Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Kesedihan Alex dan Leo


__ADS_3

Alex keluar dari mobil sambil menatap tajam ke arah mereka kemudian tidak berapa lama Alex di keroyok oleh mereka yang ternyata bisa bela diri membuat Alex terdesak. Leo yang melihat kakaknya terdesak terpaksa keluar dari mobil dan membantu kak Alex.


Mereka berusaha menghindar dan melawan mereka tapi karena mereka semua bisa bela diri akhirnya sangat terdesak hingga dua orang dari mereka mengeluarkan sebuah pisau lipat untuk membunuh mereka berdua.


jleb


akhhhhh


jleb


akhhhhh


" Debby." Panggil Leo dengan nada terkejut


" Inge." panggil Alex dengan nada terkejut bersamaan.


Debby memeluk Leo agar tidak terkena tusukan pisau sehingga mengenai punggung Debby sedangkan Inge mengunakan tubuhnya sebagai tamengnya sehingga dada Inge yang terkena tusukan.


" Jaga dirimu baik-baik honey, aku sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan. Semoga honey bahagia selalu, sebentar lagi keluargaku akan datang membantu honey." ucap Debby sambil membelai wajah suaminya kemudian Debby memejamkan matanya dengan darah segar kembali keluar dari mulutnya.


" Tidak.... tidak... kamu harus hidup Debby." teriak Leo sambil memeluk Debby dan tidak berapa lama air matanya keluar.


" Kenapa tubuhmu sebagai tamengnu? kamu menjadi terluka?" tanya Alex sambil memeluk istrinya dari arah belakang.


" Karena aku tidak sanggup melihat honey melukai keluarga besar Alvonso mungkin dengan kematianku honey bisa menghilangkan dendam dan kebencian pada keluarga besar Alvonso ." ucap Inge dan tidak berapa lama tubuh Inge merosot dan Alex menahan tubuh Inge agar tidak terjatuh bertepatan kedatangan keluarga besar Alvonso.


" Inge bertahanlah aku berjanji untuk menghilangkan rasa amarah dan dendamku pada keluarga besar Alvonso." mohon Alex sambil terus memeluk istrinya yang sudah semakin dingin.


Keluarga besar Alvonso menyerang para penjahat tersebut hingga mereka kalah telak. Sedangkan dokter Kennath dan dokter Maria mengecek kondisi Debby dan Inge membuat mereka menghela nafasnya dengan berat.


" Alviana dan Dennisa tolong ambilkan empat selimut di dalam mobilku." perintah dokter Kennath.


" Baik paman." jawab Alviana dan Dennisa


" Alvonso dan Alvian tolong nyalakan mobil agar kami bisa memeriksa Debby dan Inge." perintah dokter Kennath.


" Baik paman." jawab Alvonso dan Alvian.


Alvonso dan Alvian berjalan ke arah mobil dan mulai menyalakan mobilnya agar tempatnya menjadi terang sedangkan Alviana dan Dennisa mengambil selimut kemudian berjalan mendekati dokter Kennath.

__ADS_1


" Bentangkan dua selimut di jalan aspal itu dan untuk kamu Alex dan Leo baringkan mereka di selimut itu." perintah dokter Kennath.


" Baik paman." Jawab Alex dan Leo serempak.


Alex dan Leo membaringkan ke dua tubuh Debby dan Inge secara perlahan. Kemudian dokter Maria dan dokter Kennath membantu pertolongan pertama Debby dan Inge karena tubuhnya sudah sangat dingin. Tiba - tiba wajah dokter Kennath dan dokter Maria menjadi pucat setelah mereka memeriksa secara bergantian.


" Ada apa?" tanya Alex dan Leo bersamaan.


" Debby dan Inge sudah meninggal." ucap dokter Maria dan dokter Kennath secara bersamaan


" Apa?? tidak mungkin?" teriak mereka berdua secara bersamaan.


" Debby mengalami kekurangan banyak darah sedangkan Inge luka tusukan mengenai jantungnya karena itulah Debby dan Inge meninggal dan bukan itu saja anak di dalam kandungan Debby dan Inge juga ikut meninggal." ucap dokter Maria


" Maksudnya Debby..??" tanya Leo tanpa sanggup mengatakan kelanjutannya.


" Maksudnya Inge...?? Inge hamil??" tanya Alex dengan wajah memucat.


" Iya benar, istri kalian Debby dan Inge sedang hamil dan pergi meninggalkan kita semua untuk selama - lamanya." ucap dokter Maria dengan deraian air mata.


Semua yang ada di situ menangis begitu pula dengan Alex dan Leo karena kehilangan Debby dan Inge. Kesedihan Alex dan Leo membuat mereka berdua sangat menyesali perbuatannya


" Inge!!! jangan tinggalkan aku lagi... maafkan aku Inge.." ucap Alex sambil memeluk Inge dengan sangat erat sambil air matanya keluar.


xxxx


" Debby, hiks... hiks... jangan tinggalkan aku... aku mohon bangunlah dan maafkan aku Debby.." ucap Leo sambil terisak.


" Honey... honey.." panggil Debby dengan nada lembut sambil membelai lembut punggung suaminya karena suaminya memeluk bantal guling sambil terisak.


Leo langsung terbangun dan memeluk Debby dengan sangat erat.


" Jangan tinggalkan aku sayang, aku tidak sanggup kehilangan dirimu." ucap Leo


" Aku tidak akan meninggalkan dirimu honey kecuali kalau honey memintaku." ucap Debby sambil membalas pelukan suaminya sambil menahan rasa sesak karena suaminya memeluknya dengan sangat erat.


" Honey, apakah honey ingin membunuhku?" tanya Debby


Leo terkejut dan langsung melepaskan pelukannya begitu pula dengan Debby.

__ADS_1


" Kenapa bilang begitu?" tanya Leo dengan nada terkejut.


" Karena honey memeluk ku sangat erat hingga aku tidak bisa bernafas." ucap Debby


Leo tidak menjawab hanya memeluk Debby hanya tidak erat seperti tadi.


" Ada apa honey? kenapa memelukku?" tanya Debby dengan nada lembut sambil membalas pelukan suaminya.


Leo melepaskan pelukannya dan mendorong perlahan istrinya.


" Perutmu sayang masih sakit?" tanya Leo sambil mengangkat dres yang di pakai istrinya.


" Sakit? sakit apa? aku sehat saja honey." ucap Debby dan membiarkan suaminya melihat tubuhnya.


" Iya, apa mungkin tadi aku bermimpi?tapi kenapa seperti nyata?" tanya Leo sambil berfikir.


" Mungkin honey hanya mimpi?" ucap Debby


" Tapi kenapa seperti nyata?" tanya Leo


" Memangnya honey mimpi apa? tanya Debby dengan nada penasaran.


Leo pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi nya. Entahlah Leo juga tidak tahu semenjak dirinya menikah Leo selalu berbicara dengan jujur tanpa ada yang di tutupinya. Debby hanya diam mendengarkan ucapan suaminya tanpa komentar.


" Begitu ceritanya sayang." ucap Leo


" Honey itu cuman mimpi, sekarang sudah siang mandi sekalian kita makan bersama. Dari tadi aku dan Inge sudah selesai masak dan kak Alex sedang menunggu honey di ruang kerja." ucap Debby


" Tapi seperti nyata sayang, aku tidak mengerti coba kamu ceritakan dari semalam sampai sekarang?" pinta Leo sambil berfikir.


" Sayang, semalam itu kita melakukan hubungan suami istri sampai pagi terus aku bangun jam 6 pagi terus mencuci muka dan sikat gigi. Setelah itu masak bersama Inge sedangkan kak Alex masuk ke ruang kerja menunggu honey. Selesai masak aku masuk kamar dan aku mendengar honey mimpi." ucap Debby menjelaskan ke suaminya panjang lebar.


" Sekarang honey mandi, tidak enak di tungguin sama kak Alex." pinta Debby.


Leo bangun dari ranjangnya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuh polosnya sedangkan Debby menyiapkan keperluan suaminya. Setelah selesai Debby keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga.


" Leo kemana?" tanya Alex ketika melihat Debby turun dari tangga hanya sendirian.


" Lagi mandi." Jawab Debby sambil duduk di kursi meja sambil menunggu suaminya.

__ADS_1


__ADS_2