Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Makan bersama


__ADS_3

" Antar aku ke parkiran mobil agar pihak rumah sakit tidak curiga." Pinta pria tersebut


" Baik tuan." Jawab perawat tersebut


" Kemarikan bayinya." Ucap pria itu


" Baik tuan." Jawab perawat itu tanpa rasa curiga sedikitpun.


Perawat itupun memberikan bayi tersebut ke pria tersebut dan pria itupun menerima bayi tersebut. Mereka berdua berjalan dan masuk ke dalam pintu lift dan rekaman cctv hanya memperlihatkan pintu lift.


xxxxxxx


Mommy Laras langsung mengklik tombol off kemudian mengutak atik kembali laptopnya setelah itu merekapun melihat kembali rekaman cctv sedangkan ke dua orang tua Elisabeth menggenggam ke dua tangannya dengan erat menahan amarahnya karena mereka kini tahu kalau putri mereka tidak meninggal.


Rekaman cctv


Pria itu membuka pintu mobil dan perawat itupun masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang pengemudi kemudian menutupnya.


Pria itupun memutari mobilnya kemudian membuka pintu mobil dan duduk di kursi pengemudi. Pria itupun mengendarai mobil dengan kecepatan sedang namun di tengah jalan ada sebuah truk yang hilang kendali terlihat truk tersebut berjalan zig-zag.


Pria itupun berusaha menghindari truk tersebut agar tidak tertabrak namun naas mobil itu menabrak pembatas jalan. Terlihat perawat itu keluar dari mobil dan berjalan dengan tertatih-tatih sambil menggendong bayi tersebut hingga tidak berapa lama dirinya tidak sadarkan diri di panti asuhan bersamaan meledaknya mobil yang ditumpangi pria tersebut.


Suara ledakan yang keras membuat pemilik dan pegawai panti asuhan membuka pintu dan matanya langsung membulat sempurna melihat seorang bayi sedang menangis yang dipeluk oleh seorang wanita berpakaian seragam. Pemilik panti asuhan langsung menggendong bayi tersebut.


" Coba Kamu cek wanita itu." Perintah pemilik panti asuhan


" Pegawai panti asuhan tersebut melakukan apa yang diperintahkan mengecek nadi perawat tersebut dan tidak berapa lama menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


" Masih hidup bu." Ucap pegawai panti asuhan


" Bawa ke dalam dan kamu hubungi dokter." Perintah pemilik panti asuhan


" Baik bu." Ucap mereka serempak


Perawat itupun di bawa ke dalam dan dibaringkan ke ranjang. Tidak berapa lama dokter pun datang dan memeriksa perawat tersebut.


" Perawat ini harus di rawat di rumah sakit keadaannya semakin kritis." Ucap dokter tersebut.


" Baik dok, bawalah ke rumah sakit." Ucap pemilik panti asuhan.

__ADS_1


" Baik kalau begitu saya akan menghubungi mobil ambulance." Ucap dokter tersebut.


Dokter itupun menghubungi mobil ambulance dan tidak membutuhkan waktu lama mobil ambulance datang. Perawat itupun di bawa menuju ke rumah sakit.


Di tengah jalan truk tronton kehilangan kendali membuat mobil ambulance berusaha menghindar namun entah kenapa pintu belakang mobil ambulance terbuka dan perawat yang berbaring di ranjang keluar dari mobil hingga ranjang tersebut meluncur dan menabrak truk tronton dari arah samping bersamaan dengan tergulingnya truk tersebut hingga darah segar keluar dari tubuh perawat tersebut.


bruk


akhhhhh


Perawat itupun berteriak kesakitan ketika tubuh nya di timpa truk tronton dan langsung mati mengenaskan.


xxxxxxx


Mommy Laras langsung menekan tombol off karena dirinya merasa merinding sekaligus takut begitu pula dengan orang tua Elisabeth, Elisabeth dan juga Ellie.


" Bagaimana keadaan bayi kami?" Tanya ibunya Elisabeth


" Sebentar." Jawab mommy Laras


Mommy Laras mulai mengutak atik laptopnya kembali hingga dua puluh lima menit barulah dirinya selesai. Mommy Laras memperlihatkan laptopnya ke arah mereka dari arah samping dan merekapun menonton video rekaman cctv tersebut.


Rekaman video cctv


Tampak sepasang suami istri datang ke panti asuhan dan melihat anak-anak panti asuhan setelah beberapa lama melihat sepasang suami istri itu tertarik dengan bayi itu kemudian mulai mengabdosinya sebagai anak mereka.


xxxxxxx


Mommy Laras menekan tombol of pada layar laptopnya.


" Ellie apakah kamu mengenal ke dua orang ini?" Tanya mommy Laras


" Ellie mengenal mereka mom, mereka orang tua angkat Ellie." Ucap Ellie


" Waktu itu suamiku membelikan sepasang gelang yang bertuliskan El dan di pakaikan di tangan Elisabeth dan Elisabetha." Ucap ibunya Elisabeth


" Aku masih menyimpannya sampai sekarang." Ucap Elisabeth sambil memperlihatkan ke ibunya Elisabeth


" Aku juga sama." Ucap Elisabetha sambil membuka tasnya kemudian mengambil gelang tersebut dan diperlihatkan ke ibunya Elisabeth

__ADS_1


"Putriku, kamu ternyata masih hidup." Ucap ibunya Elisabeth sambil memeluk putri yang dikiranya sudah meninggal begitu pula dengan ayahnya Elisabeth.


" Ternyata aku menemukan orang tua kandungku yang selama ini aku cari dan bukan itu saja aku ternyata mempunyai saudara kembar." Ucap Ellie sambil membalas pelukan ke dua orang tuanya.


" Elisabeth peluk adikmu dan Elisabetha peluk kakakmu." ucap ibunya Elisabeth sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan suaminya


Ke dua kakak beradik itu pun saling berpelukan melepaskan rindu dan tidak berapa lama mereka melepaskan pelukannya.


" Sekarang kita keluar karena sebentar lagi kita makan bersama." Ucap mommy Laras sambil mematikan laptopnya.


"Apa kita melakukan tes DNA?" Tanya Elisabetha


" Tidak perlu, ibu sangat yakin kamu adalah putriku." Ucap ibunya Elisabeth dengan nada yakin.


"Terima kasih bu." Jawab Ellie sambil tersenyum


Ibunya Elisabeth memeluk putrinya Elisabetha dan berdiri menghadap mommy Laras.


" Terima kasih banyak karena sudah membantu kami mencari putri kami." Ucap ibunya Elisabeth dengan nada tulus.


" Sama-sama sesama manusia harus saling membantu." Ucap mommy Laras sambil berdiri dan berjalan ke luar ruangan dengan diikuti yang lainnya.


Mereka semua sudah berkumpul dan duduk lesehan membuat suasana kekeluargaan semakin terasa.


" Pengumuman sebentar." Ucap mommy Laras sambil berdiri di tengah-tengah.


Semua orang langsung terdiam dan tidak ada satupun yang berbicara.


" Mommy akan memberitahukan kalau ternyata Ellie sebenarnya adalah Elisabetha adik kembarnya Elisabeth." Ucap mommy Laras


Semuanya terkejut kecuali yang tadi berbicara di ruang kerja milik daddy Alvonso tapi hanya diam saja dan ingin mendengarkan ucapan mommy Laras selanjutnya.


" Mommy dan daddy sangat bahagia melihat kalian semua selalu rukun dan saling membantu satu sama lain. Mommy dan daddy sangat berharap sekali kalian selalu rukun dan saling membantu walau mommy dan daddy sudah tidak ada." Sambung mommy Laras sambil tersenyum dan menatap satu persatu.


" Daddy dan mommy sangat senang kalian tidak ada niat sedikitpun untuk rebutan harta atau saling bersaing. Daddy dan mommy merasa sangat bahagia melihat kebahagiaan kalian hal ini membuat daddy dan mommy tidak gagal mendidik kalian." ucap daddy Alvonso sambil memeluk istrinya dari arah samping dan mommy Laras membalas pelukan suaminya.


" Sekarang kita makan tapi sebelumnya kita berdoa terlebih dahulu, daddy ayo pimpin doa." Ucap mommy Laras


Daddy Alvonso pun memimpin doa dan sepuluh menit kemudian doanya selesai merekapun makan bersama dalam diam menikmati hidangan yang sudah tersedia.

__ADS_1


__ADS_2