
Dennis berjalan dengan santai tapi pikirannya melayang jauh memikirkan tentang Elisabeth. Dennis melihat ke tiga temannya masih duduk di ruang UGD.
" Bagaimana ada kabar dari dokter?" tanya Dennis
" Belum ada." Jawab Rocky
" Rocky sepertinya tunanganmu lelah." Ucap Dennis
" Ayo sayang aku antar pulang." Ajak Rocky karena melihat wajah lelah tunangannya.
" Nanti saja kak, aku lagi memikirkan Elisabeth nanti kalau dokter nya kasih kabar aku baru pulang." Ucap Putri
" Baiklah." Jawab Rocky pasrah.
Tidak berapa lama dokter yang menangani Elisabeth keluar dari ruang UGD. Dennis, Rocky, Putri dan Rocky langsung mendekati dokter tersebut.
" Bagaimana keadaan Elisabeth dok?" tanya Dennis
" Sudah mulai membaik tapi lebih baik ditemani karena tadi sempat histeris dan terpaksa aku berikan suntikan penenang. Sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang perawatan." Ucap dokter tersebut.
" Baik dok terima kasih." Jawab Dennis
Dokter itu hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi untuk mengecek kondisi pasien lainnya.
" Rocky dan Putri apakah kalian akan pulang?" tanya Dennis
" Tidak aku ingin menemani Elisabeth." Ucap Putri
" Aku juga." Jawab Rocky dan Doddy serempak
" Lebih baik Doddy pulang ke rumah Rocky jadi besok pagi ke sini lagi bawa pakaian kami." Ucap Dennis
" Ok deh bro, aku pamit pulang." Jawab Doddy
Doddy pergi meninggalkan mereka bertiga bertepatan pintu ugd terbuka dua orang mendorong brankar di mana Elisabeth masih setia memejamkan matanya dengan wajah pucat.
Hati Dennis sangat sakit melihat penderitaan Elisabeth dan ingin rasanya menghukum mereka yang telah berani menyakiti Elisabeth tapi mengingat dirinya aparat hukum membuatnya menahan kemarahannya.
__ADS_1
Kini mereka sudah duduk di ruang perawatan, Dennis duduk di kursi dekat ranjang Elisabeth sedangkan Rocky dan Putri duduk di sofa.
" Aku mau ke kantin mau pesan makanan, apakah kamu mau menitip Den?" tanya Rocky sambil berdiri dan berjalan mendekati Dennis
" Aku tidak lapar." Ucap Dennis
" Aku tahu kamu sedih dan marah tapi kalau kamu tidak makan dan sakit siapa yang akan menjaga Elisabeth?" tanya Rocky berusaha membujuk sahabatnya
Dennis menghembuskan nafasnya perlahan sambil matanya tidak berhenti menatap wajah cantik Elisabeth walau pucat dan tanpa riasan Elisabeth tetap cantik.
" Baiklah pesankan aku makanan." Ucap Dennis
" Ok." Jawab Rocky
Tanpa perlu bertanya dirinya tahu kesukaan makanan Dennis.
" Aku ikut." Jawab Putri karena dirinya tidak enak berduaan dengan Dennis terlebih dirinya tidak bisa pisah dengan Rocky karena mereka jarang bertemu maklum Rocky masih mengikuti pendidikan militer.
" Ok. Aku tinggal dulu Den." Ucap Rocky sambil memeluk Putri dari arah samping.
" Sadarlah, aku mohon." Ucap Dennis lirih tidak berapa lama air matanya keluar.
Dirinya sedih dan sangat terluka melihat Elisabeth bunuh diri. Dirinya juga tidak tahu kenapa dirinya seperti ini dulu dengan kekasihnya saja dirinya bersikap biasa saja. Perlahan Elisabeth membuka matanya dan menatap Dennis dengan sendu.
" Kak Dennis hiks .. hiks... aku... aku..." ucap Elisabeth sambil menangis.
" Ssstt... sudah jangan dilanjutkan kamu aman sekarang." Ucap Dennis sambil meletakkan jari telunjuknya ke bibir Elisabeth.
Dennis menghapus air mata Elisabeth dengan menggunakan ke dua ibu jarinya kemudian tersenyum menatap wajah cantik Elisabeth.
" Apakah ada yang sakit?" tanya Dennis
" Kenapa kak Dennis baik padaku?" tanya Elisabeth menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.
" Karena aku.. ( sepertinya aku mulai mencintaimu tapi aku takut mengalami rasa kecewa lagi." Ucap Dennis dalam hati) ... perduli dengan orang lain yang sedang terluka." Ucap Dennis sambil menjeda kalimatnya
Elisabeth hanya tersenyum miris dan tidak berharap banyak terlebih dirinya merasa kotor dan tidak pantas untuk di cintai karena sudah dilecehkan oleh dua orang walau harta berharganya belum di ambil tapi diperlakukan seperti itu membuat Elisabeth terpuruk terlebih kini sudah ada empat orang yang melihat tubuh mulusnya tanpa sehelai benangpun pertama Aldo mantan calon suaminya, Dennis, pria brengsek yang tidak tahu namanya dan terakhir Rocky hal itu membuat Elisabeth merasa dirinya benar - benar kotor.
__ADS_1
" Aku pinta jangan mengulangi lagi apa yang tadi kamu lakukan." Ucap Dennis dengan nada lembut.
Elisabeth hanya diam tanpa menjawab ucapan Dennis hanya menatap wajah tampan Dennis dengan air mata tidak berhenti keluar.
" Apakah kamu tahu bunuh diri tidak bisa menyelesaikan masalah? jika kamu mati di sana kamu akan di siksa dan masuk ke dalam neraka terlebih rohmu tidak akan di terima jika kamu melakukan itu." Ucap Dennis sambil menghampus kembali air mata Elisabeth yang tidak berhenti keluar.
( " ***Jika kak Dennis melakukan seperti ini padaku yang ada aku akan semakin sulit untuk melupakanmu, kak Dennis aku sangat mencintaimu tapi aku tahu aku tidak pantas mendapatkan pria sebaik dirimu kak Dennis pantas mendapatkan wanita yang lebih baik dariku." Ucap Elisabeth dalam hati ).
( " Apakah kamu tahu aku sangat mencintaimu tapi aku takut terluka lagi untuk ke dua kalinya terlebih cintaku padamu lebih besar dari mantan kekasihku yang dulu." Ucap Dennis dalam hati*** ).
" Aku tidak akan melakukannya lagi, bisakah aku tinggal sendiri." Mohon Elisabeth
" Memang kenapa jika aku menemanimu?" tanya Dennis dengan nada bingung.
" Karena aku..( jika kak Dennis ada di sini aku semakin sulit untuk melupakanmu kak." Ucap Elisabeth dalam hati ) .. tidak ingin kekasih kak Dennis marah padaku gara - gara menemaniku." Ucap Elisabeth menjeda kalimatnya.
" Tenang saja kekasihku tidak akan marah ( karena kekasihku adalah kamu, biarlah aku mencintaimu dalam diam karena aku takut terluka. ucap Dennis dalam hati ) karena kekasihku orangnya pengertian dan percaya padaku." Ucap Dennis sambil tersenyum.
Elisabeth hanya memejamkan matanya dan berusaha untuk berhenti untuk tidak menangis di depan Dennis.
( " ***Mulai sekarang aku akan kubur semua perasaanku padamu kak karena aku tidak ingin terpuruk dalam kesedihan." Ucap Elisabeth dalam hati ).
( " Aku akan rajin kuliah agar cepat lulus menjadi dokter dan setelah lulus aku akan bekerja di rumah sakit tempat pedesaan yang terpencil di mana orang tidak mengenalku agar aku melupakan semua yang telah terjadi." Ucap Elisabeth dalam hati*** ).
" Kamu tidak makan?" tanya Dennis
Elisabeth membuka matanya kemudian menatap wajah tampan Dennis.
" Aku tidak lapar." Ucap Elisabeth berbohong.
krucuk krucuk krucuk krucuk
Tiba - tiba perut Elisabeth berbunyi membuat ke dua pipi Elisabeth merona merah menahan malu.
" Pffftttt hahahaha..." tawa Dennis pecah untuk pertama kalinya karena Dennis jarang tertawa lepas.
" Kak Dennis pergilah." Usir Elisabeth karena dirinya sangat malu hingga menutupi dirinya dengan selimut agar tidak terlihat wajah merahnya karena malu.
__ADS_1