Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Daging Ular


__ADS_3

Elisabeth langsung terbangun begitu pula dengan Putri sedangkan Dona langsung berbaring karena semalam tidurnya hanya sebentar sebelum penyerangan segerombolan ular hijau tersebut.


" Kak Elisabeth mandi dulu aku menjaga Dona." Ucap Putri


" Ok." Jawab Elisabeth singkat


Elisabeth mengambil pakaian ganti sambil membawa pukulan kayu untuk berjaga-jaga kemudian berjalan ke arah laut untuk membersihkan dirinya. Lima belas menit kemudian Elisabeth sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai kemudian berjalan ke tempat Putri dan Dona.


Putri yang melihat Elisabeth sudah selesai mandi kini giliran Putri yang mandi sambil membawa pakaian ganti dan kayu yang panjang sedangkan Elisabeth menyisir rambutnya yang basah sambil melihat ke sekelilingnya. Hingga matanya melihat ular piton sedang menatap dirinya di batang pohon.



" Si*l ular lagi." Umpat Elisabeth sambil mengambil kayu ukuran besar untuk bersiap-siap.


" Dona bangun ada ular piton." ucap Elisabeth dengan suara perlahan


Dona memaksakan membuka matanya sambil ngomel.


" Nyebelin banget dari semalam ular sekarang ular lagi." Ucap Dona sambil memaksakan dirinya untuk duduk.


Suara omelan Dona membuat ular itu menyerang Dona tapi Elisabeth yang sudah bersiap langsung memukul ular itu bertubi-tubi membuat Dona mengambil kayu kemudian membantu Elisabeth.


bugh


bugh


bugh


bugh


Pukulan yang bertubi-tubi hingga ular itu menjadi lemas membuat Dona dan Elisabeth menghentikan pukulannya.


" Ularnya sudah lemas kita goreng saja buat makan siang kita." Usul Elisabeth


" Boleh juga sudah lama tidak makan daging ular." Ucap Dona


" Tadi pas aku mandi aku melihat di hutan ini ada bahan-bahan buat bumbu masakan." Ucap Elisabeth


" Kalau begitu kita petik bahan-bahannya biar ada rasanya." Ucap Dona


" Ok." Jawab Elisabeth


Mereka berdua berjalan sambil mencari bahan bumbu dapur setelah menemukan dan memetik bahan-bahan yang dibutuhkan mereka kembali ke tempat semula bertepatan kedatangan Putri.


" Dona kamu tidak mandi?" Tanya Elisabeth

__ADS_1


" Nanti saja kita masak dulu baru aku mandi." Ucap Dona


" Ada ular!!!" Pekik Putri sambil bersiap mengangkat kayunya untuk memukul ular.


" Di mana?" Tanya Elisabeth dan Dona serempak sambil membawa kayu untuk memukul ular.


" Itu." Ucap Putri sambil menunjuk ke arah ular piton.


Elisabeth dan Dona langsung melihat ke arah yang di tunjuk oleh Putri.


" Oh dia habis kami pukul." Ucap Elisabeth dengan nada santai sambil meletakkan kayunya kembali dan melanjutkan meracik bumbunya.


" Kok tidak di buang?" Tanya Putri


" Tidak, mau kami makan." Jawab Elisabeth dan Dona serempak


" Apa enaknya?" Tanya Putri


" Enak banget, di tempatku sebulan sekali makan ular." Ucap Dona


" Kalau aku jarang-jarang makan rasanya lumayan enak." Ucap Elisabeth


Elisabeth membuat bumbu sedangkan Dona memasukkan ular tersebut ke dalam kantong plastik untuk dicuci di air laut. Setelah lima belas menit Dona datang dan meletakkan potongan ular yang sudah bersih ke samping batu pipih mirip penggorengan, potongan daging ular tersebut diberi bumbu sambil menunggu Dona mandi.


Setelah hampir sepuluh menit bumbu meresap, Elisabeth meletakkan lemak ular untuk digunakan sebagai minyak untuk menggoreng daging ular tersebut. Bau harum masakan ular goreng membuat Putri lapar.


" Iya donk, sabar ya sekalian kita menunggu Dona." Ucap Elisabeth


" Ok." Jawab Putri.


" Oh ya aku konsentrasi memasak kamu awasi sekelilingnya takutnya ada binatang buas." Ucap Elisabeth


" Ok." Jawab Putri lagi sambil membawa kayu dan melihat sekelilingnya.


Setelah agak lama Dona datang membuat Putri membulatkan matanya dengan sempurna.


" Dona kenapa tidak memakai apapun? tubuhmu polos tanpa sehelai benangpun." Omel Putri sambil matanya mendelik.


" Hehehehe maaf aku lupa." Ucap Dona sambil terkekeh geli melihat mata Putri yang sedang mendelik.


" Dia memang seperti itu Put." Ucap Elisabeth dengan nada santai sambil memasukkan kembali potongan ular ke benda pipih.


Dona mengambil pakaian ganti dan langsung memakainya kemudian menyisir rambutnya.


" Tidak ada alat komunikasi bagaimana kita menghubungi kekasih kita?" Ucap Putri mengingat wajah Rocky

__ADS_1


" Aku sangat merindukan kekasihku." Ucap Dona


" Iya aku juga, apakah mereka tetap setia menunggu kita?" Ucap Putri sambil mengeluarkan air matanya mengingat mahkota berharganya telah direnggut oleh kekasihnya.


" Sstttt... sudah jangan menangis Put, kalau memang mereka jodoh kita pasti mereka setia dengan kita sejauh apapun kita berada tetapi kalau bukan jodoh kita maka kita harus merelakan kekasih kita dengan wanita lain." Ucap Dona sambil memeluk sahabatnya.


" Benar kata Dona, yang penting kita berdoa saja ada keajaiban.


" Hiks .. hiks.. aku takut kak Rocky akan melupakanku dan mendapatkan penggantiku karena aku.... hiks... hiks ..." Ucap Putri menggantungkan kalimatnya sambil terisak.


" Jangan bilang kamu dan Rocky sudah melakukannya?" Tebak Dona sambil memeluk Putri


Putri membalas pelukan Dona kemudian menganggukan kepalanya membuat Dona menghembuskan nafasnya dengan berat.


" Sudahlah kamu jangan sedih, itu sudah terjadi kita tidak bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan kita." Ucap Dona sambil menepuk punggung Putri.


" Apakah kalian tidak membenciku ataupun jijik padaku?" Tanya Putri.


" Tidak, kita kan bersahabat dan aku tahu bagaimana sikapmu selama ini. Jadi tidak ada alasan buatku untuk membencimu ataupun jijik. Kecuali kamu merebut kekasihku atau kekasih saudaraku Elisabeth mungkin aku membencimu." Ucap Dona


" Benar apa yang dikatakan Dona, terus terang kami juga hampir saja melakukan itu tapi untunglah kak Dennis dapat menahannya." Ucap Elisabeth sambil memeluk sahabatnya.


" Kalau aku setiap kak Doddy mau masuk kamarku aku usir bukannya aku tidak mencintainya tapi kami takut kebablasan. Apalagi kalian tahu bagaimana kak Doddy senangnya nempel kayak lem." Ucap Dona


" Bukan kamu saja Don, aku dan Putri juga sama." Ucap Elisabeth


" Kalau aku hamil bagaimana?" Tanya Putri yang tidak menanggapi ucapan ke dua sahabatnya.


" Jika itu terjadi kamu jangan menggugurkan kandungannya karena anak itu tidak bersalah." Ucap Elisabeth


" Tapi aku tidak sanggup jadi ibu tunggal, kalian tahu sendiri keluargaku tidak pernah memperdulikan diriku." Ucap Putri sambil menangis.


" Sssttt sudah, kamu mempunyai kami dan kami selalu ada untukmu." Ucap Elisabeth


" Ya benar kata kak Elisabeth, kita bersahabat saling membantu di saat senang dan susah." Ucap Dona


" Eh ... bau apa ini?" Tanya Elisabeth sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan ke dua sahabatnya.


" Yaaaa... Gosong..." Jawab ke tiganya karena potongan ular yang sedang di goreng gosong.


Dona langsung membuang daging ular itu dan di ganti dengan potongan daging yang baru sedangkan ke duanya meletakkan daging yang sudah matang dengan menggunakan daun ukuran besar.


" Sepertinya enak, aku mau makan." Ucap Putri


" Aku juga mau makan." Ucap Dona

__ADS_1


Elisabeth hanya tersenyum dan melanjutkan menggoreng daging ular tersebut hingga selesai barulah dirinya memakan daging ular.


__ADS_2