
" Hiks... hiks... aku kotor." Ucap Elisabeth sambil berusaha melepaskan pelukan Dennis tapi Dennis memeluknya dengan erat.
" Tidak sayang, kamu masih suci si brengsek itu belum berhasil mengambil mahkota berhargamu." Ucap Dennis sambil mengelus punggung Elisabeth dengan lembut.
" Tapi kak Dennis sudah empat pria yang melihat tubuh polosku, aku benar-benar kotor." ucap Elisabeth dengan nada lirih dan air mata tidak berhenti keluar.
Dennis diam dan membiarkan Elisabeth untuk berbicara mengeluarkan isi hatinya.
" Pertama hiks...hiks.. kak Aldo lalu hiks... hiks ...kak Dennis kemudian hiks.. hiks... pria itu dan juga hiks...hiks..kak Rocky." Ucap Elisabeth sambil membalas pelukan Dennis sambil menangis terisak.
" Ssstt sudah itu bukan salahmu, sekarang aku akan mengantarmu pulang bersama teman - temanku dan juga bersama Putri." Ucap Dennis dengan nada lembut.
Dennis melepaskan pelukannya kemudian berdiri untuk membuka kaosnya hingga nampak tubuh kekar Dennis dan memperlihatkan perutnya yang berbentuk kotak - kotak. Kaos Dennis langsung dipakaikan ke Elisabeth karena pakaian Elisabeth sudah hancur di gunting oleh pria itu.
Dennis membalut tubuh Elisabeth dari dada sampai bawah dengan menggunakan selimut karena dua gunung kembar milik Putri terlihat jelas pucuknya dan juga tidak melihat tubuh polos Elisabeth bagian bawahnya oleh ke lima temannya. Jujur Dennis laki - laki normal melihat tubuh polos Elisabeth siapa yang tidak tergoda tapi Dennis berusaha menahan hasratnya.
Dennis menggendong tubuh Elisabeth ala bridal style untuk meninggalkan mansion tersebut sedangkan Rocky yang sudah selesai membuat pria itu babak belur langsung menarik tangan pria itu keluar membuat tubuh pria itu terseret tapi Rocky tidak memperdulikan hal itu karena dirinya sangat marah dan langsung diberikan ke teman - temannya.
" Hubungi polisi agar mereka semua masuk penjara." ucap Rocky dengan aura dingin.
" Ok." Jawab William dengan nada singkat.
William langsung menghubungi pamannya yang bekerja sebagai perwira polisi untuk menangkap para penjahat sedangkan Rocky kembali lagi masuk ke dalam kamar kemudian melepaskan ikatan yang mengikat ke dua tangan dan ke dua kaki Putri.
Begitu pula dengan Rocky, Rocky membuka kaosnya untuk dipakaikan ke tubuh polos Putri setelah selesai Rocky menyelimuti bagian dada sampai ke bawah karena dua gunung kembar milik Putri terlihat jelas pucuknya.
Sungguh Rocky dan Dennis sangat tersiksa lahir dan batin melihat tubuh polos masing - masing kekasihnya dan berusaha meredam hasratnya karena bagaimanapun Dennis dan Rocky adalah laki - laki normal.
Rocky menggendong tubuh Putri yang masih belum sadarkan diri ala bridal style untuk keluar dari kamar tersebut.
" Doddy antar kami ke rumahku." Perintah Rocky sambil berjalan.
" Ok." Jawab Rocky singkat sambil melangkah ke dua kakinya dengan lebar.
" Ok, kalian bertiga mau kembali ke barak atau menginap di rumahku?" tanya Rocky
" Menginap di rumahmu saja." Ucap ke tiganya dengan kompak.
" Ok." Jawab Rocky singkat
" William kamu naik mobilmu bersama Albert dan Rey, aku, Rocky dan Dennis naik mobilku" ucap Rocky
__ADS_1
" Ok." Jawab mereka serempak.
Doddy duduk di kursi pengemudi sedangkan Rocky duduk di belakang pengemudi sambil memangku Putri begitu pula dengan Dennis ikut memangku Elisabeth sambil duduk disamping Rocky.
Putri perlahan menggeliatkan badannya kemudian perlahan membuka matanya. Putri berusaha melepaskan pelukan tapi pelukan Rocky semakin erat.
" Sstttt ini aku Rocky." Bisik Rocky
" Sayang, Elisabeth, kak Dennis dan kak Doddy apa yang terjadi?" tanya Putri bingung.
" Elisabeth kenapa kamu menangis? apa ada yang terluka?" tanya Putri berusaha menggerakkan tubuhnya agar duduk di sebelah Dennis yang sedang memangku Elisabeth.
Putri tidak menyadari tindakan Putri membuat adik kecil Rocky menegang kembali dengan sempurna, Sungguh Rocky sangat - sangat tersiksa dan ingin sekali memakan Putri.
" Putri jangan banyak gerak, apakah kamu tidak merasakan di bawah bokongmu?" bisik Rocky
Putri langsung terdiam dan merasakan bokongnya ada yang mengganjal.
" Kak Rocky kenapa aku pakai selimut? Elisabeth juga dan juga kenapa kak Rocky dan kak Dennis tidak pakai baju?." Tanya Putri beruntun berusaha membuka selimut tapi di tahan oleh Rocky
" Tubuh kalian berdua polos tanpa sehelai benangpun, nanti aku cerita jadi sabar kita pulang dulu." bisik Rocky
Putri hanya menganggukkan kepalanya walau banyak pertanyaan tapi di tahannya. Dirinya sangat malu karena tubuhnya dan juga tubuh Putri polos tanpa sehelai benangpun membuat wajahnya memerah menahan malu sedangkan Elisabeth hanya mengeluarkan air mata tanpa bersuara dirinya merasa kotor dan malu.
" Rocky kamu temani Putri dan aku menemani Elisabeth. Doddy kamu tunggu temanmu datang." ucap Dennis
" Ok." Jawab Doddy pasrah.
Rocky masuk ke dalam kamar Putri sedangkan Dennis masuk ke dalam kamar Elisabeth.
Elisabeth dan Dennis
Dennis membaringkan tubuh Elisabeth secara perlahan ke ranjang. Dennis mengambil kunci di atas lemari karena kebetulan kamar yang ditempati Elisabeth adalah kamar yang beberapa hari lalu ditempati oleh dirinya.
Dennis membuka lemari dan mengambil pakaian dan celana santai berikut boxernya kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
ceklek
Dennis membuka pintu kamar mandi dan melihat Elisabeth masih berbaring tanpa bersuara hanya air mata tidak berhenti keluar. Dennis hanya menghembuskan nafasnya perlahan kemudian berjalan ke arah Elisabeth.
" Elisabeth kamu mau mandi?" tanya Dennis
__ADS_1
Elisabeth hanya menganggukkan kepalanya kemudian turun sambil membawa selimut yang dipakainya. Sudah setengah jam lebih Elisabeth belum juga keluar dari kamar mandi membuat Dennis gelisah.
prang
Dennis mendengar suara pecahan kaca membuat Dennis berlari cepat ke arah kamar mandi kemudian mendorong pintu kamar mandi tapi di kunci dari dalam.
" Elisabeth!!" teriak Dennis
hening
" Elisabeth!!!" teriak Dennis lagi
" Elisabeth jika kamu tidak keluar aku dobrak pintunya!!" teriak Dennis dengan wajah panik.
Teriakkan Dennis terdengar oleh Doddy dan Rocky membuat mereka berdua masuk ke dalam kamar Putri.
" Ada apa Dennis?" tanya Rocky
" Kenapa kamu teriak Den?" tanya Doddy bersamaan
" Putri berada di dalam kamar mandi dan aku mendengar suara pecahan kaca. Rocky pintu kamar mandimu aku dobrak ya?" ijin Dennis karena bagaimanapun rumah ini milik orang tua Rocky.
" Kita tendang ramai - ramai." Ucap Rocky
1
2
3
brak
brak
brak
Dennis, Rocky dan Dennis langsung menendang secara bersamaan setelah hitungan ke tiga.
Rocky, Doddy dan Dennis membulatkan matanya dengan sempurna karena melihat pergelangan tangan kanan Elisabeth sudah mengeluarkan darah segar sedangkan tangan kirinya memegang pecahan kaca membuat telapak tangan Elisabeth juga mengeluarkan darah segar.
Dennis berjalan mendekati Elisabeth yang sudah tidak sadarkan diri kemudian menggendongnya ala bridal style. Dennis membaringkan tubuh Elisabeth perlahan. Hatinya sangat sakit melihat Elisabeth mencoba bunuh diri karena menyebut dirinya merasa kotor.
__ADS_1
" Doddy siapkan mobil kita bawa Elisabeth ke dokter dan kamu Rocky temani Putri." perintah Dennis.