
xxxxxxx FLASH BACK ON xxxxxxx
Seperti biasa setiap pagi selesai makan keluarga besar Alvonso berkumpul di ruang keluarga berbincang-bincang dengan keluarga kecuali Debby dan Leo karena masih bulan madu.
Selesai mengobrol satu persatu mereka pergi berangkat ke perusahaan kecuali daddy Alvonso dan para wanita yang berada di mansion yaitu mommy Laras, Kelly istri kak Alvonso, dokter Amelia istri kak Alvian, Alviana, Liani istri Harlan, Amora istri Baron, Mira istri Charli dan terakhir Dennisa.
" Kalian jangan ke kamar dulu ada yang mommy katakan kepada anak-anak dan para menantu mommy dan daddy, nanti kalian telp para suami untuk datang ke mansion putih jam dua belas siang ada yang ingin mommy dan daddy katakan dan satu lagi jangan sampai Dennis tahu." Perintah mommy Laras.
" Baik mom." jawab mereka serempak
" Nanti jam sebelas siang seperti biasa kita memasak bersama dan di bawa ke mansion putih." ucap mommy Laras.
" " Baik mom." jawab mereka serempak kembali.
Mansion putih adalah mansion yang bernuansa serba putih dan tidak ada cctv dan tidak ada signal untuk menghubungi seseorang. Mansion putih itu di buat oleh tiga pria tampan yang terdiri dari Alvonso, Alvian dan Max sehingga orang luar tidak akan bisa mendengarkan pembicaraan mereka jika keluarga besar Alvonso melakukan meating penting.
Mereka semua bubar dan melakukan aktivitas seperti biasanya tapi sebelumnya mereka menghubungi para suaminya masing-masing untuk datang ke mansion putih seperti yang mommy katakan.
Tidak terasa jam sudah menunjukkan jam sebelas siang para wanita itupun memasak bersama. Dapur yang di rancang sangat luas seukuran lapangan bola sehingga tidak sempit. Mereka membagi tugas ada yang meracik bumbu, menumis, memasak beberapa sayuran dan membuat minuman juice.
Mereka melakukan tugas masing-masing dengan penuh persaudaraan dan bagi siapa saja yang melihatnya pasti merasakan iri hati karena mereka selalu kompak seperti saudara padahal mereka ipar sedangkan anak - anak mereka bersama baby sister dan diawasi oleh mommy Laras dan daddy Alvonso. Mommy Laras dan daddy Alvonso benar - benar menikmati hari tuanya dengan bermain-main dengan para cucunya. Tidak membedakan mana cucu dari anak kandungnya dan cucu dari anak angkatnya semua di sayang.
Daddy Alvonso jarang ke perusahaan karena semua sudah dibagi-bagikan ke anak - anaknya, menantunya juga ke anak angkatnya. Anak - anak Daddy Alvonso tidak iri hati atau marah ketika orang tuanya memberikan perusahaan ke ipar mereka ataupun ke anak angkatnya karena orang tuanya mengajarkan untuk tidak saling iri hati.
Kini mereka semua sudah berkumpul di mansion putih dan sudah menyiapkan makanan yang tersusun rapi di atas meja makan dan kini mommy Laras dan daddy Alvonso juga anak dan para menantunya serta anak-anak duduk di ruang keluarga.
" Sebentar lagi mereka akan datang seperti biasa kita makan bersama. Setelah selesai makan kalian masuk ke kamar." perintah mommy Laras.
" Tapi mom, aku jika ingin ikut rapat." protes Alviana karena selama ini para wanita tidak pernah dilibatkan.
" Iya mom, aku juga ingin ikut." ucap Kelly
__ADS_1
" Benar mom." Jawab mereka serempak.
" Bukannya mommy dan daddy tidak mengajak kalian tapi kalian tahu jika kita rapat itu sangat penting kalau kalian ikut bagaimana dengan anak - anak kalian? Pasti anak kalian tidak""""" betah dan pasti ada yang menangis jadi rapatnya jadi terganggu." ucap mommy Laras menjelaskan ke anak - anaknya dan juga para menantunya.
" Kenapa kita tidak membawa baby sister ke sini mom?" tanya Mira
" Karena mansion ini khusus keluarga besar Alvonso dan orang lain tidak bisa masuk ke sini karena itulah ketika kita masuk ke mansion ini menggunakan sidik jari kalian masing-masing agar bisa masuk ke dalam. Mommy dan daddy tidak ingin kejadian waktu di hotel itu terulang di sini karena itulah disini tidak ada signal ataupun cctv." ucap daddy Alvonso yang menjelaskan ke anak-anak dan para menantunya.
" Kalau anak-anak kalian sudah besar kalian akan aku ajak rapat." sambung mommy Laras.
" Baik mom." Jawab mereka serempak.
Tidak berapa lama datanglah para pria tampan ke mansion putih. Seperti biasa mereka mencium punggung tangan mommy Laras dan daddy Alvonso secara bergantian setelah itu barulah ke istri masing-masing. Mereka mencuci tangan, doa makan setelah itu mereka semua makan tanpa ada satupun yang bicara.
Setelah selesai makan seperti biasa para istri masuk ke kamar masing-masing bersama anak - anaknya kecuali mommy Laras karena anaknya sudah besar - besar. Mereka berkumpul di ruang tertutup dan seperti biasa daddy Alvonso yang memimpin rapat keluarga.
Kak Alvonso, kak Alvian, Arlan, Harlan, Max, Baron dan Charli sudah duduk dan mendengarkan apa yang ingin dikatakan oleh daddy Alvonso.
" Charli dan Alvian, daddy memberikan perintah untuk memata - matai Elisabeth, kalian lakukan penyamaran." perintah daddy Alvonso.
" Menyamar menjadi pengemis atau orang lumpuh, tidak mau dad." tolak Alvian langsung.
" Aish... kebiasaan kalau daddy lagi bicara protes saja." omel daddy Alvonso
" Tidak Alvian, kamu dan Charli menyamar seperti pengunjung hotel memakai kaos, celana jeans pendek, kacamata hitam dan topi agar kalian tidak dikenali." ucap mommy Laras yang tidak mau berdebat.
Daddy Alvonso dan Alvian memang suka berdebat walau begitu mereka saling sayang menyayangi.
" Oh syukurlah mom." Jawab Alvian lega
" Sekarang daddy lanjutkan." ucap mommy Laras.
__ADS_1
" Kamar milik Elisabeth sudah ada kamera cctv dan nanti akan terhubung dengan ponsel milik Alvian jadi kalian akan tahu apa yang akan dilakukan oleh Elisabeth." ucap daddy Alvonso.
Mereka terdiam karena mereka ingin mendengarkan kelanjutan daddy Alvonso.
" Mommy, daddy, Alvonso, Alvian, Arlan dan Harlan akan datang ke mansion milik paman Louis. Untuk Baron, Charli dan Max kalian jaga di mansion melindungi para wanita dan anak - anak karena musuh kali ini agak sulit karena mereka bisa menyamar menjadi kita seperti waktu di hotel." sambung daddy Alvonso.
" Kapan kita pergi ke sana dad?" tanya kak Alvonso
" Dua hari lagi karena hari ke tiga Dennis akan menikah karena itu sebelum terjadi pernikahan kita harus bisa menggagalkan pernikahannya. Tugas Alvonso dan Alvian ajak Dennis agar mau ikut dengan kita." ucap daddy Alvonso.
" Baik dad." Jawab mereka serempak.
" Daddy sudah mengirimkan mata - mata mansion itu sudah di jaga oleh para bodyguard jadi agak sulit untuk masuk ke sana padahal paman dan Louis belum datang ke mansion." ucap daddy Alvonso.
" Lalu kita masuk ke sana bagaimana dad." tanya Arlan.
" Mommy kalian sudah menghubungi Debby agar pulang dari bulan madu dengan alasan karena Dennis akan menikah." jawab daddy Alvonso.
" Kalian sudah tahu semua ada seorang wanita yang berhubungan dengan Elisabeth dan mereka berdua mengajak bertemu di mansion dan wanita itu akan memberikan Elisabeth ke pamannya Alex, Louis dan Leo. Jadi tugas Debby adalah mengajak Dennis untuk memberikan oleh - oleh permintaan Dennis padahal untuk memberikan kalau Elisabeth dan pamannya sedang selingkuh jadi pernikahannya batal." sambung daddy Alvonso.
" Tugas Arlan dan Harlan ketika Dennis teriak memarahi Elisabeth kalian berdua pergi dan cari mommynya Alex, Louis dan Leo. Untuk daddy, mommy, Alvonso dan Alvian kita pura - pura terkejut dan ingin melihat apa yang terjadi." sambung daddy Alvonso lagi.
" Kalian sudah mengerti?" tanya mommy Laras.
" Mengerti mom, dad." Jawab mereka serempak.
" Daddy, mommy apakah kita bisa meretas siapa Elisabeth dan wanita misterius itu?" tanya Arlan penasaran
" Mommy, kak Alvonso, kak Alvian dan Max sudah mencoba meretas identitas Elisabeth tapi tidak ada namanya begitu pula dengan wanita itu." ucap mommy Laras.
Mereka hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Setelah selesai berbicara merekapun keluar dari ruangan itu dan kembali melakukan rutinitas seperti biasanya.
__ADS_1
xxxxxxx FLASH BACK OFF xxxxxxx