
Daddy Alvonso berdiri di ranjang di mana istrinya masih setia memejamkan matanya sedangkan Dennisa duduk di kursi samping ranjang mommy Laras. Tubuh mommy Laras banyak selang infus membuat Daddy Alvonso meneteskan air matanya. Dia tidak perduli dikatakan laki - laki cengeng karena dirinya sangat mencintai istrinya dan belum siap jika dirinya ditinggalkan.
" Mommy bangunlah, daddy rindu suara mommy." ucap daddy Alvonso dengan nada lirih sambil mengusap wajah cantik istrinya.
cup
Daddy Alvonso mengecup kening istrinya dan air matanya membasahi pipi istrinya.
" Mommy sayang, daddy sangat mencintai mommy. Daddy tidak sanggup jika mommy ninggalin daddy. Siapa yang menemani daddy tidur? siapa yang bisa daddy usilin, begitu banyak kenangan kita bersama dan daddy sangat berat jika mommy ninggalin daddy." sambung daddy Alvonso sambil memegang tangan mommy Laras
" Mommy, sadarlah.. daddy menangis... apakah mommy tega melihat daddy menangis?" tanya Dennisa sambil air matanya ikut keluar.
Perlahan jari jemari mommy Laras bergerak, Daddy Alvonso yang sedang memegang tangan istrinya terkejut karena jari jemari istrinya bergerak - gerak.
" Dennisa lihat jari jemari mommy bergerak." ucap daddy Alvonso sambil tersenyum bahagia.
Dennisa melihat memang benar jari jemari mommy Laras mulai bergerak. Mommy Laras perlahan membuka matanya dan menatap mata suaminya yang sembab.
" Daddy, menangis?" tanya mommy Laras lirih
grep
" Mommy." panggil daddy Alvonso tersenyum bahagia sambil memeluk mommy Laras dengan erat.
" Daddy, mommy sesak tolong dikurangi pelukannya." ucap mommy Laras sambil membalas pelukan suaminya.
" Maaf mommy, daddy bahagia." ucap daddy Alvonso sambil mengurangi pelukan istrinya.
" Pffftttt.. hahahaha..." tawa mommy Laras pecah.
" Mommy kenapa tertawa?" tanya daddy Alvonso dan Dennisa serempak.
" Maaf daddy dan Dennisa sebenarnya mommy pura - pura koma." ucap mommy Laras sambil tersenyum.
" Apa!!" teriak daddy Alvonso dan Dennisa.
" Sstttt... jangan teriak.. maaf mommy terpaksa melakukan itu." ucap mommy Laras.
" Ceritakan apa sebenarnya terjadi." ucap daddy Alvonso.
xxxxxxx Flash back off xxxxxxx
__ADS_1
Satu hari sebelum ke mansion milik paman Louis, mommy Laras sedang merawat tanaman bunga yang berada di samping mansion.
" Maaf nyonya ada kiriman paket." ucap kepala pelayan sambil memberikan paket ke mommy Laras.
" Taruh di meja saja pak, tanganku lagi kotor." ucap mommy Laras.
" Baik nyonya." Jawab kepala pelayan dengan sopan.
" Terima." jawab mommy Laras
" Sama - sama nyonya." Jawab kepala pelayan dengan nada masih sopan sambil meninggalkan mommy Laras sendirian karena anak - anak dan para menantunya sedang sibuk mengurus anak - anaknya sedangkan yang hamil seperti Dennisa, Amora dan Mira, mereka istirahat total karena ketiga kandungan mereka lemah.
Mommy Laras mencuci tangannya setelah selesai mommy Laras mengambil paket tersebut dan ingin membukanya tapi tiba-tiba ponselnya berdering. Mommy Laras mengambil ponselnya yang diletakkan di meja dan melihat sahabatnya dokter Maria menghubungi dirinya.
" Hallo apa kabar?" tanya mommy Laras.
" Baik La, kamu jugakan?" tanya dokter Maria.
" Iya aku baik - baik saja." jawab mommy Laras
" Kamu di mana sekarang?" tanya dokter Maria
" Di kebun bunga di samping mansion." Jawab mommy Laras.
" Baiklah." Jawab mommy Laras sambil berdiri dan membawa paket.
" Aku sudah sampai di kolam renang. Ada apa?" tanya mommy Laras tanpa basa-basi
" Di sana ada cctv yang di pasang sedangkan di kolam renang tidak karena tuan Rudolf beranggapan kolam renang tidak mungkin melakukan meating." ucap dokter Maria menjelaskan.
" Apakah kamu tahu siapa yang memasang dan diletakkan di mana cctvnya?" tanya mommy Laras
" Dua anak pelayan yang bernama Juminten dan Syarief mereka memasangnya di pohon mangga, ruang makan, ruang kerja dan ruang keluarga." ucap dokter Clarissa menjelaskan.
" Hebat kamu bisa tahu sedangkan aku dan anak - anak yang bisa program IT saja tidak tahu kalau ada penyusup." ucap mommy Laras
" Terima kasih atas pujiannya. Oh iya jangan di ambil cctvnya dan juga jangan tangkap ke anak pelayan itu karena bisa - bisa rencana kalian akan gagal total. Lakukan saja jika sudah selesai menjalankan rencana kalian." ucap dokter Maria memperingatkan.
" Iya aku mengerti sekarang. Oh iya bagaimana kabar Angelina?" tanya mommy Laras
Dokter Maria menghembuskan nafasnya dengan kasar.
__ADS_1
" Angelina hamil anak Louis." ucap dokter Maria.
" Apa?? terus apa yang dilakukan Angelina?" tanya mommy Laras
" Angelina sempat ingin bunuh diri tapi aku dan suamiku Kennath berusaha membujuknya. Syukurlah dia mau mendengarkan kami dan memintaku untuk mengugurkannya tapi lagi - lagi aku dan suami Kennath berusaha menasehatinya kalau bayinya tidak bersalah." ucap dokter Maria
" Sekarang bagaimana keadaannya?" tanya mommy Laras dengan nada sendu.
" Sudah mulai tenang dan menyayangi anaknya tapi Angelina bilang ingin meminta pakaian Louis untuk di peluk setiap malam." ucap dokter Maria
" Nanti aku akan minta tolong anakku Debby mengambil pakaian Louis." ucap mommy Laras.
" Satu stel ya pakaian kerja." pinta dokter Maria.
" Ok. Nanti aku bilang ke Debby." ucap mommy Laras.
" Oh iya, suamiku cerita kalau besok kalian akan menyerang mansion pamannya Louis karena itu suamiku mengirimkan tiga stel pakaian anti peluru. Gunakan untukmu, Debby dan Dennis karena suamiku mengatakan informasi dari mata - matanya kemungkinan gadis itu akan menembak anakmu Dennis karena membatalkan pernikahannya. Kamu temani Dennis walau apapun yang terjadi, kalau keluargamu di tembak peluklah karena kamu dan keluargamu akan selamat dan tidak terkena peluru." ucap dokter Maria.
" Lalu apa hubungannya dengan anakku Debby?" tanya mommy Laras
" Kemungkinan Debby di tembak karena perbuatan mereka ketahuan. Jadi tugasmu adalah mengatakan ke Debby dan Dennis untuk memakai pakaian anti peluru." ucap dokter Maria.
" Ketahuilah kalian bertiga harus acting pura - pura terluka lakukan secara natural jangan sampai musuh curiga karena mereka memasang cctv." sambung dokter Maria.
" Aku mencoba meretas mansion mereka tapi tidak bisa sepertinya mereka tidak memasang cctv." ucap mommy Laras dengan nada terkejut.
" CCTV mereka sangat unik dan sulit untuk di retas, kami juga baru tahu karena waktu itu kami tidak sengaja bertemu dengan sahabat suamiku dan sahabat suamiku menawarkan cctv katanya cctvnya sulit diretas kecuali oleh pembuatnya dan dia juga menyebutkan nama - nama customer dan di antara customer ada yang bernama tuan Rudolf yaitu paman Alex, Louis dan Leo.
Tuan Rudolf memesan cctv untuk di pasang di mansion yang berada di Jakarta. Suamiku meminta tolong pada sahabatnya awalnya tidak setuju tapi setelah diberitahukan alasannya akhirnya dia bersedia membantu kami." ucap dokter Maria menjelaskan.
" Ok aku mengerti, aku akan memikirkan rencana baru." ucap mommy Laras.
" Ok. Aku hanya bisa mendoakan semoga rencana kalian berhasil." ucap dokter Maria.
" Amin. Terima kasih banyak informasinya." ucap mommy Laras.
" Ok. Sama - sama. Bye." ucap dokter Maria
" Bye " Jawab mommy Laras.
tut tut tut tut
__ADS_1
Panggilan komunikasi itu pun berakhir.
xxxxxxx Flash back on xxxxxxx