Ucap Dona memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya ke arah Doddy.
" Doddy." Jawab Doddy sambil membalas uluran tangan Dona
" Dona." Ucap Dona memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya ke arah Dennis
" Dennis." Jawab Dennis dengan nada dingin tanpa membalas uluran tangan Dona membuat Elisabeth menyenggol bahu Dennis tapi yang ada Dennis menggengam tangan Elisabeth.
Dona yang tidak mendapatkan balasan uluran tangan Dennis akhirnya uluran tangan diarahkan ke Rocky.
" Dona." Ucap Dona memperkenalkan dirinya.
" Rocky." Jawab Rocky
Sama seperti Dennis, Rocky tidak membalas uluran tangan Dona malah yang ada Rocky memeluk Putri dari arah samping. Dona hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Dennis dan Rocky.
" Ayo kak kita naik mobil." Ucap Elisabeth sambil menarik tangan Dennis karena tidak enak hati dengan sepupunya.
" Kita mau kemana?" Tanya Putri sambil membalas pelukan Rocky.
__ADS_1
" Ke rumahku saja." Ucap Rocky
Dennis dan Elisabeth naik mobil milik Dennis sedangkan Rocky naik mobil dinas.
" Dona, jangan di ambil hati Rocky dan Dennis memang seperti itu." Ucap Doddy
" Iya kak." Jawab Dona
" Kita ikut mobil mana?" tanya Doddy
" Ikut mobil kak Elisabeth saja." Usul Dona
" Ok." Jawab Doddy
Doddy dan Dona berjalan ke arah Dennis dan Elisabeth. Dennis dan Rocky mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Singkat cerita mereka sudah sampai di rumah milik orang tua Rocky. Ke enam orang dewasa masuk ke dalam untuk beristirahat.
" Dona, rencana kamu mau menginap di mana?" Tanya Elisabeth
" Aku mau menginap di hotel saja." Jawab Dona
" Menginap di sini saja, kebetulan kamarnya masih ada yang kosong." Usul Putri
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
Di dalam perjalanan Putri mengobrol dengan kekasihnya Rocky.
" Sayang, sepupunya Elisabeth yang bernama Dona boleh tidak menginap di rumahmu?" Tanya Putri
" Di rumah dinasku?" Goda Rocky
" Bukanlah kak, rumah dinas kak Rocky khusus untukku. Jangan bilang kalau sayangku suka dengan Dona" Ucap Putri dengan nada cemburu
" Pffftttt hahahaha... nggalah sayang aku hanya bercanda." ucap Rocky sambil menggenggam tangan Putri.
" Bercandamu tidak lucu." Ucap Putri
" Iya...iya maaf." Jawab Rocky sambil mengecup punggung tangan Putri.
Putri hanya tersenyum sambil memandangi wajah Rocky.
" Sayang tahun depan kita bertunangan dan tahun depannya lagi kita akan menikah. Kamu maukan menungguku hingga aku lulus kuliah dulu." Ucap Rocky
" Tentu saja sayang, aku akan menunggumu asalkan sayangku jangan berpaling dariku." Ucap Putri
" Terima kasih sayang dan jangan kuatir cintaku hanya untukmu seorang." Jawab Rocky.
" Sama-sama sayang, oh iya apakah Dona boleh menginap di rumah milik orang tuamu?" Tanya Putri
" Kenapa minta ijin aku?" Tanya Rocky
" Karena rumah itu milik orang tua kak Rocky jadi bagaimana pun harus meminta ijin." Ucap Putri.
" Boleh saja, apalagi masih ada kamar kosong. Gadis itu tinggal di kamar sebelah Elisabeth. Kamar khusus kamar orang tuaku tidak boleh di tempati dan tidak boleh di masuki kecuali kamu. Kamu masih membersihkan kamar orangtuaku kan?" Tanya Rocky
" Iya sayang, aku masih ingat pesanmu dan tentu saja aku masih membersihkan kamar orang tua kakak." Ucap Putri
" Terima kasih sayang." Ucap Rocky
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx
__ADS_1