Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Celline Pingsan


__ADS_3

Tidak terasa Celline sudah sampai di mansion xxxx. Seorang bodyguard membuka pintu gerbang kemudian Celine masuk ke dalam mansion berjalan dengan angkuh.


Seorang wanita cantik menyambut kedatangan Celine dengan senyum devil.


" Selamat datang Elisabeth atau tepatnya Celine." ucap wanita itu dengan tersenyum sinis.


" Jangan basa basi ada apa aku di suruh datang ke sini?" tanya Celline tanpa basa basi.


" Duduklah dulu nanti aku akan katakan." ucap wanita itu.


" Baiklah, siapkan aku minuman juice alpukat." perintah Celline.


Wanita itu menghembuskan nafasnya dengan kasar melihat sifat Celline yang menurutnya sangat angkuh.


" Baiklah." ucap wanita itu sambil berdiri meninggalkan Celline sendirian.


Setengah jam kemudian wanita itu datang sambil membawa gelas yang berisi juice alpukat permintaan Celline.


" Ini minumlah." ucap wanita itu sambil menaruh gelas itu di meja.


Tanpa menjawab Celline langsung meminum hingga habis tidak bersisa membuat wanita itu tersenyum menyeringai.


" Sekarang minuman itu sudah kuminum sampai habis tanpa sisa sekarang katakan ada apa menyuruhku datang kemari?" tanya Celline tanpa basa basi.


" Paman." panggil wanita itu tanpa menjawab pertanyaan Celline


Seorang pria paruh baya datang mendekati mereka kemudian mengecup bibir wanita itu sekilas sambil melirik ke arah Celline.


" Paman bagaimana dengan gadis yang kubawa ini?" tanya wanita itu tanpa basa basi.


Pria paruh baya itu memalingkan wajahnya ke arah Celline kemudian melihat dari bawah hingga ke atas tidak berapa lama matanya mengarah ke dua gunung kembar milik Celline yang terlihat sangat menantang.


" Lumayan cantik dan seksi." ucap paman sambil tersenyum menyeringai.


" Apa maksudmu?" tanya Celline sambil menahan emosi.


" Menemani paman tidur." ucap wanita itu tanpa dosa sambil tersenyum devil.


" Apa??" bentak Celline.


plak

__ADS_1


Pria paruh baya itu menampar Celline karena dirinya sangat tidak suka mendengar suara keras kemudian menarik tangan Celline.


" Jangan sekali - kali berteriak di depanku." bentak pria paruh baya itu.


" Brengs*k lepaskan tanganku pria tua!!" bentak Celline sambil berusaha melepaskan tangan pria paruh baya itu.


plak


Pria paruh baya itu menampar kembali Celline dengan tangan kirinya karena tangan kanannya memegang tangan Celline.


" Sudah aku bilang jangan berteriak di depanku." bentak pria paruh baya itu.


Ke dua sudut bibir Celline mengeluarkan darah karena pria paruh baya itu menampar pipinya kanan dan kiri. Tiba - tiba dirinya mengantuk dan beberapa kali Celline menguap.


Pria paruh baya itu menarik tangan Celline sampai ke kamarnya kemudian mendorong pintu kamarnya dengan kasar.


bruk


Tubuh Celline ambruk karena dirinya tidak bisa menahan rasa kantuknya yang tiba - tiba datang menyerangnya. Pria paruh baya itu terpaksa menggendong Celline ala bridal style kemudian masuk ke dalam kamar.


bruk


Setelah selesai melakukannya pria paruh baya itu melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian mengambil gelas yang berisi air mineral kemudian di siram ke wajah Celline. Celline memaksakan dirinya untuk membuka matanya bertepatan dengan pria paruh baya itu menind*h tubuh Celline membuat Celline membulatkan matanya dengan sempurna karena dirinya dan pria itu sama -sama polos tanpa sehelai benangpun.


Celline berusaha memberontak tapi tubuhnya tidak bisa digerakkan begitu pula dengan mulut Celline tidak bisa untuk memaki pria paruh baya itu membuat Celline hanya bisa menatap tajam ke arah pria paruh baya itu.


jleb


Tanpa pemanasan terlebih dahulu pria itu memasuki tubuh Celline membuat Celline mengeluarkan air matanya menahan rasa perih di bagian privasinya. Ingin rasanya berteriak memaki pria paruh baya itu tapi entah kenapa mulutnya seperti terkunci.


Pria paruh baya itu menggerakkan pinggulnya secara berulang-ulang dengan cara kasar membuat Celline menahan rasa perih teramat sangat. Setelah setengah jam bermain akhirnya keluarlah lahar milik pria paruh baya itu barulah adik kecilnya di tarik dan memindahkan tubuhnya ke arah samping.


" Cih.. pakai nangis segala, kamu itu sudah berapa kali tidur sama pria saja masih nangis kecuali kalau kamu baru pertama kali melakukannya, punyamu sungguh ngga enak sama sekali." hina pria paruh baya itu dengan nada kesal karena dirinya bukan yang pertama.


Ingin rasanya Celline menampar dan memukul pria paruh baya itu tapi lagi - lagi tubuh dan mulutnya tidak bisa digerakkan.


( " Si*l kenapa mulut dan tubuhku tidak bisa digerakkan sama sekali, breng**k pria bangka punyaku sakit sekali." ucap Celine dalam hati ).


Tidak berapa lama tubuh dan mulutnya bisa digerakkan bertepatan pria paruh baya itu menind*h Celline dan seperti tadi tanpa pemanasan terlebih dahulu langsung menyatukan tubuhnya.


" Brengs*k sakitttt!!" bentak Celline

__ADS_1


plak


plak


Sambil menggerakkan pinggulnya secara berulang-ulang pria paruh baya itu menampar pipi kanan dan kiri Celline hingga membuat bibirnya pecah dan pipinya lebam - lebam.


" Sekali lagi bentak aku akan melakukan lebih parah dari ini." ancam pria paruh baya itu sambil menggerakkan pinggulnya secara berulang-ulang.


Celline terpaksa menahan amarahnya sambil menahan rasa sakit pada pipinya bekas tamparan dan privasinya akibat ulah pria paruh baya itu. Pria paruh baya itu melakukan secara berulang-ulang membuat Celline pingsan tapi pria paruh baya itu tetap melakukannya hingga dirinya puas barulah berhenti.


xxxxxxx


Di tempat berbeda Petra dan pria gendut serta berwajah jelek itu pergi ke rumah sakit untuk mengobati luka Petra.


" Sayang, apakah kamu mempunyai keluarga?" tanya pria itu.


" Memangnya kenapa?" tanya Petra sambil menatap pria itu dengan tersenyum manis walau sebenarnya ingin rasanya muntah melihat wajah jelek pria itu.


" Aku ingin melamarmu dua hari lagi kita akan menikah." ucap pria itu.


" Hiks... hiks... orang tuaku sudah meninggal dan aku hidup sebatang kara." ucap Petra sambil menangis bombay.


Pria itupun memeluk Petra sambil mengusap punggungnya agar berhenti menangis. Ingin rasanya mendorong tubuh pria itu tapi itu tidak mungkin karena bisa ketahuan kalau dirinya sedang berbohong. Setelah agak lama pria itupun melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Petra dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.


" Sudah jangan menangis ada aku yang selalu menemani mu." ucap pria itu.


Petra hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


" Oh ya hampir lupa, namamu siapa? kalau aku Tio." ucap pria itu yang bernama Tio sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


" Petra." ucap Petra sambil membalas jabatan tangannya.


" Bisakah kalau kita bermain pemanasan terlebih dahulu karena punyaku sakit dan perih." ucap Petra karena dirinya tidak mau merasakan sakit lagi.


" Baiklah aku akan melakukannya secara perlahan." ucap Tio sambil membelai rambut Petra.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Ayo donk vote, like, hadiah dan komentarnya agar novel ini naik level dan ada pendapatan lebih karena pendapatan nya kecil kan author jadi sedih. Kalau naik level author janji sehari 2 sampai 3 bab akan update.


Terima kasih atas vote, like, hadiah dan komentarnya

__ADS_1


__ADS_2