
" Petra." Panggil seorang wanita
Petra memalingkan wajahnya dan ternyata sahabat lamanya.
" Rena apa kabar." sapa Petra sambil berdiri dan memeluk Rena sambil cipika cipiki.
Tidak berapa lama merekapun melepaskan pelukannya kemudian duduk di kursi.
" Rena, kamu lihat kakakku yang berada di kursi dekat pojok." ucap Petra sambil menunjuk ke arah kakaknya
" Iya aku lihat, apa kita kerjain saja kakakmu." ucap Rena dengan tatapan penuh kebencian.
Petra dan Rena menaruh dendam, benci dan iri hati terhadap Putri karena waktu di sekolah Putri selalu menonjol dalam semua bidang mata pelajaran dan bukan itu saja cowok idola yang menjadi incaran mereka malah tertarik dengan Putri. Mereka berdua pernah merencanakan bersama teman - temannya yang iri hati dengan Putri untuk menyerang Putri tapi mereka kalah telak karena Putri bisa bela diri dan akibat ulah mereka, mereka terkena hukuman dari gurunya. Itulah kenapa mereka dendam, iri dan benci terhadap Putri .
" Kerjain bagaimana? kamukan tahu kalau kakakku bisa bela diri." ucap Petra
" Aku punya ide, aku berjalan mendahului Putri sambil membawa botol yang berisi air kemudian air itu aku tuang di lantai otomatis lantai itu menjadi licin dan tugasmu mendorong kakakmu." ucap Rena.
" Tapi kalau air saja tidak mungkin licin harus di campur sabun." Ucap Petra
" Tenang saja tadi aku di suruh ibuku belanja di supermarket untuk belanja kebutuhan dan di antara belanjaan ada sabun cuci piring dan botol air minum." ucap Rena
" Boleh juga idemu." Ucap Petra sambil tersenyum menyeringai.
Rena mengambil plastik untuk mengambil botol minum kemudian membuka dan meminum seperempat airnya sedangkan Petra mengambil sabun cuci piring kemudian membuka penutup sabun cuci piring untuk dimasukkan ke dalam botol air minum setelah di rasa cukup Rena mulai mengocok air minum agar tercampur dengan air sabun cuci piring.
" Sepertinya kakakku akan pergi ke toilet kita susul yuk." ajak Petra
" Ayuk." Ajak Rena bersemangat.
Ke dua wanita itu pun berjalan mengikuti Putri dan sesuai apa yang direncanakan oleh Rena barusan, Rena berjalan dengan cepat agar mendahului Putri. Rena membuka tutup botol dan pura - pura menyiram air di lantai di mana Putri nanti akan melewati jalan tersebut.
Putri yang melihat seorang wanita yang berada di depannya menyiram lantai dan ada busanya membuat Putri langsung berpikir kalau wanita itu sepertinya sengaja dan tanpa berpikir panjang Putri langsung menyingkir ke arah samping lantai tersebut kemudian melangkahkan kakinya dengan hati - hati agar dirinya tidak terpeleset. Petra yang melihat kakaknya sedang berjalan langsung mendorongnya dari arah belakang tapi naas ketika hendak mendorong kakaknya ternyata kakaknya menyingkir ke arah samping agar tidak terpeleset membuat Petralah yang terpeleset.
bruk
akhhhhh
duag
__ADS_1
Petra terpeleset membuat dirinya berteriak membuat perut Petra menabrak dinding tembok dengan kencang karena Petra mendorongnya dengan sepenuh tenaga hingga darah segar keluar dari sela - sela paha Petra.
" Akhhhhh... sakit!!!" teriak Petra sambil memegangi perutnya.
Tidak berapa lama Petra tidak sadarkan diri dengan darah segar terus keluar tanpa berhenti. Wajah sahabatnya langsung pucat pasi melihat Petra tidak sadarkan diri dengan darah segar keluar dari sela - sela pahanya
" Petra!!!" teriak Putri
Teriakan Petra dan Putri membuat para pengunjung masuk ke dalam ruangan toilet. Semua orang berdatangan di toilet dan melihat kejadian yang mengerikan itu.
" Putri apa yang terjadi?" tanya Elisabeth
" Apa yang terjadi??" tanya para pengunjung berbarengan
" Wanita itu yang menyiram air yang berisi sabun sehingga adikku terpeleset." Ucap Putri sambil menunjuk ke arah Rena dan berjalan mendekati adiknya yang tidak ada air sabun agar dirinya tidak terpeleset dan diikuti oleh Elisabeth.
Mereka menatap Rena dan melihat wajah Rena yang pucat pasi dengan tubuh gemetar dan masih memegang botol yang masih tersisa air sabun. Dua orang langsung menarik tangan Rena untuk di bawa ke pos security agar satpam menghubungi kantor polisi supaya Rena masuk ke dalam penjara.
" Tolong bantu aku angkat adikku." pinta Putri
Merekapun membantu Putri mengangkat Petra dan membawanya ke rumah sakit. Sampai di parkiran mobil Putri membuka pintu mobil dan orang - orang pun memasukkan Petra ke dalam mobil.
" Bisa." Jawab Elisabeth singkat.
Putri memberikan kunci mobil ke Elisabet kemudian Putri duduk di kursi belakang pengemudi sambil kepala Petra diletakkan di pahanya sedangkan Elisabeth duduk di kursi pengemudi.
Elisabeth mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar Petra cepat tertolong di rumah sakit. Tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah sampai di rumah sakit. Elisabeth langsung turun dari mobil dan langsung memanggil perawat.
" Pak satpam tolong saya." mohon Elisabeth
" Tolong apa nona?" tanya satpam ramah
" Teman saya terpeleset di kamar mandi dan mengalami luka tolong angkat tubuhnya." pinta Elisabeth
Satpam itupun berjalan ke arah mobil milik Rocky, Elisabeth membuka pintu mobil dan satpam langsung menggendong Petra ala bridal style kemudian di bawa ke ruang ugd bertepatan kedatangan dua orang perawat yang membawa brankar.
Dua perawat langsung mendorong brankar ke ruang UGD diikuti oleh Putri dan Elisabeth.
" Maaf nona harap menunggu di luar." ucap perawat
__ADS_1
" Baik suster tolong adik saya suster." mohon Putri
Suster itu hanya menganggukkan kepalanya kemudian melanjutkan mendorong brankar ke dalam kamar ugd sedangkan Putri dan Elisabeth duduk di ruang tunggu.
" Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Elisabeth penasaran
" Waktu aku berjalan ke arah toilet ada seorang wanita yang melewatiku lalu wanita itu menuangkan sesuatu ke lantai dan aku melihat lantai itu basah dan berbusa aku refleks pindah ke samping dan melanjutkan langkahku tapi tidak tahu tiba - tiba Petra datang melewati ku dan Petra terpeleset perutnya terkena dinding hingga keluar darah." ucap Putri menceritakan kronologis kejadian.
Tiba - tiba ponsel Putri berdering dan Putri langsung mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.
" Kak Rocky." gumam Putri
" Angkatlah." ucap Elisabeth
Putri menggeser tombol berwarna hijau dan meletakkan ponselnya ke telinganya.
" Hallo kak." sapa Putri
" Lagi apa Put?" tanya Rocky
" Aku bersama temanku kak, kakak lagi apa?" tanya Putri
" Temanmu cewek apa cowok Put?" tanya Rocky tidak menjawab pertanyaan Putri
" Cewek kak namanya Elisabeth." Ucap Putri.
" Elisabeth? kenal di mana?" tanya Rocky penasaran.
" Kenal di kampus, kami satu kampus kak. Maaf kak aku mengajak temanku untuk tinggal di rumah kak Rocky." ucap Putri menjelaskan.
" Tidak apa - apa yang penting cewek jangan bawa cowok." ucap Rocky
" Tenang saja kak, kakak lagi apa?" tanya Putri ulang
" Lagi telepon Putri." ucap Rocky
" Pffftttt... Hahahaha.. " tawa Putri pecah
xxxxxxx
__ADS_1
Hari Senin dapat vote, votenya buat author donk? tolong kasih bunga, like dan hadiah serta komentar agar author semangat menulisnya. Terima kasih.