Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Karena Aku Mencintaimu


__ADS_3

Dennis terdiam merenungkan perkataan Rocky yang benar adanya.


" Baiklah aku akan mencoba untuk membuka hatiku." Ucap Dennis.


Tiba - tiba Putri datang dengan nafas ngos-ngosan seperti orang habis lari maraton.


" Ada apa Put?" tanya Rocky


Putri mengatur nafasnya sambil duduk di samping Rocky setelah beberapa menit Putri mulai berbicara.


" Gawat, Elisabeth tidak ada di tempat." ucap Putri


" Apa???" teriak Dennis dan Rocky serempak


Semua orang langsung menatap Dennis dan Rocky membuat mereka senyum pepsodent dan meminta maaf.


" Kamu tidak bercanda kan Put?" tanya Dennis


" Aku serius." Ucap Putri


Dennis mengeluarkan ponselnya untuk meretas cctv namun diurungkan karena Doddy menghubungi dirinya.


" Ada apa Dod? kalau tidak penting jangan hubungi aku dulu. Aku lagi mencari Elisabeth, Elisabeth hilang dari rumah sakit. Aku kasih waktu dua menit untuk bicara." ucap Dennis tanpa henti


Rocky dan Putri saling menatap karena baru kali ini melihat Dennis panik dan banyak bicara.


" Justru aku mau menelephon kamu mau ngasih kabar Elisabeth pingsan pas di depan pintu." Ucap Doddy menjelaskan.


tut tut tut tut tut


Tanpa menjawab Dennis langsung mematikan secara sepihak.


" Kita pulang saja Elisabeth ada di rumahmu Rock." Ucap Dennis sambil berdiri dan membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya dengan cepat.


Rocky dan Putri langsung ikut berdiri dan mengikuti Dennis dari belakang dengan langkah cepat.


" Kak Rocky, aku tidak sanggup jalan lagi." Ucap Putri sambil berlari sedangkan Rocky hanya berjalan dengan langkah cepat.


Rocky langsung menghentikan langkahnya kemudian menggendong Putri ala bridal style membuat ke dua tangan Putri memeluk leher Rocky agar dirinya tidak terjatuh.


" Kak Rocky turun, di lihat orang malu." Ucap Putri sambil menyembunyikan wajahnya ke dada bidang kekasihnya.


" Biar cepat sayang." bisik Rocky dengan melangkahkan kakinya dengan cepat.

__ADS_1


Singkat cerita kini mereka sudah sampai di rumah milik orang tua Rocky.


" Di mana Elisabeth?" tanya Dennis


" Masih tidur di kamarnya mungkin obatnya mengandung obat tidur tadi aku sudah menghubungi dokter dan dokter juga sudah memeriksanya." Ucap Doddy menjelaskan.


Dennis langsung melangkahkan kakinya ke arah kamar Elisabeth.


ceklek


Dennis membuka pintu kamar Elisabeth dan melihat Elisabeth masih memejamkan matanya karena tubuhnya lelah membuat Dennis berbaring di samping ranjang Elisabeth kemudian memeluknya. Elisabeth tanpa sadar membalas pelukan Dennis membuat Dennis tersenyum dan tidak membutuhkan waktu lama Dennis tertidur dengan pulas.


" Dennis kenapa lama keluar ya?" tanya Doddy


Ke duanya hanya mengangkat ke dua bahu acuh dan duduk di ruang tamu.


" Apa jangan - jangan Dennis melakukan hubungan suami ..." ucap Doddy menggantungkan kalimatnya sambil menutup mulutnya.


pletak


" Aduh sakit tahu." Omel Doddy sambil mengelus kepalanya yang di jitak oleh Rocky.


" Lagian kalau ngomong sembarangan." Ucap Rocky dengan nada kesal.


" Kalau kamu penasaran buka saja pintunya dan lihat apa yang di lakukan oleh Dennis dan Elisabeth." Ucap Rocky


" Ok aku akan mengecek ke kamar Elisabeth." Ucap Doddy sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah kamar Elisabeth.


" Kak Rocky, aku ngantuk banget." Ucap Putri sambil menguap.


" Ya sudah tidurlah kakak juga mau istirahat." Ucap Rocky


Mereka pun berjalan dan masuk ke dalam kamar masing-masing. Rumah milik orang tua Rocky sangat terpencil dan jauh dari penduduk karena itulah walau Dennis dan Elisabeth tidur bersama tidak ada orang yang tahu dan tidak ada yang mengusiknya. Orang tua mereka percaya kalau putranya Rocky dan Dennis tidak akan mungkin melakukan perbuatan yang bikin orang tua malu.


Orang tua Rocky sengaja membeli rumah itu untuk menikmati masa tuanya jika Rocky sudah menikah dan menggantikan pekerjaan Ronald sebagai seorang CEO.


Doddy yang penasaran jalan ke arah kamar Elisabeth dan dengan perlahan membuka perlahan gagang pintu agar tidak terdengar suara.


ceklek


Mata Doddy membulat sempurna dan jiwa jomblonya meronta-ronta karena dirinya yang tidak memiliki pasangan. Doddy dengan perlahan menutup pintu kamar Elisabeth kemudian berjalan ke arah kamarnya untuk istirahat karena tubuhnya sangat lelah sekali.


xxxxxxx

__ADS_1


Pagi harinya Elisabeth perlahan membuka matanya dan melihat wajah tampan yang sudah memenuhi hatinya tapi dirinya cepat tersadar dan langsung melepaskan pelukannya karena posisi mereka saling berpelukan. Dennis yang merasa ada pergerakan membuatnya memaksakan membuka matanya dan menatap wajah cantik Elisabeth.


cup


" Selamat pagi." Ucap Dennis sambil mengecup kening Elisabeth.


" Kenapa kak Dennis memelukku?kenapa kak Dennis tidur di ranjangku? Apakah kita melakukan itu?" tanya Elisabeth beruntun sambil matanya mendelik ke arah Dennis


cup


" Maaf semalam aku ngantuk banget jadi tidur di sampingmu agar kamu tidak kabur lagi makanya aku peluk. Mengenai melakukan itu apakah kamu bersedia melakukannya lagi untukku?" Goda Dennis sambil menahan tawanya sambil mengecup kening Elisabeth.


" Kak Dennis kenapa menciumku lagi? kak Dennis mesum." Pekik Elisabeth sambil bangun dari tidur hendak berlari tapi tangan Dennis menarik tangan Elisabeth membuat Elisabeth jatuh di tubuh Dennis kemudian memeluknya.


bruk


" Kak Dennis lepas." Ucap Elisabeth sambil berusaha memberontak.


" Jangan banyak gerak, apakah kamu tidak merasakan ada yang mengganjal." Ucap Dennis yang sedang menahan hasratnya.


Elisabeth terdiam beberapa saat dan memang dirinya merasakan perutnya terasa ada yang mengganjal.


" Kak Dennis aku mohon lepaskan aku." Ucap Elisabeth


" Aku akan melepaskan mu asalkan kamu kasih tahu ke aku kenapa kamu melarikan diri dari rumah sakit." Ucap Dennis sambil berusaha menenangkan jantungnya yang berdetak kencang karena posisi tubuh mereka berdua menempel karena bagaimanapun Dennis adalah pria normal.


Elisabeth menghembuskan nafasnya perlahan sambil memejamkan matanya berusaha menenangkan jantungnya berdetak kencang sejak dirinya di peluk oleh Dennis. Elisabeth membuka matanya dan menatap wajah tampan Dennis.


" Aku ingin pulang ke Jakarta dan pindah kuliah di Jakarta." Ucap Elisabeth


" Kenapa?" tanya Dennis dengan nada terkejut


Elisabeth terdiam hanya menghembuskan nafasnya dengan berat.


" Kenapa?" tanya Dennis mengulangi perkataannya.


" Karena aku mencintaimu kak tapi aku sadar dan tahu diri kakak tidak mungkin mencintaiku karena itulah aku pulang ke Jakarta dan melanjutkan kuliahku di Jakarta agar aku bisa melupakan kakak." Ucap Elisabeth sambil membalas pelukan Dennis dan menyembunyikan wajahnya.


Elisabeth mengatakan itu semua agar rasa sesak di hatinya berkurang apalagi jika di tolak oleh Dennis dirinya tidak akan mungkin bertemu kembali dengan Dennis karena Elisabeth sudah pindah ke Jakarta.


Dennis terkejut mendengar ucapan Elisabeth dan entah kenapa hatinya sangat bahagia mendengar kejujuran Elisabeth. Tangan kanan Dennis menarik dagu Elisabeth dengan lembut agar menatap dirinya.


" Angkatlah kepalamu aku ingin melihat wajahmu." Pinta Dennis

__ADS_1


Elisabeth mengangkat kepalanya dan menatap wajah Dennis laki - laki yang sangat dicintainya.


__ADS_2