Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Dennis Ragu


__ADS_3

Bunda Clarissa hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan melihat sikap sombongnya Elisabeth.


" Apa bedanya bunda dengan pegawai bunda?" tanya bunda Clarissa.


" Bedalah bunda, bunda pemilik butik ini sedangkan pegawai bunda adalah orang rendahan tidak pantas orang rendahan melayaniku." hina Elisabeth.


" Elisabeth!!!" bentak Dennis sambil menatap tajam ke arah Elisabeth.


" Sudah cukup!!! kalau nona Elisabeth tidak setuju silahkan cari butik lain." ucap bunda Clarissa dengan nada ketus.


" Dennis, maaf bunda tidak suka dengan orang yang tidak menghargai orang lain." sambung bunda Clarissa sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.


grep


Dennis memeluk bunda Clarissa dari arah belakang.


" Bunda maafkan Elisabeth nanti Dennis akan memberitahukan ke Elisabeth." ucap Dennis sambil melepaskan pelukannya.


Dennis membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah Elisabeth.


" Elisabeth jika kamu merasakan keberatan, kita tidak jadi menikah." ancam Dennis


" Baiklah, aku tidak keberatan." ucap Elisabeth sambil menahan amarahnya ke bunda Clarissa.


" Minta maaf sama bunda Clarissa." perintah Dennis


" Bunda, maafkan Elisabeth." ucap Elisabeth.


" Baik bunda maafkan." ucap bunda Clarissa


" Ayo kita pulang." ajak Dennis sambil menarik tangan Elisabeth


" Tunggu, katanya mau membelikan aku pakaian." protes Elisabeth


" Nanti saja setelah kita menikah, saat ini aku ingin mendinginkan kepalaku dulu." tolak Dennis dengan nada tegas.


" Tapi.." ucapannya terpotong oleh tatapan Dennis seakan tidak ingin di bantah.


" Baiklah." ucap Elisabeth pasrah.


Mereka pun meninggalkan bunda Clarissa bersama pegawainya


" Nona itu sombong sekali nyonya?" ucap pegawai nya dengan nada kesal terhadap Elisabeth.


" Ya benar." ucap bunda Clarissa sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk menghilangkan emosinya yang tadi memuncak.


Bunda Clarissa kembali ke ruang kerjanya bertepatan dengan bunyi ponselnya. Bunda Clarissa berjalan ke arah meja untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya setelah mengetahui siapa yang menghubungi bunda Clarissa menggeserkan tombol berwarna hijau.


" Hallo La?" panggil bunda Clarissa

__ADS_1


" Maafkan anakku Dennis." ucap mommy Laras


" Kamu pasti meretas cctv butikku ya?" tebak bunda Clarissa


" Hehehehe maaf Cla, aku hanya ingin tahu bagaimana sikap wanita ular itu." ucap mommy Laras sambil terkekeh.


" Semoga rencana kalian berhasil." ucap bunda Clarissa.


" Amin, besok jangan lupa rencana kita." ucap mommy Laras.


" Tenang saja aku dan Ronald masih ingat dengan rencana kalian.


" Sayang ya kurang dua personil lagi dokter Kennath dan Maria." ucap mommy Laras


" Iya benar, maklum mereka sangat sibuk." ucap bunda Clarissa


" Betul itu, ok deh sampai ketemu besok ya." ucap mommy Laras.


" Ok bye." ucap bunda Clarissa.


" Bye." ucap mommy Laras


tut tut tut tut tut tut


Sambungan komunikasi pun terputus dan mereka tidak sabar menunggu hari esok.


xxxxxxx


Di dalam perjalanan Dennis dan Elisabeth terdiam tidak ada yang bersuara. Elisabeth hanya melirik sekilas ke arah Dennis tapi Dennis hanya menatap ke arah depan. Tidak berapa lama mereka sudah sampai di hotel xxxx.


Dennis berhenti di parkiran mobil tanpa ada niat membukakan pintu untuk Elisabeth. Elisabeth yang tidak dibukakan pintu hanya berdiam diri karena dirinya ingin Dennis membukakan pintu mobil untuk dirinya seperti biasanya.


" Turun." ucap Dennis dengan nada dingin


" Bukakan pintunya." perintah Elisabeth


" Kamu punya tangan gunanya untuk apa? buka sendiri." tolak Dennis.


" Tapikan biasanya honey membukakan pintu untuk..." ucap Elisabeth terpotong oleh tatapan mata tajam Dennis.


" Baiklah." Jawab Elisabeth berusaha menahan amarahnya.


Elisabeth membuka pintu mobil dan turun dari mobil tanpa pamitan dengan Dennis karena hatinya masih sangat kesal. Elisabeth berjalan keluar tanpa memperdulikan dirinya belum menutup pintu mobil membuat Dennis menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Apakah aku yakin menikah dengan Elisabeth?" gumam Dennis sambil menutup pintu samping pengemudi kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dennis ragu apakah pernikahannya tetap diteruskan atau dibatalkan saja.


Celine masuk ke dalam lobby dan masuk ke dalam lobby tanpa tahu kalau dirinya sedang diperhatikan oleh dua orang yang berada di lobby. Celine berjalan ke arah pintu lift dan masuk ke dalam ketika pintu lift terbuka.


( " *Si*l rasanya hari ini aku ingin memarahi seseorang, tapi siapa?" ucap Elisabeth dalam hati sambil menekan tombol 15* ).

__ADS_1


Ting


Pintu lift terbuka Celine keluar dari pintu lift kemudian berjalan ke kamar nomer 555. Celline menggesekkan kartunya dan terdengar bunyi suara klik barulah Celine mendorong pintu kamarnya.


brak


Celine menutup pintu dengan cara di banting, Celine membanting kan tubuhnya ke ranjang.


" Akhhhhh.... aku benci kamu Dennis, lihat saja Dennis setelah kita menikah aku akan menguras semua hartamu dan aku buat kamu dan saudara - saudara mu tidak akur setelah itu aku akan mempengaruhi mu agar merampas semua harta saudara - saudaramu dan kalian semua menjadi miskin... hahahaha.." teriak Elisabeth kemudian tiba - tiba Elisabeth tertawa terbahak-bahak seperti orang yang tidak waras.


Tidak berapa lama ponsel Elisabeth berdering dengan malas Elisabeth mengambil tasnya yang berada di ranjangnya kemudian mbuka tasnya untuk mengambil ponselnya.


" Ah si*l lagi tidak mood, ini malah nenek lampir ngapain telepon bikin tambah tidak mood." ucap Elisabeth dengan nada kesal setelah mengetahui siapa yang menelepon dirinya.


Elisabeth dengan terpaksa menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkan ponselnya di telinganya.


" Hallo." panggil Elisabeth dengan nada malas


" Hari ini datang ke mansion xxxx." Perintah wanita itu tanpa basa basi.


" Untuk apa aku datang ke mansion xxxx?" tanya Elisabeth


" Ada yang ingin aku katakan?" ucap wanita itu


" Katakan sekarang lewat telepon aku malas keluar." tolak Elisabeth


" Datang atau aku kasih tahu Dennis kalau kamu sebenarnya adalah Celline Lumanto bukan Elisabeth Ardiansyah." ancam wanita itu.


" Apakah kamu mempunyai bukti kalau aku adalah Celline Lumanto?" tanya Elisabeth meledek wanita itu.


Wanita itu mendengus kesal dengan ucapan Elisabeth atau nama aslinya Celline.


" Aku mempunyai rekaman suaramu dan juga video akan aku berikan ke Dennis dan keluarganya." ancam wanita itu sambil menekan tombol play.


Elisabeth membulatkan matanya ketika mendengarkan percakapan waktu dirinya bercakap - cakap dengan wanita itu.


" Bagaimana Celline? mau datang sekarang atau tidak?" ancam wanita itu.


" Baik aku datang." ucap Celline dengan nada kesal


tut tut tut tut tut tut


Wanita itu langsung memutuskan ponselnya secara sepihak membuat Celline sangat kesal.


" Si*l wanita itu mengancam ku, awas saja setelah aku menguasai harta Dennis akan aku siksa dan aku bun*h wanita itu." maki Celline sambil memukul bantalnya dengan menggunakan tangannya menahan rasa kesal.


Setelah puas memaki dan memukul bantal Celline bangun dari ranjangnya kemudian berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Kini Celline sudah berpakaian cantik dan seksi, Celline berjalan dengan angkuh menuju pintu lift dan ketika pintu lift terbuka Celline masuk ke dalam kemudian menekan tombol lantai dasar.

__ADS_1


Ting.


Pintu lift terbuka, Celline keluar dari pintu lift dan berjalan ke arah parkiran mobil tanpa mengetahui kalau dirinya sedang diiukuti oleh dua orang. Celline mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, di susul oleh dua pria tersebut.


__ADS_2