Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Penyesalan Aldo


__ADS_3

Elisabeth membuka pintu mobil kemudian menutup mobilnya setelah selesai menutup pintu mobil Elisabeth berjalan menuju ke bagasi mobil tapi baru sampai di bagasi dan ingin membuka pintu bagasi Dennis langsung menancapkan gasnya membuat Elisabeth hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Kak Dennis kenapa ya?" tanya Elisabeth dengan nada bingung sambil memperhatikan mobil Dennis yang semakin menjauh dan tidak kelihatan.


Elisabeth melangkahkan kakinya sambil berharap ada taksi atau mobil lewat.


" Elisabeth... Elisabeth sudah aku bilang jangan punya rasa cinta untuk cowok karena di mana - mana cowok itu semua breng**k. Lihatlah dirimu ditinggal di tengah jalan yang sepi dan kopermu tertinggal di mobil kak Dennis." ucap Elisabeth berbicara pada dirinya sendiri.


" Kalau tahu begini jadinya lebih baik aku tidak memperdulikan nya mau di keroyok atau mati sekalipun aku tidak akan memperdulikannya. Tidak - tidak kok aku bicaranya jahat banget sih." omel Elisabeth pada dirinya sendiri.


cittttt


Sebuah mobil berhenti di depan Elisabeth membuat Elisabeth membulatkan matanya dengan sempurna.


" Kak Aldo." panggil Elisabeth tercekat


" Hallo sayang kita bertemu lagi." ucap Aldo sambil tersenyum menyeringai


" Aku mohon tolong lepaskan aku?" Mohon Elisabeth.


" Aku tidak akan pernah melepaskan mu terlebih gara - gara temanmu wajahku jadi babak belur." ucap Aldo tegas


" Bukankah kak Aldo sudah mempunyai seorang kekasih pengganti diriku?" tanya Elisabeth


" Aku sudah bosan padanya karena itulah dia aku bunuh dan sekarang aku akan membunuhmu." ucap Aldo tersenyum devil sambil mengeluarkan pistolnya dan diarahkan ke kening Elisabeth


" Apa permintaan terakhirmu?" tanya Aldo sambil tersenyum menyeringai.


" Jika takdirku harus mati di tangan kak Aldo aku mohon akulah wanita terakhir yang mati di tangan kak Aldo. Sudah cukup kak jangan membunuh lagi." mohon Elisabeth sambil menatap Aldo dengan sendu.


Tidak berapa lama air mata Elisabeth keluar tanpa mengalihkan pandangannya. Elisabeth hanya merentangkan kedua tangannya seakan pasrah jika dirinya mati saat ini.


" Lakukanlah kak jika itu bisa membuatmu kak Aldo bahagia." sambung Elisabeth


" Kenapa kamu pasrah dan tidak melawanku?" tanya Aldo


" Kemana aku pergi kak Aldo pasti akan menemukanku jadi percuma saja bukan kalau aku lari." ucap Elisabeth


" Hahahahahaha... memang benar sejauh apapun kamu berlari aku pasti akan menemukanmu." ucap Aldo sambil tertawa lepas.


Elisabeth tidak menyia - nyiakan kesempatan pistol milik Aldo langsung di rampas membuat Aldo terkejut. Mereka berdua saling serang dan menghindar hingga Elisabeth ingin mendaratkan pukulan ke wajah Aldo tapi entah kenapa hatinya tidak tega dan menarik tangannya kembali. Aldo tidak menyia - nyiakan kesempatan untuk menampar Elisabeth.

__ADS_1


plak


plak


bruk


Aldo menampar ke dua pipi Elisabeth kanan dan kiri membuat Elisabeth terjatuh dan bokongnya mencium jalanan aspal.


" Sakit." ringis Elisabeth sambil tangan kanannya mengelus bokongnya sedangkan tangan kirinya mengusap sudut bibirnya yang berdarah bekas tamparan Aldo. Pipi mulus Elisabeth kini menjadi memerah.


" Kenapa sakit?" tanya Aldo sambil menarik rambut belakang Elisabeth agar menatap dirinya.


Elisabeth hanya bisa meringis menahan rasa sakit pada bokong, ke dua pipi dan di tambah tarikan rambutnya yang di lakukan oleh Aldo. Elisabeth hanya tersenyum dan mengusap wajah Aldo yang menampilkan wajah ingin membunuh dirinya.


deg


deg


Jantung Aldo berdetak kencang sambil memandangi bibir Elisabeth tapi Aldo berusaha menyingkirkan keinginan untuk mencium bibir Elisabeth.


" Kamu harus mati karena aku melihatmu berpelukan dengan seorang pria dan aku tidak tahu sudah berapa banyak pria yang sudah tidur denganmu." ucap Aldo sambil menepis tangan Elisabeth kemudian mencekik leher Elisabeth dengan sekuat tenaga.


" Aku tahu semua wanita itu adalah sampah sangat suka mempermainkan para pria yang tulus mencintainya." sambung Aldo yang masih mencekik Elisabeth.


" A.. ku.. mo..hon... A..ku a..da..lah wa..ni..ta yang.. te..rak..hir yang ...ma..ti di.. tangan.. mu." ucap Elisabeth dengan terbata - bata akibat kekurangan pasakon oksigen.


Elisabeth hanya mengusap lengan Aldo sambil tersenyum dan lama kelamaan senyuman itu memudar bersamaan dengan jatuh tangannya yang tadi mengusap lengan Aldo dan matanya mulai menutup.


bugh


duag


Tiba - tiba Aldo di serang oleh seseorang di pukul dan di tendang hingga darah segar keluar dari mulutnya membuat Aldo melepaskan tangan kanannya yang tadi mencekik leher Elisabeth dan tangan kirinya yang menarik rambut Elisabeth.


bruk


Tubuh Elisabeth langsung terjatuh ketika Aldo melepaskan ke dua tangannya.


" Breng**k beraninya sama wanita." umpat pria itu.


" Oh kamu kekasih barunya? apakah kamu tidak tahu kalau wanita itu adalah wanita murahan. Apakah pantas wanita murahan kamu bela?" tanya Aldo

__ADS_1


Pria itu adalah Dennis, ketika dirinya sangat kesal dengan Elisabeth karena namanya sama dengan nama mantan kekasihnya hal itulah membuat dirinya mengusir Elisabeth dengan cara menurunkan Elisabeth ke jalan raya namun di tengah jalan entah kenapa perasaan nya tidak enak membuat Dennis memutar balik mobilnya.


" Apakah kamu sudah menyelidikinya?" tanya Dennis tanpa menjawab pertanyaan Aldo sambil mendekati Elisabeth dan mengecek nadinya.


" Masih hidup." gumam Dennis


" Belum, tentu saja dia harus hidup karena aku ingin menyiksanya lagi." ucap Aldo tanpa punya rasa empati sedikitpun.


" Lalu bagaimana kamu bisa tahu kalau Elisabeth adalah wanita murahan?" tanya Dennis sambil menggendong Elisabeth


" Dari sahabat baiknya Elisabeth dan dia juga memberikan buktikan berupa foto - foto kalau Elisabeth selingkuh. Hei kenapa kamu menggendongnya?" tanya Aldo


" Sahabat? hahahaha..." ucap Dennis sambil tertawa lepas


" Breng**k kenapa kamu menertawakan aku hah!!" bentak Aldo


" Kamu percaya dengan sahabat baiknya Elisabeth? namanya sahabat itu saling melindungi bukan saling menjatuhkan. Aku akan membawa Elisabeth ke dokter." Ucap Dennis sambil tersenyum sinis dan membawa Elisabeth ke dalam mobilnya.


" Jadi maksudmu sahabat itu melindungi orang yang melakukan kesalahan hah!!" bentak Aldo


" Bukan, seorang sahabat sejati adalah melindungi sahabatnya dan juga memberitahukan jika sahabatnya melakukan kesalahan." Ucap Dennis samb masuk ke dalam mobil.


" Apakah sahabatnya Elisabeth seorang wanita?" tanya Dennis


" Ya." Jawab Aldo singkat


" Apakah dia menyukaimu? apakah kalian berhubungan sebagai kekasih?" tanya Dennis


" Dia memberikan minuman untukku tapi ternyata mengandung obat perang***g dosis tinggi dan akhirnya kami melakukan hubungan suami istri." ucap Aldo dengan jujur


" Berarti dia bukan sahabat yang baik karena telah tega memfitnah sahabatnya dan ingin merebut kekasihnya dengan cara yang kotor. Apakah kamu tahu kekasihmu sangat malu ketika pernikahan kalian batal karena semua orang menghinanya. Maaf aku ingin pergi dulu ke rumah sakit." ucap Dennis


" Apakah kalian pasangan kekasih?" tanya Aldo tanpa merespon ucapan Dennis.


" Tidak, kebetulan aku mengenalnya ketika di pesawat dan ketika dia di keroyok orang aku membantunya." Ucap Dennis


" Kenapa kamu ingin membantunya?" tanya Aldo penasaran.


" Karena aku mempunyai saudara perempuan karena itulah aku menolongnya." Ucap Dennis sambil berjalan ke arah Elisabeth.


" Sudah ya, aku pergi dulu." ucap Dennis sambil mengenakan mobil dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


" Maafkan aku Elisabeth, aku sangat menyesal telah mempercayai ular itu. Aku akan menyusul pria itu agar aku bisa meminta maaf pada Elisabeth." ucap Aldo sambil masuk ke dalam mobil.


Penyesalan Aldo terhadap Elisabeth membuat Aldo ingin meminta maaf dan memperbaiki kesalahannya. Aldo mengendarai dengan kecepatan tinggi agar bisa menyusul Dennis.


__ADS_2