
Wanita itu mengepalkan tangannya menahan kesal.
" Tunggu saja jika rencanaku sudah berhasil aku akan membunuhmu pria tua." ucap wanita itu sambil menatap tajam kepergian pria itu yang sudah mulai menjauh dari penglihatannya.
Wanita itupun berjalan dengan langkah perlahan karena tubuh dan bagian sensitifnya terasa sangat perih menuju ke arah kamar mandi.
Selesai keluar dari kamar mandi wanita itu sudah memakai pakaian baru lagi kemudian berjalan keluar dan bertemu dengan tuan muda. Wanita itu tidak memperdulikannya malah berjalan melewati dirinya.
" Cukup sekali aku melakukannya dan tidak sudi aku menyentuhmu lagi." hina tuan muda.
" Aku juga tidak sudi tubuh ku di sentuh oleh pria berwajah aneh. Seumur hidupmu tidak ada bakalan yang mau denganmu kecuali wanita murahan yang di bayar olehmu." ucap wanita itu dengan nada ketus dan tanpa ada sedikitpun rasa takut.
plak
bruk
Tuan muda tanpa punya rasa empati menampar wanita itu hingga terjatuh dan sudut bibir sebelah kiri mengeluarkan darah segar dan pipinya kirinya yang mulus terlihat memerah dan terlihat jelas bekas tamparan tuan muda.
Tuan muda yang memiliki jiwa psycopath terbangun akibat ucapan kasar wanita itu dan langsung duduk agar sejajar dengan wanita itu kemudian mengeluarkan pisau lipatnya dari saku celana panjangnya.
Tuan muda langsung mengarahkan pisau lipatnya ke arah pipi mulus wanita itu hingga membuat pipinya cacat permanen dan darah segar keluar dari pipinya.
sretttt
" Akhhhh... sakit.." teriak wanita itu.
" Ini peringatan pertama, jika diulangi lagi maka wajahmu yang mulus ini akan kubuat cacat seumur hidup." ancam tuan muda sambil pisau lipatnya di bersihkan dengan menggunakan pakaian milik wanita itu.
Wanita itu meringis kesakitan hatinya penuh akan dendam membara pada tuan muda dan juga paman tuan muda itu tapi demi balas dendam ke keluarga besar Alvonso membuat dirinya harus bertahan.
Setelah melakukannya tuan muda itupun pergi meninggalkan wanita yang penuh dendam itu sedang duduk di lantai sambil memegangi pipinya yang tergores pisau.
" Awas saja jika saatnya tiba nanti aku akan membunuhmu." ucap wanita itu dengan dendam membara.
" Keluarga besar Alvonso tunggulah pembalasanku terutama kamu Alviana aku akan menyakitimu lewat adik kesayanganmu Dennis." sambung wanita itu dengan kilatan penuh amarah.
xxxxxxx
Di Negara Berbeda
__ADS_1
Angelina tinggal bersama dokter Kennath dan dokter Maria. Angelina bekerja sebagai sekretaris di sebuah rumah sakit milik dokter Kennath.
" Kenapa aku sangat merindukan kak Louis padahal kak Louis telah merampas mahkota yang selama ini aku jaga." ucap Angelina di ruangan kerja pribadinya sambil mengusap wajahnya.
" Bagaimana kabarnya sekarang ya? apakah aku telepon saja ya? tidak..tidak aku harus bisa menghilangkan perasaanku padanya." sambung Angelina.
" Aku akan menelepon mommy Laras saja." ucap Angelina
Angelina menghubungi mommy Laras, sambungan ke dua baru di angkat oleh mommy Laras.
" Selamat siang mommy." panggil Angelina
" Di sini sore, apa kabar Angelina?" tanya mommy Laras
" Mommy sudah dua belas hari ini, aku kangen banget sama kak Louis." ucap Angelina
" Kenapa bisa?" tanya mommy Laras dengan nada terkejut.
" Tidak tahu mommy walau kak Louis sudah mengambil mahkota yang selama ini aku jaga tapi aku sulit membencinya." ucap Angelina sambil memijat kepalanya yang kadang - kadang terasa pusing.
" Coba kamu alihkan dengan kesibukan misalnya hobby atau kuliah lagi." ucap mommy Laras
" Besok rencana Angelina mau kuliah lagi di negara ini mom." ucap Angelina
" Baik mom, mom apakah kak Louis sudah di operasi wajahnya?" tanya Angelina lebih harap.
" Mommy tidak tahu sayang." ucap mommy Laras.
" Mommy bisakah aku minta tolong?" ucap Angelina.
" Minta tolong apa?" tanya mommy Laras
" Hmmm.." ucap Angelina berupa deheman seakan ragu untuk mengatakannya.
" Tidak usah ragu apa yang bisa mommy tolong." ucap mommy Laras.
" Tolong tanyakan ke Inge atau Debby apakah kak Louis sudah operasi wajahnya? kalau belum aku mempunyai sahabat dia bekerja di klinik xxxx sahabatku bisa mengoperasi wajah kak Louis agar bisa kembali seperti dulu." ucap Angelina.
" Baiklah nanti mommy akan tanyakan." ucap mommy Laras
__ADS_1
" Terima kasih banyak ya mom, maaf ngerepotin mommy." ucap Angelina.
" Tidak repot kok, santai saja." ucap mommy Laras
" Terima kasih banyak ya mom, bye." ucap Angelina berpamitan.
" Sama - sama Angel. Bye." ucap mommy Laras
tut tut tut tut tut
Sambungan komunikasi pun terputus.
" Aku ingin menghubungi kak Louis tapi ruangan ini aku gelapkan agar kak Louis tidak tahu di mana aku berada." ucap Angelina
" Tidak... tidak... aku harus bisa menahannya... dia saja bisa kenapa aku tidak bisa." sambung Angelina
" Lebih baik aku menyibukkan pekerjaan ku saja agar aku bisa melupakan kak Louis." ucap Angelina
Angelina pun menyibukkan diri hingga dirinya lupa akan Louis.
xxxxxxx
Di Negara Yang Berbeda.
Louis sedang duduk di balkon sambil memegang foto Angelina. Louis menatap foto tersebut dan mengingat waktu Angelina pergi meninggalkan mansion milik Alex, Angelina meninggalkan tasnya yang berisi ponsel dan kartu identitas mahasiswi. Louis yang merindukan Angelina membuat Louis mencetak foto Angelina dari ponsel yang ditinggalkannya.
Louis meretas cctv kampus Angelina tapi Angelina tidak ada begitu pula dengan meretas cctv di hotel milik keluarga Alvonso dan berakhir laptopnya terkena serangan virus dan berakhir laptop canggih nya rusak dan tidak bisa digunakan kembali. Angelina hilang seperti tertelan bumi membuat Louis semakin uring - uringan.
" Kamu kemana Angelina? aku sangat merindukanmu. Aku ingin menghubungi dirimu tapi aku tidak tahu nomermu." ucap Louis lirih.
" Hanya kamu wanita yang aku cintai karena kamu mau menerima ku apa adanya bahkan di saat aku sudah mengambil mahkota berharga yang selama ini kamu jaga kamu tetap tidak membenciku dengan memberikan obat agar kakiku semakin kuat." sambung Louis.
" Angelina bagaimana pun caranya kamu akan tetap milikku terlebih aku yakin kamu pasti hamil karena aku tidak pakai pengaman karena semua wanita yang aku pakai selalu pakai pengaman karena aku tidak mau benih ku aku berikan pada wanita sembarangan. Aku janji aku akan berhenti menjadi pria casanova asalkan kamu kembali padaku." sambung Louis kembali.
Tidak berapa lama ponselnya berdering, Louis mengabaikan panggilan tersebut tapi ponsel itu berbunyi kembali membuat Louis berdecak kesal dan berjalan ke arah ranjangnya dan ingin melihat siapa yang menghubungi dirinya dan ternyata Leo. Louis pun menggeser tombol berwarna hijau.
" Ada apa Leo?" tanya Louis tanpa basa basi.
" Tidak ada apa-apa kak, hanya aku ingin bertanya kenapa kak Louis belum operasi wajah?" tanya Leo
__ADS_1
" Entahlah kakak juga tidak tahu." ucap Louis asal.
" Kak operasi wajah ya kak?" rayu Leo.